The Secretary

The Secretary
PART 2


__ADS_3

Hari sudah berganti pagi namun sepertinya itu tak mampu membuat seorang Alifia terbangun dari tidur nyenyak nya, sebenarnya Alifia sudah bangun sejak tadi subuh namun hanya bangun untuk sholat saja kemudian ia tidur lagi


"Alifiaaaaa banguunn udah siangg. Mamah siram pake air seember kamu yaa. Mau kamu?!" Bu Reni terus saja berteriak membangunkan anak gadisnya yang sangat sulit sekali untuk membuka matanya ketika mentari pagi sudah menyapa


"Hhhmmm, mamah diem dulu bentar ya, 5 menit lagi Fia pasti bangun kok, Fia masih ngantuk mah" Alifia berkata masih dengan menutup matanya dan tangan masih betah memeluk guling kesayangan nya dengan erat


"Bukan nya semalem kamu bilang kalo sekarang kamu mau cari kerjaan baru. Kok jam segini masih molor terusss" Bu Reni mencipratkan sedikit air pada wajah Alifia


Alifia mengerjap bangun mengusap wajahnya yang basah karena cipratan air "Astaghfirullah Mah, Fia lupaa. Sekarang udah jam berapa ma?"


"Jam 10:00" jawab Bu Reni santai dan berlalu keluar dari kamar Fia


"Whatt? Jam 10? Aakkkhh ratu kesiangan..!!" Alifia langsung loncat dari atas kasur mengambil handuk kemudian berlari ke kamar mandi ia mandi dengan asal-asalan alias yang penting basah. Setelah selesai mandi ia langsung memakai pakaian nya dan memasukan beberapa lembar kertas lamaran ke dalam map yang sudah ia buat sejak semalam, kemudian ia tanpa sengaja melirik ke arah jam sekilas, jam itu menunjukkan pukul 7 kurang 10 menit.


Alifia kembali melirik ke arah jam dinding itu untuk memastikan apa ia tidak salah lihat "jam 7 kurang, apa jam ini rusak?" gumam Alifia, ia pun mencari jam tangan nya untuk mengakuratkan apakah waktunya sama? Dan ternyata sama kemudian ia melihat jam di hp nya juga ternyata masih sama, Damn! Alifia tertipu oleh mamahnya


"Huuhhh, tenang Fia tenang jangan kesel sama mamah" Alifia mengusap dadanya, namun kemudian "Mamaaahhhh!!!"


Sedangkan Bu Reni yang sedang memasak di dapur hanya terkikik mendengar teriakan anaknya


"Oii kurcaci, ngapain kamu pagi-pagi neriakin mamah" Irfan menggedor pintu kamar Alifia karena ia juga merasa terganggu dengan teriakan Alifia


Pintu kamar terbuka nampaklah Alifia dengan wajah yang masam dan cemberutnya serta dengan rambut yang acak-acakan karena ikatan rambutnya yang asal-asalan


"Mamah tuh kak, masa aku di prank sama mamah, mamah bilang ini udah jam 10 padahal masih jam 7, aku udah buru-buru mandi mana mandinya asal-asalan pula" Alifia mendengus kesal


"Kan mamah udah sering bilang sama kamu Fia kalo shubuh udah bangun tuh jangan tidur lagi, nanti rejeki kamu dipatok ayam. Apalagi kamu anak gadis" sahut Bu Reni dari arah dapur


"Tau nih kurcaci kebo bangett" timpal Irfan


"Aku tuh cape kak tau engga semalem aku jam 12 baru bisa tidur gara-gara bikin surat lamaran kerja"

__ADS_1


"Fia di pecat mah?" Tanya Irfan pada mamahnya


"He'em bang, di PHK, perusahaan pak Anto bangkrut" jawab Bu Reni


"Oalahh kasian bener kamu" Irfan mengacak rambut Alifia


"Huum bang sekarang harus cari kerjaan baru pula" keluh Alifia


"Kerja di bengkel Abang aja yok lah"


"Ngapain? Aku kan bukan tukang servis, engga faham seluk beluk motor sama mobil" kata Alifia


"Ngelapin keringat abang doang" kata Irfan sambil ngacir kembali masuk ke dalam kamarnya


"Aku timpuk pake sandal sini bang jangan larii" teriak Alifia yang sudah siap hendak melempar sendalnya ke arah Irfan


"Mahh, Fia pamit berangkat cari kerja dulu ya, do'akan Fia mah" Alifia menyalami tangan Mamahnya pamit dan meminta do'a restu kepadanya, setelah tadi sebelumnya Alifia kembali mengulang mandinya dan tak lupa sarapan terlebih dahulu


"Aamiin, assalamu'alaikum mah" ucap Alifia


"Wa'alaikumsalam, jawab Bu Reni"


...


Alifia terus berjalan mencari pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain nya, namun ia masih belum menemukan satupun perusaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan sedangkan ini sudah menunjukkan pukul 14:00 Alifia sudah hampir putus asa, ia duduk di bangku halte bis di pinggir jalan


"Sulit bangett cari pekerjaan ya" kata seseorang yang tiba-tiba ikut duduk di samping Alifia


Orang itu mengenakan seragam dengan celana berwarna biru Dongker keliatannya ia masih anak SMP dilihat dari wajahnya pun seperti masih bocah, tapi jangan diragukan lagi ketampanan nya


"Semangatt jangan pernah menyerah" ucap anak itu lagi

__ADS_1


"Ya dek makasih" jawab Alifia singkat


"Senyum dong biar tambah cantik, jelek lho cemberut terus, kalo senyum kan kamu nya jadi tambah cantik"


Alifia mengangkat sebelah alisnya "apa katanya barusan? Dia memanggilku dengan kata kamu tanpa embel-embel kakak? Bocah ini tidak ada sopan santun nya sama sekali" gumam Alifia dalam hati


"Panggilnya pake kakak dong dek biar sopan ya, jangan manggil kamu, itu panggilan buat anak sepantaran kamu" kata Alifia


"Kenapa? Kamu kan bukan kakak aku, tapi kamu bakal jadi ibu dari anak-anakku" kata bocah itu santai


"Adek kalo mau ngegombal cari cewek SMP yang sama adek gih, jangan gombalin saya" Alifia menatap wajah bocah bule itu aneh


Bocah bule itu tertawa saat melihat wajah Alifia yang menatapnya aneh


"Apa yang sedang kamu tertawakan wahai adik kecil?" Tanya Alifia


"Wajahmu terlihat menggemaskan dan lucu sekali, malam ini pasti aku tidak akan bisa tidur karena terbayang dengan ekspresi wajah kamu ini" ucap bocah itu masih dengan tawa nya


Alifia Diam tak menghiraukan bocah itu lagi ia memilih menatap ke arah lain


"Kamu butuh pekerjaan engga?" Tanya bocah itu


"Orang mana yang engga butuh pekerjaan setelah di PHK" jawab Alifia


"Aku tau perusahaan yang sekarang sedang membutuhkan karyawan di bagian sekretaris sesuai bakat kamu" ujar bocah itu


"Darimana dia bisa tau aku kerja sebagai sekretaris" gumam Alifia


"Kamu tidak perlu bingung begitu, aku tau semua tentang kamu lohh" bocah itu tersenyum seolah sudah bisa menebak kebingungan Alifia


Tidak dapat dipungkiri Alifia pun ikut terpesona melihat senyuman nya.

__ADS_1


__ADS_2