
setelah 30 menit dia menunggu kemacetan jalan raya yang sangat padat, akhirnya fajar sampai di kampusnya, perasaannya kini sangat tak sepadan dengan orang biasanya.sangat risih.
Jika orang biasanya bangga saat dirinya menggunakan kendaraan mewah, lain halnya dengan dia.jika fajar ingin membanggakan dirinya, dia tak perlu meminjam mobil majikannya dan menutupi bahwa dirinya adalah anak seorang kepala desa yang akan menjabat sebagai bupati di daerahnya.
menurutnya hal itu sangat risih di lakukan, lebih baik seperti ini, pura pura jadi tukang kebun biasa yang hanya di gaji 5000.000 perbulan, dari pada harus membangga bangga diri hanya untuk terlihat populer, toh yang menjadi pejabat adalah ayahnya, namun lain dengannya, pikirnya.
semua orang menatap mobil yang di kendarainya,mereka terlihat berbisik bisik sambil melirik mobil mersedes bens berwarna hitam metalik itu,fajar memberhentikan mobilnya tepat di depan mobil berwarna Orange yang terparkir di halaman kampus, ia segera mengambil tas nya yang tadi ia simpan di kursi samping jok kemudi, dan segera keluar mobil, tanpa memperdulikan orang orang yang menatapnya fajar keluar dan mengunci mobilnya dengan cepat.
"bukannya itu fajar?" seseorang yang mengenalnya berbisik dari belakang,"mobil siapa yang di bawanya?"
"jangan jangan dia mencurinya dari majikanya,?"fajar mendengar segalanya,apa yang di pikirkanya sejak tadi ternyata menjadi kenyataan, orang orang akan mengiranya mencuri dari majikan sendiri
dengan tak merespon apapun,fajar segera melewati orang orang itu dan membenarkan kacamata minus nya dengan cepat.
Dia berlari agar cepat sampai di kelasnya.
dan saat tibanya dia dinpintu kelas,"maaf pak saya terlambat." ucapnya dan segera berlari menuju meja nya.
"ini jam berapa? kemana saja kamu?" tegas pak wibowo dosennya saat ini.
"mha...majikan saya ngelahirin pak, suaminya kerja, di rumah gada siapa siapa jadi saya yang nganterin dulu." fajar menjawab jujur dengan nada ngos ngosan saking cape nya dia berlari sampai ke sini agar tidak terlambat.
"apa menurut kamu saya akan percaya sama ucapan kamu,heh" dosen itu menghampiri fajar dengan tatapannya yang seperti akan memakan fajar satu kali telan.
"ma...maaf pak?"
"sekarang, kemari kamu,kerjakan soal ujian yang baru saja selesai ini dengan benar di papan tulis, jika tidak, saya ga akan lulusin kamu."
fajar menghampiri dosen killer itu sedikit menunduk, dan mengambil spidol yang di arahkan padanya.
Fajarpun menulis jawaban soal yang baru saja di kumpulkan oleh teman temannya di papan tulis.dengan teliti, dia menjawab semua jawaban soal yang brada di atas kertas yang di genggam nya.
***********
"wah wah wah, si tukang kebun bisa bisanya bawa mobil mewah seperti ini" celoteh seorang Andrew,sambil mengelilingi mobil fajar dan menendang pelk mobil itu dengan pelan
"paling dia ngerental bos,supaya si nadia makin klepek klepek ngeliatnya." lanjut furqon dengan cengiran nya yang angkuh.
nadia adalah mantan Andrew dan perempuan yang dekat dengan fajar setelah dia putus dengan di brengsek itu.nadia mendekati fajar bukan karna dia tampan ataupun mapan, fajar memang tak terlihat menawan saat memakai kaca mata minus itu, kesannya terlihat culun dengan kameja kotak kotak dan sepatu sneakernya, juga nadia sangat tau jika fajar adalah seorang tukang kebun yang menumpang hidup di rumah orang, tetapi dia dekat dengan fajar karna fajar adalah orang yang sangat jujur, dan pendiam,jika fajar dekat dengan satu cewek,sebelum cewek itu bosan dengannya, dan menerima kekurangannya, maka dia akan dekat dengan perempuan itu,dan menolak perempuan lain yang mencoba mendekatinya, walaupuuun nadia sendiri bukan pacarnya dan nadia adalah perempuan ke 2 setelah olivia yang meninggalkannya karna dia tau fajar adalah tukang kebun .
"minggir" punkas fajar memegang bagian klek pintu mobilnya dengan dingin.
__ADS_1
"whey whey brooo, santai saja,kita cuman mau liat hasil curian lo aja.khahhahha" gelak tawa pecah setelah andrew mengucapkan kata kata mutiara itu padanya.
fajar diam tak bersuara, dia menarik pintu mobilnya, namun Andrew cs menutupnya dengan kasar.
"lo, kalau lo mau dapetin nadia dengan cepat, bukan gini caranya, cara lo ini murahan tau gak, nadia itu ga suka orang yang sok pamer." Andrew menyenderkan badannya pada sisi mobil dan menatap fajar dengan tatapan merendahkan.
