
"tenang, tenanglah sayang, aku yakin suatu saat nanti ada jalan keluar kita untuknya.mungkin saja dia berbeda sama kamu, yah....jangan terus menangis." david mencoba menenangkan kaila seraya mengusap usap pipi kaila,walaupun hatinya memang sama dengan apa yang di pikirkan kaila,Bagaimanapun janin yang ada di perut kaila adalah darah dagingnya,tak mungkin dia tak akan menerimanya.
sebenarnya anak yang dia inginkan juga seorang anak laki laki,agar bisa mirip dengan anak holland yang dia sendiri belum tau siapa nama anak itu, tapi apa boleh buat,manusia hanya bisa menginginkan tanpa bisa menciptakan.
****
sampai pada bulan kehamilan ke 9, dokter memperkirakan kaila akan lahir kurang lebih 1 minggu yang akan datang.
ini aga menjadi penopang untung david, sebab perusahaannya akhir akhir ini membutuhkan dirinya,saham pemberian keluarga harlly yang berada di Jerman belum dia urus sepenuhnya, belum lagi perusahaan aslinya yang berada di bandung.
"sayang...princess papah.kamu jagain mamah yah,papah kerja dulu, supaya nanti kamu bisa menjalani hidupmu dengan baik." david berjongkok mengusap usap perut kaila dan sesekali menciumnya, si empu yang sedang di usap perutnya tersenyum lebar menunduk menata sang calon ayah miliknya mengobrol dengan perutnya sendiri.
sedangkan david dia malah asik mengelus perut istrinya tanpa melihat waktu yang tertera di layar jam tangannya.
DUKH
"sayang, dede utunnya nendang lagi" sontak david terkejut menatap kaila tersenyum lebar, kala ia merasakan sesuatu yang menendangnya lagi saat dia menempelkan pelipisnya pada perut kaila, untuk ke sekian kalinya.
"dia tau papah nya yang bicara" kaila memegang perutnya tersenyum sumbringah,merasakan isi perutnya menendang aga kencang pada muka david.
"coba coba sekali lagi, kamu ucapin salam sama papah, coba sekali lagi." david kembali menempelkan pelipisnya pada perut kaila, dan beberapa saat kemudian.
DUKH
pelipisnya kembali di tendang oleh sang jabang bayi untuk ke sekian kalinya.
David tertawa penuh haru,ternyata bayinya benar benar merespon apa yang dia ucapkan barusan.
"udah udah, kalau gini terus kamu bakal telat lagi anton, lihat ini sudah jam berapa?" kaila mengusap pelipis anton untuk membuat suaminya itu berdiri dan pergi bekerja.
"yaaaah, padahal aku masih mau ngobrol sama dede utunku.." anton memelas mencium perut kaila, kalau mengambil jas dan dasinya yang segera di pakainya untuk berangkat kerja.
"aku pergi dulu sayang, jangan cape cape.."
"iya iya my hot dady" balas kaila sembari menerima ciuman suaminya pada pelipis dan pipinnya.
"biiiiiiiii jangan sampai kaila bekerja yah biiiii,bi susi awasin kaila, kalau kaila kerja, bibi tegur yah." seru david teriak pada bi susi yang berada di dapur.
"iya pak, pasti ko pak,saya selalu melarang non kaila buat ngerjain kerjaan yang di kerjain bibi, tapi non kaila nya terus saja bantuin bibi.." ucap bi susi berlari ke arah mereka berdua.
mendengar pernyataan itu, david menatap kaila, yang di balas kaila dengan cengiran kuda khasnya.
"jangan bandel kamu." david mencubit hidung kaila gemas, sampai istrinya mengusap usap hidungnya karna takut merah di buat david.
"aku berangkat yah."
__ADS_1
david menyodorkan tangannya pada kaila,yang langsung di balas dengan ciuman oleh sang istri.
Setelah david pergi, kaila merasa ada yang aneh pada perutnya, janinnya terus terusan menendang seperti ingin keluar dari dalam dan ingin mengejar papah nya yang telah berlalu dengan mobil putihnya barusan.
"tenanglah sayang,..ini ada mamah ,nanti papah kamu pulang lagi,kamu bisa ngobrol sama papah lagi nanti...yah." kaila tersenyum mengusap usap perutnya yang benar benar telah membesar sepenuhnya.
"non, ini susunya" bi susi tiba tiba datang dan membawa segelas susu hangat rasa coklat untuk majikannya itu.
"Makasih bi."
"saya ke dapur lagi yah non, kalau ada yang lain non bisa Panggil saya." ucap bi susi dengan sopan.
kaila mengangguk tersenyum membalas pamitan bu susi padanya.
"eh bi"
"iya non"
"kalau ngelahirin sakit ga sih bi?" kaila bertanya, karna memang ini adalah hal pertama kalinya dia melahirkan.
bi susi tersenyum karna mendengar pertanyaan istri majikannya barusan, dan menjelaskan semuanya pada kaila.
"engga ko non, emang sih awalnya sakit, tapi kalau sudah selesai, semua rasa sakit bakal menghilang,dengan kehadiran anak kita yang di tunggu tunggu."
