The Sweet Husband

The Sweet Husband
44


__ADS_3

"baiklah, aku akan antar kamu ke kamar"ucap kaila tersenyum tipis mencium pipi suaminya.


kaila membawa david ke dalam kamar yang dulu pernah ia tempati sewaktu belum menikah.


David berbaring lemas merebahkan badannya di atas kasur,dan kaila hanya menatap david melipat kedua tangannya.


"sebenarnya ada masalah apa??


tanya kaila menatap david.


"aku tak tau sayang..


"dengan perasaan sendiri tak tau.?"


"ayahku."


"ayahmu?? ada apa dengan ayahmu?? tanya kaila menghampiri david.


"yah...ayahku ternyata teman baik papah, sayang.!"balas david memindahkan kepalanya pada pangkuan kaila.


"teman baik papah,? ko aku baru tau jika papah punya teman baik bernama aslan.?"


"bukannya kamu tak terlalu dekat dengan papah sebelumnya? bagaimana kamu bisa tau." balas david lagi seraya mencubit hidung istrinya.


"ya terus apa masalahnya, justru karna papah adalah teman baik ayahmu, berarti kamu akan lebih cepat bertemu dengannya kan??"


"tadi teman papah bilang, jika papah ku sangat terpukul sejak kehilanganku, aku kira dia yang membuangku saat itu, tapi ternyata bukan.


David merangkul tubuh kaila dari pangkuan istrinya itu,ia terus menyembunyikan wajahnya di balik perut kaila.


"viiid..seharusnya kamu berfikir, mana ada orang tua yang akan membuang anaknya setega itu." ucap kaila menyusuri rambut david dengan jari tangannya.


"aku tau sayaaang, tapi aku ingin tiiiduuur."


David mendorong tubuh kaila hingga kaila terbaring di dalam dekapan nya.


"vid, jangan gini dong.nanti gimana kalau ada andi kemari, tadi dia nyari kamu loh" ucap kaila sedikit mendorong tubuh david.


David menopang tubuhnya agar tak tertlalu menindih kaila,tatapannya tak luput dari wajah cantik istrinya itu.


"kenapaaaa yaaaah aku harus punya istri yang sangat cantik, aku jadi susah buat ngontrol nafsuku setiap kali aku liat bibir mungil mu ini." celoteh david mencubit bibir istrinya.


"ooooouh, jadi kamu mau pengen istri yang jelek gitu, yaudah cari lagi aja sana yang banyak biar aku punya alternatif ku di rumah, lumayan kan, yang satu buat nyuciin baju, yang satu buat ngepel,yang satu buat mijitin aku, yang satu buat.......

__ADS_1


"sssssst" (menutup mulut dengan satu jari)


"kamu sebenarnya nyuruh aku buat cari wanita yang tak sesempurna kamu, atau nyuruh buat Nyariin pembantu sih??" ucap david yang membuat kaila terkekeh kecil.


"fffft"


"jadi? kamu mau aku madu nih, beneran nih.?"


"ya udah cari aja sana" ucap kaila cembrut memalingkan wajahnya dari david.


"ih ko cemberut sih."


"beneran sana cari lagi aja, tapi dengan syarat." ucap kaila membelitkan tangannya di leher david.


"apa syaratnya??"


"wanita itu ga boleh tau jika kamu itu punya pangkat, ga boleh beri uang sepeserpun,ga boleh bawa kartu debit satupun, ga boleh pakai jas, ga boleh pakai dasi, ga boleh pakai celana hitam, ga boleh pakai sepatu, ga boleh pakai kemeja." jelas kaila yang membuat suaminya melongo karna persyaratan yang di di berikan padanya.


"aaaaah kalau gitu, aku ga jadi kawin lagi deh," ucap david menekan wajahnya ke dalam dekapan kaila.


"eh tapi di pikir pikir masih bisa,aku kan ganteng, ganteng ku ini melebihi kegantengan pria pria yang suka operasi plastik loh yang"


"oooooooh jadi emng niatyah kamu buat nikah lagi, sana nikah aja sana" ujar kaila kesal menjewer kuping david hingga suaminya itu mengerang kesakitan.


