
Pukul 08.30 WIB
Alarm khusus untuk Alifia gunakan saat hari libur tiba-tiba berdering dengan nyaring membuat Alifia terkejut dan langsung bangun dari tidurnya dilihatnya jam dinding yang terpajang tepat di depan wajah nya dengan jarum pendek menunjukan angka 8 dan jarum panjang menunjukan angka 6 membuat Alifia terkejut namun mencoba tetap tenang, ia mengumpulkan seluruh nyawa nya terlebih dahulu dan mencoba mengingat hari apakah ini?
Dan habis sudah Alifia pasrah dengan apa yang akan terjadi nantinya entah ia akan mendapat hukuman seberat apa dari bos kampret nya atau bahkan bisa saja ia sampai di pecat? Oke Alifia akan bersiap menerima semua ini
Dengan jurus langkah seribu Alifia berlari masuk ke kantor nya setelah turun dari angkutan umum, sial terlambat! Apalagi ini adalah hari penting bos nya dan yang paling penting lagi ia memegang dokumen penting milik pak bos yang berisi surat-surat kerja sama antar perusahaan yang mana katanya ini akan mendapat keuntungan berkali-kali lipat, tapi kenapa dia harus kesiangan di saat seperti ini?! Dan kenapa orang-orang rumah begitu sangat kejam tidak ada satu pun yang membangunkan nya? Sungguh malang nasib Alifia
"Selamat pagi Alifia"
Duaaarrr! seorang singa kutub yang tak ia harapkan untuk bertemu dengan sialnya sudah berdiri tegak di depan meja kerja Alifia dengan pakaian yang sangat rapih tentunya sebagai seorang bos sejati dan tak lupa dengan ekspresi khas dari wajahnya yang datar se datar tembok!
Alifia meneguk ludahnya sendiri dengan susah payah "pagi pak" jawab nya dengan wajah yang di buat setenang mungkin berharap pak bos nya ini mau memaklumi kesalahan nya
Memang Alifia sudah sering terlambat bangun untuk bekerja dari dulu sejak ia masih bekerja dengan perusahaan pak Anto, tapi pak Anto bos nya yang dulu itu selalu memaklumi nya walaupun selalu Alifia ulangi tapi beda cerita dengan bos baru nya kali ini yang bisa saja seharusnya di beri julukan pak devil!
"Saya tidak percaya kamu tidak punya jam di rumah, Alifia" kata tuan Hafizh dengan memainkan lingkar jam tangan nya
"Bapak mau tau yang sebenernya terjadi engga?" Alifia meletakkan beberapa dokumen yang ia pegang dan tas nya di atas meja
"Silahkan"
"Sebenernya saya dirumah punya dua alarm pak, alarm yang satu saya nyalakan jam 5 sebagai alarm jam kerja dan yang satunya lagi saya nyalakan jam 08.30 sebagai alarm hari libur, sebenarnya alarm jam 5 tadi sudah menyala dan saya juga terbangun tapi cuma buat matikan alarm nya aja kemudian saya tidur lagi dan bangun karena alarm hari libur" jelas Alifia, ia mendongakan wajah nya menatap atasan nya "saya merasa ini hari libur pak, dan lebih parahnya lagi, keluarga di rumah saya engga ada yang bangunkan saya pak, padahal dirumah lagi banyak orang juga, tapi mereka engga ada satupun yang mau bangunin saya. Jahat banget kan pak" Alifia memasang wajah sok dramatisnya dengan tak lupa puppy eyes nya mencoba merayu bos nya supaya mau memahami
Sudah kebiasaan buruk bagi Alifia jika ia merasa sangat lelah pasti tidurnya tidak mengenal waktu bahkan pernah suatu hari dulu Alifia hampir tidur satu hari satu malam alias 24 jam penuh guna menambah energi nya jika saja mamahnya tidak membangunkan dan mengomeli nya
