The Sweet Husband

The Sweet Husband
12


__ADS_3

aku bangkit dari tidurku, berjalan ke arah kamar tidur yang biasa ku tempati, ku lihat kaila tertidur dengan pulas nya.


aku tak buru2 membangunkannya, toh ini baru jam 5 pikirku.


aku mandi pagi, setelah itu menggunakan sweter olahraga, karna rencanaku hari ini akan membawa kaila lari pagi di sekitar komplek dekat rumah.



selesai memakai pakaianku aku membangunkan kaila.


ku usap rambutnya dengan lembut.


"kaila, bangun sayang, kau mau ikut..aku akan lari,pagi ini.?" ucapku mencium keningnya.



kaila melek dengan sedikit demi sedikit


menguap,dan mungkin ntah sadar ataupun tidak dia menyenderkan kepalanya di bahuku, aku tersenyum tersipu.ku elus rambutnya dengan lembut.


"cepatlah mandi, kita akan pergi untuk lari pagi," usilku gemas mencium rambutnya.



"mmmmm" celoteh nya manja memelukku, meletakkan tangan kanannya di dadaku.



aku sangat senang jika kaila telah menerima kehadiranku sekarang.



kaila termenung beberapa saat, dan yang membuatku tersenyum lebar, adalah dia tak menyadari jika dari saat dia bangun kaila memelukku dengan sebelah tangannya.



"DAVIiid apa yang kau lakukan di kamarku.? dan kenapa aku memelukmu.?" ujarnya tak sadar.



"yah..seharusnya aku yang bertanya? kenapa kau memelukku..?dan ini adalah kamarku bukan kamarku?"jawabku lugu.





KAILA



aku terkejut saat aku membuka mataku, aku berada dalam dekapan david.


aku memarahinya mengapa dia berada di kamarku pagi, sekali.



"yaaaah..harusnya aku yang bertanya? kenapa kau memlukku..? dan ini adalah kamarku.?" Jawabnya sangat polos.



aku melihat sekelilingku terdapat rak2 buku yang sangat tinggi, di kamarku tak ada perpustakaan seperti ini.ini memang bukan kamarku. aku memegang kepalaku.berpikir kejadian yang lalu, kenapa aku bisa ada di sini. dan akhirnya aku ingat jika aku kehujanan san menginap di rumah david.



"kau tak meniduri ku kan.?" tanyaku membentak nya.



"meniduri mu,jika aku meniduri mu, apa yang akan di ucapkan orang tuamu jika kau kenpa2 sebelum menikah.." Jawabnya enteng.

__ADS_1



"lalu, malam tadi, kau tidur dimna? bukannya semua kamar di isi oleh pelayan rumahmu.??"



"aku tidur di sofa.?"



"kau tidur di sofa. ?" tanyaku sedikit menunduk, malu, gara2 aku david jadi kedinginan tidur di atas sofa.



," jangan terlalu banyak bicara, kau cepat mandi, mau ikut tidak, kalau tidak, kau akan ku tinggal.?" celoteh nya merangkul ku dan menggendongku dari tempat tidur.



"David,apa yang kau lakukan? cepat turunkan aku...?".teriakku meronta, dan memukul dadanya dengan kedua tanganku.



"cepatlah mandi, aku akan menyuruh bi susi buat nyiapin sarapan.atau aku yang masak,?" ujarnya mendekatkan wajahnya padaku.



"baiklah2...aku akan mandi, dan kau, cepat kau pergi dari sini..atau kau mau liat aku mandi heh.?"



"kau..? bagaimana kalau aku ingin melihatmu mandi..?" ujarnya membuatku melotot ke arahnya dan memukulnya dengan handuk barunya.



"dasar kau pria mesum..?"kataku sambil menutup pintu kamar mandi dengan kencang.



"hey, pintu kamar mandi ini mahal,..apa kau berani menggantinya jika ini rusak..?" celoteh nya kembali.




aku tak menjawab sedikitpun kata katanya.



aku segera mandi membersihkan semua badanku.


aaaaarkh serasa aku sudah gila sekarang.


kenapa juga aku harus menginap di tempat seperti ini,batinku kesal.



setelah mandi dan memakai handuk, aku bingung,aku akan pakai baju yang mana,?


bajuku yang kemarin basah.mana mungkin aku memakai kameja pria itu lagi.



"daviiiiiiiid?" seru ku memanggil david dari atas.?"



David yang melihatku ke atas, tersenyum, mungkin dia tau apa maksudku memanggilnya.



"baju nya ada di sisi tempat tidur,sweter olahraga, yang sama dengan yang ku pakai ini..?" ujarnya.lalu kembali makan.

__ADS_1


aku kembali ke kamarnya, meraih baju yang di maksud david dan memakainya.



setelah aku memakainya akupun turun ke bawah.



ntah terpana atau bingung, david menatapku tak berkedip.


"heeeeeeeeey, kalau kau tak suka bicaralah.jangan bengong begituh.?" kataku yang membuat dia seketika memalingkan mukanya dariku.



"maaaf, kau sangat cantik." ujarnya membuatku tersipu malu.



"mmmmm...oh ya, ada yang kurang.?" sahutnya lagi.



"ada yang kurang apa?"



" bentar.?" ujarnya seraya berlari ke kamarnya.



"aku membelikan mu ini kemarin, aku harap kau menyukainya.?"ungkapnya seraya membenarkan rambutku.


"berputar, aku ingin mencoba, bagai mana rasanya mengikat rambut seseorang?"



aku memutar balik badanku, membiarkan dia mengikat rambutku.


dia mengikat rambutku ke atas.


"naaaaah kau terlihat sangat sporty jika begini.? " tuturnya mencium bibirku sekilas.



"kau?" ujarku marah.


semenjak aku tak memberontak saat di ciumnya.david mulai berani menciumku tanpa memberi kode terlebih dulu sekarang 0.



David hanya tersenyum mendengar ocehan ku. "makan dulu.?"ajaknya mendorong pundakku menyuruh duduk di ruang makan.


selesai makan,david memberikan sebuah dus berwarna coklat padaku.


"ini sepatu olahraga untukmu, ukurannya 40 kan..?" ujarnya kembali.



aku termenung melihat perlakuan david .selama ini dia selalu memberikan perhatian yang jarang ku dapatkan walau itu dari orang tuaku.



David membuka kotak itu dan mengambil sepatu di dalamnya lalu memakaikanya padaku.



"pas kan..?" ujarnya lagi.


"Baiklah.. ayo tuan putri.?" goda nya menarik tanganku berlari..


__ADS_1




__ADS_2