
tok tok tok...
suara pintu terdengar pagi pagi dari arah pintu depan.
David dan kaila masih terjaga dalam tidurnya,nyenyak dan nyaman untuk mereka yang baru saja di karuniai calon buah hatinya.
"dimana tuan kalian,? suara itu refleks membangunkan david seketika dalam pejaman matanya.
"papah.?"
David melepaskan pelukannya pada kaila yang masih terlelap tidur dan segera berlari ke suara yang di tuju.
"ada apa ini kenapa berisik sekali.?"
david berbicara sambil berjalan menggunakan kaos oblongnya.
"kamu,....
"apa kamu tak mengakui aku sebagai mertuamu lagi." pria yang dari tadi teriak teriak tak jelas, di rumah david ternyata rommy sulastyo, dia marah besar di pagi hari, (sebenarnya ini sudah jam 11 siang) karna mengetahui jika anaknya telah mengandung sudah hampir 3 bulan lamanya, namun tak sedikitpun kabar datang dari mulut david untuk memberi tahu nya tentang kehamilannya kaila.
"kenapa kau marah sepagi ini?" David menghampiri rommy menguap malas.
"kau..seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau tak memberi tahu ku jika anakku tengah mengandung." ucap rommy heboh tak beraturan mendorong tubuh david dengan tenaga yang tak terlalu besar.
david menyeringai mendengar amarah mertuanya itu, dia tau jika rommy hanya berakting pura pura marah saja dan ingin di layani dengan perannya juga.
"kau, kenapa kau menuduhku yang bukan bukan,apa kau peduli padakku, kau bahkan tak pernah menjengukku,melihatku, apa aku sehat atau tidak, apa aku kesulitan atau tidak, dalam menjalani perusahaan besar mu itu, kenapa sekarang kau menagih anakku, yang tengah di kandung istri tercintaku....
"hikss...hikkss
__ADS_1
"kau memang bukan orang tua yang ku inginkan roma,.."david menutup muka dengan satu telapak tangannya,dan tangan yang satunya berjulur ke arah rommy berpalang stop.hadeeeeuh,ini adalah peran seperti di drama drama kolosal yang norak nya kebangetan.
"apa kau tidak mempercayai aku lagi." teriak rommy lantang, bersahutan.kini pertengkaran ini menjadi drama di film sang raja dangdut.
"tidddak roma.....
"atau kau sengaja supaya membuat aku menderita...
"cukkkup roma..
"annni...
di balik pertengkaran sinetron ini,ternyata ada seseorang di balik pintu, yang menyenderkan badannya di sisi tiang pintu yang terpasang.tepat di belakang mereka, wanita itu berdehem pelan menyadarkan mereka betapa basinya kelakuan mereka ini.
"sudah, main roma romaannya." ucap wanita itu membelitkan lengannya di dada.
David sedikit melangkahkan kaki nya kebelakang,dan menatap istrinya itu dengan tatap menyeringai malu.
"sekarang lo nyeselkan nyeselkan, udah...
"stop, father." david meraih bibir rommy dan mencubitnya agar dia berhenti untuk meledek nya.
"papah kapan ke sini, mamah mana.?" sapa kaila seketika menyalami orang tuanya itu,dan mencium tangannya.
"papah barusan ke sini,mendadak, dari kantor cabang langsung kemari, setelah mendengar kabar jika aku telah punya calon cucu di dalam perutmu, bagai mana sekarang kabarmu?...
"aku baik baik saja."
"jadi jika bukan karna anakku, kau tak akan menengokku pak tua." david berkata sambil berjalan ke arah dapurnya, dan mengambil segelas air, lalu meneguknya.
__ADS_1
"kau ini bicara apa david, aku ini mertuamu, aku juga sibuk akhir akhir ini, jadi aku tak sempat menjenguk kalian, dan juga umurku baru menginjak usia 55 tahun, itu belum terlalu tua, untuk kau Panggil pak tua..
" pas udah dengar mau punya cucu aja langsung lari kemari, ga ninggalin dokumen penting lagi kan tuuuuuh.." jawab david sinis ke arah rommy, rommy terdiam mengingat jika kebiasaannya itu tak terjadi akhir ini, kebiasaan yang bisa menghancurkannya,yaitu selalu meninggalkan sesuatu yang penting untuk yang lebih penting.
"tidak,aku rasa tidak,lagi pula ini bukan kekhawatiran, tapi kebahagiaan.iya kan sayang." ucap rommy tersenyum melirik ke arah kaila.
"heh, dia kini telah menjadi sayangku, jangan Panggil dia sayang lagi walau kau adalah ayahnya sendiri..."
"khahahahhaha,apa kau sedang cemburu pada mertuamu sendiri..
"diam kau..."cetus david cembrut menatap rommy.
rommy terkekeh berat, melihat kecemburuan david terhadapnya.
"david, david, walaupun aku Panggil dia sayang, aku tak akan pernah menikahinya, dasar kau gila...
"aku tetap tak suka kau memanggilnya begitu." david menatap ke lain arah, tak mendengarkan kekehan rommy, menurutnya yang berhak memanggil istrinya sayang, cuman dia seorang, tak boleh ada pria lain yang Memanggilnya begitu kecuali dia.
"cemburuan itu ga baik." ucap kaila, mendadak meraih wajah david dan mencium pipi suaminya itu dengan lembut.
"dia itu papah ku,ya wajarlah jika dia memanggil ku seperti itu, nanti juga kau merasakannya."suara lembut kaila yang terdengar tepat di depan telinga david, membuat ayahnya salting,menatap kepanasan dengan keromantisan mereka.
"remot ac mana yah, biasanya ada di sini."celoteh pak rommy mengibaskan jasnya,berdiri menghampiri meja di dekat sofa.
"kepanasan luh, kaya yang udah berenti aja." bisik david memangcing amarah rommy untuk memukulnya.
"sembarangan yah kalau ngomong, gini gini juga masih kuat."
"kalau bisa saranin ya,jangan deh, nanti anak sama cucu bisa sepantar." goda david terkekeh, pak rommy sangat geram di buat david, kakinya siap menerjang kaki david hingga terjatuh.namun begitu kaki itu di ayunkan,dengan dingin,david meninggalkannya yang membuat kakinya itu menendang angin sia sia.
__ADS_1