The Sweet Husband

The Sweet Husband
22.file


__ADS_3

aku pergi ke sebuah toko perhiasan yang di tunjukan oleh james.



aku memilih cincin minimalis yang di tengahnya terdapat 2 titik berlian,"mungkin jika kaila memakainya.itu akan menjadi penyempurnanya.dia akan lebih cantik jika memakai cincin ini, modenya g ribet.?" ucap james, dengan dagu yang di topang tangan.



"Baiklah,aku akan pilih yang ini, jika menurutmu ini sangat bagus.?" kataku memnggil pelayan toko itu untuk membereskannya.



"aku sangat senang kau masih menghargai pendapatku.?"james (tersenyum).



"kau masih temanku.?" ujarku membaca majalah yang berada di sana.



" 5 tahun kita bersama kau masih menganggapku sebagai teman.?" (menyeringkai)



"heh lalu kau ingin aku anggap apa, pacar.?walaupun aku jadi pria dewasa di jaman ini,tetapi aku masih normal james.?" ujarku tertawa.sebenarnya aku tak menganggapnya hnya sebagai teman, tapi sudah sebagai sodaraku.sodara angkatku.



beberapa saat kemudian cincin yang ku pesan telah selesai, di bungkus dengan kotak merah kecil.



pak rei menelponku, memberi tauku jika tuan harly mulai menunjukan reaksinya.


aku dan james segera pergi dari sana, dan melaju menuju rumah sakit.



Sesampai di sna.?



"bagaimana keadaannya. ?" tanyaku pada orang2 yang berada di sana.



"dia menggerakkan tangannya." balas pak rei cemas.



aku segera mengambil senter kecil yang berada di saku ku, memeriksa matanya dan ternyata dia sudah 10,1% telah sadar.


aku juga memeriksa detak jantungnya, detaknya berangsur membaik.



aku tersenyum senang melihat reaksi ini.?"reaksinya benar benar sangat cepat...syukurlah.?"kataku melihat ke arah james dan tuan rei.



tuan rei tersenyum puas padaku, dia merangkulku dengan penuh kegembiraan.?"terima kasih davids....terima kasih..?" ujarnya memelukku,ames pun ikut merangkul kami terharu.



saat kami saling merangkul satu sama lain, suatu suara terdengar laun di telingaku.



"rei.?" rintik seseorang dengan nada yang sangat rendah dan bergetar.



"ayah.?" ucap pak rey seraya memeluk tuan harly dengan terharu."akhirnya ayah sadar.aku sangat cemas.?" rintik pak rei terharu memeluknya.



"Siapa dia.?" tanyanya menunjuk ke arahku.



"ini davidsn.dia teman james dulu, ayah ingatkan, dia yang telah mengoprasi mu,.?" ujar pak rei mempernalkan kembali aku dengan tuan harly.



"tuan harly.,? saya davids.?" sapaku memegang tangannya.



"aaah, kamu, sahabat james yang tampan itu.?" rintihnya pelan membelaiku.



kami yang mendengarkan tertawa terbahak2 mendengar jika tuan harly menyebutku si tampan.



reaksi tuan harly sangat cepat, dia bahkan telah bisa mebelaiku, walau baru saja dia sadar.



"reison, kamu harus melakukannya.?" rintihnya lagi melirik ke arah pak rei, pak rei menghampirinya dan mengatakan jika ia akan melakukannya.ntah melakukan apa maksudnya.



"tuan harly harus istirahat dulu, jangan terlalu banyak bergerak.?" ujarku menyelimutinya.dia mengangguk pelan dan memejamkan matanya.



"kau berhasil davids.??" ungkap james girang memelukku. aku membalas pelukannya.



aku juga merasa sangat bahagia sekarang, melihat keberhasilanku telah berada pada puncaknya.



"kau harus menyelesaikannya sekarang.?" kata pak reison menepuk pundakku.


aku tak tau apa yang di ucapknnya"menyelesaikan,mksud anda.?"tanyaku bingung.



"saham, pemindahan saham harus segera di laksanakan besok.?, jika kau ingin segera pulang ke rumahmu, itu lebih cepat lebih baik.


__ADS_1


"saham?, mohon maaf pak rei.saya tidak bisa......"



