
Alifia baru menyelesaikan mandi dan tak lupa juga sudah memandikan bocah yang sedari tadi terus menempel padanya, ia lupa bahwa bocah itu tidak punya pakaian lagi selain pakaian yang tadi sudah dikenakannya, Alifia menatap bingung pada Ray yang sedari tadi terus tersenyum padanya dengan di baluti handuk milik Alifia
"Bagaimana ini? Apa aku harus memakaikan pakaianku padanya, itu pasti akan kebesaran" Alifia berfikir keras
"Mama tenapa?" Tanya Ray polos
"Ah itu sayang mama bingung, kamu masih belum punya pakaian baru, tunggu dulu ya mama Carikan baju kamu di lemari" Alifia bergegas membuka lemari bajunya mencari-cari pakaian yang cocok untuk dikenakan oleh Ray
Dan Alifia baru teringat dirumahnya itu ada pakaian baim yang sering keponakannya itu kenakan jika sedang menginap dirumahnya
Alifia memakaikan baju baim pada Ray, kaos lengan pendek berwarna putih dengan overall Levis, ternyata baju itu masih kebesaran di tubuh mungil Ray, Alifia melipatkan lengan kaos dan bawah cenala overall nya "Perfect" ucap Alifia bangga
"Bagus maa" kata Ray
"Ray suka?" Tanya Alifia
"Cuka banett maa"
"Uuhhh anak mama kok ganteng banget sihh" Alifia mengangkat tubuh Ray dan melayang-layangkan ke udara sedangkan Ray tertawa senang
"Sekarang kamu harus makan dulu ya cakep, yuk jalan sendiri ya" Alifia menggandeng tangan Ray mengajak nya berjalan ke dapur
"Iya ma" jawab Ray bersemangat
"Aduhh cucu nenek udah mandi makin ganteng gini ah" Bu Reni menguyel-uyel pipi Ray
"Iya nek, mama na uga cantik, maka na lay halus anteng" kata Ray bangga
"ini baju si baim fi?" tanya Bu Reni pada Alifia
"iya mah, Fia belum beli baju buatnya, untungnya aja di lemari Fia ada baju si baim, makanya Fia pakein baju baim dulu se adanya" jawab Alifia
Bu Reni hanya ber oh ria
__ADS_1
"Udah yuk makan dulu" Alifia mengangkat tubuh mungil Ray kemudian mendudukkan nya di kursi meja makan
"Ray mau makan yang mana?" Tanya Alifia menunjukan beberapa lauk yang ada di meja makan itu pada Ray
"Lay mau ni ni cama ni ma" Ray menunjuk pada sayur sop perkedel kentang dan tempe. Padahal disana juga ada ayam goreng tapi kenapa anak itu tidak menunjuknya mungkin ia tidak suka ayam goreng tidak seperti anak pada umumnya
Alifia hendak menyuapkan nasi ke mulut Ray namun anak tidak membuka mulutnya "mama Ndak matan?" Tanya Ray
"Mama nanti aja, mama masih kenyang sekarang Ray dulu yang makan ya, aaaa" jawab Alifia sambil hendak memasukkan nasi lagi ke mulut Ray
Namun Ray tetap tidak mau membuka mulutnya, ia merebut piring berisi nasi yang di pegang Alifia "mama matan uga ya temenin lay matan, lay bica matan cendili"
Tidak dapat di pungkiri Alifia merasa tersentuh dengan perlakuan Ray padanya, seperti nya anak itu benar-benar menyayangi Alifia seperti ibu kandungnya, Ray masih kecil saja perlakukan nya sudah begini apalagi jika sudah besar Alifia tidak bisa membayangkan itu
"Mamaa, ayo matan" kata Ray membuyarkan lamunan Alifia
"Eh iya sayang, mau makan juga" Alifia langsung berdiri mengambil piring untuk makan nya
Ray terus memperhatikan gerak gerik Alifia yang sedang mengambil nasi "udah, ayo matan ma"
"Mama, lay mau nuapin mama aaaaa" Ray hendak menyuapkan nasi ke mulut Alifia dan Alifia langsung menerimanya
"Enak Tan maa" kata Ray senang
"He'em sayang enak, apalagi yang nyuapin Ray" Alifia menitikan air matanya
"Mama tenapa angis" tanya ray, raut wajahnya terlihat sedih
"Engga kok sayang mama engga nangis, mama cuma terharu aja sama kamu, yuk abisin dulu makan nya abis ini kita nonton film kartun" Alifia buru-buru menghapus air matanya, ia sangat terharu dengan perlakuan anak kecil itu
"Iya ma" jawab Ray lemah karena jawaban dari Mama nya itu kurang puas untuknya.
