
"kau tak pernah pacaran." ucap kaila menoleh ku.
"saat itu,aku belum siap" ucapku menoleh.
"belum siap kenapa?"
"belum siap di sakiti, ataupun malah aku yang menyakiti."
kaila termenung melihat tv datar, dan bertanya lagi,"vid?"
"jika misalnya aku bukan seperti gadis yang lain, apa kau akan tetap menyayangiku seperti ini.?"ucap kaila menggenggam tanganku dengan kedua tangannya.
aku tau inti dari pertanyaannya.
dia takut jika aku mengetahui masa lalunya,aku akan meninggalkannya.
"apa kau bertanya soal masa lalumu,? aku sudah mengetahuinya dan aku akan tetap di sini bersamamu."Jelas ku mendekatkan wajah dengan wajahnya.
"kau mengetahuinya.? lalu, kenapa kau tak memberi tauku lebih awal david." katanya dengan mata berbinar, seperti kan menangis.
"untuk apa? untuk apa aku memberi taumu.? itu hanya masa lalu.lagi pula menurutku, jika kegadisan seseorang Yang telah di ambil, dan dia tak tersentuh lagi selama 2 tahun, maka kegadisan nya akan kembali seperti semula.?" Jelas ku seraya mengusap rambutnya lembut.
"apa kau benar2 mencintaiku?" timpahnya lagi.
"apa aku terlihat bercanda?" jawabku mendekatkan wajahku padanya.
kaila menunduk lemas mendengar tuturanku,ntah apa yang di pikirannya.
"aku kira mamah ku salah?"
__ADS_1
"salah kenapa?"
"dia bilang, jika suatu saat aku akan mendapatkan pria yang akan menerima ku apa adanya, dia berusaha membuatku semangat untuk hidup, namun kenyataannya, teman2ku saat itu membenciku.yaaaah kecuali jessi.mereka menganggap aku sampah yang menjijikkan.?"
"namun kini, aku percaya dengan apa yang dia ucapkan,?kini aku menemukannya.mungkin aku tak bisa seberuntung ini jika aku bersi keras menolak perjodohan nya..?"
aku tersenyum mendengar tuturannya,aku tak bisa berkata lagi,yang ku bisa hanyalah melihat nya dengan tajam semakin dekat dan cup, aku melumat kembali bibirnya yang mungil itu.awalnya dia melotot ke arahku, sampai akhirnya pelan pelan dia memejamkan matanya dan sedikit demi sedikit membalas ciumanku.
kini kami tenggelam dalam asmara yang meledak, ingin rasanya aku meraba seluruh tubuhnya,namun takut jika kaila akan menolak. aku semakin memperdalam lumatanku di bibirnya.tangannya sedikit menopang arah di dadaku.
aku merangkulnya dengan erat.nafsuku meledak saat itu, dan drrrt drrt drrt, hp ku berbunyi, aaaah menurutku panggilan ini menyelamatkan aku dari nafsuku yang mulai membaur.
aku melepaskan ciumannya.
kaila terlihat malu dengan apa yang barusan terjadi.
"papah?" ujarku meliriknya.
aku segera mngangkat telpnya."yah pah, ada apah.?" sapaku pada seorang d sebrang sana.
aku mengetahui kendala papah membentak ku,dia mngkhwatirkan kaila.yang menurutnya belum pulang.aku tersenyum ke arah kaila."sssssst " printah ku agar kaila tak bersuara.
"hah kaila belum pulang.?"
"Iyah, kau cari sekarang,aku sangat kwatir jika terjadi sesuatu padanya.?"
"mungkin dia di culik" ledekku
"jangan sembarangan yah kau bicara,? siapa yang berani menyulik anakku.akan aku penggal lehernya.?" ucapnya marah.
__ADS_1
"tungannya mungkin,?" candaku membuatnya seakan melotot,jika ada di sini, mungkin dia akan menabokku.
kaila terkekeh tertawa kecil.
"daviiiidsoooon" bentaknya menggelegar, membuat aku menjauhkan hp dari telingaku.
"kau jangan bercanda, apa kaila benar benar ada di sana.?" ujarnya lagi.
"kaila ada di sini papah mertua,tdi aku menjemputnya di kampus, karna ada tamu di rumah, aku membawanya pulang, dan saat aku mau mengantarnya pulang, hujan turun, aku sedikit takut jika harus mengemudi di saat hujan deras.?" tutur panjang lebar.
"ya sudah, jaga kaila baik2,jangan kau sentuh dia.?" ujarnya.
"sudah aku sentuh, barusan.?" celoteh ku sedikit meledek.
"David jangan berani berani kau.?"
aku sedikit tertawa mendengarnya.
dan berdiri sedikit menghindar dari kaila.
__ADS_1