"Oh begitu rupanya" tuan Hafizh terlihat mengangguk-anggukan kepalanya seperti ia memaklumi kelalaian sekretaris nya membuat Alifia menghembuskan nafasnya lega
Syukurlah mungkin singa kutub nya sedang kegerahan jadi gampang meleleh, Alifia tertawa senang dalam hatinya akhirnya terbebas dari hukuman mengerikan. Namun rupanya kelegaan Alifia itu tidak berlangsung lama saat melihat pak bos nya berjalan mendekat ke arah dokumen yang Alifia bawa tadi tergeletak di meja
"Dokumen ini, tadinya sangat penting dan berharga" tuan Hafizh terlihat membaca dan membolak-balikkan dokumen itu "namun sekarang sudah tidak ada apa-apa nya dan sudah layak di sebut sampah" ia menyodorkan dokumen itu pada Alifia
__ADS_1
"Maksud bapak? Apa klien kita sudah datang?" Tanya Alifia hati-hati
"Ya, dia sudah datang bahkan datangnya satu jam yang lalu sebelum kamu menampakkan wajah tidak bersalahmu itu di hadapan saya, dia sudah membatalkan kerja sama ini secara sepihak karena dia tidak suka menunggu"
"Maafkan saya pak" cicit Alifia pelan
"Kamu fikir semua masalah bisa di selesaikan dengan kata maaf saja?Bahkan Sebuah kata maaf mu tidak akan pernah bisa memperbaiki apapun sekarang, dan tidak bisa mengembalikan keuntungan pada perusahaan ini Alifia" suara tuan Hafizh terdengar tenang namun sangat menyeramkan di telinga Alifia
Alifia menundukkan kepalanya ia tidak berani lagi menatap wajah atasan nya, kali ini ia tidak akan melawan karena ia juga merasa bersalah
"Saya sudah banyak mempercayai semua sepenuhnya sama kamu. Asal kamu tahu saja Alifia, keuntungan ini besarnya sampai bermilyaran rupiah bahkan tidak akan setara dengan gaji kamu sebagai sekretaris disini selama 3 tahun kedepan"
"Sekali lagi maafkan atas kelalaian saya pak"
"Sudah saya katakan semua itu tidak ada gunanya sekarang" tuan Hafizh memasukan kedua tangan nya ke dalam saku celana nya "tolong hubungi Tuan Gerald sampaikan padanya bahwa pertemuan jam 1 siang nanti akan di majukan menjadi jam 11 siang. Dan satu lagi.." Alifia kembali menegakan wajahnya perasaan yang tidak enak mulai muncul di benaknya seperti nya ia mencium bau bau hukuman untuknya "Evaluasi semua hasil kerja karyawan di perusahaan ini dan tolong serahkan pada saya dalam satu Minggu ke depan"
Evaluasi hasil kerja karyawan? Dalam satu Minggu katanya? Tenang dulu Alifia mungkin si pak bos salah ngomong
"Apa kamu sedang mencoba menghindar dan ingin menawar hukuman kamu Alifia?" Salah satu alis dan sudut bibir tuan Hafizh terangkat membuatnya terlihat semakin menyeramkan Dimata Alifia "atau kamu merasa kurang puas dengan hukuman kamu? Apa perlu saya ubah menjadi satu hari sekarang saja?"
"Eh engga engga pak, oke satu Minggu aja pak. Deal!" Sanggah Alifia cepat sebelum si pak bos nya ini memutuskan keputusan nya dengan bulat yaitu harus mengumpulkan semua dalam satu hari. Oh tidak! Alifia Bisa mati berdiri jika sampai itu terjadi
"Baik, saya tunggu satu minggu. Selamat menjalankan aktivitas hari ini nona sekretaris. Sampai jumpa"
Ya Allah, jika saya melemparkan sebuah granat ke atas meja atasan bedebah itu apakah saya akan berdosa atau tidak?
"Dasarrr singa kutub sialan!!! Kacida pisann maneh boss"
...
