
David berjalan pelan ke arah kaila, dirinya mendapati istrinya itu tertidur pulas membelakangi pintu kamar.
pelan pelan dia duduk di samping kasur, yang di tiduri kaila, matanya mengecek ngecek,wajah kaila apakah dia sudah benar tertidur atau belum.
David tersenyum, mencium rambut kaila, hatinya indah mengingat kondisi kaila saat ini, cara ngidam nya yang menyusahkan malah membuat david semakin mencintainya.
"sayang." lirih david bergumam,di antara pelipis kaila.
"mmm " si empu terbangun dari tidurnya, matanya seketika menangkap wajah david yang tersenyum ke arahnya.
"apa?" kaila tersenyum mengelus elus kepala david dengan satu tangannya.
"mangga nya udah ada"
kaila tersenyum manis ke arah david, dia melingkarkan tangannya di leher david seraya mengecup bibirnya sekilas.
"I love you"
david melebarkan bibirnya tersenyum, baru kali ini dia mendengar kata kata itu dari mulut istrinya langsung.
"I love you too"
"ayo bangun"
david memangku kaila, dan membantunya untuk berdiri,namun tangan kaila tak kunjung lepas dari leher david,ia terus menenggelamkan kepala david dalam dekapannya.
"sayaaang, ayooo" david merintih melepaskan kaila untuk pergi.
"tapi kamu ikutan yah?" lirih kaila manja,menatap wajah david, meminta david agar mamakan mangga itu bersama sama.david tak bisa menolak keinginan istrinya, karna jika david sampai menggelengkan kepalanya menolak, kaila akan menangis dan susah untuk di tenangkan,seperti di kala ia menginginkan soto di tengah malam yang lalu, kaila tak tidur dan terus merintih menangis pelan,sebab david mengatakan jika saat igu sudah tengah malam,tidak ada yang jualan soto di tengah malam pukul 1 pagi, dan dia akan membelinya besok pagi saja.
"iya, iya."
david terpaksa mengiyakan keinginan kaila, kalau masalah masam atau engganya kita lihat saja nanti.
"ko mangganya kecil kecil sih ton."
kaila merengek melihat satu dahan pohon mangga itu berisi mangga yang tak terlalu besar dari yang lalu.
"namanya mangga muda, sayaaang, ya kalau mangga muda kecil kecil, yang kemarin itu aga matang, jadi aga besar buahnya...
kaila merenyitkan bibirnya, manyun.
__ADS_1
"yaudah. kupasin aja satu." ucap kaila menyuruh david menyiapkan mangganya dan dia sendiri kembali ke rumah dan duduk di atas sofa empuknya.
"sayang nih, mangganya udah siap" sapa suara dari belakangnya membawa piring berisikan mangga muda yang telah di iris kecil kecil.
"kamu makan duluan, asam atau manis."
"yah namanya juga mangga muda yang, pasti asem lah." david menatap piring yang berada di tangannya dan istrinya itu, dia yakin jika kali ini, kaila pasti merajuk lagi, jangan bilang jika ia akan minta yang baru.
tanpa berpikir panjang lagi, david segera memakan satu potongan kecil mangga muda itu, yang belum juga di kunyah,baru sampai lidah, david sudah merem kemasaman di buatnya.
"sayaaang ini aseeem." ucap david merengek merem karna rasa asam yang sangat sangat asam.
"ya udah, aku ga mau makan, aku takut kembung kalau terlalu makan asam."
JDAAAAARRŔRRR.
kata kata itu seperti pukulan petir asiaaaap (halilintar) pada hati david, susah payahnya david memanjat pohon pak adit dan menebang salah satu dahannya,demi istri tercinta,eh yang di perjuangkannya malah tak ingin memakannya sama sekali.
David tak berkata lagi, dia mematung di tempatnaya dan kembali menaruh piring potongan buah itu ke dalam kulkas.
David kembali dari dapur, dia menghampiri istrinya dan mencium ubun ubunnya, dari belakang.
"serius amat nonton nya,sampe lupa ama suami sendiri." ucap david seraya mencium wangi kaila di lehernya, kaila mendesis geli mendapati bibir david yang kumis tipisnya mulai tumbuh lebih lebat itu menempel di lehernya.
"kamu berapa minggu ga cukur ton??" kaila menatap david seraya mengelus elus rahang david yang mulai tumbuh brewok tipis miliknya.
