The Sweet Husband

The Sweet Husband
14


__ADS_3

DAVID.



ini hanya sifat alami wanita.


jika aku tidak bisa mengerti apa yang dia inginkan, ataupun tk bisa membujuknya saat dia marah, berarti pria ini adalah pria brengsek, yang hanya sifat wanita saja dia kalah.



aku membujuknya agar mau menghadapku.


"kai,kau ini.....ayo sini, hadap aku, aku mau bicara sama kmu." bujuk ku meranarik dagunya.



mungkin karna telah luluh, ataupun hanya mengalah, kaila akhirnya menghadapku.


"apa?" ujarnya



aku menunduk datar, tak tau apa yang harus d katakan, apakah aku harus memberi taunya jika aku akan pergi ke jerman, atau malah tidak sama sekali.



tak mungkin aku tak memberi taunya, sedangkan kini, dia adalah tunanganku.



aku menghela nafas dalam "aku akan pergi ke jerman kai,?" ujarku memegang erat tangannya.



"ooooooouh" ujar kaila menunduk polos, tanpa bertanya alasan aku pergi.



"aku minta maaf, kakek james butuh aku, james kemarin ke rumah untuk memohon padaku agar aku bisa mencoba menyembuhkan kakeknya.saat aku kuliah di jerman,keluarga mereka itu sangat baik padaku..?"kataku memluknya erat.



"tadinya aku ingin membawamu, tapi waktu memang tidak memungkinkan, kini kau sendiri sedang ujian akhir semester,dan aku harus secepatnya kesana..! aku minta maaf.???" ucapku mencium rambut lembut kaila.



kaila tak menjawab, dia hanya mendekap di dadaku.



beberapa saat kemudian, kamipun kembali,kaila ingin segera pulang ke rumahnya.


aku mengganti pakaian ku dengan kameja putih milikku, meraih kunci motor, dan tas kaila yang kemarin ia bawa.



aku mengeluarkan motor dari garasi dan menyuruh kaila naik di belakangku.


"apa ini akan baik, baik saja.?" ujarnya, mungkin takut jatuh, karna aku menggunakan motor sport, dan jok belakang memang sedikit tinggi.


"tak apa, aku akan menjalankannya dengan sangat pelan, dan kau pegangan, jadi aku tak akan khawatir akan jatuh.?" kataku tersenyum.



kamipun berlalu, ntah dia takut karna bebrapa hari lagi aku akan pergi atau memng kaila sangat ketakutan di bonceng dengan motor seperti ini,yang jelas dia memlukku dengan sangat erat.




akhirnya kami sampai di rumahnya,aku terkekeh melihat kaila,dia masih memlukku tanpa membuka mata, mungkin saking takutnya dia menaiki motorku.



"kai, hey, udah sampai, buka matanya.?" ujarku mengelus rambutnya.



kaila terbangun dari tutupan matanya.


dia melirikku dengan sangat jijik.


"kau, motormu sangat tidak nyaman,cukup satu kali ini saja aku d bawa olehmu dengan motor ini,?" ucapnya membelalak, turun dari motor



aku tersenyum padanya dan menarik pinggangnya, cups aku mencium kaila untuk menghentikan omelan2 kecilnya itu.



dan suprise nya, dia membalas ciumanku.


"aku menyukai rasa bibirmu.?" ujarku melepaskan ikatan bibirnya.



"jangan menggoda.?"katanya seraya meninggalkanku.



"hey, tunggu, masa aku di tinggal sh.?" tuturku mengejarnya.



"emng nya siapa yang mnyuruhmu mampir.?" katanya sok jutek.



"ih, gitu yah, ini juga bukan rumahmu,kenapa aku g boleh masuk.?



"jika ini bukan rumahku, trus ini rumah siapa.?"



"y ini,rumah orang tua kamu.?" glitikku yang membuatnya mencubit perutku.



"aku ingin bertemu dengan papah,? ada yang harus aku bicarakan dengannya." ujarku merangkul pundaknya.


__ADS_1


" bicarakan tentang apa.?" tanyanya melirik ke arahku.



"kepo,?" cetusku yang membuatnya kembali mencubit pinggangku.



"iiih mau tau banget apa,ini itu masalah yang tua tua, anak kecilmh jangan tau.?" ujarku dengan pose alas.



"oooouh, jadi kau ini tua yah, oooh ya udah kakek kakek,mari masuk, papah kayaknya ada di dalam.?" tuturnya meledek ku.




