The Secretary

The Secretary
PART 13


__ADS_3

Tiada terasa sudah memasuki waktu 5 bulan Alifia si sekretaris cantik namun rada gesrek itu bekerja di perusahaan singa kutub alias tuan Hafizh, ia juga sudah merasa sedikit terbiasa dengan semua sikap sang bos nya walau masih suka merasa sangat kesal


Hari ini adalah hari Alifia libur kerja dan juga waktunya quality time dengan Ray, Dan sudah 5 bulan ini juga Alifia ko hidup dengan kehadiran si bocah tampan yang bernama Ray, Alifia juga sudah sangat terbiasa dengan keberadaan bocah tampan itu dirumahnya, ia juga begitu sangat menikmati peran baru nya sebagai seorang ibu muda yang mendadak, tentu saja mendadak tanpa proses pembuatan tanpa merasakan hamil dan tanpa merasakan melahirkan Alifia langsung saja bisa merasakan menjadi seorang ibu muda yang merawat seorang bocah berumur 3 tahun


Luar biasa bukan? Tanpa melalui berbagai proses sesuai prosedur nya, Alifia langsung saja menikmati hasilnya. Jarang-jarang loh ada ibu muda seberuntung Alifia fikir Alifia sendiri, Alifia merasa seperti menjadi seorang single parents yang merawat anak nya seorang diri tanpa di bantu suami karena suaminya pergi entah kemana seperti dalam film sinetron yang sering ia tonton bersama mamahnya


Tak jarang Alifia tertawa sendiri membayangkan dirinya menjadi seperti tokoh sinetron yang di tinggal suami nya pas lagi hamil. Padahal hamil aja belum pernah, nikah aja belum apa lagi hamil!


Sedangkan Bu Reni mamahnya Alifia tak habis fikir dengan kelakuan anaknya kok bisa-bisanya ia bangga dan senang menjadi seorang ibu tanpa bersuami, bukankah sewajarnya seorang istri akan kesusahan jika hidup dengan seorang anak tanpa di bantu suami?


Sebenarnya Bu Reni juga sudah tidak tahan dengan keberadaan Ray dirumahnya, bukan Bu Reni tak suka pada bocah itu melainkan Bu Reni sudah tak kuat mendengar gunjingan sana sini dari para tetangga nya karena Alifia mempunyai seorang anak tanpa bersuami


Tak sedikit pula para tetangganya banyak yang menyangka hal negatif pada keluarga Bu Reni, ada yang nyangka Alifia nyulik anak orang dan ada juga yang menyangka bawa bocah kecil itu adalah anak Alifia yang sudah selama ini ia sembunyikan karena hamil diluar nikah! Parah sekali sangat parah


Tapi rupanya semua itu tidak membuat seorang Alifia goyah dan ingin segera menemukan orang tua Ray supaya ia bisa hidup tenang serta jauh dari nyinyiran pedas mulut cabai para tetangga-tetangga nya itu, tentu tidak! Justru sekarang yang Alifia rasakan adalah ia tidak akan bisa hidup tenang tanpa kehadiran Ray


"Alifia, ini udah 5 bulan lebih lho Ray tinggal bareng kita dirumah kita" kata Bu Reni memulai percakapan


"Ya terus kenapa emang nya mah?" Tanya Alifia dengan mata yang masih fokus pada bocah kecil yang tengah asik bermain mobil-mobilan remote yang baru kemarin Alifia belikan dari hasil bonus gajian dari bos kampret nya.


"Kamu engga ada niatan buat nyariin orang tuanya si Ray ini gitu? Kan kasian atuh fi kalo kelamaan tinggal sama kita" ujar Bu Reni


Bu Reni sudah sangat tidak kuat menghadapi berbagai nyinyiran pedas dari para tetangganya, bahkan ada yang terang-terangan mengatakan bahwa Alifia sudah menculik anak orang lain


Alifia menegakan wajahnya menghadap mamahnya "gini nih mah, fia bukan nya engga mau nyariin keberadaan orang tua nya Ray, tapi mamah tau sendiri lah ya sekarang Fia udah mulai sibuk kerja terus mana sempet Fia punya waktu buat keliling kesana kesini nyariin orang tuanya Ray, dan lagi pula nih ya mah, Fia ketemu sama Ray ini di tempat yang sangat sepi, engga mungkin kan ada seorang anak kecil main sendirian di tempat sepi apalagi sampe nangis gitu, dan Fia juga udah menyimpulkan sendiri bahwa anak ini di buang sama orang tuanya alias sudah tidak di inginkan oleh orang tuanya. So' kalo emang ini anak hilang udah pasti engga lama juga dari pertama aku temui anak ini pasti udah ketemu lagi sama orang tua kandungnya karena di cari" Alifia menjelaskan panjang lebar


"Tapi Fia, apa kamu engga dengar? Liat tuh para tetangga kita banyak yang su'udzon sampe ada yang nyangka kalo kamu seorang penculik, mamah engga mau kalo sampe ada orang yang laporkan kamu ke polisi" Bu Reni mencoba menyadarkan Alifia bahwa semua ini sangat membawa resiko untuknya di kemudian hari.