"Masih pagi Fi, ngaca Sono itu muka Lo udah lecek gitu kaya baju engga di cuci seminggu" sebuah suara lolos terucap begitu saja dari Mulut Mira membuat kekesalan Alifia menjadi bertambah sempurna sudah
__ADS_1
"Temen datang bukannya pesenin minuman kek ini mah malah di katain" sungut Alifia kesal
Ibu beranak satu yang bernama Mira itu terlihat mengomel namun tetap saja ia melambaikan tangan nya pada pelayan untuk memesankan Alifia minuman
"Mir, Lo tau kan jumlah seluruh karyawan di perusahaan ini ada berapa?" Tatapan Alifia lekat pada wajah ibu muda yang berada di depan nya itu
"Fi? Lo jangan gila, ngapain Lo tanya itu sama gue? Lo mau nyuruh gue ngitung jumlah mereka semua? Gue akan engga sanggup fi, Jumlah mereka banyak banget engga terhitung pake jari" raut wajah Mira terlihat memelas seperti nya ia salah kaprah dan mengira bahwa Alifia akan menyuruh nya menghitung maka dari itu ia memasang jurus memohon nya
"Muka nya biasa aja mir engga usah pakek melas gitu eneg gue liatnya sumpah" Alifia menyeruput es teh miliknya yang baru saja pelayan antarkan "tenang aja gue engga lagi mau nyuruh Lo buat ngitung jumlah mereka kok, tapi sekarang gue pengen cerita sama Lo tentang betapa super duper dan triple kejamnyaa si singa kutub sialan itu"
Mira mencomot telur puyuh yang berada di depan nya guna menghilangkan rasa terlihat tenang nya di hadapan Alifia "oke sok ceritain gimana? Ada apa?"
"Mir Lo cukup tau aja mengenai jumlah seluruh karyawan perusahaan ini yang mencapai ribuan manusia, tapi point penting nya yang mau gue bicarain disini adalah si bos kampret nyuruh gue evaluasi hasil kerja seluruh karyawan di perusahaan ini dalam waktu 1 Minggu!" Seru Alifia menjelaskan
Mira tersedak minuman nya sendiri mendengar cerita dari Alifia membuat Alifia juga yang harus menepuk-nepuk punggung nya "kalo minum pelan woy"
"Apa Lo bilang? 1 Minggu? Apa engga salah?" Mira menatap Alifia tak percaya
"Kaget kan Lo? Inilah yang harus Lo tau betapa biadab nya si Hafizh itu, namanya sih bagus Ha..fizh bahkan nama nya tertera dalam Asmaul Husna tapi kelakuan nya? Sungguh edan engga sebanding dengan namanya yang terdengar indah!"
"Ssstt fi, pelanin ngomong nya apa Lo engga takut kalo keciduk sama dia?"
"Sabodo amatlah mau keciduk mau engga juga kesel banget gue mir" Alifia mendengus kasar
"Terus itu gimana cara Lo nyelesaikan semua dalam 1 Minggu?" Tanya Mira penasaran "bukan nya seharusnya semua dikerjakan dalam 1 atau minimal 3 bulan, lah ini 1 Minggu? Mending gue temenin Lo nyemplung ke kolam megalodon yuk lah fi"
"Mau gimana lagi? Sebuah keputusan yang di buat oleh Bapak Hafizh adalah mutlak tidak ada yang bisa menganggu gugat! Jadi ya mulai sekarang terpaksa gue harus lembur tiap hari jadi bakal jarang punya waktu buat anak gue selama seminggu ke depan" Alifia berbicara tanpa sadar
"What? Apa barusan Lo bilang? Anak gue kata Lo? Lo udah punya anak fi?" Tanya Mira heboh
"Maksud gue keponakan. Lo salah mir seharusnya yang di ajak nyemplung ke kolam megalodon itu si Hafizh sialan bukan gue!"
__ADS_1
"Sial banget, kenapa aku harus keceplosan segala" batin Alifia.