The Sweet Husband

The Sweet Husband
48


__ADS_3

Setelah mangga itu ia dapat,david berlari ke arahku, aku senang bertepuk tangan, memeluknya kegirangan,karna merasa sangat puas.


"mau sekalian di kupasin ga??" tanyanya melirik ku dari arah meja dapur mengambil pisau.


aku membalasnya dengan senyuman dan anggukan, mengisyaratkan jika aku memang ingin tinggal memakannya, tanpa harus berurusan dulu dengan si pisau.


aku melihatnya dari arah sofa, dia mengupas mangga muda itu dan sesekali juga memakannya.


"kamu memakannya?"


tanyaku cembrut setelah dia memberikan mangga itu padaku.


"iyah emng nya kenapa?"tanyanya sok polos tanpa dosa dan memakan lagi buah yang sedari tadi ku inginkan itu.


"pokonyah kamu kembali lagi, aku mau mangga yang belum di makan kamu."


aku memalingkan muka darinya dan menjauh dari sisinya, aku merasa jengkel padanya,jengkel entah karna apa, namun juga tidak karna buah mangga itu.


Akhirnya dia kembali lagi ke dapur, dengan tanpa kata, dia mengupas lagi mangga dan memberikannya padaku.


aku tersenyum senang melihat mangga muda yang ku impikan ini akhirnya ada di depanku.


tanpa berfikir panjang lagi, aku melahapnya dengan sangat rakus, ku lihat wajahnya dia menyengirkan bibirnya dan mengangkat alis tebalnya ke atas.


"yang, jangan banyak banyak ih,kamu ga bakal kenapa napakan makan mangga muda malem malem gini, tanpa gula lagi makannya."


"ih amit amit." ucapnya menyeringgai ke arahku,aku tertawa melihat tingkahnya yang menatapku dengan tatapan amit amit.


tapi tak berapa lama kemudian,dia kembali tersenyum ke arahku, menatapku dengan tatapan??? Ntahlah itu, seperti tatapan senang dan berharap.


"kamu kenapa?" aku berkata sambil menggigit mangga muda itu, dia terus memandangi sambil tersenyu, tanpa henti henti.


"antony davidson, apa kamu sadar, stop..jangan terus melihatku seperti itu."


david serentak tersadar,aku menggeserkan badanku agar lebih jauh darinya.


"kamu baik baik saja kan?"tanyaku sambil menempelkan punggung tanganku pada dahinya, yaaah cuman memastikan dia baik baik saja, dan memastikan jika rumah yang telah beberapa tahun ini di huni oleh david,tak ada mahluk halusnya sehingga membuat suamiku senyum senyum sendiri kaya kerasukan arwah penasaran akan mangga mudaku.


"aku baik baik saja ko..sayang"


dia kembali tersenyum membenarkan posisi duduknya seperti semula.


"aku tak suka senyummu itu" balasku menyeringai ke arahnya dengan mengigit kasar mangga mudaku.


"aku baik baik saja,....


"ouh yah, kamu mau apa lagi,mau makan apa lagi?, biar aku beliin,....


"ngomong aja mau apa?"


dia mengibas ngibas tangannya ke arahku, menyuruhku memberi taunya apa yang ku mau saat ini, aku heran dengan sikapnya, ada apa sebenarnya ini.....?


"aku mau kamu.............??


"iyah..


"iyah mau apa..?


"katakan aja mau apa...?


"aku mau kamu mandi, kamu bau acem, bau keringatmu tak seenak mangga muda ini."


ujarku dengan tatapan jutek, tak menghiraukannya dan kembali memakan mangga mudaku.


"yeelah kamu, di tanya mau apa?malah ngebandingin keringatku sama mangga muda..


aku menatapnya, dia membuka kaos dalamnya, hingga terlihat si roti sobeknya itu terpampang jelas di hadapanku, david terlihat aga mengembungkan pipinya kesal,melirikku.


"jangan jangan kamu juga lebih suka yang muda muda yah.?"

__ADS_1


ujarnya datar menyampaikan handuk di pundaknya.pertanyaannya berhasil membuat aku berdiri dan geram mendengarnya.apa arti dari yang muda muda itu? maksudnya aku lebih suka anak SMA? di banding dirinya yang telah berumur.


"enak aja kamu bilang, yang muda yang gimana maksudnya?heh" ujarku mencoba menyerangnya dengan pukulan superku.


David lopat dari atas sofa menghindari pukulan yang ku arahkan padanya.masih dengan seiris mangga muda di tangan kiriku, aku mengejarnya, dia lari terbirit birit, hingga pada juru ruangan keluarga dia berhenti berlari dan berhasil ku pukuli.


David meringgis kesakitan karna ku pukuli.


"stop..hentikan,tolooooong,tolooooong aku di KDRT tolooong."


dia berteriak teriak memanggil seseorang.


aku menggelitik perutnya karna dia berani berteriak lantang di dalam rumah, david menggeliat merasakan geli yang ku buat untuknya.


"stop...


stop...aku nyerah,aku kalah,..


.hahhhhh..


hahhhhhh..


aku kalah stop yah.