"Fia udah engga peduli sama semua itu mah, semua omongan tetangga mah udah engga aneh banget di telinga Fia, udah biarin aja jangan di hiraukan selagi engga merugikan mereka, toh Fia ngasih makan Ray juga engga minta sama mereka kan? Jadi engga menghabiskan beras dirumah mereka juga. Udah ya mah, masalah Ray ini urusan Fia, mamah mah tenang aja ya. Fia juga engga nyangka bangett bisa jadi mama muda. Hehe" jawab Alifia kembali sembari tertawa dengan khayalan nya


"Fia! Kamu jangan mengkhayal dan berfikir berlebihan. Ingat! Itu anak orang, akan ada masanya Ray akan kembali kepada orang tua kandung nya" kata Bu Reni yang sudah mulai kesal dengan kelakuan anaknya itu

__ADS_1


"Iya mamah, Fia ta--"


"Mama cini, ayo main cama lay maa"


Teriakan kecil dari seorang bocah memotong pembicaraan Alifia dan membuat perdebatan kecil antara ibu dan anak itu berakhir


"Eh Ray, iya sayang mama kesana"


Sepasang anak dan ibu angkat itu pun asik bermain bersama sampai suara ketukan pintu yang menganggu dan membubarkan mereka


Pintu rumah pun di buka, nampaklah sepasang suami istri muda dan seorang anak yang langsung menghambur ke pelukan Alifia


"Bundaaa, baim kangen" katanya


Ray yang melihat mama nya di peluk oleh baim langsung kesal, Ray menyangka bahwa mamanya sudah di rebut oleh baim


"Napain tamu peyuk peyuk mama na lay" Ray menghempaskan tangan baim yang berada di di pelukan Alifia


"Wah kamu ada disini Ray, bang baim kangen juga sama Ray" kata Baim


"Tamu ciapa? Lay Ndak tenal cama tamu''


"Ray, engga boleh ngomong gitu ya, Ray engga boleh manggil Abang baim dengan sebutan kamu, tapi Ray harus manggil Abang karena bang Baim lebih tua dari Ray" tegur Alifia


"Iya mama" Ray menundukan wajahnya karena ia merasa sedang di marahi oleh mamanya


"Bunda bunda, baim bakal nginep disini nanti Baim tidur sama bunda lagi ya" kata baim senang


"Ndak boyeh, mama halus tidul cama lay Ndak boyeh cama bang Baim"


"Kenapa engga boleh, kan kalo bang baim nginep disini emang udah biasa tidurnya sama bundaa"

__ADS_1


"Ni mama na lay butan bunda na bang Baim" lagi lagi Ray menepis tangan baim yang hendak memeluk Alifia


"Ini bunda nya Baim"


"Mama na lay!"


"Bunda nya baiimm!!"


"Mama na layy!!!!" Suara Ray tak kalah nyaring sampai wajahnya memerah hampir menangis


Alifia merasa pusing melihat perdebatan kedua bocah yang memperebutkan nya itu "Ray, Baim! Sudah cukup, iya ini mama nya Ray juga bunda nya baim"


Kedua bocah itu langsung Alifia gendong dengan tangan kanan menggendong baim dan tangan kiri nya menggendong Ray, tentu saja Alifia kuat karena tenaga monster nya!


"Aahhhh bundaa sakittt" tiba-tiba Baim berteriak


"Baim kenapa?" Tanya Alifia terkejut


"Ray nyubit tangan baim bunda, sakit banget ini liat merah kan" Baim menunjukkan tangan nya


"Ray!" Ucap Alifia pelan penuh penekanan


"Iya ma" Ray kembali menundukkan wajahnya lagi karena takut


"Mama engga suka ya liat Ray kaya gitu, kenapa Ray cubit bang Baim?"


"Maap ma" kata nya pelan dengan mata yang terlihat merah tanda akan menangis


"Minta maaf sama bang Baim bukan sama mama" perintah Alifia dengan masih menahan kesal nya


"Bang baim, lay minta maap ya" ucapnya dengan tangan yang terulur

__ADS_1


Baim langsung memeluk Ray "iya engga apa-apa jangan di ulang lagi ya Ray"


Mereka pun kembali akur dan bermain bersama


__ADS_2