The Sweet Husband

The Sweet Husband
kepergian


__ADS_3

DAVID



kini, waktu itu telah tiba waktu dimana aku kn meninggalkannya, karna sebuah panggilan.



kaila berusaha memakaikan dasi ke leherku.


dan karna aku lebih tinggi 20 cm darinya, kaila sedikit kesulitan untuk memakaikanya.


"tolong sedikit menunduk lah.?"pintanya dengan nada yang sedikit berat.



aku tau dengan perasaannya,seperti ingin menangis,namun di tahan.


aku menatapnya yang sedang memasangkan dasi merah itu,dengan sangat lekat, air matanya berlinang, namun berusaha di tahannya.



"selesai, aku harap kau tak mengomeliku,karna tak rapi.?" ujarnya menatapku berusaha tersenyum, merapihkan jas hitam yang ku pakai.



aku tak menjawab dan segera merangkulnya ke dalam pelukanku.


" jika kau ingin menangis, menangislah, jangan kau tahan.karna dengan menangis, Prasaan mu akan lebih tenang sayang...?" ucapku mencium dahinya dan mengelus lembut rambutnya.



tangan kirinya merangkul pinggangku dan tangan kanannya berusaha untuk menutupi tangisnya.



aku memegang erat pundaknya dan mengusap air matanya.


sebenarnya aku juga terbawa suasana, air mataku berlinang,aku hanya bisa menahannya dengan menciumnya.



"aku janji, aku kan kembali sebelum acara wisudamu di laksanakan..dan aku harap kau kn menungguku di sini.?"ujarku melepaskan pelukanku dan mengusap air matanya.



kaila memgang tanganku,"tolong, jangan mengingkari janjimu vid?"katanya menatapku.



aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya, dan cups aku melumat tipis bibirnya,mata kaila memejam, merasakan sentuhan lembut bibirku.


mungkin ini adalah hal yang hanya bisa ku lakukan sebelum pergi meninggalkannya.


kami berbelit lidah, dan tok tok tok, suara pintu kamar terdengar.kami segera melepaskan ciuman kami.

__ADS_1



aku segera menarik tangan kaila untuk segera pergi,.


"kalian sedang apa sih, ini udah jam berapa,?" ucap papah berlagak so kece di depan pintu.



"pileuleuyan dulu pah..?" ucapku bercanda yang membuat kaila terkekeh.



"pileleyan2.cepat kita berangkat.?"ajaknya menyuruhku dn kaila segera keluar.



aku segera keluar membawa 1 koper, yang lumayan agak besar.



kami berlalu meninggalkan rumah, tangan kaila tak lepas dari tangku, tangannya terus merangkulnya.


aku merasa tenang saat ini, karna mungkin ternyata kaila takut akan kehilanganku.



kami akhirnya sampai di bandara pukul 08:45


15 menit belum terlambat.




james melambaikan tangannya memperingatkan jika itu dia.



aku menghampirinya dan bersalaman ala teman.



"terimakasih banyak davidsn.?" ujarnya menepuk punggungku.



"tentu?" ujarku membalasnya.



"15 menit lagi kapal kita kan berangkat?" bapak di persilakan untuk segera ke lapangan penerbangan.?" ujar sonic pada kami.



"Baiklah?" ujarku menunduk lalu berbalik melihat kaila dan papah yang telah mengantarku.

__ADS_1



"hati hati david.?" kata papah merangkul.



"titip kaila pah.?" ucapku yang membuatnya memukul bokongku.



"dia anakku,mana mungkin aku tak menjaganya.?"



"aku merangkul kaila dengan erat.aku ingin menciumnya tapi takut jika pak rommy akan memarahiku, karna berani menciumnya di tempat umum.



"jaga dirimu baik2 sayang..?" ucapku mengusap rambutnya,dan mencium pipinya.


papah memukul bokongku lagi.


"tempat umum niiih.?" ujarnya seperti tak merasakan rasanya perpisahan itu bagaimana.


aku hanya tersenyum, dan mengusap air mata kaila." ouh yah, ini untukmu, jangan pakai yang papah, pakai saja punyaku.?" kataku sambil memberinya kartu kredit BRI ke tangannya.



"ini..?


aku tak terlalu membutuhkan ini david, dan mungkin kau yang akan lebih membutuhkannya di sana?" ujarnya menolak pemberianku.



"ini kewajibanku, kembalikan kartu kredit punya papah, dan pakai yang ini.apa menurutmu aku memiliki tabungan cuman yang ini saja.?" ujarku mencium keningnya.



kaila mencium tanganku, dan sekali lagi aku mengusap pipinya.



aku berpamitan pada papah dan kaila lalu pergi dengan mundur dan akhirnya aku benar2 meninggalkannya kembali setelah sepuluh tahun ku cari.







__ADS_1



__ADS_2