
DAVID.
Setelah aku menaklukkan rasa takutnya terhadapku, kaila ku ajak pulang.
kruuuuuuuwk"aaaaark sial,knapa perutku harus bunyi sebegitu terdengarnya.
"mm" kaila menoleh ke arahku dengan pose bingung"kau lapar?"tanyanyah padaku, aku hanya menjawab dengan senyuman lebar.
"atau jangan jangan,? kau sama sekali belum memakan apapun dari pagi hah " bentaknya melotot.
sekali lagi aku menjawabnya hanya dengan senyuman lebar ku.
sepertinya kaila marah besar padaku, dia mencubit pingganggu hingga aku mengeliat geli.
"kau tau,kau bahkan sedang tidak sehat, sekarang kau tidak makan seharian.apa kau sudah gila."bentaknya membuatku sedikit aw, atut.
"hentikan mobilmu di rumah makan,atau kau tak akan lagi melihatku di sini.?"ancamnya padaku, yang aku juga tak tau apa maksud perkataannya.
"Baiklah,malaikat kecil, aku akan memarkirkan mobilku sekarang." kataku sambil mengacak rambutnya dan segera memberhentikan mobil di sebuah lestoran kecil di pinggir jalan.
"aku akan makan, asal dengan satu syarat" kata ku dengan tangan masih di atas kepalanya.
"apa?"
"kau hrus menyuapiku" godaku tersenyum nakal ke arahnya.
kaila menepis tanganku dari kepalanya.
"dasar gila " ujarnya.
"aku masih lemas.aku g bisa makan sendiri, tadi pagi akupun tak makan, karna......aku gada yang nyuapin."godaku belajar sedikit manja padanya.
kaila menggelengkan kepalanya heran.
"hey, apa kau mau menjadi seorang janda sebelum waktunya.karna aku mati kelaparan..."candaku melirik ke arahnya.
matanya membelalak ke arahku, tapi ntah mengapa ini adalah ekpresi yang selalu aku tunggu2 darinya.aku benar2 sangat puas bila melihatnya seperti ini.
"menjadi janda,?apa kau sudah mulai tak waras,?kita menikah sajah belum.".dia memukul pundakku yang ku balas dengan tawaan kecil khas ku.
kami berjalan menuju rumah makan.
"kau mau makan apa?" tanyanyah sambil membuka Buku menu yang ada di sana.
"apa ajah?"ujarku tak meliriknya.
"nasi goreng"tanyanya padaku.
__ADS_1
"tidak."jawabku lemas tak berkutik.
"nasi kuning?"
"g mau.?"
"trus yang kau inginkan apa,? Ini ga mau itu ga mau.?". sambungnya melirik ku.
"apa ajah?"jawabku kembali singkat.
kaila menurunkan pundaknya, kesal dengan yang telah ku inginkan barusan.
"sifatmu benar2 seperti wanita PMS.serba salah.?"
"cepatlah vid, apa kau mau membuat keluargaku khawatir.kau masih dalam fase penyembuhan.?" ucapnya, yang ku balas dengan tatapan datar.
"apa aku salah bicara? apa ajah, asalkan kau mau menyuapiku, kalau kau tak mau,?? tak apa? aku tak akan makan.?" desakku sambil menyilangkan ke dua lenganku di dada.
kali ini sepertinya kaila akan menurutiku, dia memesan makanannya untukku.
setelah aku pikir2,dia memang benar,! sikapku ini, seperti perempuan yang sedang mengalami PMS..
beberapa saat kemudian, makananpun telah jadi, aku masih menyilangkan tanganku di dada.
dia segera memakan makanannya.
apa dia lupa, tadi katanya mau menyuapiku,tapi sekarang? dia malah asik makan sendiri.?
aku berdhemm beberapa kali sambil melihat jendela luar.kaila sepertinya tak mwnhiraukan kode dariku.dia terus saja makan tanpa memperdulikan aku yang berada di sampingnya.
"tidak?" jleteku acuh.
kaila mencubit lengan atasku kesal, aku tak berkutik sama sekali, cuek dengan cubitannya yang biasa ku balas dengan mengacak rambutnya.
mungkin karna melihatku terlihat marah padanya, dia menyimpan makanannya dan mengambil makananku,lalu memotong motong daging agar menjadi lebih kecil dan gampang untuk di kunyah.
"buka mulutmu,?" katanya sambil menyodorkan nasi yang ada di atas sendok ke mulutku.
aku tersenyum bahagia saat itu,akhirnya aku mendapatkan suapan pertama darinya sekarang.
"ibu, lihat? om itu masih di suapin sama kaka itu.ibu2, apa kaka itu ibunya.?" celoteh anak yang ada di depanku sangat tepat menunjuk ke arahku.
ibunya melirik ke arahku, dia tersenyum sambil berkata pada anaknya."dia bukan ibunya sayaaaang?, dia istri dari om itu.?" jawab ibunya yang membuatku tersenyum ke arah kaila.
kaila kembali mencubit pingganggu.
"cepatlah,...kunyahlah lebih cepat?," katanya membisik.
"apa kau malu?"godaku, sontak membuat dia kembali melotot kecil.
"kata siapa aku malu,? tidak,..aku tidak malu?"ujarnya berbohong yang tentu aku tau karna mukanya menjadi merah saat itu.
__ADS_1
"wajahmu merah, itu pasti karna kau merasa malu kan?" celoteh ku sambil mengambil piring dari tangannya.
dia hanya menunduk malu, menyembunyikan wajah merahnya yang ku rasa itu sangat membuatnya semakin cantik.
aku menyelesaikan makananku sendiri.
setelah selesai, aku membayarnya pada kasir.
aku kembali mengacak rambutnya dan mengajaknya pergi "kita pulang,mas2 kasirnya jangan di liatin terus, aku cemburu..." kataku meraih tangannya dan berlalu meninggalkan rumah makan itu.
kaila hanya menjawab dengan cengiran khasnya.
sesampainya di mobil, ntah kenapa kaila terus menggigit bibir bawahnya yang tipis itu.
jika bukan karna aku masih tunangannya,dan mungkin jika kelak aku telah sah menjadi suaminya, bibir tipisnya yang seperti itu tak akan aku nganggurin, di manapun keadaannya.
"apa kau baik2 saja " tanyaku dan langsung dia jawab dengan gelengan kepala.
drrt drrt drrrtt.hanphone ku berbunyi.
aku mengangkatnya, dan ternyata itu pak sapto, satpam rumahku.
"Iya pak? ada apa?.......
"Baiklah.saya akan segera pulang.....
"kenapa?"tanya kaila melihatku.
"pak sapto menyuruhku sgera pulang, dia bilang ada tamu di rumah.?"
"apa kau tak akan keberatan jika aku membawamu pulang ke rumahku terlebih.dan setelah itu, baru aku akan mengantarmu pulang." ajakku berharap jika kaila mengiyakannya.dan setelah sampai rumah hujan deras datang trus aku tak bisa mengantarkannya sehingga dia akan menginap di rumahku. :,D (hahahaha pikiran para cowo omes)
"memang siapa yang datang ke rumahmu??? apa dia penting.?"tanyanya.
"Mungkin " jawabku mengangkat kedua pundak.
"Baiklah,lagi pula aku belum pernah ke rumahmu selama ini.??"
senangnyaaaaa akhirnya kaila mau juga ku ajak pulang ke rumahku.dan rencana selanjutnya adalah ber do'a supaya setelah aku sampai rumah,tuhan segera menurunkan hujannya...hahahaha (jahat)
__ADS_1