The Sweet Husband

The Sweet Husband
21.


__ADS_3

"ayooo lah james,kau tak perlu marah seperti itu, kau ini temanku,..?" kataku seraya duduk di atas meja di hadapan james.



"aku tau, aku tau, dia adalah tunanganmu, wajar jika dia lebih penting dariku...lagi pula aku tak marah,?"ujarnya masih dengan menyilangkan kaki dan tangannya.



"tapi aku bosan dengan sesuatu yang menunggu,DAVIDSON..?" lanjutnya dengan mata sayu.



"hahah, kau marah lagi, baiklaaah, kita ke mana sekarang.aku akan menghabiskan waktu 5 jamku untuk menemanimu kini.?" ucapku sambil merangkul pundaknya ala teman.




james hanya melirikku tersenyum dan mengeluarkan kartu debit dari dalam sakunya." kau lihat ini, ini adalah kartu debit yang ayahku berikan untuk membelikan mu hadiah.,sepertinya isinya tidak sedikit.?" katanya lagi sambil membolak balikkan kartu debit itu di tangannya.



"ayahmu terlalu sungkan padaku.?" ujarku seraya menarik lehernya keluar dari dalam ruangan.



"tunggu., apa kau tak akan membawa janson untuk pergi,.?" tanyaku pada james.



"hah, aku rasa dia sangat menyebalkan jika di ajak bermain.dia hanya ingin pergi ke bar, dan aku sudah tak menyukai tempat itu lagi.?" balasnya dengan nada malas.



"waw, sejak kapan kau berubah, apa karna ada hubungannya dengan eit,


kau jadi tak ingin lagi bermain di bar.?" tanyaku lagi, karna setauku,james adalah tipe pria malam yang selalu menghabiskan waktunya di bar dn minum hingga ilang ingatan.



"tidak..? bukan karna itu, justru itu karna kau davids.?" katanya yang membuat ku melotot dan menghampirinya yang berada di depanku."karna ku?".tanya ku heran, kenapa harus aku, apa ini juga ada sangkut pautannya dengan eit.



"yah...? sepertinya hidupmu sangat menyenangkan..walaupun tanpa alkohol dan wanita malam.badanmu sangat berisi sekarang, kau sangat putih bersih., tak sepertiku..kulitku memang terkenal bule bagi wanita luar, coba kau lihat ini, bintik2 merah di wajahku.?" katanya menunjuk mukanya dengan jarinya.yah memang dari dulu, mukanya banyak bintik merah dan kuning.tapi sekarang sepertinya mulai berkurang.



"kau bilang, bintik ini karna terlalu mengonsumsi alkohol kan.jadi aku memutuskan, untuk bisa hidup sepertimu." lanjutnya lagi memukul pelan dadaku dengan tangan yang di kepal.



"baguslah.?jika kau memang mau berhenti.?"



kami berjalan menyusuri lorong2 rumah sakit dan akhirnya kami sampai di ruangan tuan harly.



"janson ich gehe mit david,kommst du mit ??


( janson aku akan pergi dengan david,apa kau akan ikut.)?" spanya pada janson yang duduk di sebelah tuan rei.



"bukan apa kau, tapi harus ikut., kasian dia di sini sendiri.? celoteh ku berbisik.




janson tak menjawab, hanya mengangguk tanda jika ia akan ikut bersama kami.



"ich muss zuerst gehen, whenn etwas passiert, konntaktiere mich sofort., (aku harus pergi dulu, jika terjadi apa2 segera hubungi aku)?" kataku pada pak reison.



aku adalah seorang dokter yang di pesan khusus, di sini, tapi sekarang aku malah meninggalkan pasienku dan memilih untuk bermain dengan cucunya sendiri.


memang seseorang tak berpraturan.




"ok, wohin gehen wir?? (Baiklah kita akn kemana.)?" tanyaku pada james, dan janson..


__ADS_1


"ich mochte trinken (aku ingin minum),?" pinta janson seperti kehausan.



"ah aku bawa minuman,kau minum ini., ini sangat sejuk di tenggorokan.?" ujarku memberikan sebodoh air mineral.



"aaark mksud ku bukan itu, aku tak menyukai air putih seperti itu.?" rengkeknya mengacak rambut.



semua orang di sini yang dekat denganku, bisa berbahasa Indonesia.jadi lebih mudah untuk berbincang.



"maksudmu kau ingin minum di bar., sudah ku bilang, aku tak minum lagi.ini lebih menyegarkan di banding alkohol.?" celoteh james mengambil air itu dari tanganku, dan tanpa pikir panjang ia langsung meminumnya.



"aaaaaah menyegarkan sekali.,?"ucapnya menoleh ke atas langit.



"jika kalian tak ingin, aku sendiri yang akan mencarinya.?" kata janson berlalu meninggalkan kami.



