The Sweet Husband

The Sweet Husband
06


__ADS_3

KAILA.



waktu trus berputar, hari demi hari terus berganti.aku menjalani hidupku dengan biasa, namun trasa sedikit berbeda,.yah, kini aku telah di ikat, dan mengikat seseorang yang bernama david.pria yang sedikit berbeda dari pria lain.dia selalu membuatku tersenyum dengan tingkahnya setiap hari.


pria yang membuatku luluh karna fobia ku terhadap pria.



tingkahnya yang aga konyol membuatku serasa ingin tertawa lebar di depannya sampai perutku sakit.



tapi, dalam tingkah konyolnya di depanku,tersimpan sisi yang membuatku ternganga lebar..


Dia, seorang yang dingin pada prempuan lain, bahkan menurut jesi temanku, david adalah pria yang mempunyai kepribadian serius, jenius & antusius.bahkan karna david adalah dokter favorit di unifersitas kami,banyak teman2ku yang mengaguminya.mereka bilang jika sifat jarang bicaranya david, membuat dia terlihat cool dan keren.



di sini,yang mengetahui jika aku adalah tunangn dokter so kece itu,cuman jesi.sahabatku.dia selalu menjaga rahasiaku sejak lama.




3 hari berlalu.


aku merasa ada yang kurang dalam hidupku.


David tak menunjukan dirinya yang astral,dan selalu menampakkan dirinya tiba2 itu, tak terlihat.dia menghilang, tanpa kabar, tanpa sms, tanpa telpon.


aku ingin menanyakannya pada papahku, namun takut, jika ia malah akan meledek ku jika aku merindukan david.



hari dimana aku ke kampus.


sebelum aku berangkat, biasanya david selalu ada di depan rumahku.dan kini,dia tak ada sama sekali di sana. "huuuuuuh, mungkin benar aku merindukannya."batinku dalam hati dan berlalu meninggalkan rumah.



"ini adalah waktu untuk praktek dokter anton di kelas ini, saya harap kalian bisa tertib."kata dosenku berlalu meninggalkan kelas dan berganti dengan seorang pria yang mengenakan jas putih.



suara gemuruh anak2 kelas yang menyambutnya membuatku frustasi.



"anton? anton ada,? tapi, kenapa? kenapa dia tak menghubungi aku selama 3 hari ini."pikirku setelah aku melihat jika dokter praktikku adalah tunangnku sendiri.


anton yang melihat aku meliriknya dengan heran, menatapku dari balik maskernya.



"kita akan memulai pelajarannya, dan saya harap, kalian bisa tertib di dalam pelajaran saya ini."kata anton membuka maskernya menghiraukan ku.



apa dia tidak menghiraukan ku.tapi kenapa? apa dia telah mengetahui segalanya dan akan menjauhiku.pikiranku itu membuatku termenung.


David segera meraih sepidol,dan mulai menuliskan skripsi yang ada di Buku di papan whiteboard.


dan beberapa saat kemudian salah satu temanku menyeru david,"dok ada darah di hidung dokter, apa dokter baik2 saja.?"ucap aliya menunjuk ke arah david.



David yang mengetahuinya segera mengambil sapu tangan," ini hanya panas dalam biasa, kalian jangan dulu keluar, tidak boleh ada yang keluar sebelum saya kembali."ucap david dan berlalu meninggalkan kelas,



perasaanku saat itu berkecamuk tak karuan, apa david sakit? apa sakitnya benar2 bukan panas dalam biasa? apa dia baik2 saja.?


perasaan khawatir yang termat sangat saat itu membuatku tak tau harus bertingkah apa.


aku belum pernah merasa sekhawatir ini pada orang lain.


aku memejamkan mataku,menghela nafasku panjang, memberanikan diri untuk menghampiri david di ruangnya.


__ADS_1


"aku kebelet,mau ke kamar mandi"ucapku bohong pada ketua kelas.


belum ketua kelas itu menjawabku,aku segera berlari keluar.


aku membuka pintu ruangan david, melihatnya sedang menelpon di atas wastafel sambil membungkam hidungnya dengan sapu tangan.aku tau? aku tau, jika david saat itu tidak baik2 saja.terdengar dia menelpon seseorang untuk ke dalam ruangan itu, namun ntah siapa.?


"David?david apa kamu baik2 saja.?"tanyaku yang mungkin itu membuatnya terkejut.


"kaila, k_knpa kamu ada di sini, bukankah aku sudah menyuruh kalian untuk diam di dalam kelas.?aku ingin, kamu pergi sekarng dari sini.?" Jawabnya terkejut dan menyuruhku pergi meninggalkannya.



"apa?"ucapku lirik tak percaya jika david telah mengusirkh dari ruangan ini.



"aku ingin, kamu kembali ke dalam kelas kaila,?" ucapnya setengah membentak



"tiga hari, kamu tanpa kabar? dan sekarang kamu mau aku balik ke kelas,? sedangkan aku melihat tunangnku sendiri berlumuran darah aku harus pergi.apa kamu tidak merasa jika selama ini aku mengkhawatirkan keadaanmu david.??" kataku menangis sambil berusaha berlalu meninggalkan david..



ntah apa yang di rasakan david saat itu, namun dia tidak mengejarku sama sekali.




