
Keesokan harinya..
Alifia sedang berdandan cantik karena hari ini adalah hari pertama dia bekerja di perusahaan baru yang dituju oleh tuan Arman dan nyonya Lisa kemarin, Alifia mengenakan setelan pakaian sekretaris kantor yang biasa ia pakai sebelumnya
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang Alifia pun berhasil menemukan alamat kantor yang tertulis dalam secarik kertas yang ia bawa, sebuah gedung mewah menjulang tinggi tepat berada di depan matanya, Alifia masuk ke dalam gedung tinggi itu namun langkah nya terhenti saat tiba-tiba ada seorang satpam menghadangnya
"Maaf nona, anda siapa? Apa anda sudah memiliki janji untuk bertemu seseorang disini" tanya satpam itu, karena satpam itu merasa asing dengan Alifia
"Iya pak, saya di perintahkan untuk datang ke kantor ini oleh tuan Arman untuk bertemu CEO perusahaan ini, ini alamat yang di berikan oleh tuan Arman. Apa benar ini tempatnya?" Tanya Alifia sambil menyerahkan secarik kertas yang ia pegang kepada satpam itu
"Oh iya benar nona, mari saya antarkan" satpam itu langsung mempersilahkan Alifia masuk saat mendengar nama tuan besar nya disebut
Alifia berjalan di belakang memasuki kantor itu, ia menatap kagum pada bagian dalam kantornya yang terlihat sangat mewah, jauh lebih mewah di banding perusahaan pak Anto tempat ia bekerja dulu
"Silahkan nona, anda dipersilahkan masuk oleh tuan Hafizh" kata pak satpam
"Baik pak, terima kasih" ucap Alifia
"Sama-sama nona" jawab pak satpam itu sambil berlalu pergi meninggalkan Alifia
"Tok tok tok" Alifia mengetuk pintu ruang CEO itu
"Masuk" jawab seseorang dari dalam
"Permisi tuan, saya--" Alifia yang masih belum menyelesaikan perkataan nya sudah di potong oleh orang itu
"Kemari"
Alifia mendekat ke arah orang itu
"Mana berkas-berkas mu" kata orang itu lagi
Alifia langsung menyerahkan map yang ia pegang "ini tuan"
"panggil saya bapak, jangan tuan" peringatnya pada Alifia
"iya pak"
"Duduklah"
__ADS_1
"Terima kasih pak"
"Nama?" Tanya nya
"Alifia Putri Prameswari" jawab Alifia sambil menatap CEO muda yang sangat tampan itu namun sayang nya sangat pelit senyuman, tatapan matanya sangat tajam dengan raut wajah datarnya sama sekali tidak melunturkan pesona CEO tampan yang sedang duduk di depan Alifia
"Namamu terlalu panjang sekali seperti gerbong kereta, adakah nama singkatnya?"
"Bapak bisa panggil saya dengan sebutan Alifia atau Fia"
"Heemm"
"Tuan Hafizh" Alifia mengingat-ingat nama itu di dalam hatinya, nama yang ia dengar dari satpam tadi yang menyebut nya, dan sudah dipastikan Alifia bisa menebak nama CEO ini adalah tuan Hafizh
"Apa alasan kamu ingin bekerja disini?" Tanya tuan Hafizh serius
Alifia mengernyit, ia harus cepat-cepat memikirkan alasan yang sangat bagus yang membuat tuan Hafizh puas dalam waktu yang sesingkat ini, supaya dapat di terima bekerja disini
"Saya ingin membantu pekerjaan bapak dalam mengelola perusahaan ini sebisa saya dan semaksimal mungkin dengan penuh amanah yang akan saya pegang" jawab Alifia mantap dengan berusaha memasang senyuman yang manis di wajah cantiknya. Ia sangat berharap semoga jawaban nya ini bukanlah jawaban yang terdengar memalukan
Alifia merasakan tubuhnya terasa panas saat melihat tuan Hafizh menatapnya dengan alis yang terangkat satu dan masih dengan wajah datarnya seolah sedang mengejek apa yang Alifia katakan
"Nah iya salah satunya itu juga sih pak, kan kalo saya banyak uang nanti bakal saya bagi-bagikan kepada semua orang yang membutuhkan, amiinn ya Allah" jawab Alifia santai sambil menyengir menunjukan deretan giginya yang putih dan rapih
Tuan Hafizh mendengus kesal, lalu memerintahkan Alifia untuk pergi keluar dengan menggunakan isyarat tangan nya
"Gimana maksudnya pak? Saya disuruh berjalan kedepan pintu kemudian keluar dari ruangan ini, alias di usir begitukah pak?" Tanya Alifia sambil menatap wajah tampan tuan Hafizh
"Kamu jangan terlalu berburuk sangka kepada saya" timpal tuan Hafizh membuat Alifia terdiam dengan wajah tanpa dosanya, Alifia kembali mendudukkan pantatnya di kursi yang tadi ia duduki tanpa menunggu di perintahkan kembali oleh tuan Hafizh, jiwa-jiwa jahilnya yang sudah lama tidak di gunakan kembali bergejolak
"Oke pak, kalo begitu bolehkah saya berbaik sangka kepada bapak, dengan cara mengira bahwa bapak adalah pria yang masih lajang yang berati Masih belum punya pasangan?" Tanya Alifia setelah mengumpulkan segenap keberanian nya
"Siapa bilang saya masih belum memiliki pasangan?" Tuan Hafizh balik bertanya dengan wajah dingin dan datarnya.
