The Secretary

The Secretary
PART 16


__ADS_3

Alifia mengetuk-ngetuk telunjuk pada dagunya ia sedang berfikir keras bagaimana caranya supaya menghadapi hukuman sialan dari pak bos nya ini berjalan dengan mulus? Bagaimana cara ia bisa mengevaluasi hasil kerja para karyawan yang berjumlah ribuan itu selesai dalam waktu satu Minggu?


Masalahnya terbesarnya adalah ini sudah 3 hari ia kerja lembur namun ia masih belum berhasil mengumpulkan hasil kerja nya bahkan bisa di kata masih sangat jauh dari angka seribu karyawan sedangkan waktu berakhirnya sudah kurang 4 hari, sungguh ini membuat Alifia sangat frustasi


Alifia langsung bangkit saat tiba-tiba pak bos nya datang tanpa di undang dan nyelonong aja masuk ke dalam ruangan nya tanpa mengucapkan kata permisi "ada yang perlu saya bantu pak?" Tanya nya


"Saya akan keluar, tolong kamu handle dulu semua tugas saya termasuk tolong terima setiap panggilan dari orang-orang yang ingin bertemu dengan saya, dan jika ada seseorang datang ingin bertemu saya katakan saya sedang tidak ada setelah itu terserah kamu mau disuruh nunggu atau di usir juga terserah"


Pak bos nya ini benar-benar sudah tidak memiliki rasa perikemanusiaan, bukankah ia sudah tau bahwa Alifia ini sedang banyak tugas yang ia dapat darinya dan sekarang ia seenak jidat ingin memberi Alifia tugas lagi? Sudah keterlaluan banget jahatnya! Mentang-mentang jadi bos bebas datang pergi dan menindas karyawan nya


"Berapa lama pak?" Tanya Alifia ramah, tentu saja harus ramah kalo tidak ingin kena semprot mulut pedasnya


"Hanya sampai jam 4"


Apa kata nya hanya sampai jam 4? Ini baru jam 11 dan dia akan pergi sampai jam 4 lalu mengatakan "hanya" Lo pergi 5 jam woyy! hanya ndasmu boss! Mulut licin nya itu benar-benar minta digilas dengan high heels


"Baik pak" kepala Alifia mengangguk kecil sebagai tanda hormat walau di hatinya banyak mengumpat dengan kata-kata kasar


Tuan Hafizh menatap sekilas pada wajah Alifia "apa kamu keberatan, Alifia?"


"Oh tentu saja tidak pak bos" Alifia tersenyum ramah "tidak salah lagi, sialan Lo nyusahin gue teros" tambah nya dalam hati


"Bagus. Ingat itu jangan ceroboh" ia melayangkan jari telunjuknya sebagai bentuk memperingatkan kemudian berlalu dan hilang di balik pintu ruangan Alifia


Helaaan nafas kasar dari mulut Alifia keluar, ia mengibaskan tangannya seolah sedang kegerahan kemudian matanya kembali tertuju pada layar monitor, evaluasi kerja karyawan nya masih sangat banyak "haduhh gimana ini masih banyak" ia mengacak rambutnya frustasi


Tak terasa waktu berjalan sangat cepat dan ini sudah 4 jam kepergian pak bos nya dan sudah banyak sekali panggilan masuk ke telfon nya mereka semua kebanyakan bertanya dimana keberadaan bos nya membuat Alifia muak bahkan tidak sedikit panggilan yang tidak Alifia jawab


Alifia berfikir sepertinya pak bos kampret nya ini pasti sedang bersenang-senang dan seluruh beban pekerjaan nya dengan mudah ia pindahkan ke pundak karyawan


"Tok.. tok tok" suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Alifia dari berfikir nya "siapa pula ini? Apa jangan-jangan pak bos udah Dateng?"


"Masuk aja engga di kunci" teriak Alifia dari dalam karena saat ini ia benar-benar males berdiri alias mager pengen nya duduk aja


Pintu ruangan terbuka "Aakkkhhh macan tutull!!" Teriak Alifia


"Hey apa maksud kamu macan tutul? Mana Hafizh?" Gertak orang itu

__ADS_1


"Ohh orang ternyata, kirain beneran macan tutul. Abisnya baju mba kaya macan tutul terus totol-totol gitu abis itu ngetat banget pula, aku jadi ngiranya macan tutul beneran hehe, kebetulan pak Hafizh sedang keluar"


"Berani nya kamu ya bicara gitu sama saya"


Orang itu hendak menjambak rambut Alifia namun cepat-cepat Alifia menghindar


"eiits ga kena, mba ngapain mau Jambak saya? Suka sama rambut saya ya?"


"Kamu! Kamu ini siapa ha?"