DAVID



hancurlah pikiranku saat itu, kaila menangis meninggalkanku.


mungkin aku bahagia karna mengetahui jika selama aku tak menghubungi nya, dia sangat mengkhwatirakan ku.


namun apa yang harus aku lakukan sekarang, kaila marah atas ucapanku barusan.




aku kembali ke dalam kelasku,ku lihat kaila mengusap pipinya dan memalingkan wajahnya dariku.


aku sangat terpukul dengan sifatnya saat ini.


tak tentu apa yang aku rasakan sekarang, akhirnya aku membubarkan kelasku yang akan ku ganti besok pagi.



"saya sedang tidak enak badan,dan saya akan menggantikan pelajaran pada besok pagi, mohon maaf sekali lagi."ucapku seraya terus memperhatikan pandangan kaila.


mereka ku bubarkan, kecuali kaila, kaila ku tarik keluar kelas dan ku bawa ke dalam ruanganku, aku segera mengunci ruanganku dan memeluknya erat di balik pintu.


dia memberontak seperti tak nyaman.aku tak memikirkan apa yang akan terjadi jika aku memaksanya seperti ini.



"aku minta maaf, aku benar benar minta maaf,?"kataku sambil mempererat pelukanku.



"aku salah, aku salah, aku harap kamu mau maafin aku, dan jangan lagi memalingkan wajahmu seperti itu."



kaila yang mendengar penuturanku terdiam dalam pelukan.


aku yakin kini dia tak keberatan jika aku memeluknya.




KAILA.



aku melepaskan pelukan david.dia memnng

__ADS_1


terlihat seperti sangat menyesal untuk sikapnya saat ini.


ntah mengapa saat david memelukku aku tak merasa jika ini adalah hal buruk yang dulu pernah aku alami.aku merasa iba melihat tatapan david yang menunjukan rasa bersalah padaku.


aku mengusap pipinya dengan lembut, kedua tangannya yang masih memeluk pinggangku tak ku tepis seperti dulu.



"tapi kenapa,ada apa, david?" tanyaku mengusap usap pipi david dengan lembut.


David hnya melihat ku dengan sesak, seperti ingin mengatakan sesuatu namun berat.



"aku, aku terkena demam berdarah beberapa hari yang lalu, saat aku menelponmu trakhir kalinya aku sadang berada di rumah sakit,kai.??" ucapnya sambil melepaskan pelukannya dariku



"kenapa, kamu g kasih tau aku, ataupun setidaknya papah vid, kenapa kamu memendam ini sendiri."



"aku ga mau ngebebanin papah,apalagi kamu,aku g mau kalian kwatir" ucapnya seraya berbalik badan menatapku.



"lalu, apa gunanya aku di sini, apa gunanya kamu punya tunangan, sedangkan kamu sendiri ada apa2 g pernah buka2an soal masalah kamu sama aku.jika kita tidak saling mencintai,setidaknya kita bisa saling menghargai.?"kataku menangis.


David tidak membalas kata2ku,dia malah mendekatkan wajahnya.hidungnya kini tepat berada di ujung hidungku, kami saling memandang beberapa saat, sampai kemudian cups, david mendaratkan bibirnya di bibirku.


dia menciumku dengan lembut,aku kaget namun tak berkutik sama sekali."kamu salah? aku sangat mencintaimu"ucapnya dan kembali melumat bibir kecilku,bibirnya terus menyusuri bibirku hingga akhirnya aku terbawa suasana dan tak terasa aku memejamkan mataku dan mulai membalas ciumannya..


ntah apa yang membawaku kepada ciuman david, tapi aku merasakan apa yang david rasakan,ataukah aku benar2 mulai mencintai david.apakah david akan selalu mencintaiku jika dia tau masa laluku.?


apakah ini yang di namakan ciuman tulus.rasanya benar2 lembut dan manis.


tangan david merangkul pinggangku dengan erat.


aku hanya bisa pasrah dengan keadaan ini,ku rasakan lidah david menyusuri inci demi inci rongga yang ada di dalam mulutku, kami saling bermain lidah satu sama lain, hingga akhirnya, david mulai menurunkan ciumannya ke leherku.


aku kira dia akan menciumnya juga tapi ternyata tidak, dia malah memelukku dengan sangat erat.


"maaf".


"terima kasih kaila?" ucapnya sambil masih memelukku dengan sangat erat.


aku membalas pelukannya,ku elus2 rambut david dengan lembut.


apa yang aku lakukan barusan,aku bercumbu dengan tunangnku tanpa merasakan takut sedikitpun,apakah hanya david yang membuatku tak merasakan takut padanya, ataukah fobia ku kini terhadap pria akan benar2 hilang.



"kita pulang,? aku anterin kamu yah,? aku bawa mobil ko?"ujarnya tersenyum menggenggam tanganku.


aku hanya menjawab dengan anggukan kecil.














__ADS_1


__ADS_2