
Hari ini jam kerja nya Alifia cukup ringan, karena tidak terlalu banyak pekerjaan yang ia kerjakan, hanya tadi saja mengecek jadwal pertemuan klien dengan pak bos nya dan mengecek beberapa dokumen penting setelah itu tidak ada lagi tugas apapun
Alifia memilih duduk santai sambil melihat beberapa foto Ray yang kemarin ia potret saat Ray sedang bermain bersama nya, entah kenapa setiap melihat wajah Ray, hati Alifia terasa sangat tenang dan beban fikiran nya juga langsung hilang seketika, saking asiknya memperhatikan foto Ray Sampai Alifia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sudah berdiri tegak di samping nya dengan wajah datar dan dingin nya
Tentu saja orang itu adalah tuan Hafizh, ia melihat sekilas foto yang sedang asik di amati Alifia di hp nya adalah foto seorang anak kecil yg hanya terlihat punggung nya saja "ternyata dia sudah punya anak" tuan Hafizh berkata dalam hatinya
"Ekhem. Saya mau makan di luar kamu mau ikut?"
Alifia langsung mematikan ponselnya terkejut kemudian membalikan tubuhnya dan mendapati wajah datar nan dingin nya dari seorang pak bos yang sangat menyebalkan
"Eh bapak, hehehehe. boleh pak" jawab Alifia kaku
Ya Allah, semoga singa kutubnya ini tidak sedang mengintip ia yang mengamati foto anak kecil, kalo sampai dia mengintip habis sudah! Pasti pak bos nya ini menyangka bahwa Alifia sudah punya anak sedangkan dalam keterangan nya yang ia berikan pada tuan Hafizh pada saat wawancara kerja menyatakan bahwa statusnya ini masih lajang!
"Ayo ikuti saya. Tempat makan nya tidak terlalu jauh dari sini dan yang pasti kualitas nya yang terbaik"
Alifia menurut, ia berjalan dengan tergesa-gesa mengekori pak bos nya di belakang, hatinya sedikit tenang. Sepertinya pak bos nya tadi tidak sempat melihat bahwa Alifia sedang mengamati foto seorang anak kecil, buktinya ini pak bos nya biasa saja seolah tidak tau apa-apa, atau pak bos nya ini melihat tapi tidak peduli? Ah entahlah yang penting pak bos nya ini tidak menginterogasi apalagi dengan mulut pedasnya yang membuat telinga Alifia kepanasan mendengar ocehan nya
Alifia mendorong kursi restoran itu kebelakang kemudian ia duduk di sana tepat berhadap-hadapan dengan tuan Hafizh
"Siapa yang menyuruh kamu duduk di situ?"
"Lah terus? Saya harus duduk di lantai gitu pak?"
"Meja yang lain masih banyak tuh disana, Kamu cari meja yang lain sana, saya mau bertemu dengan seseorang" titahnya lagi dengan santai
"Hah? Seseorang katanya? Wih singa kutub mau kencan ni ceritanya" gumam Alifia
"Alifia cepat pindah! Apa perlu saya menyuruh seorang pelayan untuk menyeret kamu dari kursi ini?" Mulut jahatnya mulai berulah
"Terima kasih pak, tapi Alhamdulillah saya masih bisa jalan sendiri" Alifia langsung berdiri dengan berpindah tempat duduknya tak peduli kursi nya tampak miring karena kesalnya
Alifia memilih tempat duduk yang tidak jauh dari tuan Hafizh karena jiwa kepo nya yang meronta-ronta membuat ia sangat ingin tahu siapa seseorang yang akan berkencan dengan bos singa kutubnya?
Mata yang melotot dan mulut yang menganga lebar benar-benar tidak bisa Alifia tahan saat ia melihat dengan jelas seorang wanita yang berjalan menghampiri tuan Hafizh dan langsung memeluknya seolah seperti sepasang kekasih, tapi bukan itu! Yang membuat Alifia terkejut adalah wanita itu terlihat hampir seperti wanita paruh baya dan Alifia langsung mengira bahwa itu kekasih dari bos nya, kenapa Alifia tidak mengira bahwa itu ibu nya dari tuan Hafizh? Karena Alifia sudah tau dengan ibu bos nya itu yang pernah ia tolong beberapa waktu yang lalu dan bahkan ia yang mengajukan nya untuk bekerja disini, tapi setelah kejadian itu Alifia tidak pernah lagi ketemu orang tua tuan Hafizh
Sungguh selera pak bos nya ini benar-benar parah, Alifia memasang pendengaran telinganya dengan tajam guna menguping dan ingin mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan namun sayang sekali ia tidak bisa mendengar dengar jelas, ia menyesal telah salah memilih meja duduknya, seharusnya ia tadi memilih meja yang ada di sebelah pak bos nya saja mungkin sekarang ia sudah bisa mendengar dengan jelas semuanya, apa perlu ia pindah duduk saja? Tapi dipikir-pikir kembali jika ia pindah duduk pasti bos nya itu bisa menebak dengan langsung bahwa ia ingin menguping pembicaraan mereka
__ADS_1
Alifia menyalakan hp nya yang tadi ia simpan di atas meja kemudian ia menyiapkan kamera bersiap memotret dua pasangan yang membuat Alifia penasaran itu untuk dijadikan bahan gosip nya dengan dua kawanan seperkantoran nya yang tak lain adalah divan dan Mira
"Perfect! Gosip baru yes! Divan Mira tunggu Alifia yang cantik ini mengupdate status baru sang beruang kutub yang memiliki selera cukup di bawah rata-rata"
"Ekhem"
Suara deheman dari seseorang yang tidak asing baginya membuat Alifia mendongakan kepalanya ke atas
"Pak Hafizh" Alifia menganggukkan kepalanya pelan
Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba saja tangan kiri tuan Hafizh merangkul pinggang Alifia "menurut Tante bagaimana ini?"