"engga tau, mungkin satu minggu,"
"satu minggu,kayaknya pertumbuhan hormon kamu lebih cepat yah"
"yah, sangat cepat."
david memutari kursi dan duduk di dekat kaila, dia mengelus elus perut istrinya yang sudah terlihat lebih berisi.
"kamu,...papah mencoba agar membenci anaknya holland agar kamu bisa mirip dengannya, tapi setiap kali papah ingin membencinya, papah merasa tak sanggup karena melihat tampangnaya." david mengelus elus perut buncit kaila, yang tanpa sadar kaila aga sebel dengan apa yang david katakan barusan, dia ingin anaknya mirip dengan anak hendrick holland, yang notabennya adalah musuh terbesar keluarga sendiri.
"kamu ngefans yah, sama si hendrick itu, sampai sampai kamu pengen anak kita mirip anaknya" cetus kaila sontak membuat suaminya itu kaget dan menatapnya lekat.
"bukan kaya gitu sayang,aku cuman ngefans aja, anak itu baik, dia seperti tak banyak bicara,kalem dan...
"apa menurutmu hendrick holland yang mayoritasnya adalah musuhmu sendiri, sangat banyak bicara, justru karna tak banyak bicara dia akan menghanyutkan jika sekalinya bicara."
__ADS_1
"tapi sayang."
"sudah lah aku ngantuk aku mau tidur."
kaila menepis tangan david yang masih menempel pada perutnya, lalu pergi meninggalkan suaminya sendiri di ruang tv.
******
bulan pun silih berganti, kini adalah bulan di mana 2 bulan lagi adalah fase kelahiran yang buah cinta seorang dr.antony davidson, david mengajak kaila untuk melakukan cek up rutinnya, dan sekalian agar dia melakukan usg pada janinnya itu.
"nah, ini kepalanya, dan sepertinya dia berjenis kelamin perempuan." ucap dokter anggika, dokter ahli kandungan sekaligus teman david saat masih bergelar dr dulu.
"aaaah anak kita perempuan,sayaaang." david mengelus elus pundak dan perut kaila, menatap senang tak karuan mendengar jika anaknya adalah perempuan,namun beda halnya dengan calon ibu dari anaknya ini, kaila tampak lesu dikala dia tau jika janinnya ini adalah anak perempuan bukannya lelaki yang di harapkan dia atau pun suaminya.
selesai cek up kaila bungkam dari dalam mobil hingga sampainya dia di rumah, kaila masih tak buka suara sedikitpun.
David menatap punggung kaila yang berjalan melewatinya tanpa suara.
ada apa dengan kaila? batinnya lesu.
kaila menyenderkan badannya di atas sofa, seperti tak bertenaga setelah mendengar perihal tentang anaknya itu.
"kamu kenapa sayang."
"apa ada yang salah?"bujuk david menyelipkan rambut kaila yang aga menutupi wajahnya ke belakang.
kaila tak menjawab pertanyaan david,namun mata dan telinganya menandakan jika ia sedang tertekan.David yang menyadari jika istrinya sepertinya tak menginginkan anak perempuan menarik kaila pada dekapannya, david mencium ubun ubun istrinya dan berusaha untuk bisa menenangkannya.
"kamu ga mau punya anak perempuan?" tanya david mentap kaila yang tersegru di dalam dadanya.kaila menjawab hanya dengan gelengan kepala.
"terus kenapa, dari tadi kamu keliatannya lesu banget." lanjut david mencium aroma rambut istrinya itu dengan lembut.
"aku takut" rintih kaila menggenggam dada bidang david dengan sangat erat.
"takut..?"
"takut kenapa?"
kaila tak menjawabnya, dia terus saja menangis tak hentinya di pelukan david, hingga baju david yang tadinya kering kini mulai terasa basah di buatnya.
"aku takut,aku takut punya anak perempuan,aku takut apa yang membuat mamah ku dulu terpukul karnaku, kelak akan aku alamiii....hiiiiiksss." kaila menangis sejadi jadinya,mengingat jika dulu dia adalah anak perempuan yang banyak di kagumi sampai pada akhirnya dia di per×××a oleh guru SMAnya sendiri, yang katanya sangat tak kuat jika melihat kecantikan kaila.kaila takut jika kejadiannya dulu akan di alami anaknya kelak, karna bagaimanapun anaknya mempunyai gen dirinya, jika mirip dengan ayahnya,ayahnya juga sama punya tampang yang sepadan dengan dirinya.
__ADS_1