
beberapa saat kemudian kaila akhirnya siuman,dia mulai bereaksi menggerakkan jarinya dan sedikit demi sedikit mencoba untuk membuka mata.?
"pah....mah..?" rintih kaila pelan.
"sayang akhirnya kmu sadar juga nak..mamah sama papah sangat khawatir melihat kamu seperti ini.?" ucap bu mika memegang tangan kaila erat.
"maafin kaila mah, pah.?"
"sudahlah..ini bukn kesalahan kamu., tapi kenapa......?
,papah bilang sama kmu dari dulu, jangan pernah membawa mobil sendiri..
papah yakin, kamu pasti punya alasan tertentu membawa mobil tanpa bimbingan orang lain...kenapa sayang.. hmmmm.?" kata pak rommy mengelus lembut rambut kaila.
"aku......aku..?" ucap kaila terpata pata.
ingin rasanya dia menceritakan semuanya, namun jika ia menceritakan seluruhnya, orang tuanya pasti akan marah besar pada anton, dan kaila tak ingin hal itu terjadi.
"aku minta maaf paaah.?" rintihnya pada ayahnya.
"sudahlah, tak apa.lebih baik kamu istirahat sekarang...?" pinta pak rommy seraya menyelimutinya.
"papah akan segera kembali, papah ada urusan penting sebentar..biar mamh kamu yang temenin kamu yah..?" ucap pak rommy dan segera meninggalkan ruangan.
di luar ruangan, pak rommy meraih ponselnya dan mengetik nama yang tadi ia panggil2 namun tak di jawab.
kembali mencoba menelpon, namun tak kunjung di angkat.
pak rommy geram dengan anton."bisa bisa nya dia tak mengangkat telpnku,apa sesibuk itukah dia di sana..sampai tak ada waktu untuk mengangkat telpnku.?"batin pak rommy geram,dengan tangan mengepal ia segera meninggalkan rumah sakit dan pergi menuju gedung perusahaannya.
bebrapa hari kemudian tepatnya 1 minggu setelah kejadian kaila, seorang pria dengan kameja putih ketat datang membawa sebongkah bunga dan buah buahan pada kaila.
dia tersenyum elok pada kedua orang tua calon istrinya dan menciumi tangan keduanya.
"kenpa kamu tak membalas pesanku,dan kenpa kamu tak menelponku balik, padahal kamu tau,aku berratus2 kali mencoba untuk menghubungimu.apa kau tak membutuhkanku lagi hmmm..?" pak rommy marah dengan kedatangan pria itu dan menatapnya dengan sangat tajam.
pria itu hanya diam membeku tak bersuara.
"jawab aku,sedang apa kau pada saat aku mencoba menelponmu..?" ungkap pak rommy mendekati anton.
"pah, aku minta maaf, aku sangat sibuk di sana.hpku jarang aku bawa.?" Jelas anton berbohong, nmun mencoba meyakinkan.
"apa menurutmu saya akan percaya.kau mencoba menyembuhkan orang lain,kau peduli dengan keluarga orang yang dulu mencoba membunuhmu tapi dengan calon mertuamu sendiri kau tak peduli..?" bentak pak rommy menatap tajam.
"pah..saya benar2 sibuk..saya benar2 minta maaf pah, mah aku minta maaf..?" rintih anton bertekuk lutut di hadapan mereka.
"sudahlah pah...papah jangan emosian gitu .udah maafin ajah..lagian anton mungkin memang sibuk.?" pinta bu mika memihaki anton.
"aaaaaaaark.?" balas pak rommy memutar kedua bola matanya.
__ADS_1
"bangun kau., apa kau mau aku ikutan berjongkok bersamamu.?" pinta pak rommy pada anton.
David akhirnya menuruti ucapan pak rommy.
"maafkan aku.?"rintih david menunduk.
"sudahlah..jangan di pikirkan.aku hanya bercanda barusan." ujar pak rommy yang membuat david tersenyum senang.
pak rommy mempersilahkan david untuk melihat keadaan kaila.
saat itu di dalam juga ada jesi yang menemani kaila.
David tersenyum melihat kaila,dia menghampiri kaila.
"selamat siang sayang.., aku minta maaf karna aku terlambat kembali.?" ujar david mencoba mencium kening kaila, namun kaila menolaknya, seperti tak ingin melihat wajah david dia memalingkan muka darinya.
David terkejut melihat perlakuan kaila terhadapnya.dia menatap jesi lekat, memberi kode, ada apakah ini sebenarnya, kenpa kaila tak ingin melihatnya, padahal jelas2 dulu dia ingin sekali david kembali.
jesi hanya menggelengkan kepala dan menaikkan pundaknya, tanda jika ia tak tau apapun tentang masalah mereka.
David mencoba mengusap rambut kaila,jntungnya saat ini sangat berdegup kencang, dia menghela nafas mengelus kaila.
