
David memluk kaila erat, seperti menenangkan seorang anak yang telah di guru hujan, david memngku kaila di pangkuannya,bibirnya trus menciumi rambut kaila, matanya berlinang masih dengan rasa takut dengan apa yang barusan terjadi.
"d..David.?"rintih kaila pelan.
David menoleh mengencangkan pelukannya
"aku di sini sayang,kamu g usah takut, ada aku di sini.." ucap david mencium kening kaila erat dalam dekapan.
kaila mencengkeram baju david keras, dia menyusupkan kepala nya pada dada bidang david, tak ingin lepas, dan tak ingin di lepaskan.
"pak..kita sampai di rumah sakit terdekat.?"ujar mang sapri,
"Baiklah.kita turun mang,kaila semankin bergetar sekarang.?" balas david seraya turun memngku kaila dari mobil.
kaila di bawa ke arah ruangan UGD untuk pemeriksaan,oleh david dan seorang dokter yang berada di sana.
"Maaf mas, mas mohon tunggu di luar, saya akan segera memeriksa pasien.?" ucap dokter itu, yang di balas anggukan oleh david, dan menutup pintu ruangan gawat darurat.
David lemas tak bertenaga, mencoba tenang di atas kursi yang berada di depan ruangan.
"pak.menurut bapak, siapa pria yang mencoba menghancurkan non kaila.?" tanya mng sapri bingung, yang serentak membuat david yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya sadar,dia sama sekali tak mengetahui pria itu, dia kini mengira jika pria itu memang ada hubungannya dengan kaila, sebab plat mobil pria itu,david merasa jika ia telah melihatnya.
David segera meraih ponselnya dan menghubungi pak rommy untuk bertanya.
"hallo pak.,?"
"David, davidsn itukah kau..?"(bangkit dari Duduk.)
"Iyah ini saya, kau sedang di mana sekarang.?" tanya david sedikit dengan nada kasar.
"aku di kantor, kau dari mana saja,?"
"kaila di mana.?"
"kaila..k..kaila di rumah, dia di rumah..kenapa.?" tanya pak rommy lagi.
"telpon rumah, apakah ada kaila di sana.?"
"kenapa? apa kau merindukannya.?" canda pak rommy mengira jika david akan tertawa.
"cepat tanyakan orang rumah apakah kaila ada.?" tanya david dengan marah.
pak rommy yang mendengar mantan calon menantunya marah, langsung memutuskan telepon dengan david dan beralih menelpon bu mika yang berada di rumah.
"hallo mah,?mah, kaila ada di rumah kan.?" tanya pak rommy pada istrinya.
"paah.?" suara tangis terdengar dari arah telpon.
__ADS_1
"mah..mamah kenapa, kenapa mamah menangis, mah papah tanya, kaila ada kan di sana.?" tanya pak rommy mulai khawatir.
"kaila.?"
"kaila kenapa mah.?"
"kaila..k...kaila belum pulang pah..ini sudah jam 12 malam, mamah udah telpon ke seluruh teman dekatnya tapi mereka bilang kaila tak ada di sana,.?"ucap bu mika menangis.
"astaga,kenapa (mengacak rambut cemas) biasanya dia pulang paling telat jam 6.?"
"mamh juga g tau pah.?"
"ya sudah, mamh tenang dulu.?" biar papah akan mencarinya sekarang.?" ujar pak rommy dan memutuskan panggilan.
"kenapa david bertanya kaila ada di rumah atau tidak.?"batin pak rommy.
"apa ini ada hubungannya dengan dia.?"
pak rommy kembali menelpon david dan memberi taukan jika kaila benar2 belum pulang dari kampus.
"kau benar2, (mengepal tangan) apa kau masih menyayangi kaila.?"tanya david geram.
"apa yang kau bicarakan? aku ayahnya aku pasti menyayanginya.?" blas pak rommy heran.
