
semuanya akan di mulai kembali dari awal, awal dimana david menemukan kaila, awal dimana david melihat senyum kaila dan awal dimana seseorang yang dia cintai mencintainya dengan diam.
David melihat kegembiraan kaila di lain arah, dia tersenyum melihat calon istri yang sangat di cintainya kembali tertawa dengan teman temannya.
"bagaimana kabar ricky,.?" tanya david pada pak rommy yang duduk di sebelahnya.
"untuk apa kau menanyakannya.?" tanya pak rommy balik.
"aku hanya merasa bersalah."
"huh, kau merasa bersalah pada pria yang akan merebut istri dari tanganmu..yang benar saja.?"
"apa keluarganya akan menyidang ku,karna bagaimana pun juga tangan yang patah jadi dua itu bukan hal yang tak menyakitkan kan.?"
"lalu sekarang jika kejadian itu tak terjadi,kita tak akan tau sifat aslinya dan kaila tak akan menjadi milikmu lagi.?"
"biarkan saja dia mati,.?"
"kalaupun kau di gugat, aku akan menjadi pengacara pertama yang mendukungmu.?" ujar pak rommy melirik.
"hah.?memangnya kau bisa berdebat, aku tak yakin kau bisa berdebat, sama istri sendiri kalah apa lagi berdebat.?" celoteh david tertawa kecil pada pak rommy yang di balas dengan pukulan kepala oleh camer nya itu.
"heh, kau kira aku ini siapa,walaupun aku jadi pengusaha, dulu aku pernah kuliah di jurusan hukum, dan masalah istriku, kau juga nanti akan merasakannya.?" ucap pak rommy nyinyir.
David hanya tertawa kecil mendengar celotehan nya.
dan di lain arah kaila dan teman2nya bersuka ria melempar toga yang di pakainya merayakan kesuksesannya dalam bidang pembisnisan.
"hai kaila jesi, selamat yaaah.?" ucap salah seorang wanita sepantarnya.
"eeeeeh april, kapan kamu pulang, bukankah kemarin kamu di bandung yah.?" tanya jesi pada april.
april adalah teman dekat kaila dan jesi saat duduk di bangju SMA, mereka berpisah saat akan mengambil kampus, karna april ingin bersama dengan orang tuanya, terpaksa dia ikut ayah ibunya ke bandung karna perpindahan tugas ayahnya.
"Eh kaila, dengar dengar kamu sudah tunangan.?kenalin doong.?" ucap april merangkul jesi dan kaila.
"yooooi.eh kamu tau g, calon nya kaila itu dokter udah jadi profesor lagi,uuuish ganteng beneer.?"ucap jesi dengan dua jempolnya yang di balas kaila dengan cubitan pipi gemas.
"waw, coba mana aku pengen liat, dia kesini g, kesini doooong,masa calon sendiri ga dateng.?" tanya april mencengkeram pundak kaila.
"tuh, itutuh, yang lagi berdiri pake kemeja sama rompi jas ketat,pegang jas..?" celoteh jesi mendahului.
"mana...yang mana.yang itu..?" tanya april menunjuk pada seorang pria gendut berompi ketat.
"kata kamu ganteng, mana,bodynya ajah, kaya bola basket gitu.?" gurau april yang di sambut dengan tertawa jesi di susul dengan tawa kecil kaila.
"bukan yang itu kalleeee, no yang ono noh,yang lagi pada ngerumpi,bapa bapa semua,.yang paling putih.?" tunjuk jesi pada sekumpulan bapak bapak, yang mungkin mereka adalah teman2 david yang menjadi dosen di sana.
april memandang apa yang di tunjuk jesi dengan sangat jelas.
"direktur an an.?" gugam april.
"apa, direktur.?.....bukan direktur, dia ntuuuh dokter davidsn, calonnya si kaila.gantengkan.?" ucap jesi merangkul kedua sahabatnya.
april hany tersenyum mengangguk, apa dia salah liat,tadi yang di tunjuk jesi, benar benar direktur an an, direktur, sekaligus CEO dari perusahaan tekstil terbesar di bandung tempat ia bekerja.
"aaaaaarkh udaaaah jangan di liatin,dia emang ganteng, nanti kalau di liatin terus,ada yang cemburu looh.?celoteh jesi mnatap kaila dengan sudut matanya.
kaila menyeringkai mendengar ucapan sahabatnya itu.
"sudah ah, lebih baik..kita berfoto, jarang jarang kan ada kesempatan ke gini.?" ucap jesi mengeluarkan kameranya.
__ADS_1
"tapi susah yah pake kamera gini, pake hp kmu aja deh kei, nanti kamu kirimin lewat we chat.?" ucap jesi pada kaila.
kaila pun mengeluarkan ponselnya dan berfoto dengan tawa imutnya.