What the? Apa-apaan ini? Apa yang singa kutub katakan barusan? Dan apa ini maksudnya tanpa permisi dia main rangkul-rangkul aja, ayolah otak ku sayang connect ya kita berfikir apa yang barusan si beruang kutub katakan
Tidak banyak yang bisa Alifia lakukan di saat-saat seperti ini, entah kenapa otaknya langsung lemmot seketika tidak bisa di ajak kerja sama, Alifia hanya bisa memelototkan matanya tajam pada bos kampret nya itu namun si bosnya malah acuh tidak memperdulikan nya seolah tidak melihat bahwa mata Alifia sedang mengancam nya
Tante-tante yang tadi berbincang dengan tuan Hafizh dan menarik perhatian Alifia itu ikut-ikutan mendekat ke arah meja nya dengan tatapan kagum pada Alifia "Perfect, sangat beautiful. Pilihan yang bagus" katanya sambil membelai lembut rambut Alifia
Apa yang dilakukan oleh Tante itu benar-benar membuat Alifia bingung, situasi macam apa ini? Ayolah adakah orang baik yang mau menjelaskan semua ini pada Alifia, apa maksud dari perkataan dan perlakuan atasan nya yang berani merangkul pinggang Alifia begitu saja tanpa penjelasan, ingin rasanya sekarang Alifia kabur saja menghindari situasi yang aneh ini
"Haha, tentu saja aku tau Tante" tuan Hafizh semakin mengeratkan rangkulan tangan nya
Sementara Alifia yang diperlakukan seperti itu hanya bisa bengong saja, dilihat nya wajah pak bos itu tampak tersenyum lebar entah kemana perginya ekspresi singa kutub itu hilang seketika
Setelah memastikan tante-tante tadi hilang di balik pintu restoran, Alifia langsung menepis tangan kurang ajar bos nya itu dengan kasar, sejujurnya Alifia merasa sangat risih dengan rangkulan tangan tuan Hafizh tapi tadi ia sebisa mungkin menahan semua itu di hadapan Tante tadi demi menjaga nama baiknya karena tidak mau di cap sebagai karyawan kurang ajar yang berani bersikap kasar pada atasan nya, Alifia tidak mau membuat masalah dengan orang lain
"Wah kamu berani bermain kasar sama saya ya Alifia" ekspresi datar itu kembali menghiasi wajah tampan sang atasan
"Maksud bapak ini apa?" Tegas Alifia
Tuan Hafizh menatap intens "Anggap saja itu hadiah"
Alifia mengerutkan dahinya bingung "maksud bapak? Hadiah apaan ya pak?"
"Ya hadiah, bukan nya beberapa waktu yang lalu kamu bilang bahwa kamu ingin di peluk sama saya, nah itu sudah saya peluk kan" katanya santai tanpa menampakkan wajah bersalah nya sedikitpun
"Pak, bapak ini kunaon (kenapa) sih? Bapak engga bisa ngebedain antara bercanda sama serius ya pak? Waktu itu saya cuma bercanda, saya bukan wanita murahan yang bisa orang lain peluk atau sentuh gitu aja seenaknya"
__ADS_1
"Entah bercanda atau apa saya tidak mau tau, yang intinya itu hadiah" tanpa rasa bersalah nya bos kampret itu melengos pergi setelah selesai berbicara
"Pak Hafizh!!!" Teriak Alifia
Tuan Hafizh menghentikan langkahnya dan melirikkan wajahnya sekilas seolah memberi kode meminta Alifia menghampirinya
"Pak, bukan nya bapak datang kesini ngajak saya makan? Kok malah pergi? Saya daritadi loh nungguin bapak teraktir saya, saya udah lapar loh pak" dengan tidak tahu malu nya Alifia meringis sambil memegangi perutnya
Tuan Hafizh mendelik kan matanya tajam pada Alifia "kamu ini tidak tau malu, jika orang lain liat pasti mereka bilang kalo saya lagi buat kamu kelaparan. Sana duduklah dan pesan makanan"
"Tapi bapak yang bayar kan?" Tanya Alifia penuh harap
"Ya"
"Yess! Makasih pak, hehe"
Tuan Hafizh pun berlalu pergi tanpa menjawab ucapan Alifia
"Pak Hafizh, tunggu!" Teriak Alifia lagi
"Ada apa lagi Alifia?" Tanya nya yang sudah mulai kesal
"Bapak mau kemana?"
"Saya mau pulang lah"
"Loh kok pulang? Katanya mau bayarin saya makan pak?"
"Kamu bisa makan disini sesuka kamu dan sepuasnya tanpa harus kamu bayar"
"Kalo bapak pulang duluan Terus saya pulang nya gimana dong pak?" Wajah Alifia terlihat memelas
"Itu urusan kamu bukan urusan saya, sampai jumpa besok nona sekretaris"
Oh tidak! Dasar bos tidak memiliki rasa perikemanusiaan!!!! Dia yang mengajaknya kesini dan dia juga yang ninggalin, kayanya cuma Hafizh aja orang di muka bumi ini yang tega melakukan itu pada bawahannya
"Pak, pak Hafizh!"
__ADS_1
Sayang sekali teriakan Alifia tidak mempan untuknya, kali ini bos kampret itu benar-benar mengabaikan panggilan Alifia