"jika kau menyayanginya kenapa kau tak menelpon kaila,jika kau menyayanginya kenapa kau membiarkan dia bersama dengan seorang pria,dan merelakan nya kembali hancur seperti dulu.?"
"David..? apa yang kau katakan.?"
"kau pergi ke rumah sakit sekarang,.?" ucap david yang langsung mematikan telponnya tanpa memberi tau rommy alamat rumah sakitnya.
"ha..hallo.david, david siapa yang di rumah sakit.?"
"sial.?" (geram)
karna terlalu cemas akan terjadi sesuatu pada putinya
pak rommy akhirnya membatalkan rapat dengan klayen2 nya dan pergi mencari rumah sakit terdekat di sekitar kampus kaila.
dia menuju rumah sakit xxx untuk memastikan jika kaila wijaya benar ada di sana, karna selama dia menghubungi david, ponsel david tak aktif.
setelah beberpa lama mencari dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain.
akhirnya pak rommy menemukan kaila yang berada di rumah sakit xxx yang jauh dari daerah kampus kaila.
pak rommy bertanya pada petugas di sana,apakah ada wali atau pasien yang yang bernama david, atau kaila di sana.
ptugas itu memberi tau rommy jika yang ia cari telah di rawat di ruangan.xxxx.
__ADS_1
tak berpikir panjang pak rommy lengkung berlalu menuju ruangan yang telah di beritau petugas tadi..
di lain ruang.
"aku minta maaf,g seharusnya aku ninggalin kamu,seharusnya aku bisa ngeyakinin kamu saat itu." ucap david menggenggam dan mencium tangan kaila menangis.
David terus meratapi kejadian yang menimpa kaila,dan bebrapa saat kemudian setelah dia menjadi sedikit tenang david barulah sadar jika ada yang mengganjal pada tangan kaila.
"cincin.....cincin yang ku berikan padanya telah di berikan lagi padaku, ini adalah cincin pertunangan,ini bukan cincin yang ku berikan dulu.?" batin david seraya meraih tangan kanan kaila dan melepas cincin yang dia pakai.
"ricky ?"ucapnya kaget setelah mengetahui ada nama tersembunyi di belakang cincin yang kaila pakai.
"apa dia sudah bertunangan lagi, setelah aku menghilang.?"
"apakah pria itu yang bernama ricky .?" batin david.
bruuug pintu ruangan kaila terbuka dengan kasar.
"pak rommy.?" ujar david kaget seraya berdiri.
"ada apa dengan anakku, kenpa dia bisa jadi seperti ini.?" ucap pak romy kaku, menatap david.
"artinya apa ini.?" tanya david memperlihatkan sebuah cincin.
"apakah kaila telah bertunangan lagi.?"
pak rommy tak menjawab pertanyaan david.
"aku pergi bukan berarti aku telah melepaskannya,aku pergi juga karna ingin memastikan.?" Jelas david, berhenti karna tak bisa membendung amarahnya.
"memastikan apa, kau pergi ntah kemana, meninggalkan anakku sendirian, dan membiarkannya bertunangan dngan pria yang tak ku percayai.? aku mempercayaimu untuk menjadi pendamping putriku, tapi nyatanya kau malah pergi ntah kemana saat dia terkurung dalam ucapanmu.?" bentak pak rommy marah.
"apa kau tau permasalahan di antara kami.?" tanya david pasti.
"aku tau..?"
"saat itu juga aku pergi ke jerman untuk meluruskannya.?" Jelas david.
pak rommy hanya menatap david,"kau ke jerman untuk apa.?"
"aku pergi ke jerman untuk mencri tau siapa yang mengirim fto itu, dan ternyata sahabatku sendiri yang mengirimnya.?" balas david kembali duduk.
"james.?"
"bukan.."
"janson"
__ADS_1
" awalnya aku tak percaya, tapi ternyata dia merasa iri padaku karna aku mendapat 5 persen prusahaan milik keluarga harly.?"
"dan ternyata dia juga yang mengirim apload coklat itu pada james 5 tahun lalu.?"