The Sweet Husband

The Sweet Husband
19


__ADS_3

KAILA



drrrrrt drrrrrt drrrrrt.ponselku berbunyi membangunkan ku dari lelap nya tidur, aku meraba2 tempat tidurku, mencari keberadaan ponsel itu dan segera mengangkatnya tanpa melihat nama yang tertera di ponsel.


"aooooom,....ya hallo.?"kataku seraya duduk dengan nada menguap.



"sayaaaang,baru bangun yaaaaah..bangun sayaaang, aku yakin di sana sudah pagi.?" ucapnya dari sana, dengan nada yang sangat lembut.



aku melek, dan melihat layar ponsel.


tersenyum,..my pearc.



"mmmmm,?" ujarku menggisik mataku gatal.



"bangun,...sekarang udah baikan blum flu nya.?"



"mmmm....udaaaaah, aga mendingan sekarang.?"



"Syukurlah. .sekarang cepat mandi, makan, jangan lupa minum obat..?"



aku hanya tersenyum mendengar suaranya yang begitu lembut itu "Baiklah.?" ujarku aga malas.



"tunggu dulu, aku ingin melihat wajahmu, kita video cool, bisa kn.?" ungkapnya dari sana.



panggilan Suara pun di matikan olehnya, dan beberapa saat kemudian dring panggilan video muncul di balik layar.



"halloooo.sayaaaang....morniiing.?"sapa nya melambaikan tangan..



aku menutupi kamera ponsel depanku dengan tangan, sadar jika tak seharusnya aku melakukan panggilan video saat ini, sebab aku blum mandi, rambutku acak acakkn tak karuan, mataku masih belekan,dan mungkin aku ileran.



"sayang...hey, kenapa di tutup.aku pengen liat wajah kamu."ujarnya



"aku belum mandi vid, malu aaaah.?" ungkapku memalingkan layar hp ke arah depan.



"aku pernah melihat kamu baru bangun tidur sebelumnya,di rumahku.kau keliatan sangat cantik,..jadi aku ingin melihatnya lagi sekarang." ucapnya merayuku.


awalnya aku g mau menunjukkan wajahku padanya, tapi karna dia trus membujukku, akhirnya aku mempelihat kan wajahku padanya.


__ADS_1


"aaaaaah..sangat cantik,dan manis.?" ujarnya memuji,terlihat jika dia masih berbaring di tempat tidurnya.?



"ini masih pagi vid, jangan menggombal,aku sangat muak jika di gombalin pada jam seperti ini,.?" kataku sambil mengusap usap ujung mata denga ibu jari, dan telunjuku.



"aku tak merasa sedang menggombal sayang.., lagi pula aku tak pernah menggombal, aku tak pernah mengenal wanita sebelumnya, jadi aku tak tau bagaimana itu gombal.?"



"apa kau sudah sarapan vid.?" tanya ku padanya seraya beranjak dari tempat tidur.



"blum" blsnya



"kenapa?"



"aaaaarkkk di sini sangat membosankan.aku tak ingin makan.?"



"kau harus makan, jika kau sakit di sana, apa yang bi saku lakukan di sini,.?"



"mmmm, aku ingin kamu menyuapiku.?" clotehnya dengan nada manja.



"viiiiiid,ayolah.?" blsku lagi.




"Baiklah....?" kataku mengangguk.


"vid, jika kau tak berhasil, apa kau akan baik baik saja.?" tanyaku cemas jika pasien david tak selamat, itu akan mempengaruhi keselamatan david.



"dia baik baik saja.aku jamin, aku akan baik baik saja di sini,?" ujarnya mantap.



"Baiklah..ini sudah selesai, aku harus pergi, nanti ku hubungi lagi sayang...?" ungkapnya yang hanya ku balas dengan anggukan semata.



"jangan lupa makan obatnya, jangan membuatku sangat cemas.?" sambungnya lagi sebelum akhirnya dia menutup telponnya.






DAVID.


__ADS_1


ku tutup telponnya, tersenyum puas karna tlah mendengar suara dan melihat wajahnya di pagi hari.



aku segera pergi ke rs dan memastikan jika tuan harly baik baik saja.



Sesampai aku di lokasi,pak reison adalah anak dari tuan harly dan ayah dari james, dia berada di sna dengan istrinya untuk menemani tuan harly.



"morning davids.?" sapanya tersenyum.



"morning .?" balsku juga tersenyum



"bagaimana keadaannya,apa dia punya reaksi yang baik.?" tanyaku memeriksa detak jantung dan kedua mata tuan harly.



tuan rei menggelengkan kepalanya menandatakan jika ia tidak tau.



"apa kau yakin,dia akan baik baik saja vid.?" ujarnya lagi melihat ke arah tuan harly dan menatapku.



"dia akan baik baik saja, kita tunggu besok, jika dia tak mempunyai respon..?" ungkapku menunduk.



"aku berjanji, jika kau berhasil, aku akn memberikan 2 sham untukmu di sini, satu apartemen dan sebuah mobil.?"




aku hanya tersenyum mendengar ucapannya.


"aku tak butuh itu, terimakasih,dulu james dan kau telah banyak memperdulikanku.sekarang waktunya aku membalasnya.?" balsku tersenyum ke arahnya.



"no.? no.no.? ini adalah keinginan ayah,dia berkata, jika ia sembuh, ia akan memberikan itu pada orang yang telah menyembuhkannya.?"




"maaf tuan rei,jika dia sembuh kembali, bukan aku yang menyembuhkannya, melainkan yang di atas sana, dan jika dia tak sembuh, bukan berarti aku yang membunuhnya, melainkan yang di atas sana telah mengambilnya kembali.?" tuturku panjang lebar.



tuan rey mengangguk2 mendengar penjelasanku." yah., kau benar, tapi ini adalah hadiah untuk seseorang yang telah memohon kepada yang di atas agar bisa menyembuhkannya.?"



"terimakasih, tapi dengan melupakan memaafkan hal yang lalu,dan mempercayai jika aku tak melakukannya.itu lebih dari cukup lebih sekedar cukup, dari di belikan fasilitas yang tuan ajukan untuk saya." desakku, agar dia dan keluarganya mau mempercayai bahwa kejadian 7 tahun silam itu adalah kesalah fahaman.




__ADS_1



__ADS_2