"sayang aku kembali...aku minta maaf krna baru hari ini aku bisa datang..?" ujarnya mengelus lembut rambut kaila.
kaila menepis tangan david tanpa kata, david merasa bingung dengan sifat kaila sekarang.apa kaila marah jika ia tlah mengabaikan panggilan dari ayahnya.
"aku harap kini aku punya waktu berdua dengan jesi.?" pinta kaila masih dengan tidak menatap david yang membuat david dan orang tuanya kini merasa heran.
David dan orang tuanya kaila akhirnya meninggalkan ruangan.
sedangkan di dalam ruangan."sebenarnya ada masalah apa di antara kalian.?" tanya jesi pada kaila yang berbaring lemah.
"apa aku bisa meminjam ponselmu.?" ucap kaila menghiraukan pertanyaan jesi.
"untuk apa.?" tanya jesi balik.
"pokoknya aku ingin meminjamnya sebentar.?"
dan dengan penuh tanda tanya akhirnya jesi memberikan ponselnya pada kaila" untuk apa kau meminjam ponselku.?" tanya jesi melihat2 apa yang akan di lakukan kaila terhada ponselnya.
kaila tak menjawab,namun beberpa saat kemudian "kau lihat ini.?" ujatnya menunjukan sebuah foto yang membuat jesi ternganga lebar.
"oooo my sweetyy, dia...dia..??" ungkap jesi melirik ke arah kaila tak percaya.
"no...no..no....ini pasti ada kesalah fahaman.dr.anton tak mungkin membuat kesalahan seperti ini..?" ucap jesi tak percaya.
"jadi. ..? kau berpihak pada siapa sekarang.?"
tanya kaila menatap.
__ADS_1
"ya aku, percaya padamu, tapi tunggu dulu..kau bilang.... dulu, dr.anton pernah hampir di bunuh karna di fitnah meniduri tunangan sahabtnya,dan hal itu jelas2 tidak benar..?lalu sekarang kau percaya jika ini adalah dia..?" Jelas jesi masih tak percaya.
"yah...aku yakin ini adalah dia..?, email ini datang dari sahabatnya james harly?" ucap kaila masih menegaskan jika ia percaya dengan hal itu.
"bisa jadi jika dulu david memang menidurinya dan menyangkal bahwa ia tak melakukannya.?.?"ucap kaila.
sebenarnya kaila tak percaya akan hal ini, tak mungkin david yang begitu meyakinkannya bisa menghiantinya seperti ini.
dan mungkin ucapan jesi ada benarnya juga, namun syangnya foto itu terlalu jelas untuk di lihat, yang membuat hati kaila selalu sakit setiap melihatnya.
"lebih baik, kamu tanyakan langsung padanya.biar lebih jelas.?" saran jesi pada kaila.
"aku sudah tak mau menemuinya lagi, aku tak ingin melihat wajahnya.?" ucap kaila memalingkan muka.
"apa kau masih mencintainya.,?"
kaila hanya menunduk mendengar pertanyaan jessi.
"aku tidak tau?" jawab kaila dengan mata berlinang.
"jika kau memang masih mencintainya,kau harus bertanya padanya langsung kai.kau harus percaya padanya..?"
"aku tak tau...mungkin aku masih mencintainya, tapi aku membencinya.?" Jelas kaila tertegun,dan tanpa dia sadari, air matanya yang berlinang, jatuh tak terbendung.
jesi memeluk kaila, dan mencoba menenangkannya.
DAVID.
sakit rasanya jiwa dan ragaku melihat kaila yang seperti tak ingin aku temui.
aku duduk berjongkok di depan ruangan kaila, meremas kasar mukaku yang memperlihatkan jika aku benar2 kecewa.
apa ada sesuatu yang terjadi,..?
tak mungkin jika hanya karna aku tak menjawab telpon ayahnya waktu itu.
saat itupun aku tak tau jika pak rommy akan menelponku lebih dari 100 kali, sebab pada saat itu aku koma 2 hari karna pendarahan pada perut dan ponselku ku simpan di dalam kantung koper ku.
"bangkitlah nak...papah yakin ini hanya kesalah fahaman.?aku yakin jika kaila baik2 saja.?" ucap pak rommy mencoba menenangkanku.
aku yakin dengan perasaan seperti ini, wajahku akn memerah seperti cepot pada acara wayang.(cepot ganteng😂😂)
"pah...? ada apa ini, aku benar2 tak tenang..apa kaila marah karna aku tak mengangkat telpon mu.?" kataku lemas.
"marah karna tak mengangkat telpnku...?" ucap pak rommy heran.
"apa kamu memberi tau kaila jika aku menelpon david berulang kali..?" tanya pak romy pada bu mika.
"aku tak memberi taunya.?,.?" jawab bu mika.
__ADS_1
jika kaila tak mengetahui ayahnya menelponku berulang kali dan tak sekalipun ku jawab., trus dia marah karna apa.?