The Sweet Husband

The Sweet Husband
27


__ADS_3

KAILA.




betul apa yang dia katakan, dulu david pernah memberi tauku tentang ini.


tapi pikiranku masih belum bersih,hatiku terus menyalahknnya.


aku pikir aku begitu egois, aku sendiri tak sesuci wanita lain, wajar jiga david menginginkan wanita yang masih suci, karna dia juga masih suci, belum pernah menyentuh wanita.


aku kira david, adalah pria yang luar biasa, tapi ternyata sama saja, dia seperti bajing yang meloncat dari pohon ,ke pohon yang lainnya, setelah buah dari pohon sebelumnya telah habis di makan olehnya.



aku sadar jika aku adalah wanita yang keras kepala, apa yang akan mamah papah ku ucapkan, jika mereka mengetahui perkara aku marah pada tunangnku.


aku yakin papah akan marah, seperti dulu aku mencoret motor kesayangannya dengan pilok berwarna.



aku tak berpikir, apa yang di rasakan david sekaran, aku menampar nya dengan sekuat tenaga,melampiaskan amarah ku pada tamparan untuknya.



aku menangis di dalam kamar, apa yang harus aku lakukan sekarang.?


ku lihat kembali foto2 itu.. tapi sayang, foto itu terlalu jelas di lihat, foto telanjangnya,dengan beberpa wanita yang berbeda.



aku meringgis tanpa suara di dalam kamarku, ku lihat dia masih berdiri di tempatnya yang tadi,ku lihat di tersungkur berlutut lemas.



aku menutup mulutku dengan tangan,aku tak bisa melihatnya seperti itu, apa david menangis..? apa dia terluka..? apa yang di katakannya tadi memng benar.?


apa aku harus percaya padanya.


aku tak bisa percaya, foto2 itu telah menghipnotisku, membuatku sangat egois, dan sangat membenci david.



aku merasakan sekujur tubuhku sangat lemas.


aku merasa bahwa air mataku telah menguras tenagaku.


aku akhirnya tertidur pulas, di tempat tidurku, dengan mata masih berair, aku menenangkan sedikit pikiranku dengn tidur.





DAVID.



dia pergi begitu saja setelah menampar ku.


apa ini akhir hubunganku dengan kaila.


cincin yang dulu ku berikan, dia kembalikan padaku.


cincin yang dari 5 tahun ku belikan khusus untuknya dari jerman, karna aku berpikir, jika suatu saat nanti aku menemukan kaila, aku akan langsung melamarnya,kini cincin itu berada di tanganku kembali, dia hanya menerap di jari manis pemiliknya, hanya selama 2 bulan saja.


aku menggenggam cincin itu geram, tersungkur dengan rasa penyesalan.



aku tak mungkin akan kehilangannya kembali, stelah 10 tahun ku mencarinya,tak mungkin kini aku akn kembali kehilangan sosok yang sangat aku cintai.



tak ada yang bisa aku lakukan,badanku sangat lemas.apa aku beritau kaila jika aku adalah anton, seseorang yang dulu pernah menolongnya.



tapi......?



apa dia mencari anton,.? jika dia tak mencari anton, untuk apa aku memberi taunya jika aku adalah anton.



tertunduk dengan pikiran yang ber kliaran, aku menggenggam geram cincin nya.



kini aku merasa jika aku sangat marah, aku marah pada james.


apa yang dia inginkan, apa dia menginginkan kaila,..?


aku tau,semnjak aku memperkenalkan mereka,mata james tak luput dari wajah, dan badan kaila.


aku terus berpikiran buruk pada james,geram tak bisa ku tahan,amarah yang tak bisa ku bentung, aku kembali dengan gigi yang silih merekat dan menekan satu sama lain.aku yakin, kini mukaku sangat merah karna amarah.



pikiranku mulai membrontak,ingin rasanya aku memukul james dengan sangat keras sampai dia mati karna hal ini.



ku telpon sekertarisku,aku menyuruhnya menyiapkan bebrapa orang, dan tiket pesawat menuju jerman, dan juga bebrapa pakaian ku di rumah,ku suruh dia membereskannya.

