The Sweet Husband

The Sweet Husband
35


__ADS_3

singkatnya cerita David dan kaila selesai makan.


"aku ada urusan sebentar..kamu aku anterin dulu ke rumah, apa mau bareng sama papah?"tanya David seraya menyeka mulutnya dengan tisue


"kamu ada urusan apa?"


"ada sesuatu yang harus aku urus.?" timpah David.


"apa sekarang kamu main rahasia2 an denganku?"ucap kaila jutek.


David yang mendengar ocehan tunangannya hanya tersenyum sembari memandanginya.


"aku akan bermain dengan perempuan liar sampai besok, apa kau mau ikut.?" canda David yang sekaligus membuat kaila terbelalak ingin marah.


"kita batal nikah." ucap kaila marah memalingkan mukanya dari David.


"ssst ssst ssst,kamu jangan ngomong kaya gitu ah,aku bercanda kok,baperan amat." ucap david berdiri dan mengelus rambut kaila.


"aku harus ngurusin beberapa persoalan rumah sakit, jadi kamu gak papa kan, aku tinggal dulu?"


kaila yang mendengar tuturkan David hanya mengangguk tak ingin menjawab dengan kata2,karna menurutnya, jika ia bertanya terus terusan tentang masalah david, itu hanya akan membuat David frustrasi.


"baiklah aku akan pulang bareng jesi!" ucap kaila bangkit dari tempat duduknya.


"kamu bener yaaaah mau pulang bareng jesi,jangan pulang sendiri loooooh?"kata David mencubit hidung kaila.


"iya, iya jangan cubit,sakit" ucap kaila menepis tangn David dari hidungnya.

__ADS_1


David serentak tersadar,apa yang dia lakukan barusan telah melanggar hukumnya untuk tidak menyentuh kaila.


apa kaila merasakannya, atau dia bilang sakit karna traumatisnya kambuh,pertanyaan itu selalu ada pada pikiran David setiap saat dia menyentuh kaila.


"maaf" ucap David sedikit menunduk.


KAILA.


aku tak bisa melihatnya menunduk seperti ini, aku tau jika dia kecewa atas apa yang telah aku lakukan barusan,.


"ya sudah aku akan pergi menemui jesi sekarang." ucapku canggung menunduk melihat tangan yang berbelit di di pangkuanku.


"baiklah...aku anter dulu kamu ke tempat jesi?" ucapnya mengelus pundakku dan kamipun pergi meninggalkan kantin dan berjalan menuju pekarangan kampus.


-kenapa aku jadi seperti ini,kenapa aku harus membuat calon suamiku sendiri kecewa,kenapa kejadian itu harus terulang,kenapa traumatisku harus kembali di saat seperti ini.


"maaf" kataku berhenti berjalan dan mencubit kecil lengan kamejanya dengan telunjuk dan ibu jariku.


"kenapa?" tanyanya menatapku.


aku menunduk tak kuasa untuk menatapnya.


"aku selalu menepis lenganmu bila menyentuhku,aku minta maaf,ini memang tak seharusnya aku lakukan..tapi.....?" ucapku terhenti karna air mataku tak bisa aku bendung dari tempatnya.


"sayang..?" ucapnya menatapku.


"kenpa kamu menangis?" tanya nya khawatir memegang kedua pundakku.

__ADS_1


"aku minta maaf?" ucapku lirih


"ssst sssstttt,kanpa kamu minta maaf, ini bukan kesalahan kamu, kenpa kamu merasa bersalah terhadapku.?" katanya merangkulku ke dalam pelukannya.


aku tak ingin ini terjadi,sejuk dan nyamannya pelukan David kini berubah menjadi hawa panas yang seolah olah membuat tanganku mendorongnya untuk melepaskanku.


"maaf...aku minta maaf David.?" ucapku menangis menutup mulutku.


aku telah mendorongnya,aku yakin aku telah melukai hatinya.


"maaf maaf, aku...aku..aku yang hilang kendali..maaf," ucapnya melepaskan jasnya dan memakaikannya padaku.


kami akhirnya sampai di pekarangan kampus dimana jessi dan april berapa di sana.


"kaila,dari mana saja kamu, aku dan april mencarimu, ku kira kau pulang lebih dulu.?"ucap jessi memelukku.


"Maafkan saya,tadi kaila saya ajak makan di kantin" sela David menjawab pertanyaan jessi.


"ouh gitu,aku kira dah pulang?"


David hanya tersnyum untuk menjawabnya.


"baiklah, aku harus pergi dulu,.." kata David memegang kedua pundakku, dan melepaskan jasnya dariku.


"jesi, titip dia ya,katanya mau pulang bareng kamu,jangan sampai dia pulang bareng.....?"celoteh David melirik ke arah sisi nya.


jessi hanya tersenyum dengan dua jempol menjawab tuturan David.aku tak tau kode apa yang di berikan david pada jessi untuk tidak memberikan ku pulang bareng siapa.?

__ADS_1


"baiklah,aku pergi dulu sayang, jangan cape cape di sini.?"ucap david mencium keningku dan berlalu meninggalkan kami.


__ADS_2