"ouh gitu yah bi" kaila mengangguk mendengar penjelasan bi susi dan kembali membaca buku tentang kehamilan yang telah di bacanya semenjak 5 bulan yang lalu.
kaila berpikir, apa dia akan melahirkan sekarang, tapi dokter anggika bilang jika ia akan melahirkan 1 minggu kemudian.
kaila segera memanggil manggil bu susi untuk melihat apa yang terjadi padanya.
dengan terburu buru, bu susi segera belari ke arah suara yang memanggilnya dan terkejut bukan main dia setelah melihat istri majikannya itu telah meringgis yang di penuhi dengan darah di bagian kakinya.
"non,..non kayaknya non bakal ngelahirin." ucap bu susi, dengan cemas dia memanggil manggil pak sapri, dan fajar untuk membantunya mengangkat kaila supaya segera di bawa ke rumah sakit.
"kalian, siapa yang bisa bawa mobil.?" tegas bi susi, menatap pak sapri dan fajar si tukang kebun, menanyakan siapa yang bisa mengemudikan mobil, karna supir pribadi david hanya satu, dan itu pun sedang mengantarkannya ke kantor beberapa menit yang lalu.
"saya bi." jawab fajar sigap.
mendengar itu, bi susi segera pergi ke kamar david dan mengambil salah satu kunci mobil david, ntah itu yang mana, yang penting adalah mobil.
bi susi segera memberikannya pada fajar dan pajarpun sigap mengabilnya dan berlari menuju garasi untuk melajukan salah satu dari mobil mobil majikannya itu.
"sudah belum jar? " seru bibi menggeneng tangan kaila yang mulai merasa sangat kesakitan, keluar dari rumah untuk pergi ke rumah sakit.
"sudah bi, ayo cepat." fajar segera mengambil alih tangan kaila yang di pegang bi susi.
__ADS_1
"jar ko mobilnya yang ini." tanya bi susi setelah ia sadar jika kunci mobil yang ia berikan pada fajar adalah kunci mobil jenis mersedes bens berpintu dua.
"bi,jangan banyak tanya, tadi bibi yang ngasih kuncinya, sekarang cepat buka pintunya, kasihan non kaila."bentak fajar, tak sabar dia melihat darah yang bercucuran di kaki kaila.
fajar sangat takut akan darah, untungnya dia tak pingsan saat melihat darah yang mengalir dari arah selangkangan kaila.
"mang, mang sapri telpon bapak, bilang cepat pulang, non mau melahirkan." ucap fajar berbalik menatap pak sapri, dengan tatapan cemas dan gemetar dia menuntun kaila yang dari tadi sudah menahan rasa sakit di perutnya untuk Segera naik ke dalam mobil.
"bi cepat masuk." ucap fajar pada bi susi,bi susi hanya membalas perkataan fajar dengan tatapan bingung, bagai mana dia akan mesuk, sedangkan mobil itu hanya ada 2 kursi kemudi.
"bibi akan naik motor aja deh jar, kalau di dempet,kasihan non kaila nya." balas bi susi.
fajar tak banyak bertanya lagi, dia segera memasuki mobil mewah milik majikannya itu dan melajukannya dengan cemas.
fajar di jakarta bukan cuman untuk bekerja sebagai tukang kebunnya david, tetapi dia juga menjalani kuliahya di sana.
hari ini adalah hari ujian akhir semesternya,sebenarnya jika ia mengantarkan kaila terlebih dahulu, waktu ujiannya akan hangus, dan mungkin saja dia akan gagal dan tidak lulus.namun apalah daya, mungkin ini lebih penting baginya dari pada ujian kuliahyah.
***********
ddrrrrrrttttt drrrrrrrtttt drrrrrrrtttt
suara hanphone seseorang yang berada di ruang meeting itu terdengar sangat kencang dan berisik.
David segera menghentikan penjelasan mengenai proyek wijaya baja dan segera mengambil ponsel nya yang berdering,pak sapri nama itu menjadi tanda tanya bagi david yang termenung beberapa saat untuk membukanya.
"hallo pak" david mengawali percakapan nya dengan yang beraangkutan.
"pak, non pak..non kaila."
pak sapri menjawab dengan nada yang ngos ngosan karna terlalu terkejut dengan apa yang terjadi barusan.
"kaila? ada apa dengan kaila."
"non, non kaila......non kaila pendarahan pak." pak sapri langsung mengatakannya tanpa berbasa basi lagi.
"APA? PENDARAHAN?" kata itu sontak membuat isi ruangan itu menjadi gusar termasuk mertuanya sendiri yang saat itu sedang menjalani metting dengannya.
"ada apa vid?" tanya rommy pada david, david menghentikan rommy agar tak terlalu khawatir tentang keadaan putrinya dan harus tetap menjalani metting ini tanpa kehadirannya.
"aku harus pergi pah, kaila pendarahan dan dia butuh aku, papah di sini saja, jalani rapat ini, aku mohon."
"maaf semuanya maafkan saya, lain kali akan saya jelaskan" ucap david berpamitan pada tokoh tokoh utama proyek baja nya di ruangan itu.
"sekarang dia di mana pak."
__ADS_1
"non kaila, non kaila di bawa bi susi sama fajar ke rumah sakit,saya kurang tau rumah sakit mana pak, bapak telpon fajar aja biar lebih jelas." jelas pak sapri di dalam telpon.
David Segera memutuskan panggilannya dengan pak sapri dan beralih menelpon fajar untuk menanyakan istrinya di antar ke rumah sakit mana.