
KAILA.
ku lihat dia pergi meninggalkanku, aku menghela nafas kasar melihatnya semakin menjauh, terisak pelan suara di hidungku.
nafasku berat tak tertahan.
aku ingin menangis di pelukannya
namun tak sampai.
papah mencengkeram pundakku, memintaku agar tetap bersabar.
aku hanya bisa mengangguk pelan dan berlalu meninggalkan bandara.ada rasa takut yang menyelimuti hati dan pikiranku.
takut jika david akan berhianat dan pergi, ataupun takut jika james temannya akan memiliki niat jahat kepada david, sebab aku pernah menguping pembicaraan papah dan david, tentang david pernah hampir di bunuh oleh james karna di tuduh meniduri tunangannya.
beberapa hari berlalu, aku merasa tak enak badan, karna trus memikirkan tunangnku yang berada di negri sebrang.
dia bilang jika dia tlah sampai, dia akan segera menelponku.
aku terus membuka,tutup ,handphone dan laptopku, siapa tau ada sesuatu yang ia kirim lewat what up ataupun email.tapi nyatanya sampai hari ke 4 setelah kepergiannya, tak ada satupun panggilan ataupun email yang masuk dari sana.
hari ke 5
aku tak masuk kuliah, badanku panas, karna kurang tidur, aku menggigil merasakan panas dingin di sekujur tubuhku.
mamah telah membawa aku ke dokter, dan dokter bilang, jika aku harus banyak beristirahat.
__ADS_1
ntah kenpa baru kali ini aku memikirkan seseorang hingga sampai sakit sperti ini.
obat obat tlah aku minum, namun sampai hari ke 6 pun badanku masih saja menggigil.
tak ada yang harus mamh dan papah lakukan.
mereka tak mengetahui,jika alasan aku sakit bukan karna kecapean, namun karna terlalu memikirkan david hingga tak bisa tidur.
aku berusaha menelpon david dari nomor sebelumnya, tapi nyatanya itu adalah nomor indonesia, dan tak bisa aku hubungi saat berada di jerman,negara yang tramat jauh.
ku coba mengirim pesan lewat email, namun tak ada jawaban sedikitpun darinya.
sampai pada malam ke 8 setelah kepergiannya.
saat jam menunjukan pukul 00:30 dini hari,aku tak bisa bernafas dengan lega, dadaku sangat sesak, tak bisa aku berteriak memanggil orang orang yang berada di rumah, aku membuka jendela kamar,barulah sensasi sejuk terhirup olehku dan aku merasa lebih baik.
aku menatap luar kolam renang dari atas kamarku,menunduk dan melirik foto seorang lalaki yang tengah ku rangkul di atas meja ku.
aku meraih fto itu, menghela nafas kasar.sampai tak sadar jika aku telah menagisi pria yang ada di fto.
"Siapa yang menelpon di jam dini hari seperti ini.? "pikirku santai tak berpikiran jika telpon itu bisa jadi dari tunanganku.
ku raih ponselku, tertera nomor yang tak di kenal menelpon.
aku segera mengangkatnya, dan berharap jika dia yang menelpon, bukanlah seseorang yang akan menjailiku.
"ya hallo, siapa ini.?" sapaku pada seseorang yang berada di sana.
"sayang..?"ujarnya yang membuatku terkejut tak bisa berkata.ntah harus aku senang, sedih, kecewa, marah, ntahlah panggilan itu, adalah panggilan yang selalu aku rindukan darinya.
__ADS_1
"sayang aku minta maaf, aku baru bisa menghubungimu sekarang..?" ucapnya dari sana.
aku membungkam mulut dengan tangan kananku, memastikan jika tangisan keharuanku tak terdengar olehnya.
"sayang, apa kau baik2 saja...? ini aku david, davidsn.?" katanya dari sebrang sana.
aku berusaha menghapus air mataku, dan berbicara seolah olah tak terjadi apa2 padaku selama ini.
"David,..?" ungkapku.
hanya sepatah kata yang ku sebutkan memnggil namanya.dan walau hanya sepatah kata, david mengetahui apa yang terjadi padaku, karna aku belum pulih 100% dari sakitku, suara serak berat basah ku yang tak biasa terdengar olehnya, terdengar dengan jelas.
"kau, kau sakit...?sayang kamu,...? apa kau baik baik saja., apa kau sakit,..?" tanya nya bertele2 kwatir.
aku mengusap cairan yang keluar dari hidungku, dan menarik nafasku dalam dalam.
"aku baik baik saja....bagai mana di sana.? apa kau baik baik saja.?" tanyaku masih dengan suara yang begitu serak.
"aku tak suka pembohong..?aku yakin kau sedang tak sehat...?
sayang...? sayang aku minta maaf, aku baru bisa memberi kabarku saat ini..? sebab kemarin aku langsung pergi ke rumah sakit, untuk segera mengoprasi tuan harly.aku minta maaf sayang..aku minta maaf..?" ujarnya serak,terdengar jika dia menangis tertahan, mungkin dia khawatir aku akan menganggap yang bukan bukan tentangnya saat dia mengingkari janjinya.
__ADS_1