David berjongkok di hadapanku, nafas nya di atur karna kecapean karna bahagia ( tertawa itu bahagia kan?)


"terus apa maksud kamu, kalau aku ini suka yang muda muda hah, kalau aku suka yang muda, dari dulu aku ga bakal setuju nikah sama kamu."


aku memukulnya berkali kali, david terus tertawa terbahak bahak mendengar celotehan ku barusan.


"khahhahahahah,stop sayang, udah, aku bilang aku nyerah, jangan KDRT mulu donk."


"apa maksud kamu aku suka yang muda muda, apa heh?"


"ya maksud aku, kamu suka yang muda ituuuu.... ., kamu suka mangga muda,buah muda,coklat muda, daun muda.eh, uupst....


"dasar kampreeet, sana cepat pergi mandi, bau tau, kalau ga mandi,nanti pas tidur aku ga mau di kelon sama kamu.lengket...!.


 


AUTHOR


 


kini David akhirnya menurut pada istrinya,dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang super lengket itu.


"sayaaaaaang"lirihnya manja dari arah dapur...


kaila melirik nya sekilas,dan menatapnya dengan sangat malas.


"wleeeeee...


cloteh david menjulurkan lidahnya,dan menarik kelopak matanya kebawah untuk meledek kaila.


mata kaila kembali terbelalak dan berdiri,setelah melihat suaminya itu masih berdiri di ambang pintu kamar dan menjulurkan lidahnya ngajakku untuk kembali berperang.


melihat istrinya kembali marah,david akhirnya cepat masuk ke dalam kamar mandi, takut jika istrinya itu akan kembali memukulnya sampai pada akhirnya nanti akan babak belur di buatnya.


 


DAVID


 


Hari ini aku merasakan banyaknya perasaan yang ku rasakan.Rasa sedih,terharu, senang semua terpampar di hari pertama aku menjabat sebagai kepala direktur.


rasa sedih dan terharu aku rasakan ketika aku bertemu langsung dengan papah di acara itu,sedangkan yang membuatku senang adalah, istriku sepertinya telah mengandung, lebih tepatnya ngidam.


aku tersenyum sendiri membayangkan jika ia benar benar ngidam, aku ingin melihat bagaimana manja serta rakusnya seorang ibu hamil pada dirinya.

__ADS_1


air sower yang berjatuhan deras,ku biarkan membasuh wajahku yang menegak ke atas.


rasanya rilex, membayangkan sebentar lagi aku akan punya jagoan kecilku, ataupun princess kecilku, yang akan ku tangkap saat dia berlari sangat lantang ke arahku.


"viddd, mandinya jangan lama lama, nanti masuk angin." suara dari luar sana terdengar jelas menegurku.


"iyah sayang sebentar....


aku segera membasuh seluruh badanku dan mengambil handuk lalu memakainya hanya di bagian bawah.


"lama.."


aku baru saja membuka pintu kamar mandi,dia ternyata menjegaku di depan kamar melipat tangannya menatapku.


"maaf sayang...


aku mencium pipinya agar amarahnya itu bisa di bius oleh keromantisanku ini.


dia menepuk pinggangku dengan pelan, aku tersenyum melihatnya tersenyum kecil ke arahku,pada saat seperti ini dia memang sempurna, kecantikannya tak pernah tertanam oleh siapapun.


Dia menyuruhku agar segera pergi ke dalam kamar dan pakai baju.


aku menurutinya, namun yang ku pakai bukanlah baju, namun celana pendek yang menjadi penghalang bagi kulit putihku ini.


"kamu pakai bajuuu. ."gerutunya mamandangku.


"aku gerah sayaaang.


"baru mandi, ko gerah..


"pokonyah aku ga mau pakai baju, biar kamu bisa langsung makan roti sobek ku ini dengan cepat.." clotehku menatapnya dengan tajam.


"siapa juga yang mau makan roti sobek mu...? dasar so keren..


"sini handuk nya, biar aku keinginan dulu rambut kamu.."


kaila menarik handuk yang tadinya akan ku keringkan di jemuran baju, dan mengacak rambutku dengan teliti.


"yang....


"mmmmm...


"tadi aku bertemu dengan papah...


aku menatapnya dan berlalu meniduri pangkuannya.


"emng nya kenapa dengan papah..?tiap hari juga kan aku ketemu sama papah..


"yeelah yang, bukan papah kamu, sama kakek jekrem itu mh udah biasa ketemu juga, ga perlu di ceritain....


"aku ketemu sama papah kandung aku..


ujarku dengan nada sedikit berat.


"ouh yah, terus terus..gimana,..? kamu ga nangis kan.?"balasnya menunduk melihat jelas wajahku.


"aku nangis sayaaang...sampai nangisku ini jadi bendungan di jatiluhur..


"ih aku serius..


"iyah aku nangis,tapi ku tahan, aku pengen tau dulu siapa yang buang aku dulu..


 


kami akhirnya bercerita tentang aku dan keluarga,serta perusahaan ku yang berada di bandung pada kaila,sampai akhirnya kamipun memutuskan untuk tidur setelah percakapan yang membuat kami mengantuk itu selesai ku ceritakan.


 


 

__ADS_1


__ADS_2