
David pergi, dan kini kami bertiga di sini,aku merasa ada yang anehndengannya, sebelum pergi,juru mata david melirik ke arah april, dan beberapa saat kemudian,april juga pamit pergi pada kami.
aku tak perfikir banyak pada mereka,dan menjalankan seperti biasa sisa acara wisudaku sebiasanya.
DAVID.
aku tak mengerti, kenapa april yang harus menjadi sahabat lama kaila,awalnya sebelum aku pergi meninggalkan tunangnku,juru mataku memberikan kode pada april untuk turut menyusul karna ada sesuatu yang harus ku bicarakan dengannya.
"maaf pak, apa bapak ingin bicara dengan saya?" tanya seseorang dari belakangku.
ku kira dia tak mengerti kode dariku, tapi ternyata dia cukup pintar juga.
"apa kamu memberi tahu sahabat kamu?"
"tidak pak, barusan saya beri mereka tempe."
😆😆😆😆
"saya harap kamu tak memberi tau mereka tentang identitas saya yang asli.?" ucapku masih memunggunginya.
"saya....Saya tak memberi taunya pak."
"saya harap kamu diam sebelum kaila tau dari mulut saya sendiri."ujarku berbalik badan.
"tapi pak...kenpa bapak merahasiakannya dari kaila, bukannya kaila tunangn bapak sendiri?"
"ada suatu rahasia yang tersimpan antara perusahaan yang ku dirikan dan perusahaan ayahnya, jadi..........jangan sampai kamu membocorkan jika saya adalah orang pertama yang mendirikan prusahaan itu." ucapku sedikit aga takut.
april mengangguk mengiyakan perkataanku dan berlalu meninggalkan ku.
aku benar2 kacau menatap danau kecil yang berada di bawah jembatan beton itu, jikalau sampai pak rommy tau perusahaannya dulu hampir bangkrut gara2 kelalayan karyawanku,ini akan jadi masalah bagi hubungan aku dan putrinya.
__ADS_1
Selama ini tak ada yang mengetahui jika pemilik dari prusahaan the textil yang berada di bandung adalah aku, karna aku sendiri telah menyuruh wakilku untuk bisa berpura menjadi CEO asli dari perusahaan itu.
Beberapa hari setelah acara wisuda kaila di langsungkan, aku dan dia telah memesan berbagai kebutuhan pernikahan kami.
aku sangat bahagia, karna sebentar lagi, aku akan memiliki kaila ku dengan sepenuhnya, tapi hal ini mungkin berbeda dengan apa yang di rasakan kaila,selama kami mempersiapkan semuanya, dia selalu tampak murung dan seperti tak bergairah dalam hidup.
"kamu kenapa sayang...dari tadi melamun trus,kamu g suka ya sama gaun yang tadi, kalau g suka, kamu bilang, nanti biar aku suruh butiknya untuk ganti gaunnya? " tanyaku melirik ke arahnya.
kaila tak menjawab pertanyaan ku dengan kata kata, dia hanya menggelengkan kepala dan kembali menatap jendela mobil dengan ekspresi lemas.
"sayang,kmu baik baik saja kan??" tanyaku sedikit menempelkan punggung tanganku pada dahinya.
"aku baik baik saja" ucapnya singkat menepis tanganku.
"kalau ada yang mau di ceritain,cerita aja, aku akan dengerin ."
"David.?"
"aku ingin kita batal nikah.?" jawabnya yang seketika membuatku mengerem mobilku mendadak.
"kamu....kamu....kenpa?"tanyaku syok,apa yang barusan kaila katakan seketika membuat jantungku berdegub tak karuan,aku harap ini semua hanya angan bualan yang takkan pernah terjadi pada kami selama ini, tapi..kaila mengucapkan hal ini saat 1 minggu acara kami akan di adakan.
"vid. ..aku ga mau membuat kmu kecewa.."ucapnya menangis ke arahku.
"aku tak pernah mengecewakan apa yang berada dalam diri kamu, aku g pernah merasa kamu bakal ngecewain aku, kanpa kamu bicara seperti ini hh?" kataku menatap kacau ke arah depan.
"menurut kamu aku ga bakal ngecewain kamu, menurut kamu aku sempurna, tapi menurut aku...kamu lebih pantas memiliki seorang istri yang murni, aku ini hina david, aku telah di sentuh beberapa kali oleh pria yang berbeda,aku ga mau membuat kamu....." ucapnya terhenti karna tangisan yang tak bisa ia kontrol.
"sayang.....sayang dengarkan aku, aku g pernah berfikir sehina itu..jangan mengucapkan hal seperti itu,itu bukan kesalahan kmu.
tolong,kita akan menikah,aku bersumpah, aku akan bersabar sampai kamu benar2 sembuh." kataku lemas mengelus lembut rambutnya.
__ADS_1
"vid,? kmu tau sendiri,semuanya, tangan, tubuhku, semuanya seolah olah melarang dan menolak kamu untuk menyentuhku,apa kamu akan kuat jika selamanya aku seperti ini..?" ucap kaila menaghan tangisannya.
"sayang....sayang dengarkan aku??
aku g akan pernah kecewa sampai kapanpun,traumatis akan sembuh jika kita selalu bersama,jika kita batal menikah, trus kamu mau menikah dengan siapa, jika kamu selalu merasa seperti ini hh?"
"aku akan melindungi kamu,aku tulus mencintai kamu tanpa syarat apapun...
tolong yah,? jangan ucapkan kalimat yang tadi untuk ke dua klinya.?" ujarku juga membendung air mata yang pelan pelan memeluknya.
KAILA.
ini adalah takdirku,tetapi kenapa harus bersamanya.
aku selalu merasa aku tak pantas bersanding dengan david,aku tak bisa menyembunyikan apa yang ku rasa terhadapnya.
aku mencintainya,aku takut kehilangannya, tetapi di sisi lain,aku takut membuatnya kecewa,aku juga tak mau melihat david menderita karna dia memiliki seorang istri yang tak ingin di sentuh oleh suaminya sendiri.
rasa yang tramat gundah itu selalu terbayangkan, hingga hari pernikahan itu tiba, hingga hari pertama kami memulai khidupan yang baru kami bersama, aku selalu termurung seperti ini.
"kita jalani ini pelan pelan yah..?"
"jangan termenung seperti ini,aku merasa kecewa jika kamu seperti ini." kata David berjongkok di hadapanku yang duduk di atas kasur.
"jika kamu seperti ini terus, aku merasa di kacangin..... senyum dong?"clotehnya ternyum lebar ke arahku,menyuruhku tersenyum dengan ekspresi mata merem dan senyum mesemnya yang memang membuatku terkekeh kecil.
aku akhirnya ternyum karna tingkahnya yang aga konyol ini.
dia ternyum manis ke arahku.
"baiklah....kamu udah senyum sekarang..jangan murung lagi y sweety, kalau kamu murung..kamu jadi kaya devil nya tau.?"clotehnya berdiri mencolek tipis hidungku dan mengusap lembut rambutku.
__ADS_1