"mah... paaaah, kaila pulang..?" serunya memanggil orang tuanya.



"sayang akhirnya kamu pulang juga,mamah sampai khwatir.?"



"dia nginep di rumah david, gara, gara ke ujanan.?" ujarku sambil mencium tangan camer ku.



"iyaaah g papah,untungnya sama kamu, mamah kira kaila sama siapa.?" katanya kembali.



"ouh yah mah...papah ada.?" tanyaku melihat sekeliling.



"ooooouh, papah ada, dia lagi mancing sama andi di belakang.?"Jawabnya seraya meninggalkan kami, dan kembali ke dapur.



"ya sudah aku ke atas dulu, mau ganti baju , nanti aku susul ke belakang?" kata kaila malu malu menunjuk ke atas dengan ibu jarinya.



"iyaaah?" ujarku tersenyum manis.



"Eh kaila tunggu,?" lanjutku menarik tangan ya.



cups aku mencium kembali bibir tipisnya.


ntah kenpa aku sangat tak tahan jika melihatnya tersenyum ataupun melihat merahnya bibir kecil itu.


belum sah udah begini, gimana kalau udah sah.



kaila mendorngku, mungkin tak terima,atau takut jika ada yang melihat.





"misiiiiii? "sapaku pada anak dan ayah itu dari belakang.



mereka melirikku.


"abaaaaaaang? "ujar andi sangat senang, langsung melompat dan memelukku.



"kenapa abang jarang ke rumah, sekarang?, andi kangen abaang??"ujar anak itu manja.



"abang sibuk sayang, jadi abng gda waktu buat ke sini.?"tuturku mencium pipinya.



"David? " ucap papah melihatku dari tempat pemancingannya.



aku tersenyum menjawab dan mencium tangannya.



"kapan kamu sampai,...?" tanyanya



"barusan,"



"kaila ikut pulang.?"



"mmmm,sebenarnya masih ingin ku culik, tapi kasian, itu anak orang.?" ujarku bercanda pura pura mikir..



" heh, dia emng anak orang, bukan anak kebo."


celoteh nya menjewer kupingku.



"aww aw,anak sama bapaknya sama ajah, hobiii jewer kuping orang,ni kuping bisa bisa dewer(dalam bahasa sunda, artinya rusak/memanjang).?"



"heh, aku cuman jewer kuping kamu, g pernah jewer kuping orang.?" tuturnya kembali melemparkan umpannya.

__ADS_1



"emng nya aku bukan orang?" tanyaku mengelus2 kupingku.



"bukan?"



"ya terus, aku apa...?" ujarku sedikit aga manja.



"kebo?" Jawabnya tertawa terbahak2.



aku hanya meriutkan bibirku.


aku dan pak rommy, memang sudah seperti sodara dekat,bukan seperti orang tua dan calon menantu pada umumnya.kami suka bercanda bersama.



" nasiiiib,punya camer kaya gini.?" celoteh ku melihat datar di depanku.



"heh, untung kamu punya camer yang suka ketawa sepertiku, jika camer mu ini galak, kau takkan k ijinkan ketemu sama anakku..?" ujarnya memukul kepalaku dengan tanganya dari belakang.



aku hanya tersenyum mengelus kepala belakangku.



"ngomong ngomong, apa yang ingin kau katakan padaku.?, bukannya kau bilang kita bertemu di luar..kenapa sekarang kau mempermudah keadaan.?"tanyanyah menggolong pancingan.



"kepan kau pergi ke jerman nya.?" tanyanyah lagi.



aku hanya menatap kolam datar, menunduk "lusa" ucapku melirik ke arahnya.



"Baiklah? ada perlu apa kau ke sana,?"



"james?"



"james?"ujarnya berpikir.



"yang pernah aku ceritakan dulu, dia temanku di jerman?" tuturku masih dengan tatapan kosong.



"yang memfitnahmu karna menghamili pacarnya.?" ujarnya kaget melirikku.



"yah".



"kenapa dia,apa kau punya masalah lagi dengannya.?" tanyanya lagi.



"aku tidak punya masalah dengannya., tapi kemarin, dia kerumahku.dia bilang,kekeknya sakit..?" tuturku. " dia ingin aku mencoba untuk mengoprasi nya, karna sudah semua dokter ia coba, tapi tak ada satupun yang bisa menyembuhkannya.?"



pak rommy hanya mengangguk2 mendengarkan.






















__ADS_1




__ADS_2