"kalau lo mau hidup lo selamat, gue bilang MINGGIR " fajar membentak sekawan itu dengan mata yang masih memandang kaca pintu mobilnya tanpa melihat mereka.
"wah wah wah,bocah smart school kita ngambek kayaknya.,uh aku takut." ledek furqon memberi api pada andrew.
"kahahahahah. ....
"sini lo.." Andrew mencengkram kerah kameja fajar dan mengangkatnya setinggi mungkin,fajar masih dia tak memberontak..
"heh, gue tegasin sama lo ya.jauhin nadia, atau gue buat lo menjadi cincangan kecil yang bakal gue kirim sama orang tua lo."
"kalau gue ga mau kenapa.?"
"LO." andrew geram mendengar celotehan fajar, dia melayangkan kepalan tangannya pada fajar.
awalnya fajar hanya diam menerima pukulan itu namun pada saat "hahahahah,liat anak mamah mau nangis, siapa sih orang tua lo,tukang kebun orang,ataaaau mungkin gembel.khahahah." Andrew yang sangat keterlaluan mengatakan jika orang tua fajar adalah gembel seketika membuat pria yang bersangkutan itu berbalik badan dan menghantamnya bertubi tubi,andrew yang merasakan fajar memukulnya segera bangkit dan mencoba memukul balik, namun sebelum dia melayangkan pukulan nya,fajar dengan sigap menendangnya dengan gaya sleeding koprol, andrew yang meringgis kesakitan menahan mata yang terkena ujung sepatu lawannya itu segera memerintahkan teman temannya menyerang fajar, namun sebelum mereka beraksi, fajar telah lebih dulu memukul mereka dan membalikkan tubuh mereka secara instan.
semua orang kagum melihat ketangguhan fajar melawan geng ter ganas di kampus mereka, mereka tak menyangka jika seorang Fajar adipraja surya bisa menaklukkan andrew yang terkenal akan ilmu karatenya itu dengan sekali tendangan,mereka riuh bertepuk tangan, ada juga yang memvideo kejadian barusan untuk di upload.
\*
Setelah 1 hari penuh berada di rumah sakit, kaila meminta pulang, dan karna kondisinya sangat baik setelah melahirkan, akhirnya dokter pun mengizinkannya pulang hari ini juga.
"kau akan beri dia nama apa??" tanya david pada istrinya, yang duduk di atas sofa bersebelahan.
"kau ayahnya, seharusnya kau yang memberi namanya." kaila membalas pertanyaan david seraya menciumi buah hatinya.
"mmm, bener nih gimana aku aja.?"
kaila mengangguk menjawab pertanyaan suaminya."jadi kau akan menamainya siapa?"
"mmmmm"
__ADS_1
"bagaimana jika Naira davidson."
"Naira davidson?"
"bagus juga" kaila mengangguk angguk mendengar nama yang di berikan david kepada si kecil itu.
David meraih pelan tubuh lyra kecilnya dari tangan kaila dan mengayun ayunkan bayi itu di pangkuannya.
"dia mirip denganku." david memperhatikan wajah anaknya yang sepintas seperti anak laki laki, 70% mirip dengannya,dan sisanya mungkin mirip dengan ibunya.
"lihatlah sayang, hidungnya mirip denganmu, bibirnya sampai tertarik oleh hidung saking mancungnya." david menyentuh hidung anak itu dan mengelusnya pelan,kaila yang memperhatikan tersenyum mencium wajah anaknya yang di pangku david dengan hidung.
"kamu princess kedua papah yang paliiiing cantik,"
"loh ko princess ke 2 sih.?"
"kan princess pertamanya kamu."
kaila hanya tersenyum mendengar gombalan david di malam hari yang dingin ini,ia merasakan dinginnya angin malam serasa menusuk pada pori pori kulitnya,kaila pun bergeser tempat, tangannya merangkul tangan david yang sedang menggendong bayi mungilnya, david yang merasakan jika kaila kedinginan mulai membuka satu tangannya untuk merangkul istrinya itu, dan memberikan baby Naira pada kaila.
"dingin yah..? harusnya kamu ganti baju dulu, biar anget." david menekan nekan pundak kaila untuk membuat istrinya itu rileks dari perjuangannya.
"biiiii, tolong siapin makan malam yaah." teriak david kepada bi susi yang juga baru pulang dari rumah sakit bersama david dan kaila.
"iyaaaa paaaak." terdengar balasan bu susi dari arah lorong rumah david.
"iya pak,ada apa?"
"tolong masak malam buat istri saya,mungkin juga mertua saya akan datang."jelas david.
"baiklah pak, kalau begitu saya pamit dulu."
"eh tunggu bi susi."
"iya pak?"
"fajar pulang belum?"
"mmm
"belum pak, saya belum melihat fajar dari tadi siang."
__ADS_1
david berpikir kemana itu anak, apa tugasnya padat karna kesiangan tadi.