"Loh kok nanya? Mba nya sendiri ngapain masuk ke ruangan ini kalo engga tau siapa saya?"


"Ooh jadi kamu sektretaris nya Hafizh? Engga nyangka banget saya Hafizh milih sekretaris rendahan seperti kamu" perempuan itu menatap Alifia rendah


"Wah mba nya ini ngeremehin saya ya" Alifia melipatkan lengan kemeja nya


"Mau apa kamu?!"


"Mau ngebuktiin bahwa saya ini bukan orang sembarangan"


"Orang kaya gini sok-sokan jadi sekretaris paling juga cuma pengen meras harta nya Hafizh"


"Hei bocah beraninya kamu ya ngatain saya!"


"Bocah? Alhamdulillah berati wajahku masih keliatan muda dong asiik" Alifia meraba-raba wajahnya senang "engga kaya wajah mba nya yang boros"


Wajah perempuan itu merah padam antara menahan malu dan marah "katakan pada bos kamu saya datang ingin meminta pertanggung jawabannya. kamu masih beruntung sekarang saya tidak punya banyak waktu, lain kali kalo kita ketemu lagi awas kamu!"


"Meminta pertanggung jawaban? Apa jangan-jangan dia wanita simpanan pak Hafizh dan wanita itu sedang hamil anaknya pak Hafizh lalu meminta tanggung jawab. Astaghfirullah, parah si pak bos parahh, udah suka nindas karyawan suka main perempuan pula" Alifia menggelengkan kepalanya tak percaya


...


Sekembalinya tuan Hafizh dari luar wajahnya masih datar sedatar tembok seperti biasanya namun kali ini ada sedikit perbedaan yaitu aura dingin nya sangat menampak seperti nya ia baru saja mengalami masalah di luar, fikir Alifia pasti pak bos nya ini sedang kecewa karena para perempuan nya di luar sana tidak berhasil membuat si pak bos puas


Alifia bersiap keluar dari ruangan nya untuk menemui pak bos.


"Selamat datang kembali, pak. Tadi selama bapak keluar, ada seorang perempuan yang datang mencari bapak" lapor Alifia

__ADS_1


"Siapa?"


"Saya tidak tahu pak, dia tidak menyebutkan siapa namanya tapi dia berpesan pada saya supaya menyampaikan ini kepada bapak bahwa bapak harus mempertanggung jawabkan perbuatannya"


"Oh"


"Hanya oh pak? Cuma oh?" Tanya Alifia


"Ya terus saya harus bicara apa Alifia? Sepertinya Saya lupa mengatakan ini sama kamu bahwa kamu dilarang keras memasukan sundel bolong ke kantor ini"


Mata Alifia membulat lebar, sundel bolong katanya woy! Somplak banget nih si bos


"Pak tolong dengarkan saya, saya ini bukan pawang jin atau setan, gimana caranya supaya saya bisa memasukkan sundel bolong ke ruangan kantor ini?"


"Ya saya tidak mau tau pokoknya itu peraturan baru dari saya, sundel bolong yang saya maksudkan disini, bukan sundel bolong yang sesungguhnya, Alifia. melainkan memiliki makna yang berbeda!" Tegasnya


Apa wajah Alifia ini benar-benar terlihat seperti pawang jin atau dukun yang hobi membakar kemenyan? Tentu saja tidak! Setahu Alifia ayahnya adalah berdarah sunda-swiss dan ibu nya adalah keturunan darah Sunda asli tidak ada unsur perdukunan kecuali jika ia benar-benar anak tetangga tetapi itu tidak mungkin juga, tidak mungkin ia terlahir dari hasil perselingkuhan. bos nya ini sungguh merusak penampakan wujud wajah Alifia!


"Waduh apaan tuh pak?"


"Pikir aja sendiri" jawabnya ketus


"Engga bisa gitu dong pak, saya juga udah banyak fikiran loh dikasih banyak tugas sama bapak, masa bapak tega ngasih beban fikiran lagi buat saya?"


"Jangan membantah! Ingat peraturan pertama dulu"


"Bos selalu benar, dan kamu harus menuruti kebenaran yang ada" Alifia mengingat kata-kata itu dalam hatinya


"Tapi pak.."


"Tidak ada tapi-tapian, sana keluar saya ingin beristirahat"


"Pak, bapak lagi PMS ya?" Kata Alifia hati-hati sembari berjalan mundur ke arah depan pintu seperti sedang memasang ancang-ancang untuk kabur


"Apa itu Alifia?"


"Pria Menjadi Singa" kemudian ia hilang di balik pintu dan ngacir masuk ke ruangan nya sebelum mendengar teriakan sang bos menggelagar

__ADS_1


"AAALIIFIIAAAA"


__ADS_2