The Secretary

The Secretary
PART 9


__ADS_3

Alifia masuk ke dalam ruangan tempat kerja baru nya itu, ternyata ruangan nya sangat berantakan. Malang sekali nasibnya baru pertama masuk kerja sudah langsung di suruh kerja berat-berat, tanpa banyak bicara Alifia pun langsung membereskan berbagai macam berkas dokumen di meja sekretaris itu, sepertinya para mantan sekretaris tuan Hafizh meninggalkan banyak sekali jejak sampah di ruangan ini sehingga harus Alifia juga yang repot membersihkan nya.


Setelah hampir satu jam ia berhasil membereskan semuanya, Alifia merenggangkan punggungnya yang merasa pegal ke belakang kursi, baru saja ia duduk tidak sampai lima menit tiba-tiba suara speaker yang berada di depan meja nya berbunyi


"Alifia segera kemari keruangan saya" katanya


"Buset Ini bos biadab banget dah engga tau apa kalo gue masih capek, baru aja duduk udah di suruh berdiri lagi" gerutu Alifia


"Saya mendengar kamu bicara apa Alifia"


Alifia mendengus kesal, ia pun langsung berdiri merapikan pakaian nya barangkali ada yang kusut atau rusak karena tadi ia sempat jongkok dan masuk ke kolong meja mengambil sampah yang tersisa di sana, setelah memastikan pakaian nya rapih ia pun langsung masuk ke dalam ruangan si pak bos


"Maaf ada apa ya pak?" Tanya Alifia


"Apa saya sudah menyuruh kamu masuk?" Salah satu alis tuan Hafizh terangkat


Alifia mengernyit bingung "loh tadi kan bukan nya bapak udah manggil saya?"


"Cara kamu masuk kedalam ruangan saya sangat tidak sopan. ulangi!"


Dengan mood nya yang jelek karena ia masih sangat lelah setelah membersihkan ruangan nya yang super kotor, Alifia kembali memutarkan tubunya ke arah luar pintu


Tok tok tok "permisi pak"


"Ya silahkan masuk"


"Ada apa bapak manggil saya?"


"Ulangi!"


"Pak, maksud bapak ini kumaha (gimana) sih?? Kan tadi cara saya masuk ud--"


"Saya bilang ulangi ya ulangi apa perlu saya suruh kamu tutup pintunya dari dalam?!" Tegas tuan Hafizh


"Apa? Tutup pintunya dari dalam katanya? Woy bos kampret, Lo pikir gue titisan jin yang bisa nembus pintu apa?" Alifia berkata dengan kesalnya dalam hati "Tapi pak kan barusan cara saya juga sudah benar, mengetuk pintu kemudian masuk setelah bapak jawab" jelas Alifia tak mau kalah


"Tidak ada bantahan! Muka masam kamu itu bikin saya sakit mata dan pengen muntah liatnya tahu tidak! Tidak ada sopan santun nya sama sekali" Tuan Hafizh menekankan suaranya pada kata bantahan


Dengan nafas yang kembang kempis dan menatap tajam pada pintu ruangan yang berwarna coklat itu Alifia bertekad jika sekali lagi si Bos kampret nya ini masih menganggap nya salah akan Alifia timpuk muka ngeselin si bos kampret nya itu dengan menggunakan sepatu yang ia kenakan tak peduli mau muka si bos tampan atau jelek baginya tetap bos kampret yang menyebalkan


Sekali lagi Alifia mengetok pintu ruangan nya dengan menahan gejolak kesalnya, kalo saja itu bukan bos nya mungkin sekarang Alifia sudah membawa seember air yang akan ia siram pada kepala orang menyebalkan itu

__ADS_1


"Permisi bapak bos yang terhormat, kenapa bapak memanggil saya kemari? Ada yang perlu saya bantu?" Tanya Alifia dengan suara yang di buat-buat super lembut dan tak lupa memasang senyuman di wajahnya dengan secantik mungkin supaya tidak kena semprot lagi oleh mulut pedas sang singa kutub yang berwujud bos kampret!


"Tidak ada!" Jawabnya datar


"Jeddeeerrr!!" Dalam hitungan satu detik senyuman Alifia meluntur seketika "bapak bos saya alias tuan Hafizh yang super terhomat! Mau bapak apa si? Kalo engga ada apa-apa ngapain manggil-manggil saya?" Wajah Alifia memerah menahan kesal


"Wahh kamu berani sama saya ya? Siapa bilang engga ada apa-apa? Saya mau ngasih tau peraturan sama kamu!" Katanya santai tanpa menunjukkan wajah bersalah


"Ngapain saya harus takut sama bapak? Takut tuh sama Allah bukan sama bapak!" Tegas Alifia


"Sungguh saya tidak membutuhkan nasihatmu Alifia, duduklah"


"Dari tadi kek gue suruh duduk bukan nya malah di kerjain!" Gumam Alifia


"Bicara lah yang keras Alifia" kata tuan Hafizh dengan mata masih fokus pada sebuah dokumen yang ia pegang


"Tidak ada pak" jawab Alifia ketus


"Saya mau ngasih peraturan sama kamu" mata tuan Hafizh menatap wajah Alifia instens


Alifia mendongakan kepalanya "peraturan apa lagi pak?"


