
sinar matahari yang begitu terpancar dari sudut jendela sebuah kamar, membangunkan sepasang pasutri yang masih lelap tertidur dengan nyaman.
"mm " rintih seorang wanita menggesek2 matanya karna terbangun.
dia melepaskan pelukan suaminya dan segera pergi ke dalam kamar mandi tanpa membangunka suaminya terlebih dahulu.
selesai membasuh muka dan menggosok gigi, barulah dia membangunkan david suaminya yang masih tidur telentang di atas ranjang "viiid,banguuun udah pagiii?" ucap kaila mengelus rambut david pelan.
David yang mendengar perkataan istrinya untuk segera bangun hanya mengoceh tak ingin pergi seraya memeluknya.
"aku rasa hari ini aku tak ingin pergi kemana2 sayang.." ucap david menidurkan kepalanya pada paha kaila dan merangkulku erat.
"truuuus..Jika kamu tak mau berangkat ke kantor kamu mau apa?" tanya kaila tersenyum, menyeleksi rambut di kepala david, seperti mencari seekor kutu, tapi nyatanya david adalah pria gila kebersihan, tak mungkin dia mempunyai kutu di kepalanya.
David tak menjawab ocehan istrinya itu dia terus menggelengkan kepala di balik selangkangan kaila jika dia tak ingin beranjak dari tempat.
"aku hanya ingin istirahat dulu sebentar, sambil ngelonin kamu."
"ayoalah daviiiid,aku benar benar tak suka dengan sikapmu seperti ini.?"
"aku tak mau!"
"daviiid" kaila yang mulai merasa kesal pada suaminya itu, akhirnya memilih untuk berdiri dan menjatuhkan sandaran david dari pangkuannya.
"ya sudah jika kau tak ingin beranjak dari sana, maka aku juga tak ingin kau keloni..;"
"selamanya" ucap kaila marah meninggalkan david.
"eeeeh kok gitu sih?"
David menarik tangan kaila yang membuat istrinya itu terjatuh pada pelukannya,beberapa saat mereka saling menatap sebelum david akhirnya mencium kaila lembut, kaila yang menyadari ciuman david, membrontak namun tak bisa terlepas darinya, tenaga david terlalu kuat untuk kaila lawan yang akhirnya kaila cuman bisa pasrah dan membalas ciumannya.
"aku hanya ingin ini sayang" ucap david melepaskan ciumannya.
kaila seperti tersipu malu mendengar perkataan david, wajahnya memerah menunduk.
David tersenyum menyentuh wajah istrinya, "aku sangat merindukan ekpresi mu itu"
"wajah itu sangat imut di pandang"ujar david tersenyum kembali melumat bibir kaila seraya duduk dari tidurnya.
kaila tak melawan, dia membalas ciuman david,kaila melingkarkan kakinya pada pinggang suaminya, tangannya terus meremas rambut david, dan bibir serta lidahnya berbelit dengan lidah david.
David memangku tubuh kaila sambil berciuman dan meletakkannya di atas sebuah meja yang berada di sana.
kaki serta tangan kaila membelit david sangat erat, hingga sesuatu yang terasa sangat keras terasa menusuk pada bagian selangkangan kaila,david menekan nekan bagian itu pada kaila, kaila mulanya merintih dalam ciuman david.
__ADS_1
"hh hh hh?" nafas kaila tak teratur setelah melepaskan ciuman suaminya itu, david segera menurunkan kaila dari atas meja.
"kamu harus berangkat david, bukannya kau punya janji metting dengan perusahaan holland?" ucap kaila yang serentak membuat David tersadar jika hari ini dia di tugaskan untuk mengepalai perusahaan wijaya baja karna mertuanya sang pemilik perusahaan sedang pergi ke luar.
"aku benar benar lupa sayang,kenapa kau tak memberi tahu ku dari tadi? " ucap david panik dan langsung berlari ke dalam kamar mandi.
waktu terus berputar, mettingnya akan di mulai pada pukul 10:00 dan saat ini waktu telah pada jam 08:00.
David terburu buru membersihkan badannya, sedangkan kaila menyetrika kemeja dan jas david yang akan suaminya pakai itu.
"tenanglah...ini baru jam 08:00 masih ada dua jam lagi david!" ucap kaila mengambil handuk dan mengeringkan rambut david.
"kenapa aku bisa melupakannya.?"
"karna kau terlalu bersantai,.!" ujar kaila mengarus garuk rambut david dengan handuk.
"tunggu"
"aku tak begitu yakin jika kau bisa menjalankan sebuah perusahaan besar? kamu harus tau, perusahaan holland adalah musuh terbesar dari perusahaan papah?"
David yang mendengar perkataan kaila tersenyum dan memeluk perut istrinya itu,
"aku takuuuut" celoteh nya dengan nada di cengeng cengengin.
kaila yang menyadari jika david mengejek perkataannya itu marah, dan mendorong david dari rangkulannya.
" kau bisa dari mana? kau kan tak pernah mengelola perusahaan, yang kau tau itu cuman jarum suntik, gunting bedah, dan alat influs, kau tau dari mana tentang perusahaan.?" ucap kaila seraya merapikan kemeja suaminya.
"oy,apa papahmu mau perusahaannya bangkrut karna ulahku yang tak bisa mengelola nya, dia tak mungkin mempercayaiku jika aku tak bisa melakukannya." celoteh David meletakkan tangannya di pinggang.
