
"apa ini..?" tanya kaila pada suaminya yang tiba tiba memberikan sebuah test pack padanya pagi pagi.
sebenarnya alat itu sudah david sediakan di jauh jauh hari, bahkan sebelum dia melakukan hubungan badan dengan istrinya.
jadi pada saat waktunya tiba alat itu bisa langsung di pakai, tanpa harus membeli ke luar rumah lagi.
"itu test pack sayang, kamu coba dulu deh, kemarin kamu muntah muntah.."
"iya kali deh vid muntah muntah dikit langsung hamil.." kaila menghampiri suaminya itu dan mengambil handuk yang mengait di leher david, lalu mengeringkan rambut basahnya dengan handuk.
"ya coba dulu sayang,kan ga apa kalau di coba dulu, yah siapa tau memang ada dede utunnya." ucap david seraya menundukkan kepalanya agar bisa di gapai kaila.
"nundukin lagi kepalanya aku masih ga nyampai."
"vidd".
"mm" balas david dengan deheman di dalam tundukannya.
"jika misalnya ini ga berhasil, kamu jangan kecewa yah.?"
kaila menunduk cemas menggenggam handuk basah bekas mengeringkan rambut suaminya itu.
"kenpa harus kecewa, ini kan cuman percobaan aja,.."
"tapi aku takut.
"takut kenapa? takut hamil, takut ngelahirin? kalau itu aku bisa bantu, aku kan dokter, ya walaupun aku bukan dokter kandungan tapi aku bisa.....
"bukan itu yang aku takutin" sela kaila di dalam kata kata david.
"ya terus kamu takut kenapa??
"takut bukan" balas kaila menunduk.
David menghampiri istrinya yang terlihat sangat cemas menggenggam alat itu.
__ADS_1
"jika bukan, kita akan melakukannya sampai kita mendapatkannya." david menarik kaila ke dalam dekapannya dan mencoba untuk bisa menenangkannya.
"vid, jika aku memang ga bisa hamil, apa kamu akan ninggalin aku,?apa kamu ga bakal lagi meluk aku kaya gini.?"balas kaila dalam pelukannya.
ucapan kaila sukses membuat suaminya itu terpaku mendekapnya.
Bagaimana jika memang benar kaila tak bisa mengandung,mengingat jika dulu ia pernah kecelakaan dan rahimnya sedikit tergores kaca yang menembus sisi ginjalnya.
tapi david sangat yakin jika istrinya itu tak mungkin mengalaminya.kata fajar, rahim kaila tak apa, itu hanya tergores kecil, dan tidak menimbulkan masalah yang serius.
"kamu coba dulu, siapa tau itu semua tidak benar, yah." balas david melepaskan pelukannya dan menggenggam wajah kaila dengan kedua tangannya.
"jika memang benar gimana? kamu harus ingat david, aku berhubungan bukan pertama kali,kamu tau aku pernah di per°°°a kan.? dan nyatanya saat itu aku ga hamil david, itu memang menguntungkan untukku, tapi aku takut jika saat ini itu semua malah tidak akan pernah terjadi padaku.."
kaila meraih tubuh david dan mendekapnya, kepala nya tenggelam pada pelukan suaminya itu, dia mencoba untuk tidak menangis lagi, tapi nyatanya kaila adalah wanita yang sangat mudah mengeluarkan air mata, dan akhirnya diapun menangis tanpa suara dalam haluan sang suami.
"aku ga akan ninggalin kamu jika kamu mandul atau apapun itu, tapi lebih baik,kita harus mencobanya dan yakin,itu pemer°°°°n, dan itu hanya di lakukan satu kali kan.? sedangkan kita telah melakukannya beberapa kali. ..
"yah..
selepas keluar dari kamar mandi, wajah kaila terlihat murung lesu, tak bertenaga, dia berjalan menghampiri david sambil memegang tash pack itu di tangannya.
David yang melihat ekpresi istrinya itu langsung peka terhadap rautan wajah sedih kaila, dia akhirnya menghela nafas panjang dan mencoba untuk menenangkan istrinya dengan memeluknya.
"kita coba lagi nanti, mungkin tuhan belum mempercayai kita untuk punya momongan, sayang." ungkap david mencium rambut istrinya dalam dekapannya.
kaila melepaskan rangkulan david dengan kasar, dia mendorong suaminya hingga david menjauh cukup jauh darinya, sikap kaila yang dingin mendorongnya membuat david merasa heran pada istri semata goleknya itu, namun tak berselang berapa lama, raut wajah kaila berubah menjadi 180° dari sebelumnya, dia tersenyum lebar berlari meraih david dan mendekapnya, sampai david harus menyeimbangkan tubuh karna kaila menggelantung di badannya.
