The Secretary

The Secretary
PART 7


__ADS_3

Hari ini Alifia kembali pergi mencari pekerjaan dengan semangat, setelah kemarin ia belum berhasil menemukan lowongan pekerjaan, pertemuan nya dengan bocah kecil tampan yang bernama Ray itu ternyata membawa dampak yang positif juga untuknya, yaitu ia menjadi makin bersemangat, sebagian beban pikiran nya lenyap seketika karena kehadiran Ray untuknya


Memang sebenarnya tadi awalnya agak sulit untuk ia pergi dari rumah mencari pekerjaan karena ray menangis ingin ikut dengan Alifia yang mana Alifia harus banyak membujuk anak itu supaya bisa mengerti, karena ia tidak punya pilihan lain selain meninggalkan Ray dirumah menitipkan pada mamahnya, tidak mungkin ia harus mencari pekerjaan kesana kesini sambil menggendong seorang anak kecil, pasti perusahaan mana pun tidak akan ada yang mau menerimanya sebagai karyawan


Mulai sekarang ia harus lebih bersemangat lagi untuk mencari kerja dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumahnya bersama mamahnya apalagi sekarang ia punya beban tanggungan yang baru lagi yaitu harus merawat Ray, ia butuh banyak uang untuk membeli berbagai macam kebutuhan Ray termasuk pakaian nya, walau bagaimanapun Ray, tidak bisa di pungkiri Alifia sangat menyayangi Ray, selain rupa nya yang sangat tampan membuat Alifia terpesona anak itu juga sangat menyayangi dirinya mengingat perlakuan anak itu padanya kemarin


Alifia terus melangkahkan kakinya dengan penuh semangat di pinggir jalan raya itu dengan membawa tas selendang kecil dan menenteng sebuah map berisi surat-surat lamaran kerja


Langkah Alifia terhenti ketika ia melihat sepasang suami istri akan menyebrang jalan, pasangan itu terlihat bahagia dengan saling melempar candaan hangat dan tertawa bersama, Alifia mematung Disana sungguh hatinya merasa sangat iri melihat keromantisan pasangan itu, dalam hatinya ia bertanya-tanya akan kah ia juga bisa mendapatkan seseorang yang akan mencintainya dengan tulus, tanpa memandangnya dari sisi apapun mengingat ia hanyalah orang biasa yang tidak mempunyai keistimewaan apa-apa, ia hanyut kedalam fikiran nya sendiri sampai terdengar suara motor dari arah kiri melaju dengan kecepatan tinggi


Dengan terburu-buru Alifia berlari ke arah pasangan yang sedang menyeberang jalan tadi, sepertinya pasangan itu tidak menyadari bahwa akan ada motor yang melaju dengan kencang ke arah mereka, dengan cepat Alifia menghalangi kedua pasangan itu dan mendorong ke pinggir jalan sehingga kedua pasangan suami istri itu selamat tanpa ada luka sedikitpun sedangkan Alifia terserempet sedikit oleh motor tadi membuat siku dan lututnya terluka


"Maafkan saya tuan, nyonya. Saya tidak bermaksud ingin mendorong Anda, tapi motor tadi hampir mena--" Alifia tak melanjutkan perkataan nya, ia meringis merasakan sakit pada bagian sikunya yang mengeluarkan darah


"Ya ampun nona, seperti nya tangan anda terluka, mari kami antarkan anda ke rumah sakit, kami mengerti tadi anda bermaksud ingin membantu kami" kata seorang lelaki yang masih terlihat tampan di usia nya yang tak lagi muda, laki-laki itu membantu Alifia berdiri


"Tidak apa-apa tuan, ini hanya luka kecil tidak perlu sampai di bawa kerumah sakit, nanti juga akan sembuh sendiri" jawab Alifia tidak enak


"Sudah, kami tidak menerima penolakan, jika dibiarkan nanti luka mu bisa mengalami infeksi" ujar wanita tadi yang merupakan pasangan nya


"Tidak bisa nyonya, saya sedang terburu-buru, saya harus mencari pekerjaan" jawab Alifia sambil berjalan hendak pergi


"Wah ternyata anda sedang mencari pekerjaan, masalah pekerjaan kami bisa membantu anda, sekarang mari ikut kami kerumah sakit dulu, kami harus bertanggung jawab"


Kedua pasangan suami istri itu kompak memapah tubuh Alifia berjalan menuju mobilnya