"Saya akan mendiktek beberapa peraturan nya cepat siapkan kertas dan pena mu!"


Tuan Hafizh memijat kening nya ia seperti terlihat jengkel "silahkan ambil dulu di ruanganmu Alifia"


"Kenapa engga bilang dari tadi aja sih pak pake speaker itu, jadi saya engga usah bolak balik"


"Cepat ambil Alifia! Saya hanya kasih kamu waktu 10 detik dari sekarang!" Tegas tuan Hafizh


Membuat Alifia langsung berdiri dari duduknya dan ngacir ke ruangan nya mengambil kertas yang di butuhkan nya


"Cepatlah pak peraturan nya apa aja?" Tanya Alifia


"Saya selalu benar. Dan kamu harus menyetujui kebenaran yang ada!"


"Ha?" Alifia terbengong


"Tulislah!"


"Bentar dulu pak, kok bisa ya ada peraturan kaya gitu? Kalo bapak salah saya juga berhak dong negur bapak. Ingat pak! .engga .ada .manusia .yang .selalu benar!" Alifia menekankan tiap kata yang ia ucapkan

__ADS_1


"Yang jadi bos nya disini kamu atau saya?!"


"Lah? Yang punya bumi ini siapa? Bapak atau tuhan semesta alam? Hayo pak gimana?" Alifia menatap tuan Hafizh dengan wajah menantang


"Alifia kamu!!" Tuan Hafizh berdiri dengan tangan hendak mencekik Alifia karena gemasnyaa


"Kenapa pak? Bapak mau meluk saya sini nih kebetulan saya masih belum pernah di peluk sama cowok lain selain Abang sama ayah saya ni pak, bapak bisa jadi yang pertama" Alifia malah merentangkan kedua tangannya


Tuan Hafizh langsung kembali duduk merapihkan jas nya dan berdehem kikuk kemudian kembali memasang wajah cool nya


"Jangan banyak bicara, tulislah apa yang tadi saya katakan."


Alifia memajukan bibirnya kesal dan menulis apa yang di perintahkan tuan Hafizh dengan asal-asalan


"Udah pak, apa lagi peraturan nya?" Tanya Alifia masih dengan kesalnya


"Sudah hanya itu saja. Sana pergilah saya sedang sibuk" katanya datar sambil matanya kembali fokus pada dokumen yang ia pegang


Mulut Alifia ternganga "apa katanya barusan gue harus keluar? Terus ngapain gue kesini bawa pulpen kertas cuma buat nulis yang kaya doang? Tabahkan lah hati hamba ya Allah" jerit Alifia dalam hatinya


Tuan Hafizh kembali melirik ke arah Alifia yang masih diam di dengan posisi duduknya "ngapain kamu masih disitu? Bukankah saya sudah nyuruh kamu keluar"


"Siap pak bos yang terhormat saya ucapkan terima kasih banyak atas panggilan ini" Alifia membungkukkan badan nya "panggilan kesialan ini" tambah nya dalam hati dan bergegas keluar dari ruangan dingin itu


Ingin rasa nya Alifia membanting pintu ruangan itu namun sayangnya Alifia tak punya keberanian sampe situ


"Singa kutub sialan baru hari pertama gue kerja udah di kerjain. Dasar bos kampret!!" Alifia membanting kertas yang ia bawa ke meja nya


Telfon yang menghubungkan ke ruangan CEO tiba-tiba berbunyi


"Singa kutub mau apa lagi dia" gumam Alifia


"Ya pak bos ada apa lagi? Ada yang bisa saya bantu?"


"Bantu memasukan bapak ke kandang singa boleh? Biar kawin sama singa betina sekalian tuman banget" tambah nya dalam hati


"Nama saya Hafizh Ardhana ya, bukan singa kutub" katanya


Otak Alifia blank seketika lemot not responding "Oke siap pak bos!" Jawabnya kemudian ia menyimpan kembali telepon nya


beberapa detik kemudian "Eh wait, waitt.. bos kampret Lo tau darimana nama julukan Lo singa kutub? Jangan-jangan si bos kerja sama bareng jin, iihh serem banget" Alifia bergidik

__ADS_1


Sementara tuan Hafizh tertawa di ruangan nya menertawakan kekonyolan sekretaris baru nya itu


__ADS_2