"Eh tunggu,..? ada apa dengan anak itu.?" celoteh james berlalu menyusul janson yang di buntuti olehku.



kami akhirnya mengantar janson ke tempat minuman bar dingin.



selesai dari sana james mengajakku ke sebuah deleller mobil terbesar di jerman.



ntah mobil apa yang belum di punyainya hingga dia akan membeli mobil lagi.



"cepat kau pilih yang mana.?" ujarnya dingin berjalan di depanku sambil melihat2 mobil mewah yang berada di sna.




"maksudmu, kau,? janson atau aku.?" lanjutku lagi. bertanya sebenarnya dia ke mari akan membeli mobil untuknya atau untukku dan janson.



"ya tentu saja dirimu, siapa lagi.?" ujarnya melirik ke arahku.aku terkejut menatap janson yang memalingkan mukanya dariku setelah aku menatapnya.



"ow, no...no...james sorry aku tak bisa menerimanya.aku hanya membantu oke.jangan membuat hal seperti ini., lagi pula kakek mu belum sadar..?" tolakku menolak karna itu sama sekali tak pantas ku terima.



"David,jika kau tak menerimanya,maka mulai saat ini, aku tak ingin lagi jadi temanmu..?" bentaknya dengan amarah yang memuncak, spertinya dia serius kali ini, dan dengan terpaksa aku memiliki mobil mersedes bens yang menurutnya aga murah.



"kau yakin kan ingin yang ini.?bagaimana jika perarry, atau audy, ataupun yang eventador.?" tanyanya lagi bertanya tanya,hingga membuat janson di belakangnya seperti merasa kesal ataupun iri padaku.


sejak dulu, aku dan james memang seperti ini, apa yang james inginkan dariku,jika masih aku mampu tuk melakukanny, aku lakukan.begitu juga sebaliknya.aku sngat dekat dengan keluarga harly, tapi tak berani meminta apapun, terkecuali jika james yang menawarkan, namun berbeda dengan janson, janson memang dekat dengan james,karna sifat yang selalu ingin mengurasnyalah, james aga tak menyukai janson.tak seperti dia menghargaiku saat ini.janson pernah tak tau malu meminta sebuah lambhorghini pada ayah james, namun tak di berikannya dan karna itulah keluarga harly tak terlalu suka jika james berteman dengan janson.





"kau tau sifatku kan?,aku tak suka mobil yang sporty,.lebih baik yang ini saja.?" ujarku menyentuh mobil yang telah aku pilih.


james pun akhirnya memanggil seorang pelayan di sana, dan memintanya mengurus surat surat mobil itu.



"haaaah,?"(menghela nafas)" lagian di rumahku sudah ada 3 mobil, dan 2 motor sport semuanya jarang ku pakai, dan kini nembah lagi 1,.?apa kau akan membuat rumahku menjadi sebuah pelelangan mobil..?garasi ku snagt smpit.?lagi pula kenapa kau tak memberikannya pada janson.?" pinta ku lagi melirik ke arah janson.



janson menyilangkan kedua tangannya di dada, terlihat jika dia benar2 merasa kesal dengan apa yang telah james berikan padaku.



__ADS_1







singkat waktu akhirnya kami pun pulang setelah membeli mobil untukku.


janson pulang lebih awal dari kami,"apa kau telah membelikan tunanganmu cincin pernikahan.?" tanyanya di dalam mobil.


aku tertegun beberapa saat.cincin pernikahan, sepertinya aku lupa akan hal itu, aku pergi ke jerman bukan hanya untuk mengoprasi tuan harly tapi juga untuk membeli hadiah untuk kaila.



"aaaahrk yah aku lupa.?" ujarku mengacak rambutku menyesal.



"kau belum membelikannya.?? aigooo tunangn seperti apa kau ini,.?" blsnya



"aigo, dari mana kau dapatkan kata itu, bukannya kata itu selalu di ucapkan oleh warga selatan..?" tanyaku memukul kepalanya.



"aaaarkh kau selalu melakukan hal yang sama untuk kesalahanku.?" rintihnya mengelus2 rambutnya.



"aku hanya bertanya, kenapa kau lupa akn hal itu.itu adalah hal terpentingmu bukan..?" tanyanyah berbalk melihatku.



"aku lupa, karna kau terus mengoceh di depanku, hingga aku tak mempunyai waktu untuk mengingat.?" ujarku memukulnya lagi.




"aaaarkh kenapa kau memukul ku lagi.?"




"Baiklah sebagai gantinya aku akn membelikan mu cincin untuknya.?"tawarnya sedikit menyeringkai.



"jika kau yang membelinya,lalu laki2 macam apa aku ini heh.? apa kau kira aku tak punya uang untuk membelikannya sebuah cincin dari permata berlian...?" ujarku marah.



"baiklah2, terserah, tapi sekarang aku akan mengantarkanmu ke sebuah toko perhiasan yang sangat elegan yang terkenal di sini. kau lebih suka sesuatu yang minimalis, bukan,? di sana adalah tempatnya..??"

















__ADS_1


__ADS_2