
tuuuuttt tuuutt tuuut
telpon david di tolak oleh fajar, david cemas tak karuan sampai berpuluh kali dia menelpon fajar, namun fajar belum juga mengangkat panggilan darinya.
sedangkan di dalam mobil,hanphone fajar mati seketika.
"jar, cepatlah,saya sudah tak bisa bernafas." kaila mengatur nafas nya memegang tangan fajar dan perutnya, sebenarnya fajar tak tau apa yang harus dia lakukan sekarang,hingga akhirnya mereka sampai pada rumah sakit yang lumayan aga besar di sisi kota itu.
fajar keluar dari mobil dan memanggil beberapa perawat untuk membawa blangkar ke hadapannya, dan setelah blangkar itu di gusur oleh para perawat, fajar segera membuka pintu kaila dan memangku nya ke atas blangkar itu.
Para dokter dan perawat segera antusias membawa kaila, karna melihat kondisi kaila yang segera akan melahirkan, para dokter itu segera membawanya ke dalam ruangan melahirkan.
"apa yang harus aku lakukan??? apa yang harus aku lakukan.?" fajar berjalan pontar pantir terkejut cemas dengan keadaan,sambil memegang kunci mobil dia duduk di atas kursi yang tersedia di depan ruangan operasi itu dan menekan kepalanya.
"pak david, iya pak david, pak david pasti sudah tau istrinya akan melahirkan."
fajar akhirnya membuka ponselnya dan tertera 130 panggilan tak terjawab dari david untuknya.
"mati gue,pak david."fajar menepuk jidatnya dan segera memanggil balik nomor majikannya itu.
"kenapa kamu ga ngangkat telpon saya hh,.?"
tiba tiba suara amarah menyerang fajar sebelum dia melontarkan kata pertamanya untuk menelpon david.
"sekarang kamu di mana? istri saya kamu bawa ke rumah sakit mana.?" tegasnya lagi.
"ke....ke...rumah sakit xxxx pak, non baru saja di bawa ke ruang oprasi. "jalan fajar takut jika david benar benar marah dan memecatnya.
__ADS_1
"kamu tunggu di sana." lanjutnya segera mematikan panggilannya dengan si tukang kebun dan menggas mobilnya, hingga pada waktu kurang lebih 15 menit,david telah sampai ke rumah sakit yang di katakan fajar dalam telpon tadi.
Dia menengok kanan kiri, mencari di mana ruangan oprasi itu.
dan pada akhirnya dia menemukan fajar sedang duduk loyo di atas kursi sebuah ruangan.
"fajar....bagai mana keadaan istri saya." ucap david berlari keci ke arah fajar yang sontak membuat si anak kepala desa itu terbangun dari tutup matanya.
"pak..non baru saja di kedalamkan, dokter belum keluar dari non kaila di dalam pak." jelas fajar sedikit menunduk melihat david.
David mengangguk angguk mendengar, walau hatinya sangat cemas, tapi apalah daya,dia tak mungkin menyalahkan fajar akan apa yang di alami istrinya.
"pak, maaf sebelumnya, saya ke sini bawa mobil bapak yang mersedes,tadi bi susi yang ngasih saya kunci mobilnya, dan ini kunci mobilnya pak...." ucap fajar menunduk malu untuk menatap david dan segera memberikan kunci yang di pegang nya sedari tadi.
"pak,sekarang non kaila kan udah ada bapak,kalau boleh, saya mau ijin..
"ijin kemana kamu.?"
"kenapa kamu gak bilang di tadi kalau ada ujian..?"
"kamu ke kampus pakai apa.?" david menatap fajar dengan seksama,yang di tatap malah menunduk seperti sangat takut padanya.
"naik taksi pak." dalam hatinya fajar sebenarnya sangat ingin memukul david,david terlalu banyak bertanya dan menyebabkan dia akan terlambat untuk pergi kuliah.
"pakai lagi mobil saya, dan kalau kamu udah gada acara lagi, cepat pulang." david melemparkan kunci mobil yang tadi di berikan fajar padanya.
"ta....tapi pak."
__ADS_1
"kamu mau kesiangan?" punkas david yang membuat tukang kebunnya itu gelagapan memegang kunci mobil yang di berikan majikannya itu, apa yang akan di katakan teman temannya nanti, dia yang biasanya membawa motor scuter untuk pergi ke kampus tiba tiba membawa mobil mewah yang harganya mencapai miliaran itu.
teman temannya hanya mengetahui dia menjadi tukang kebun, dan bisa saja mereka berpera sangka jika fajar membawa mobil majikannya tanpa ijin.
pajar telah berlalu, david masih mundar mandir di depan ruangan itu sambil *** muka dan rambutnya, sampai pada akhirnya setelah mungkin 3 menit dia dia sana, dokter dari dalam ruangan oprasi itupun keluar dan memanggil suami dari kaila.
"iya saya dok."
"pasien sepertinya membutuhkan anda di dalam." ucap dokter itu.
Dengan sigap dan tanpa tanya lagi, dia langsung masuk dan melihat istrinya itu sudah tak berdaya mengatur nafasnya.
"sayaaaang" david menahan tangisannya mencium kening kaila,nafas dan sorot mata kaila tak teratur, matanya melambung ke atas seperti akan menghembuskan nafas terakhir.david menangis sejadi jadinya, melihat istrinya yang menahan rasa sakit.
"sayang kamu kuat, kamu kuat, kamu pasti bisa, aku di sini sayang." david terus mencumi tangan dan kening istrinya,air matanya sudah tak bisa di bendung lagi, dia juga menangis melihat perjuangan istrinya untuk melahirkan darah dagingnya.
kaila memegang tangan david *** nya, erat.
"kepalanya sudah keluar bu., ibu tarik nafaaaaas, dan satuuuuuu duaaaaaa tigaaaaa...
ooooooekkkkk oooeeeeekkkk oooeeekkkkk
tangisan seorang bayi terdengar setelah sang dokter memberi aba aba pada kaila untuk mendorong nafas dan tenaganya ke bawah.
sepasang suami istri itupun tersenyum mendengar tangisan bagi perempuan yang telah mereka nantikan.
David segera meraih baby gilsnya dan memangku bayi itu pada kaila.
__ADS_1
kaila tersenyum menciumi bayinya,air matanya mengurai lembut membasi pipi.
"kamu berhasil sayang" dengan ait mata yang masih mengalir,david mencium kening kaila dan anaknya, setelah sekian lamanya, akhirnya mereka mendapatkan si mungil itu kini.