"apakah saya bisa ikut berfoto,.?" tanya seseorang dari lawan arah mereka.
april sekaligus kaget mendengar suara itu dan meliriknya.
"itu memang direktur an an, tapi kenapa dia bisa ada di sini, bukannya kemarin dia ada di bandung.?" batin april menatap david.
"oooouh dr.david, sini sini.?" ucap jesi mnarik tangan david dan menyuruhnya berdekatan dengan kaila.
David tersenyum ke arah kaila, dan merangkul pinggang kaila untuk berfoto.
satu demi satu jepretan telah di ambil,wajah david yang putih sangat sensitif, dan berkeringat saat di terpa sinar matahari.
"kamu cape yah.,.?" tanya kaila melihat David.
"tidak aku hanya tak terlalu suka dengan hawa panas.?" ucap david menyusut keringat dengan tangan.
kaila yang melihat David berkeringat yang di susut dengan lengan kameja nya sangat kwatir " Eh. .eh, jangan di susut pake kemeja, nanti muka kamu malah kotor..?" ucap kaila meraih tangan david.
"ini..nih pake ini,biar g kotor.,"ucap kaila memberi tisue wajah pada david.
David yang melihat kaila memberikan tisue hanya diam menatap ke lain arah.
"kamu kenapa, ini, susut sama tisue biar g kotor.?" ucap kaila menyodorkan kembali tisuenya.
"masa g peka si sama suami sendiri.?" ujar david melirik kaila dengan juru matanya.
"ya..nanti juga kita pasti nikah, trus aku bakal jadi suami kamu kan.?"
"ih..kamu malah ngomong yang lain2..ini cepetan lap, biar muka kamu g kotor.?"
"masa g peka sih.?"
"ya trus kamu maunya gimana...?"tanya kaila.
"elapin dong ,.?" celoteh david manja menyodorkan wajahnya pada kaila.
kaila hanya tertawa kecil mendengarnya dan segera menyusut wajah david.
"dasar...manja.?" ucap kaila menyusur kasar wajah david.
"harusnya yang manja itu aku, bukan kamu.aneh?"
"kamu mau di manja..sini atuh aku peluk.?" celoteh david tersenyum merentangkan kedua tangannya.
"iiish...ngga yah..ga mau.?"
kaila memalingkan wajahnya dari david.
"katanya mau di manjaaaa,ko di peluk g mau.?" ujar david bersandar pada bahu kaila dari belakang.
kaila yang sadar jika wajahnnya sangat berdekatan dengan wajah david mencoba bergeser, namun setiap kaila bergeser kepala david tak juga lepas dari bahunya.
"ih lepasin g.?" ucap kaila mendorong muka david.
David hnya menyeringkai hehe, dan mengambil tisue dari dalam tas kaila.
__ADS_1
"yang..kalau misalnya nanti muka aku ga tampan lagi, kamu masih mau g nikah sama aku.?" celoteh david mengusap wajahnya dengan tisue.
"lebih baik kamu jelek, dari pada kaya gini..?"
"Eh brarti tipe kamu itu bukan aku dong,aku kan ganteng, kenpa kamu trima lamaran aku Kalau ke gitu.?" ucap david bengong.
"karna kasian.?" sambung david.
"kamu mau tau karna apa aku mau nikah sama kamu.?"
"karna apa..?"
"karna kamu emang jelek.?" balas kaila menyeringkai meninggalkan david.
"e.eeeh mau kemana?" (mengejar)
"emng nya kamu g lapar apa?aku mau ke kantin." ucap kaila sembari berbalik menatap david.
David hanya mengangkat kedua bahunya, acuh.
"kamu cape yah?" tanya kaila sembari mengeluarkan tisue dari dalam tasnya.
"engga,biasa ajah"
"trus kenpa trus trusan kringatan gini?" balas kaila mengusap wajah david yang berkeringat.
David terdiam saat kaila kembali mengusap wajahnya dengan tisue, walau ini tak bersentuhan kulit, tapi rasanya sangat lembut.
"kenapa senyum2?"tanya kaila yang seketika membuat david terkejut dan memalingkan mukanya karna malu.
"engga, siapa yang senyum senyum?" timpal david.
kaila tersenyum ke arah david dan membenarkan kancing rompi dan dasi david yang mulai berantakan.
"emng nya kamu g gerah apa pake kaya ginian?" tanya kaila sembari merapihkan baju yang di kenakan david.
"sini, jasnya aku yang bawa." ucap kaila meraih jas hitam yang dari tadi di bawa david.
"kamu mau makan apa?"
"mmmmm...?"
"mau makan yang bisa di makan mungkin?" jawab david so berfikir.
kaila hanya terkekeh kecil mendengar david, David pun tersenyum melihat kaila tertawa Karna nya.
karna david tak bisa menggenggam tangan kaila,dia merangkul kaila seperti seorang teman, lalu pergi ke kantin untuk sarapan.
__ADS_1