"jadi??"
"sebenarnya kau pernah bekerja di sebuah perusahaan?" tanya kaila menatap david.
"yah, dulu aku pernah, dan jabatannya lumayan"
"tapi ini berbeda david? handrick holland sangatlah licik, dia bisa saja menyulitkanmu."
"jika dia bersikap licik terhadap pekerjaannya, maka aku akan lebih licik dari taktiku." ucap david merapikan dasi yang telah di pakaiakan istrinya barusan.
David tiba di perusahaan wijaya tepat pada pukul 09:0, yang untungnya saat itu jalanan tak begitu macet jadi dia bisa lebih cepat menuju kantor mertuanya itu.
Para karyawan kantor berjajar menyambut kedatangannya, dan juga ternyata rommy sulastyo berada di sana saat itu.
"bukannya kau ada di luar kota? kenapa kau bisa berada di sini?"ucap david menyapa pak rommy.
__ADS_1
"kau terlambat 0,4 detik david,!" ucap rommy menatap jam di tangannya,namun di balas dengan cengiran menantunya itu.
apa artinya 0,4 detik,tak sampai 1 detik pun.
"aku hanya ingin melihat kemampuanmu?" ucap pak rommy membelitkan tangan di dada.
"wah wah... menantang sekali!" balas david menyenderkan badannya.
Mereka akhirnya masuk ke dalam dan menuju ruangan metting yang akan di adakan.
Mereka harus menunggu handrick holland selama beberapa menit sebelum akhirnya handrick holland dan beberapa orangnya tiba di perusahaan mereka.
"sebelum mettingnya di mulai, saya ingin memperkenalkan kepada kalian semua...
ini adalah menantu saya,dr.prof antony davidson,dia yang akan menggantikan saya menjalani perusahaan ini,setelah saya pensiun dari pekerjaan saya.!" ucap pak rommy merangkul pundak kaila dan memperkenalkannya pada mereka.
David melotot ke arah pak rommy, dia baru mengetahui jika dia akan menggantikan rommy untuk mengelola ini.
awalnya david memang tak mau, tapi sebelum andi tumbuh dewasa siapa yang akan menggantikan rommy, mengingat jika rommy akan mengajukan pensiun dini di usia 54 tahun.
"baiklah saya akan mengajukan kerja sama kita! dan saya harap anda bisa mengerti tentang urusan kamidr.prof.Antony Davidson"
ucap handrick menatap david dengan tatapan tajam.
rapatpun akhirnya di mulai,handrick holland mengajukan sebuah keinginan untuk membeli sebagian saham perusahaan baja milik rommy dengan dana yang cukup tinggi.
bule yang berdarah kental inggris itu menginginkan saham di antara perusahaan rommy untuk menambah industri prusahaan bata merahnya,meraka mengingkan perusahaan baja milik rommy supaya perusahaan milik mereka tercatat sebagai industri terbesar, namun semua itu di sangkal oleh david karna bagaimana akan bangkrutpun dulu perusahaan ini di pimpin oleh rommy yang selalu sakit sakitan dan tak menghadiri jumpa klayn beberapa kalj,hingga para klaynnya memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan wijaya baja.
"namun, kini perusahaan ini, akan di pimpin oleh saya, dan saya tak mempunyai alasan untuk selalu membatalkan kontrak dengan para klayn..jadi bagaimana pun saya tak akan menjual perusahaan ini, walau pun di tawar dengan harga di atas rata rata.!" ucap david berdiri tegas.
handrick holland merasa geram atas apa yang di ucapkan david, dia berpikir david sama saja dengan rommy yang sangat keras kepala untuk di bujuk.
"dengartkan saya dokter, anda hanya seorang dokter yang telah bergelar profesor.anda tak tau apa apa soal penjualan di perusahaan, dan cepat atau lambat kamu akan membuat perusahaan ini bangkrut,!"ujar holland marah menggebrak meja.
David kembali berdiri dengan tenang, dia menatap salah satu pria yang berada di sebelah kiri tuan holland itu. "kamu.. saya rasa kamu mengenali saya kan?" ucap david menunjuk ke arah pria yang di tuju.
"saya tau siapa anda, anda adalah pemilik perusahaan the textil yang brada di bandung,perusahaan itu cukup besar, saya pernah bertemu dengannya saat acara pelelangan di sebuah hotel di bandung,." ucap orang itu berdiri dari duduknya dan menjelaskan semuanya.
pak rommy terlihat bengong menatap david.
"apa itu benar david,.kau pemilik dari the textil itu?"
"pah, Maafkan saya, aku tak ingin membuatmu marah terhadapku karna masalah karyawanku dulu, dan membuatmu membenciku, jadi aku menyembunyikannya darimu." ucap david memandang pak rommy.
"kenpa kau menyembunyikannya, aku tak akan pernah marah padamu, dan mungkin jika dari awal aku tau kau mempunyai perusahaan sendiri, aku akan menyerahkan perusahaan ini dari awal padamu, dan aku akan menjalani pensiun dini ku lebih cepat." ujar pak rommy memegang pundak david sinis.
__ADS_1
david memangdang pak rommy dengan tatapan malas,karna sebenarnya david tak pernah menginginkan mengelola perusahaan,Dia sangat bosan dengan dokumen-dokumen penting yang harus ia lindungi di sebuah perusahaan dan membuatnya hanya ingin menjadi dokter saja.