
"David?kami sudah melupakan hal itu, kami telah menganggap nya tak penting lagi untuk di bahas.sudahlah kamu jangan khawatir, kami mempercayai, terimalah hadiah dari kami ini,.?" ujarnya menepuk2 bahuku.
awalnya aku menolaknya, tetapi karna pak rei memaksaku, akhirnya ku putuskan untuk menerima semua itu.
kami berbincang bincang dan sesaat kemudian,"morniiing gays.?" seseorang berteriak dari arah pintu masuk ruangan.
kami terkejut dan menatap arah suara itu" james " ucap kami serentak.
melihat ke arah james yang membawa 2 bungkusan ntah apa isinya itu dan seseorang teman kami waktu kuliah.
janson
"why?" katanya dengan nada so heran.
"james,ini adalah rumah sakit,..?" tegur ayahnya.
"sorry dad, aku lupa.?.aaaaah aku bawakan kalian sesuatu, ini makanan, untuk kalian.?" katanya memberikan bingkisan itu pada ayahnya.
"aaah davids.aku mau kita bermain sebentar, di luar sangat mengasikkan."ajaknya merangkul pundakku.
"james.kau telah tumbuh menjadi dewasa sekarang, jadilah orang dewasa, jangan seperti anak kecil.,davids itu serang dokter.?" tegur lagi ayahnya menatap james dengan sangat lekat.
james memang terkenal sangat kekanak2kan,manja dan selalu ingin di perhatikan, mungkin karna dia anak satu2nya dan cucu laki2 satu2nya tuan harly, jadi dia aga sedikit cengeng dan jadi anak mamah hingga kini.
"camon dad,? davids hanya punya satu pasien di sini, aku sangats merindukan waktu bermain kami dulu.?" ujarnya lagi merengkek.
"sudahlah, kita keluar sekarang, aku akan ke ruanganku dulu.baru aku akn bermain denganmu?"kataku sambil membereskan alat2ku.
"yes.kmon?" ucap james merangkulku dan membuntutiku ke dalam ruangan tanpa memperdulikan janson yang berada di sana.
aku meletakkan alat2ku ke atas meja kerjaku, meraih ponselku yang berda di saku jas.
"kau bilang kita akan main, kau malah memegang ponselmu,ayolah davids, aku sangat merindukan suasana yang dulu itu.?" rengkeknya lagi.
"sebentar, aku ingin melihat wajah istriku dulu.?"
__ADS_1
"yeelah, kapan kau beristri,bagaimana dengan tunangan mu yang kemarin itu hah.?"
"Iyah itu, istriku,..?" ujarku tak menghiraukannya.
"yang lebih tepatnya calon istrimu.?"celotehnya lagi menatapku.
"sangat pintar.?" kataku tertawa kecil.lalu mengetik nama kaila di panggilan ku.
aku menelpon lewat panggilan video padanya agar aku bisa secara langsung melihatnya.
dan beberapa saat kemudian, panggilanpun di angkat." hallo sayaaang.?" sapaku lembut pada seseorang di sana.
kaila tersenyum melihatku,"haiiiii vid.?" balasnya melambaikan tangan, dan sepertinya dia sedang berada di perpustakaan.
"apakah kamu sibuk, spertinya kamu sedang di perpustakaan. ?" tanyaku lagi.
"aku masih di rs.lagi ada waktu lenggang aja, jadi aku hubungin kamu dulu.?....kenapa??? ga boleh. ?" ujarku.
"iiish siapa yang g boleh, justru aku senang kamu sering ngehubungin.?"
"ouh yah, ? kamu sama siapa di sana?" tanya nya melihat lihat ke lain arah.
belum aku menjawabnya james datang ke belakang kursiku dan menyapanya lebih dulu.
"hai putri cantik, aku di sini.?" celotehnya.
aku yang mendengar celoteh james langsung menjambak mukanya dengan tanganku.
"hai james.?" sapa kaila.
__ADS_1
"bagai mana keadaan Indonesia?pasti sangat ramai kan? tanyanyah sok dekat.
"mmmmm, di sini baik, dan di sana bagaimana? pasti di jerman sangat mengasikkan kan.?" balas kaila.
"aaaaarkkk di sini, sangat membosankan?...nanti jika davids pulang aku akan ikut dengannya.kau tak keberatan kan.?" celotehnya lagi, yang membuat aku kembali menjambak mukanya yang aga merah itu.
"iiiish.?" rintihnya menepis tanganku dan beralih duduk di depanku.
"kamu di sana sama siapa? g sendiri kan.?...jesi di mana.?" tanyaku lagi pada kaila.
"aku di sini dengan jesi,tuh dia di sana.?"balasnya mengarahkan kamera ke arah seseorang yang sedang membaca buku.
"hai dr.anton.?" sapanya melambaikan tangan.
"hai jes.?" spaku lagi.
"sayang, aku ada urusan sebentar, nanti ku hubungi lagi yah.?" kataku ijin memutuskan panggilan sebab di depanku james duduk menyilangkan kedua kaki dan tangannya.
sepertinya dia marah padaku karna terlalu lama melakukan panggilan.
"baiklah.?" ujarnya tersenyum manis ke arahku."Eh tunggu.???....?"tanyanya lagi yang langsung ku tanggapi."apa sayaaaang.??"
"kamu g makan mie instan kan di sna.?" tanyanya mengkrutkan dahinya bertanya.
"aku tak suka makan mie di sini, mi di sini sangat dingin.?" balasku lagi yang di susul dengan seruan james di lain arah.?" davids bohong kei.kemarin dia makan mie instan denganku,2 cup pula.?" celotehnya menyeru berisik yang repleks ku pelototi, karna tingkahnya itu.
"bohong, dia bohong sayang, jangan percaya sama mahluk ini.?"
" ya sudah,? aku tutup telponnya yah.?" kataku yang di jajawab dengan senyuman dan lambaian tangannya.
__ADS_1