"ya lagian kamu" balas kaila memalingkan wajahnya.


"yang..


"yang...


"liat aku...


"kaila,....menghadap ke sini, wajahku di sini, bukan di sisi sana."


David mencengkeram wajah kaila dengan ibu jari dan telunjuk nya.


"apa?" ucap kaila dengan mata sedikit berlinang karna barusan david menyebut namanya bukan panggilan seperti biasanya yang membuat kaila mengira jika david marah padanya.


"eh ko nangis.?" kata David menatap mata istrinya.


"ssst...ssst.jangan nangis, jangan nangis, aku minta maaf, aku minta maaf." bujuk david seraya mengusap usap pipi lembut kaila.


"aku cuman bercanda ko sayaaang..." (memainkan rambut panjang kaila)

__ADS_1


"dengarkan aku, jika aku menikah lagi selain denganmu, berarti aku harus di periksa dokter kejiwaan"


"ko dokter kejiwaan"


"ya karnaaa,jika aku menikah lagi, semua orang juga akan mengira aku ini gila, sudah di kasih istri yang super perfeck,mau nikah lagi,cari yang gimana lagi coba, bukannya istri kaya kamu itu,yang di inginkan setiap pria.?" jelas david yang membuat istrinya tersenyum lebar dan memeluknya erat.


David membalas pelukan istrinya dan mulai menciumi pelipisnya, lalu turun ke bawah mengenai leher kaila, david mencium lembut leher lembut milik istrinya itu dan mengecupnya namun tak sampai memerah karna takut akan ketahuan mertuanya lagi.


kaila mengerang ni'mat,kakinya membelit tubuh david, namun pada saat david akan mencium bibir kaila.


" abaaang...kakak, kata mamah......." andi tak meneruskan kata katanya setelah ia membuka pintu tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.


Anak itu ternganga lebar, melihat kakak iparnya menindih kakaknya,"makan dulu." ucap anak itu gugup polos, lalu kembali menutup pintu kamar dengan keras.


David dan kaila terkejut,mereka tergesa gesa merapikan rambut dan pakaian setelah melihat andi dan kembali turun dari kamar,david dan kaila segera mengejar andi, takut jika anak itu menceritakannya pada semua orang di bawah,karna anak seumuran dia memang selalu berkata apa adanya.


mungkin memang dugaan david benar,andi mengatakan yang sebenarnya pada ibu yang menyuruhnya memanggil kakak kakak nya.


"abang mau apain kaka ya mah, tadi abang nindih kaka." ucap polos anak itu yang membuat gelak tawa orang tuanya, karna untungnya teman teman pak rommy saat itu sudah pulang semua, jadi hanya mereka bertiga yang tau.


"kamu jangan mengganggu mereka,mereka mungkin lagi buat ponakan untuk kamu." balas bu mika tersenyum.


"ouh yah, jadi gitu ya mah cara buat......


perkataan andi terhenti setelah sebuah telapak tangan membekamnya tiba tiba.


"tadi bukan nindih ya sayang..., itu cuman meluk ko, kamu juga kalau tidur suka di peluk mamah kan??" ucap david membekap mulut adik iparnya, karna bagaimanpun anak sekecil itu tak boleh mengetahui kebenarannya.


"ouh yah, jadi mamah bo'ong yah?.kata mamah abang sama kaka mau buatin ponakan buat andi." balas anak itu polos.


aduuuuuuh ni lagi anak punya nyokap ko ba'wan banget ,masa di beri tau juga sih.


celoteh david dalam hatinya.


"bukan sayang..mamah kamu bo'ong ko yah, jangan di percaya,lebih baik sekarang kita makan yah, sini kamu duduk di dekat abang.."


ucap david membenarkan perkataanya seraya duduk di dekat pak rommy.


"anakku bagai mana? dia mantap kan?" bisik pak rommy,yang membuat David melotot ke arahnya.


"hey.." ucap pak rommy menghindari tatapan david.


"lain kali kalau mau itu, kamarnya kunci" lanjutnya lagi, yang kini di balas dengan dorongan tangan david ke arah pundaknya.

__ADS_1


__ADS_2