"Soalnya saya liat itu tangan bapak engga ada cincin nikahnya, lalu waktu saya mengetuk-ngetuk pintu hati bapak juga kosong engga ada jawaban, hampa tak berisi tak bernyonya" jawab Alifia santai dengan tidak ada rasa takut-takutnya sedikitpun! Seperti tidak takut jika sampai lamaran pekerjaan nya di tolak
"Benar-benar Gadis yang unik dan menarik" gumam tuan Hafizh dalam hatinya.
Memang benar tuan Hafizh merasa tertarik dengan keberanian Alifia, tuan Hafizh sudah bertahun-tahun memimpin perusahaan ini tapi ia tidak pernah di pertemukan dengan seorang sekretaris kocak dan pemberani seperti Alifia, sekretaris yang sebelumnya sering ia temukan pasti saja selalu tidak sesuai dengan keinginan nya, ada yang pendiam dan sangat merasa takut kepadanya dan ada juga yang selalu menggoda nya dengan pakaian seksi alias wanita sundal. Tapi berbeda dengan sekretaris yang baru ia temukan ini
__ADS_1
"Penghuninya lagi keliling dunia" jawab tuan Hafizh apa adanya
"Pantesan, tapi kalo emang jodoh engga bakal kemana-mana kok pak, buktinya seperti saya ini yang selalu santai duduk manis di hadapan bapak karena saya jodoh bapak, makanya bapak sama saya aja ya pak" tukas Alifia lagi yang mana langsung mendapat tatapan serius dari mata tuan Hafizh
"Hahahaha, kamu sangat kocak sekali Alifia" tiba-tiba tuan Hafizh tertawa terbahak-bahak "tapi sayangnya saya memang sudah punya pasangan dan sudah punya 1 anak"
"Wahh benarkah? Pasangan apa pak? Pasangan hidup kan?" Tanya Alifia
"Bukan, pasangan kabur. Hahahaha"
"Wahh serius pak"
"Apa kamu melihat saya seperti sedang bercanda?" Tanya tuan Hafizh wajahnya kembali datar
"Dasar si bos ini, padahal dia ngomong sambil ngakak yang berarti dia sedang bercanda kan?" Gumam Alifia "kabur kemana pak?" Alifia balik bertanya
"Ah sudah itu bukan urusan kamu, kok kamu yang jadi wawancarain saya? Yang jadi bos nya disini siapa? Kamu apa saya?" Tanya tuan Hafizh tegas
"Engga apa-apa saya pak anggap aja lagi tukeran jiwa raga" Alifia terkikik
"sekarang saya mau bicara serius" timpal tuan Hafizh
"Saya suka loh pak kalo di seriusin, mana ada perempuan yang engga mau di seriusin. Kebetulan hati saya ini sedang kosong dan hampa tanpa ada yang mengisi, bapak boleh kok daftar jadi penghuni nya buruan pak siapa tau bapak beruntung"
"Alifia Putri Prameswari. Keluar!" Ucap tuan Hafizh setengah ngebentak sambil menunjuk ke arah luar ruangan nya
"Lah kok gitu sih pak? Saya di usir gitu pak? Ah si bapak mah baperan engga rame, padahal saya udah capek jauh-jauh dari rumah datang kesini demi ketemu dan menghibur bapak eh malah di usir, mana saya lagi butuh uang buat biaya makan dirumah" kata Alifia dengan sok dramatisnya
"Siapa bilang kamu keluar dari gedung ini, maksud saya keluar dari ruangan ini masuk ke ruanganmu sendiri disana" tegas tuan Hafizh
"Ha? Maksud bapak? Jadi saya diterima bekerja disini?" Tanya Alifia dengan sumringahnya
"He'em, pergilah sebelum saya berubah fikiran dan memecatmu dalam hitungan detik ini"
"Siap pak! Saya ucapkan terima kasih banyak buat bapak, semoga rezeki bapak tambah banyak" ucap Alifia kemudian menghilang dibalik pintu
"Aamiin" jawab tuan Hafizh "gadis unik yang aku inginkan selama ini"
Kemudian tuan Hafizh menelfon seseorang di seberang sana "bagus ma, aku cocok dengan nya" kata tuan Hafizh pada orang di telfon itu.
__ADS_1