"sayang....
"sayang....
David merintih merasakan sesak karna kedua tangan kaila melilit lehernya erat.
kaila tak menghiraukan rintihan suaminya yang kesakitan,dia mencium bertubi tubi wajah david,kepala dahi, pipi kanan, pipi kiri, dagu,bibir, leher, semuanya dia cium dengan girang.
__ADS_1
"sayang kalau kamu g ngelakuin ini juga aku ga bakalan kecewa ko sama kamu." celoteh david yang mengira jika istrinya itu menciuminya karna david telah memperlihatkan wajah tidak kecewa padanya.
"aku menciummu bukan karna itu." ucap kaila meregangkan lilitan tangannya pada leher david.
David heran dengan tingkah kaila, tadi sedih sekarang kegirangan.
kaila tak mau melihat david kebingungan untuk waktu yang lama, dia langsung memperlihatkan tash pack nya dan menghadapkan arah garis biru itu pada david.
David yang tak bisa melihat, karna alat itu terlalu dekat dengan wajahnya, menurunkan kaila dari pangkuannya dan menggesek gesek matanya dengan tangannya,memastikan jika apa yang di lihatnya barusan bukanlah mimpi semata, namun real, ini nyata, dua garis biru ada pada alat yang di beli nya satu bulan yang lalu.
"aku ga mimpi kan......?
"ini benar benar nyata kan,? aku gak mimpi kan??
david terus menerus menepuk pipinya sendiri dan mencubitnya, memastikan jika dia memang merasakan sakitnya dan bukan mimpi di dunia halu.kaila terkekeh kecil melihat kalakuanna suaminya itu,yang berjingkrak jingkrak di hadapannya, sampai di atas sofa,melompat lompat di atasnya hingga dia memantul sembari memegang dan tak luput menatap tesh pack,seperti anak kecil yang di belikan mainan oleh orang tuanya.
"I love youuuuu" david merangkul kaila, gemas dan senang,dia pun akhirnya mencium pelipis kaila dengan sangat erat tanpa ingin melepaskannya.
"kamu jangan gini dong, jika aku keguguran kan aku takut."kaila memedamkan wajahnya di balik pundak david, yang membuat suaminya itu mencoba untuk meregangkan cengkramnya pada kaila.
"gimana pun nantinya, kita lihat saja nanti."
"mulai sekarang, jangan nyuciin baju, jangan ngeberesin rumah,pokoknya jangan cape cape, aku akan Panggil bi susi lagi untuk membantu pekerjaan di rumah."
kaila tak menjawab perkataan david, bibirnya moncong, sebal, di tangkap oleh suaminya itu hingga terkekeh senyum.
hari berganti dengan minggu, dan minggu pun berganti dengan bulan, kehamilan kaila kini telah menginjak usia 2 bulan, masa ngidam nya belum berakhir, mungkin sampai 5 bulan usia kandungannya, permintaan yang aneh itu akan berakhir.
seperti pada dini hari kemarin, dia meminta david agar mengambil buah mangga pak adit lagi, tapi bukan seperti biasanya, melainkan pada jam tengah malam dan tak boleh ada orang yang tau, alias nyolong. sebagai seorang suami, akhirnya david menyerah pada istrinya itu,dan segera mengambil mangga pak adit tanpa memintanya terlebih dahulu, pada jam 2 dini hari dia mengendap ngendap seperti perampok yang akan merampok rumah keluarga suryono itu, memanjat pagar dengan pelan agar penjaga rumah pak adit tak bangun,lalu dengan berjalan pelan dia segera memanjat pohon mangga itu. besoknya david meminta maaf pada pak adit dan menjelaskan semuanya, pak adit pun memaklumi apa yang di alami keluarga tetangganya itu dan membiarkan david mengambil mangganya sesuka hati.
karna dulu juga sewaktu istri pak adit hamil, istrinya itu mengerang,meminta pak adit agar memetik semua buah stauwberry yang berada di pekarangan rumah david, dan membalikkan semua pot stauwberry itu yang buahnya telah dia ambil.
"jika itu bukan kau nak, mungkin aku sudah dalam masa tahanan sekarang." ucap pak adit menepuk nepuk pundak david.
mengingat jika dulu seharusnya david marah padanya dan menghukumnya, karna setiap kali buah stauwberry david memekar memerah, setiap kali pula selalu hilang, dan berantakan di buatnya, tetapi david memaklumi semuanya dan kini dia juga merasakan apa yang di rasakan pak adit dulu.
__ADS_1