__ADS_1


Alifia menatap kagum pada bagian dalam mobil milik pasutri yang ia tumpangi itu, mobil itu melaju dengan cepat menuju rumah sakit


Sesampainya dirumah sakit para perawat yang berada disana menunduk hormat pada kedua pasutri yang memapah tubuh Alifia masuk kerumah sakit itu


"Lakukan yang terbaik untuk mengobati lukanya" perintah lelaki itu pada dokter yang akan mengobati luka Alifia dengan tegas


"Baik tuan, akan saya usahakan" jawab dokter itu sopan


Seperti nya pasutri itu bukan orang sembarangan, buktinya setiap orang yang lewat di depan mereka pasti orang itu akan tertunduk hormat pada mereka


Alifia menatap takjub dengan dokter yang mengobati lukanya, benar dokter itu menangani lukanya dengan sangat baik dan telaten sesuai permintaan tuan tadi, setelah selesai Alifia dari ruangan itu bersama sang dokter yang sudah mengobatinya dengan tangan nya yang diperban


"Tenang saja tuan tunggu 2 hari ini pasti lukanya akan hilang saya sudah mengobati nya dengan sebaik mungkin" kata dokter itu


"Bagus"


"Baik tuan" Alifia menurut


Mereka bertiga pun berjalan ke arah luar rumah sakit


"Begini nona, maaf sebelumnya saya sudah dengan lancang melihat terlebih dahulu isi map yang anda bawa ini" Laki-laki itu menyerahkan map milik Alifia yang sejak tadi ia pegang


Memang benar laki-laki itu sudah membaca seluruh berkas formulir yang Alifia bawa


"Ah iya tidak apa-apa tuan" Alifia menerima map itu

__ADS_1


"Oh kita belum berkenalan, perkenalkan nama saya Arman dan ini istri saya Lisa" orang yang bernama tuan Arman itu memperkenalkan diri


"nama Saya Alifia" Alifia menyalami tangan pasutri itu secara bergantian


"Terbukti, ternyata anda orang sangat cerdas, saya tertarik untuk mengajukan anda ke perusahaan ini dan memposisikan anda sebagai sekretaris disana sesuai keahlian yang anda miliki, masalah gaji nya jangan di ragukan lagi. Ini besok datanglah ke perusahan dengan alamat ini" tuan Arman menyerahkan selembar kertas berisi alamat yang ia maksudkan


"Ini beneran tuan?" Tanya Alifia


"Tentu saja nona, kami sangat banyak berhutang Budi sama kamu, kamu sudah menyelamatkan nyawa kami, seandainya tadi tidak ada kamu disana entahlah kita tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada kita" ucap nyonya Lisa memegang lembut tangan Alifia


"Terima kasih banyak tuan, nyonya terima kasih, Alhamdulillah ya Allah Alhamdulillah" Alifia berkali-kali mengucapkan terima kasihnya dan tak lupa pula memanjatkan puji syukur kepada Allah


Tuan Arman dan nyonya Lisa semakin tertarik dengan Alifia mengingat ia banyak mengucapkan syukur, sepertinya ia penganut agama Islam yang taat "Anda tidak perlu sungkan nona, oh iya kami sudah memanggil supir kamu yang akan mengantar anda pulang, maaf kami tidak bisa mengantar karena kami sedang terburu-buru harus menemui klien kami"


"Tidak apa-apa tuan nyonya seharusnya kalian tidak perlu repot-repot memanggil supir, saya bisa pulang dengan angkutan umum" kata Alifia merasa tidak enak karena pasutri ini sudah banyak membantunya


"Kami juga tidak merasa di repotkan nona, besok jangan lupa datang ke alamat itu yaa, sampai jumpa" ucap nyonya Lisa


"Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak, tuan nyonya"


Dan benar saja supir yang dimaksud oleh tuan Arman sudah datang tak perlu menunggu waktu lama lagi


"Apa benar ini dengan nona yang bernama Alifia?" Tanya supir itu


"Ya benar" jawab Alifia

__ADS_1


"Saya supir panggilan tuan Arman yang akan mengantarkan nona pulang, mari nona" supir itu membukakan pintu mobil untuk Alifia


Di sepanjang perjalanan pulang kerumahnya wajah Alifia terlihat sangat senang, ia sudah sangat tidak sabar bertemu dengan pangeran kecil yang tampan yang sudah beberapa hari ini memanggilnya dengan sebutan Mama


__ADS_2