
mereka akhirnya makan bersama dengan tenang.
selepas itu, david dan kaila berpamitan pulang, dan berjanji akan kembali lagi minggu depan untuk mengajak andi jalan jalan.
"abang janji yah, minggu depan bakal ke sini lagi.?"
"iyah, abang janji."balas david mengacak rambut bocah itu.
"kami pulang dulu, mah, pah"
"davidsn, tunggu dulu, aku ingin bicara denganmu...
"ya pah, ada apa"
David menghampiri pak rommy, dan bertanya untuk apa dia memanggilnya, dan ternyata pak rommy menyuruhnya untuk tidak pergi ke rumah sakit, tetapi pergi ke kantor wijaya baja.
"pah, sudah ku bilang,aku tak ingin mengurus perusahaan "
"kau tak ingin mengurus perusahaan, lalu yang mengurus perusahaan the textil siapa hah,hantu?"
"aku memang pendirinya, tapi bukan berarti aku selalu mengurusnya, bahkan sudah beberapa bulan, the textil sudah aku serahkan pada Edward."
"dan edward bukanlah hantu, dia adalah wakilku."
"hh, david dengarkan aku,kau tau soal penyakitku kan?hanya kau seorang yang tau akan penyakitku, jadi tollong,aku minta tolong padamu,jika aku terus mengelola perusahaan itu,jantungku akan terus berdegup kencang, aku tak bisa lagi menghadapi si holland sialan itu..yah."
mungkin karna kasihan akan keadaan mertuanya itu, akhirnya david menyetujui pelantikannya yang akan di adakan besok senin.
"baiklah,besok aku akan pergi,sekarang aku pulang dulu."
"yah, terima kasih," (menepuk pundak bangga)
"aku pulang."
di dalam perjalanan david terus memikirkan semua hal yang di ucapkan mertuanya barusan, akankah dia benar benar bakal menyetujuinya?
"vid,kamu jangan melamun trus doooong"
David tak merepotkan kata kata istrinya, dia trus menyetir, tanpa memperdulikan seorang yang berkata sedari tadi.
"David,stooop please."kaila memukul pundak suaminya yang membuat david tersadar akan lamunannya.
"apa sayang..?"
"apa"
__ADS_1
"kamu bilang apa"
"kamu ga ngedengerin satupun pertanyaan aku barusan?"
"pertanyaan?" tanya David bingung menatap kaila sekilas.
"sudahlah, aku tak ingin bicara lagi."
"yaah ko maraah" ucap david meraih tangan istrinya, dan berusaha membujuknya, namun kaila tak merespon kata katanya dan terus menatap ke luar jendela.
"yang,jangan marah dong, aku dengerin,aku akan dengerin kamu sekarang, ada apa hmm??"
David terus membujuk kaila agar menghadapnya,namun sama sekali tak ada jawaban dari lawannya yang trus memalingkan muka darinya.
"baiklah, aku jelaskan sama kamu..aku banyak pikiran, papah memintaku agar mulai besok aku mengelola perusahaannya, dan aku ga mau."David mencoba menjelaskan semuanya, namun kaila tetap saja diam membungkam tak ada jawaban.
akhirnya david memilih untuk menghentikan mobilnya di pinggir jalan, kaila berbalik menatapnya, dan belum dia bertanya, david sudah menyerang bibirnya.
"mmmh...
kaila meronta ronta memukul david, tetapi david malah menekan kepala kaila padanya.
"stop" ujar kaila melepaskan ciuman david dan segera menyusut bibirnya.
"apa kau sudah tak mencintai aku lagi,? kenapa kau menyusut bibirmu?"David menatap datar luar dan menyandarkan badannya lemas.
"kau istriku,apa salah jika aku menciummu untuk membuat kamu bicara?"
"tapi bukan seperti ini caranya!" balas kaila marah, dengan mata yang sedikit berlinang, sebenarnya dia takut jika david akan marah padanya, tak seharusnya dia meronta, dan tak seharusnya dia menyusut bibirnya saat david mencoba mencium, agar bisa membuatnya bicara.
