
pak rommy mengangguk2 mendengar penjelasan ku.
"apa kaila telah mengetahui hal ini.?" tanya pak rommy melirikku.
aku hanya menjawab dengan anggukan, dan pak rommy pun juga sama menjawab anggukanku.
"apa jawabannya?"
aku hanya menatap ke atas langit biru yang saat itu benar2 sangat cerah"aku tak tau.?" jawabku singkat.
"kau harus hati2 dengan orang seperti james, aku yakin dia merencanakan sesuatu untukmu, mengingat jika dulu kau pernah hampir di bunuh olehnya.?"
"yah, pasti aku akan berhati2, lagi pula kejadian itu sudah berapa tahun yang lalu.aku tak yakin dia masih menyimpan dendamnya.?" ujarku terhenti,oleh dringan ponselku yang berbunyi.
"james?" kataku menatap papah.
"angkat?"jawab papah menyuruhku.
"ya hallo james.?"sapaku pada seseorang di sana.
"hast du dich entschieden devid?(apa kau telah menentukannya david)?" ujarnya di telpon.
"übermorgen werde ich mith dir kommen.(yah, lusa aku akan ikut denganmu." ujarku dengan nada sedikit canggung.
"oke, thank you devid?, ku tunggu kau di bansdara, pesawat akan berangkat pukul 9 pagi.?" Jawabnya.
"Baiklah? "
"ku tutup telponsnyah?"
"Baiklah.?" ujarku sambil menutup telpon.
"dia bilang apa,?" tanya pak rommy menatap datar ke depan.
"dia akan menungguku di bandara lusa, pukul 9.!" ujarku menunduk.
pak rommy hanya mengangguk "aku dan kaila akan mengantarkanmu.?" tuturnya.
"tak apa,itu terlalu merepotkanmu.?" jawabku datar.
papah menatapku lalu menepuk pundakku.
"kau sudah ku anggap sebagai anakku sendiri, vid.tak mungkin jika anakku akan pergi ke luar negri ini, aku malah di rumah.kaila pasti akan mengantarmu davidsn.?"
aku hanya menunduk tersipu" trimakasih pah?"
"tentu?"ujarnya seraya melempar kembali pancingan nya.
__ADS_1
kami berbincang2 tentang aku semasa di jerman.dan bebrapa saat kemudian.
"ada yang mau jus jambu.?" suara yang familiar keluar dari belakang kami.
aku menengok ke belakang,ternyata kaila, membawa sebuah nampan dengan 3 gelas jus jambu.
"aaaaah tentu."ujarku sambil mengambil salah satu gelas nya.
"papah.?" kata kaila menengok ayahnya, untuk menawarkan.
pak rommy pun mengambil satu gelas seraya berdiri dari duduknya.
"papah ke dapur dulu, ada yang harus papah ambil, vid titip pancingan saya.?" kata papah meneguk jus dan menunjuk ke arah kail pancingan nya, lalu berlalu meninggalkan kami berdua.
"siap bos." jawabku segera pindah posisi dan meraih pancingan milik pak rommy.
" apa jus nya enak,?".tanya kaila melihatku yang tengah asik menatap kumulan pancing.
"Mmm? " ujarku meliriknya.
"aaah tentu, sangat enak..apa ini buatanmu?" tanyaku menatapnya.
kaila hanya mengangguk malu.
"kau benar benar hebat sayang?"ujarku mengacak rambutnya dengan sebelah tanganku.
kaila tersenyum manis menatap kolam, dan sesekali menatapku.dia menghela nafas dalam, seperti ada yang ingin ia katakan padaku.
"kamu.....? kamu jam berapa berangkat.?" tanyanya gugup.
"bukankah kau kan pergi ke jerman.?, jangan sok lupa deh.?"ucapnya meriutkan dahinya.
"ooooouh iyah, jam 9 katanya..., kenapa..?"tanya ku polos.
"apa aku bisa pergi untuk mengantarmu,?".
"tentu..?"jika tidak merepotkanmu, aku akan senang jika kau ada di sana saat aku pergi?" jawabku menyentuh pipinya.
"daaaaan,kamu gk usah kwatir.aku,akan selalu menghubungimu selama di sana, kita bisa berbincang lewat email di sana, ataupun video cool.jadi kamu g bakal merasa jika aku tak ada di sisimu.?" Jelas ku mengusap lembut pipinya yang mulus itu.
KAILA
david menenangkan pikiranku, karna dia kan pergi.
saat ini, aku merasa dadaku sesak, ingin sekali aku menangis di dalam pelukannya.
rasa ini,sama seperti saat aku kehilangan anton dulu, menyesakkan, dan menyesal.
apa david adalah anton,? aku tak pernah akrab dengan pria manapun, sejak kejadian 4 tahun silam. namun dengan david, rasanya benar2 berbeda, dia bisa menenangkanku sama seperti anton dulu, yang berusaha menenangkan tangisanku, karna aku ingin pulang.
mungkin karna aku bernostalgia, tanpa terasa airmata ku jatuh ke tangan david yang memegang wajahku.
__ADS_1
"Eh, ko nangis,..? kenapa nangis...?." tanyanya menguasap air mataku.
aku yang menyadari jika air kelemahan itu jatuh, menyusut nya dengan punggung tanganku."aku g papa?" ujarku berusaha menanangkan diri sendiri.
"sudah, sudah jangan menangis...?,wajahmu terlihat makin jelek,jika menangis.?"celoteh nya seraya menarik ku ke dalam pelukannya.
aku mencubit pinggangnya gemas.
"sudahlah..aku tak akan lama di sana.?" yang pasti jika aku belum pulang sampai acara wisudamu nanti.kau boleh hukum aku, apapun itu..???" ujarnya meletakkan dagunya di atas kepalau.
"jika kau memang lebih dari 2 bulan di sana.?aku benar2 akan menghukummu davidsn.?"ancamku menatapnya.
"Baiklah,silahkan kau hukum aku dengan cara apapun, asalkan jangan dengan hal yang membuatku kehilangan nyawaku dan akal sehatku.?" ujarnya menatapku.
"tenang saja, aku tak mungkin menghukummu dengan cara menembakmu mennggunakan senapan burung milik papah ko..?" celoteh ku polos.
"bukan itu yang ku maksud.?" ujarnya dengan tatapan kosong.
"lalu apa yang kau maksud.?"tanyaku oon.
"meninggalkanku menikah dengan orang lain.itulah hal yang pertama aku takuti sebelum aku menyetujui perjanjian ku dengan james, kaila..?" ujarnya menatapku dengan sangat lekat.
aku tak bisa berkata kata kembali, tak ada sedikitpun di benakku yang menyimpan pikiran seperti itu, tapi david.david selalu memikirkannya.
spontan aku menatap david dengan tatapan kosong.
"aku tak pernah punya pemikiran seperti itu david.?" ujarku melamun.
"Syukurlah...aku harap kau hanya mengingat ciumanku saja di dalam hatimu.?" ujarnya tersenyum lebar sedikit melirikku dengan juru matanya.
"kau?" ujarku marah mendengar ucapannya barusan.
"pada suasana seperti ini, kau masih saja punya pikiran mesum seperti itu.?" kataku sebal seraya bangkit dari dudukku.
"eeeh mau kemana.?" ujarnya menarik tanganku.
"mau ambil cemilan,,, awas.?" celoteh ku mendorong tangannya ke bawah.
"ih.gitu ih.ngambek mulu ih jelek tauuuu?"katanya bangkit dari duduknya lalu berlalu mendahuluiku masuk ke dalam rumah.
__ADS_1