The Sweet Husband

The Sweet Husband
11


__ADS_3

aku menjauhkan diri dari kaila beranjak pergi ke ruangan sebelah.



"pah? ada yang ingin ku bicarakan? besok, apa kau bisa meluangkan waktu untuk bertemu."kataku dengan nada serius.



"ada apa david..?" balasnya.



"aku akan pergi ke jerman!".



"untuk apa kau pergi ke jerman.?"



"besok akan ku ceritakan.besok hari minggu,aku akan pergi ke kantormu.atau kita bertemu di luar..?"



"Baiklah,,...jam brapa.?"



"aku ingin mengajak kaila jalan santai ke sekitar komplek.apa kau mengijinkan.??"



"apa yang tidak untukmu.? silahkan, asal jangan terjadi apa apa dengannya.,".



"Baiklah, ...terimakasih? "



"ku tutup telponnya.?"



"yah" balasku menutup telpon dan kembali ke ruang tv.



saat aku kembali ke ruang tv, kaila tertidur pulas dengan telentang.imut rasanya melihat ia tertidur seperti ini.dengan sangat pelan dan hati hati,aku menopang tubuhnya, memindahkannya ke kamarku.biar dia tidur di kamarku, karna di kamar lainnya tlah di isi oleh semua pelayan rumah.



aku membaringkan nya di kasur, membenarkan rambut yang menghalangi wajah cantiknya.


ku lihat bibir merah muda alaminya berkilap basah seperti memanggil bibirku untuk bertemu kembali. aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya."tidak,? jangan keterlaluan david, kau dan dia belum sah?" batinku menggelengkan kepala.


aku menyelimuti nya dengan selimut tebal yang biasa ku pakai.ku kecup keningnya mengucapkan selamat malam.



dan aku sendiri mengambil selimut dari lemari dan membawanya ke ruangan tv.


__ADS_1


"pak saptooo? "seru ku memanggil satpam rumahku.



"ya pak?"Jawabnya seraya menghampiri ku.



"udah makan?" tanyaku padanya, takut jika dia belum makan seharian.



"sudah pak, tadi bi susi yang siapin.?" Jawabnya lancar.



"mana firman? "tanyaku menanyakan keberadaan tukang kebun yang memang sedikit aga muda, bisa di bilang seumurnku.



"dia sedang nonton tv pak?" Jawabnya kembali.



"suruh dia kemari,pak sapto dan dia di sini,temani saya menonton bola.?" kataku yang memang pak sapto, bi susi, dan aiden, seperti keluarga di hidupku.



pak sapto segera beranjak pergi dan tak lama kemudian, dia membawa firman.


"firman,pak sapto kemari, kita menonton bola bersama.?"ajakku sambil beranjak pergi ke dapur untuk membawa snak san minuman dingin.



"aaaah, pak jadi g enak ini,firmanmh cuman tukang kebun atuh pak, masa harus berjajar dengan bapak kaya gini?" ujar firman malu2.




"tidak pak, saya tidak menganggap bapak begitu.bapakth sama atuh manusia seperti saya.?" jawab firman menunduk malu.


firman memang baru di sini, tidak seperti pak sapto, yang memang sudah tak pernah canggung lagi denganku.



"sudahlah..duduk di sini, pak sapto juga di sini, ngapain kamu sendirian di kamar.?" ujarku seraya menyuruhnya duduk di sampingku.



kami menonton tv di sana.


"kita sekarang cuman bertiga, tapi nanti,...jika aku sudah menikah, kita di sini akan berrrrr.?? kataku berpikir menghitung.



"berrrrr apa pak?"tanya firman



"ber 5 mungkin atau ber 4" jawabku datar.


__ADS_1


" emng nya ber lima sama siapa pak..?" tanya nya kembali.



"ya sama anak saya kelak, dan juga istri sya...?" jawabku kembali.



"pak..? calon istri bapak cantik beneer...?" candanya mengacungkan 2 jempolnya padaku.



aku dan pak sapto tertawa kecil mendengar perkataan polos nya firman.



"hahahha, kamu ini...?" jawabku tertawa lebar.



"yaaaaaah kalau yang gantengmh pasti dapetnya yang cantik juga atuh yah.?" tuturnya melihat langit langit kamar.



"kata siapa...saya g merasa saya ganteng..?


kalau misalnya dia udah jodoh kamu, mau kaya gimanapun kamu, dia akn menerimanya.?"



"pak ..bapak punya kenalan g pak..tapi jangan terlalu cantik..dan juga jangan yang kaya gituh loh pak..?"



"kamu curhat fir...?" Sela pak sapto tertawa.



"iiish pak sapto, apaan sih.kan saya juga mau atuh punya tunangan kaya pak anton.?"



"ya ga ada atuh fir..kenalan pak anton itu orangnya cantik2, kaya kaya.g seperti yang kamu mau...?" ujar pak sapto, menggelengkan kepala firman.



"kenapa kamu g mau yang cantik.kenapa juga kamu g mau yang kaya..?" tanyaku melirik



"atuh ai si bapak, saya nya jelek, wajah saya g setampan wajah pak anton.saya juga g kaya.saya mh di desa cuman anak dari kepala desa.y mana mau atuh yang cantik sama saya..??" Jawabnya polos.



"saya punya kenalan., tapi dia cantik.dia juga kaya...?? tapiiiii.dia itu baik.temennya kaila...? kamu mau?" tanyaku melirik ke arahnya.



firman senyum tertunduk tak menjawab.


kami akhirnya menonton bola di ruangan itu.hingga tak terasa aku tertidur pulas di sisi mereka.


saat aku bangun pak sapto dan firman tak ada di sana.aku tertidur dengan telentang di atas sofa.mungkin pak sapto atau firman yang membenarkan posisi tidurku.karna sebelumnya aku tidur dengan posisi duduk.

__ADS_1




__ADS_2