...
__ADS_1
Saat ini Alifia, Bu Reni dan tak lupa dengan si bocah bule penghuni baru rumah itu sedang asik menonton tv film kesukaan Ray yaitu Upin dan Ipin walaupun. Sebenarnya film animasi itu terlihat sangat membosankan di mata Bu Reni karena film kesukaan nya hanya sinetron Indosiar atau SCTV tetapi tetap saja ia mengalah ikut menonton tv nya dari pada dirinya gabut
Ray sangat anteng sekali menonton film animasi kesukaan nya sambil selonjoran di pangkuan Alifia
"Assalamu'alaikum" ucap Irfan membuka pintu, ia baru pulang kerja
"Wa'alaikumsalam" jawab Alifia dan Bu Reni bersamaan
"Walaitumcalam" Ray ikut menjawab salam seperti yang diucapkan oleh Bu Reni dan mama angkatnya itu
"Mah, kok barusan aku kaya denger suara anak kecil ya" tanya Irfan
"Lah ini anak kecil kamu anggap apa? Boneka?" Jawab Bu Reni sambil menunjuk kepada Ray menggunakan dagunya
"Buset ada bule kecil nyasar, anak siapa itu mah?" Tanya Irfan lagi
"Anak si Fia" jawab Bu Reni santai
"Yaelah mah, mamah suka bercanda aja deh" Irfan tertawa
"Mamah serius, tanyakan aja sendiri sama anaknya"
Irfan yang penasaran pun benar langsung menanyakan sendiri "hei bocah, kamu anaknya siapa?"
"Lay anak na mama" jawab Ray
"Lay? Lay apaan dah?" Tanya Irfan bingung dengan kecadelan Ray
"Ray bang, di nyebutin namanya nama dia Ray" jawab Alifia
Irfan menggaruk rambutnya bingung "ada yang bisa jelasin ke aku ga? Jadi ini anak siapa mah? Fi? Jelasin coba yang bener" Irfan ikut duduk di samping Bu Reni, tatapan nya serius
Bu Reni pun menceritakan penemuan anak kecil yang di temukan oleh Alifia tadi dari awal sampai meminta izin nya untuk bocah ini tetap tinggal bersama mereka, awalnya Irfan merasa keberatan dan tak terima jika anak ini tinggal bersama mereka namun dengan segala jurus mamahnya itu akhirnya Irfan pasrah mengalah juga dan mengizinkan anak itu tinggal bersama nya dengan syarat anak itu jangan sampe membuat keonaran dirumahnya
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 21:00 Ray sudah tertidur di pangkuan Alifia sejak tadi, Alifia yang sudah ikut mengantuk pun menggendong tubuh Ray membawa nya ke dalam kamar untuk di tidurkan bersama nya
Alifia menidurkan tubuh mungil Ray di kasurnya secara perlahan, Ray tidak terganggu sama sekali ia tetap tidur dengan nyenyak, kemudian Alifia mencium puncak kepala Ray "lucu banget sih anak orang" kata Alifia kemudian ia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Ray dan ikut terlelap disana