"Tidak ada alasan lagi kau untuk membantah saya..? ujarnya memotong penjelasanku.



aku hanya bisa diam dan menuruti keinginannya.sebenarnya kau tak mau punya saham perusahaan di luar negara, karna itu akan mempengaruhi hubungan dan kaila.



bebrapa hari aku sibuk dengan urusan pemindahan saham itu,sampai2 aku tak sempat memegang ponselku dan memberi kabar pada kaila.






KAILA



1 1/2 bulan dia berada di sana., acara wisudaku tinggal bebrapa minggu lagi.


dan satu minggu akhir ini, david tak ada kabar sma sekali, tak ada email, tak ada pesan.



aku sangat bosan dengan dunia seorang yang sibuk, aku tau dia sibuk, tapi ntah mengapa aku tak mempunyai akan ada hal yang mengejutkan darinya setelah aku menerima sebuah email yang berisi foto2 sex tunanganku itu.aku membungkam mulutku tak kuasa melihat foto2 yang sangat jelas jika dia melakukannya.tak mungkin ini editan, tak mungkin ini setingan,itu benar2 davids, tunanganku, apa yang harus aku perbuat sekarang.



aku menutup laptopku dan beralih ke ponselku, memanggil sebuah nama yang tertera di sna, namun tak kunjung di angkatnya.



saat itu aku sangat marah.aku pergi dari rumah,mencuri kunci mobil di dalam kamar sopir pribadiku.papah dan mamh tidak ada di rumah.aku keluar jalur rumah menggunakan mobil ayahku, bebrapa penjaga rumah mencoba untuk menghadangku namun aku dengan sekencang tenaga menabrak mereka,aku bahkan tak tau bagaimana keadaannya sekarang.


aku mengemudikan mobil dengan sangat cepat,sebenarnya aku tak bisa mengendarai mobil sma sekali, tapi kini aku sangat ingin mati , aku ingin mati, aku kira dia akan berbeda dengan pria lain dan menerima apa adanya aku dengan tulus, tapi nyatanya sama saja, dia sama seperti pria lain.BERENGSEK.



air mataku berlinang menghalangi penglihatnku,ku usap nya dengan kasar.


hingga aku tak sadar jika mobil yang aku tumpangi, berbelok dengan sendirinya dan tepanya dari arah berlawanan, sebuah mobil truk tiba tiba muncul dan menabrak mobil yang ku kendarai.aku tak sadarkan diri, namun ada rasa sakit yang teramat sangat di bagian sisi perutku, suara orang orang berkerumun berdatangan, aku merasakan jika aku di keluarkan dari dalam mobil.dan dari sana lh aku tak ingat lagi akan apa yang terjadi di sekitar.apakah aku akan mati.???





DAVID.



perasaanku tak teratur, aku masih mengurusi pemindahan saham2 itu, ini sangat merepotkan dan membuatku pusing, aku meraih ponselku dan menyalakannya.




perasaanku sangat kacau saat itu., aku mengacak rambutku frustasi.



james datang padaku, dia melihatku dengan postur yang menunjukan jika ia merasa bingung dengan tingkahku.



"apa kau baik baik saja.?" tanya james mencoba menenangkan pikiranku.



"aku baik baik saja.?" jawabku masih dengan kaki yang tak diam karna terus bolak balik tak karuan.



"sebaiknya kau ceritakan masalahmu, aku yakin kau tak baik2 sja.?" tanyanyah lagi.



"kaila?" ujarku menutup mukaku dengan kedua telapak tangan,.?"



"kaila.ada apa dengannya.?" tanyanya seperti ikut cemas.



" dia menelponku sebanyak 23 kali, namun semua tak terjawab olehku, dan juga saat aku menelponnya balik dia tak menjawabku.? perasanku sangat cemas james.?" tuturku panjang lebar.



james yang mendengarkan ku mencoba menenenangkanku, namun sesaat aku akan tenang seseorang menelponku.



"dr.fajar.?" ujarku menatap james, heran, perasaan cemas itu tumbuh kembali,dtak jantungku sangat tak beraturan.kencang sangat jelas.



aku segera mengangkat telponnya..


"ya hallo dr.fajar.?" sapaku dengan nafas aga berat.



"dr.david kau sedang apa sekarang.?" ujarnya dengan nada cemas dan terengah2.



"apa kau baik2 saja.?.?" tanyaku seraya berdiri dari tempatku.



"aku baik2 saja., ini kaila.?"



jleb,...

__ADS_1



saat nama itu ia sebutkan, rasanya aku tak ingin mendengar penjelasannya lagi..



"ada apa dengan kaila.?" tanyaku lagi.



