The Sweet Husband

The Sweet Husband
37


__ADS_3

DAVID.


apakah kalian tau, hasrat seorang lelaki takkan pernah bertahan lama bila di diamkan.begitu juga denganku, saat hari hariku jalani dengan istriku sekarang, berkali kali aku harus menahan nafsuku pada dia karna traumatisnya, aku berusaha untuk bisa memperbaiki ini,namun masih blum ada reaksi apapun dari kayla,dia sangat cantik dan sexy, dan karna itulah aku sangat brusaha untuk menahan nafsuku sekarang.


kadang aku selalu menunduk dan tak menatapnya bila bersama dia,aku takut tak bisa menahannya jika terus memandanginya.


Hingga pada suatu saat,aku pulang dari rumah sakit pada pukul 09.00 malam.


badanku aga sedikit panas saat itu,kepalaku sedikit sakit.


"sayaaang.. aku pulang" seruku memanggil kaila, istriku, dan melepaskan sepatu yang ku pakai.


"kamu sudah pulang,?" ucapnya menghampiriku mencium tanganku, mengambil tas kerjaku dan melepaskan jas dan dasi yang ku kenakan.


"kamu udah makan,?"tanyanya padaku.


aku menggelengkan kepala,menelan ludah, melihat istriku yang mengenakan kameja tanpa memakai bawahan sedikitpun,dia yang berpakaian seperti itu sangat aku sukai, membuat anak tempurku berdiri mematung.


dia berjalan ke dalam kamar menyimpan jasku,aku melihatnya dari belakang, dia begitu menggoda, dia terlihat seksi dengan kameja itu, aku menggenggam kepalaku, kenapa ini sangat sakit rasanya melihat dia seperti itu, ingin rasanya aku memeluknya dari belakang dan mencupang lehernya dengan erat sampai memerah.


"kamu mau makan apa?" tanyanya lagi menghampiri meja dapur dan melirik ku.


"apa saja,"ucapku dengan polos.

__ADS_1


aku berjalan ke dalam kamar, rasa sakit di perutku terasa sangat ektrim, kepalaku sangat sakit,aku mempunyai pikiran jika aku akan mati tanpa merasakan dulu surga duniaku sekarang,perlahan penglihatanku mulai memudar, dan akhirnya aku terjatuh tersungkur ke lantai tak sadarkan diri.


KAILA.


aku berfikir jika david kini mulai berubah,dia sedikit berdiam, dan bawelnya hilang seketika saat pernikahan kami menginjak bulan ke 2.


aku bingung dia ingin makan apa,dan karna itu aku menghampirinya yang berada di dalam kamar.


aku tertegun terkejut, melihat sumiku terkujur di lantai,aku panik, mataku berlinang membangunkannya, memanggil manggil namanya,namun dia tak mengucapkan satu katapun...,badannya sangat panas,sangaaat panas.


apa selama ini dia berdiam diri, karna dia memiliki penyakit yang dia pendam.


aku memeluk nya,dia sangat panas, tapi entah kenpa sekarang aku tak merasakan jika kulit ini sangat panas,aku menangis mengambil telepon genggamku dan memanggil dokter fajar temannya, untuk memeriksanya.


"David,David tolong,bangunlah sayang, bangun..?" ucapku menepuk nepuk pelipisnya dengan air mata bercucuran.


aku mengambil air es, dan mengopres untuk menurunkan panasnya,aku membuka kancing baju yang ia kenakan satu persatu untuk ku lap, saat kancing baju yang ke 6 ku buka, ada sesuatu yang ganjil kulihat seperti bekas jahitan di sisi perutnya.


aku menyentuh jahitan itu, ini memang jahitan, jahitan operasi,aku menangis jika bagian itu adalah bagian ginjal.


ginjal


apa selama ini yang mendonorkan ginjalnya padaku adalah sumiku sendiri, aku menahan tangisan dengan tanganku,kenapa aku dulu harus menyalah fahaminya karna david baru datang 4 hari setelah aku kecelakaan, ternyata ini alasannya, dia menghindariku dulu karna tak ingin aku mengetahuinya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,seseorang mengetuk pintu depan, aku segera mengambil celanaku dan memakainya, karna memang tadi aku hanya memakai kameja ku saja.


ternyata dr.rahmat, aku mempersilahkannya masuk ke dalam kamar.


dia segera memeriksa david.


"sepertinya kau telah mengetahuinya.?" ucap dr. fajar melirik ku.


"ada apa dengannya.?"


"aku sangat ingin bertanya padamu dok? apa sebenarnya david yang menyelamatkan ku saat itu?" ucapku menatap ddr.fajar dengan datar.


"karna kau telah mengetahuinya sendiri, aku akan bilang"


".iyah." kata dokter fajar yang membuatku kembali menahan tangisanku.


"saat kau kecelakaan, aku menghubunginya,dia langsung pulang pada saat itu juga, dan menyerahkan ginjalnya padamu."


"dan untuk penyakitnya, sepertinya dia harus di bawa ke rumah sakit, untuk penjahit ulang di bagian perutnya, dia kembali terkena infeksi."


aku tak tau jika selama ini, dia selalu meringgis saat aku mencubit perut nya gemas, aku kira itu karna geli, tapi ternyata itu membuat jahitan nya terbuka perlahan.


akhirnya kami pergi ke rumah sakit untuk menjalani operasi kecil david,menjahit dan membersihkan kembali sisi perutnya yang trinfeksi.

__ADS_1


aku termenung melihatnya di atas kasur rumah sakit setelah operasi itu, dia berbaring tak sadarkan diri dengan cairan influs yang mengantung di sisinya.


Saat itu aku tak memberi tau orang tuaku, karna jika aku memberi tau mereka, papah mungkin akan menyalahkanku tak becus mengurus suami sendri hingga seperti ini.


__ADS_2