"kita pulang sekarang," ucap david, segera ia memutar mobil dan melajukan mobilnya kembali.
Sepulang ke rumah, mereka membungkam tak saling bicara, kaila bergegas pergi meninggalkan david ke dalam kamar.
DAVID
kami tak saling bicara satu sama lain, aku terus memandangnya berjalan menuju kamar, apa dia marah,seharusnya aku yang marah padanya karna dia menyusut ciumanku.
selangkah demi selangkah aku menghampirinya yang berada di dalam kamar.
aku mengendap seperti seorang maling, yang akan merampok rumahnya sendiri,dan mendapatinya tertidur membelakangi pintu tanpa mengganti pakaiannya terlih dahulu.
aku duduk di sisi sembarang tempat tidur, sepertinya dia menangis, terdengar isak tangisnya, ada apa dengan istriku kini, tak biaaanya dia merajuk sampai berpaling seperti ini.
aku menatap punggungnya, dan mencoba meraih pundaknya.
__ADS_1
"sayang aku minta maaf, aku salah, aku salah, aku janji gak akan seperti itu lagi."bujuk ku mengelus rambut dan pundaknya,lalu mencium rambutnya pelan.
Dia tak meresponku,namun tiba tiba "aku minta maaf, tak seharusnya aku menyusutnya, aku memang tak ada bakti menjadi seorang istri,." usutnya tiba tiba berbalik mendekapku.
aku terkejut mendapatinya seperti ini, jadi dia marah, bukan marah padaku, tapi ternyata dia menyesal telah menyusut ciuman ku.
"sudahlah sayang,aku tak memikirkan hal itu, jangan menangis lagi yah..."
aku mendekapnya dengan penuh kehangatan, kaila berhenti menangis dan memelukku sangat erat.
," lebih baik kita sekarang tidur, biar aku kelonin kamu yah."bujuk ku seraya mendekapnya di pelukanku.
kami akhirnya tidur di malam itu, tanpa melepaskan pakaian terlebih dahulu.
sampai jam alarm berdering, aku terbangun dari tidurku, dan meraba kaila yang berada di sisiku,namun aku tak mendapatinya,jam berapa ini, kemana kaila?"
aku bergegas meninggalkan tempat tidur,segera mencarinya.
huh ternyata dia bangun lebih awal dariku dan mempersiapkan sarapan lebih pagi, karna pembantuku sedang ku liburkan beberapa bulan ini,jadi dia yang mengerjakan semuanya.
kadang aku merasa kasihan padanya, mencuci pakaian mencuci piring, memasak, mengepel, membersihkan tempat tidur, semuanya dia yang kerjakan.
bukan aku tak membujuknya untuk berhenti melakukan hal itu dan memanggil kembali bi susi untuk membantunya, tetapi dia sangat keras kepala dan tak mau di bantu oleh siapapun, dan sebagai seorang pria sejati, akhirnya aku menuruti semua kemauan istriku, walau itu membuatnya menjadi sangat kelelahan.
authot
david menghampiri kaila, dan mencium pundaknya dari belakang.
kaila terkejut,mendapati suaminya yang tiba tiba memeluknya lalu mengecupnya.
"kamu sudah bangun?" ucap kaila seraya mengecup pipi dan bibir suaminya.
"aku masih ingin tidur"
"ssst,kamu bilang, hari ini adalah hari pelantikan kamu kan?"
"cepatlah mandi dan bersiap, sebelum semuanya terlambat."ucap kaila mendorong tubuh david.
David meninggalkan kaila dan mengambil handuk nya dengan malas.
"aku ingin sesuatu sebelum aku mandi.."
"apa?" tanya kaila.david langsung menyerang kaila dengan bibirnya, saat ini kaila tak meronta dan membalas ciuman suaminya dengan lembut, david mendekap tubuh kaila sangat erat sebelum akhirnya dia melepaskan istrinya.
"sudahlah mandi sana"
__ADS_1
"bau acem" celoteh kaila yang membuat suaminya itu kembali melumat bibirnya sekilas dan langsung pergi ke kamar mandi.