
kami berlari beberapa jarak dari rumah david.
hingga di suatu tikungan banyak sekali remaja2, dan ibu2 sedang jong bareng di sana.
beberapa dari mereka menyapa david, namun sapaan itu hanya di balas dengan senyuman dan anggukan saja oleh si astral ini.
sampai pada taman seorang menyapa david dengn lain.
"Eh pak anton,apa kabarnya pak, baru keluar..ini adeknya yaah.cantik yaaaah, mirip pak anton..?" ucapnya seenaknya menyebutkan sebagai adiknya david.
"ouh, iya bu...akhir2 ini saya agak sibuk, jadi baru bisa joging sekarng.?"ujarnya sopan.
"oh yah, ini tunangn saya, calon istri saya..?" ungkap david merangkul pundakku, yang ku susul dengan senyuman tulus..
"kami akan menikah di beberapa bulan lagi.saya sangat senang jika nanti bu fahri bisa berkenan hadir di acara pernikahan kami.?"
ibu ibu itu hanya menatap david datar dan juga melirikku sinis tak suka dan berlalu pergi meninggalkan kami.
David menggelengkan kepalanya tersenyum melihat tingkah tetangganya itu.
"apa dia mwnyukaimu.?" tanyaku sambil berlari kecil di sampingnya.
David hanya tersenyum mendengar pertanyaanku."mungkin?" ucapnya singkat.
"kayanya dia seorang janda.?" ocehku menoel david dengan siku tanganku.
"iyaaaaah,dia janda.kenapa.?"
"enggaaa,kamu suka g sama dia.?"
David tertawa kecil mendengar pertanyaanku lagi.
"kenpa...? ?? kamu takut? jika aku akan menyukainya.?" Jawabnya seraya mengacak rambutku gemas.
setelah perbincangan tadi? kamipun kembali berlari kecil.
"huuuuh....huuuuuuh. haaaaaah.vid?" eluhku lelah berjongkok di jalanan taman.
"kenapa.?" tanyanyah ikut berjongkok melihatku.
"istirahat dulu yah, aku cape.?" ujarku dengan nafas yang tak teratur.
__ADS_1
"di sini gada bangku.kosong kai.?" ucapnya melihat sekeliling taman.
"sini aku gendong.?" ajaknya lagi seraya berjongkok membelakangiku.
"apa kau benar2 mau menggendongku.?"
"iyaah ayooo"
"aku berat loh.?"kataku seraya merangkul david, dan David pun mulai berdiri dan menggendongku.
"seberat beratnya perempuan segede kamu, g bakal nyampe 80 kilo ko...?" celoteh nya lagi..
"Eh ngomong ngomong kamu berapa kilo.?" tanyanyah membuatku aga sentif jika di tanya demikian.
"kenapa.?" tanyaku lagi.
"berat.?" ujarnya agak serius.
"aw aw aw..sakit dong yang ah..?" ucapnya lagi.
"g usah panggil sayang sayang yah.lebbay..?"
"udah ah, turunin turunin.?" pinta ku meronta ronta.
"diam eh.nanti jatoh.?"
"trus kamu mau d panggil apa, mau aku panggil baby, mbep, cinta,mamah, bunda huh..?" ujarnya lagi yang membuatku menerima kupingnya kembali.
"dasar pria lebbaaaay?" bentak ku keras ke arah kupingnya.
"kamu kenapa sih..kaya lagi PMS ajah marah marah gituh...?" omelnya lugu membuatku sadar jika ini memang awal bulan, dan biasanya aku di awal bulan emng keluaran.
"vid, vid..vid..turunin turunin...?" pinta ku yang dengan langsung membuat laki2 itu menurunkan dari punggungnya.
"kenapa.?" tanyanyah heran melihatku kebingungan.
__ADS_1
"engga..?, kayak nyah kamu bener deh..?" ujarnya tersenyum lebar agak malu ke arahnya.
"coba mana aku liat.?" katanya memutar tubuhku dengan enteng.
"Eh apaan si g sopan...?" ronta ku memukul tangannya.
"engga, ah g merah.?" ujarnya jorok.
"iiiiiih apaan si..tau ah.?"
aku marah padanya karna melihat daerahku, dan pergi meninggalkannya sendiri.
dan duduk di sebuah bangku kosong di taman.
"heeeeeeh mau keemanaaaaa. ?" ujarnya mengejarku seraya duduk di sampingku.
"jangan marah dong, aku kan cuman mengecek..?" katanya lagi.
aku acuh dengan perkataannya dan memalingkan muka dari dia yang menyebalkan.
"heeey, jangan marah dong.. hey.liat sini.?"
tuturnya meraih daguku memaksa untuk melihatnya.
"ih marahan gitu ih.?" katanya lagi
mengusik pinggang ku.
aku tidak merespon kata katanya dan masih dengan berpaling untuk melihatnya.
dia menatapku, seolah olah sedang berpikir, dengan apa aku bisa luluh.
__ADS_1