"kaila kecelakaan,ginjalnya tertusuk pecahan kaca pintu mobil., dia perlu donor ginjal segera,persediaan ginjal di rumah sakit habis, kami sudah mencarinya namun tak ada.jika sampai 10 jam dia tak menemukan donor ginjalnya...maka dia akan...?" fajar tidak melanjutkan pembicaraanya.


aku yang mendengarkannya kaget bukan kepalang.



"aku harus ke bandara sekarang.?" ujarku mematikan telponnya dan meraih jas ku yang tergantung dia ats kursiku.



"bandara.?ada apa david,apa kaila baik baik saja.?"tanya james yang membuat kecemasan smakin meningkat.



"kaila kecelakaan., dia butuh donor ginjal segera,tak ada donor ginjal di sana, aku harus segera pulang.?" ujarku tak menghiraukannya dan berlalu meninggalkan ruangan.



"tunggu....davids.kau akan pulang sekarang, bagaimana dengan sahamnya.? kami belum menyesaikan semuanya..?" ujarnya membuatku jengkel.



aku berbalik arah menatapnya " saham,kau bilang saham, apa untungnya aku mempunyai saham itu,sedangkan tunangnku kini sedang sekarat,dari awal aku tak menginginkan saham itu,jadi selesai atau tidak, sah ataupun tidaknya aku menjadi pemilik dari perusahaan itu, itu bukan masalah james.?" ujarku yang tak terasa aku telah melotot ke arahnya dan membentak nya.




james tak berkutik melihat amarah ku.


aku tak menghiraukannya dan segera pergi ke bandara tanpa pulang ke apartemenku dan membereskan pakaianku.



sesampainya di bandara aku memesan tiket untuk indonesia.namun sialnya aku tak melihat informasi bandara lewat ponsel, jika tiket terbang ke indonesia telah habis dari dua jam yang lalu.



aku meremas wajahku dengan kesal, apa yang harus aku lakukan.? jika dia tak mendapat donor ginjalnya dalam waktu kurun 10 jam, maka aku akan kehilangannya untuk seumur hidupku.



tidak, itu tak akan terjadi.aku segera pergi dari bandara dan menuju ke apartemenku, pastin ada cara lain, yang bisa membuatku pulang dengan cepat.



sesampainya aku di apartemenku,2 koper besar bediri di ruang tengah.ada apa ini, ini koper ku.siapa yang meletakkannya di sini.



"kau telah lihat sendiri kan,sebenarnya itu yang ingin aku sampaikan padamu tadi.tiket pulangmu telah habis.?" ujar seseorang dari arah dapur ku.



"james.? ada apa ini.?" tanyaku melihatnya membereskan lemari pakaianku.



"ambil ini, dan berikan pada pilot di bandaraxxx,mereka mengenali kakekku.di sana ada sebuah jet pribadi yang biasa kami tumpangi kapan saja.pergialh sebelum kau akan kehilangan dia untuk selamanya.?" ujarnya memberikan sebuah kart, ntah kartu apa itu, yang jelas kini aku telah menyesali perbuatanku tehadap james yang tlah terjadi pagi tadi..



"james,....terima kasih, kau telah banyak membantuku, dan yang tadi aku harap kau bisa memaafkannya.?" kataku merangkulnya dengan penuh terima kasih.



"sudahlah....sekarang kau pergi,...jangan lupa bawa koper mu.aku telah mempersiapkannya dari sejak kau berangkat ke bandara.?" clotehnya menunjuk ke arah koper2 yang aku yakin jika koper itu berisi baju.



aku segera pergi dari apartemenku,meninggalkan james, dan menuju ke bandara yang di maksud james.



ku serahkan surat yang james berikan untuk pilot itu, dan setelah membacanya, pilot itupun mengangguk dan segera mempersilahkan aku untuk naik pesawat jet milik keluarga harly dengan cepat.



sebelumnya aku menelpon fajar, untuk segera mempersiapkan ruang operasi sebelum aku tiba,untuk membedahku dan juga kaila.



aku bertekat akan mendonorkan ginjalku, apapun alasannya, karna suatu hari aku bisa mendapatkan ginjal pengganti kembali, sedangkan kaila tidak.



kami segera berangkat, menurut informasi dari sang pilot, waktu yang di perlukan untuk pergi ke indonesia sekitar 5 jam, itu artinya aku masih mempunyai 3 jam lagi untuk operasi.















__ADS_1


__ADS_2