__ADS_1



"pesan tiket ke jerman sekarang juga,dan siapkan pakaian dan bebrapa orang untuk ikut bersama kita.aku harus pergi ke jerman sekarang juga, kau harus menyelesaikan semuanya dalam waktu 1 jam., setelah satu jam, temui saya langsung di bandara xxx"ujarku memaksa.



sekertarisku terbata2, mendengar perintahku, namun belum dia selesai bicara aku lebih dulu mematikan telepon, untuknya.



aku pergi dari rumah kaila, pergi langsung menuju bandara.



Sesampai di sana,mereka belum datang, terpaksa aku menunggu.


hingga satu jam kemudian, mereka akhirnya tiba, dengan bebrapa orang.



"aku mununggumu begitu lama, mengapa kau sangat lama.?" tanyaku pada ardi, sekertarisku.



"Maaf profesor,aku telah membuat kamu menunggu lama,aku berusaha semaksimal mungkin agar sampai dengan cepat kemari, dan juga orang orang ini, telah aku persiapkan untukmu?"Jawabnya sedikit menunduk.



"Baiklah, tak apa, apa kamu sudah pesan tiketnya,? kita pergi sekarang.tolong salah satu orangmu , suruh dia bawa mobilku pulang, dan 4 lainnya akan aku bawa?" balsku dengan tak meliriknya.



"kalau boleh tau, dr.pergi ke jerman dengan mendadak, apakah ada masalah.?" tanyanya lagi seraya mengejarku.



"aku akan menceritakannya padamu, setelah semuanya selesai." ( berjalan tak memperdulikan)




tepatnya pada pukul 09:00 kami pun terbang dengan pesawat garuda indonesia menuju jerman.



di sepanjang perjalanan memikirkan apa yang seharusnya aku lakukan pada james setelah sampai.



ingat jika dulu, james juga marah padaku karna foto2 sialan itu.aku sama sekali tak melakukannya, tapi dia sangat marah dan hampir akan menghilangkan nyawaku.


apa ini yang di rasakan nya dulu,nafsu amarah yang tak bisa terbendung, keinginan untuk menghabisi,berlabuh menjadi satu dalam sebuah lingkaran kebencian.





tapi....?



siapa di balik semua ini, saat dulu foto2 itu di terima james,siapa yang mengirim foto2 tak benar itu padanya.



aku yakin pasti ada udang di balik gorengan.



ada dalang di balik wayang.



james dulu juga salah faham terhadapku.


dia menemuiku tanpa kata, dan langsung memukul ku,dengan tuduhan jika aku menyetubuhi tunangannya.



tanpa mendengarkan penjelasanku dia melayangkan pisau rambo,ke arah leherku, tak berfikir jika aku adalah sahabat dekatnya.



dia terbutakan oleh foto karna tunangnnya, calon istrinya yang akan ia nikahi satu minggu kemudian.



mungkin kali ini akan terjadi padaku, apa ini karma,? hal ini akan menjadi kebalikan dalam ke tidak benaran.




sinkatnya waktu,8 jam kemudian.



aku sampai di airpot jerman.


segera ku keluar dari dalam pesawat dan bergegas pergi ke kantor, dimana james bekerja.ku suruh orang orang ku memesan hotel terlebih dahulu, dan aku sendiri pergi ke perusahannya.



__ADS_1


satu jam kemudian aku sampai, di perusahaan textil milik keluarga harly.



aku tak bertanya pada pelayan kantor terlebih dahulu, apakah james berada di sana?.aku segera naik ke lantai 17 dimana ruangan james berada.




sesampainya di sana, aku membuka pintu dengan sangat keras, james kaget bukan kepalang,membelalak kaget,..dia menatap heran ke arahku,"davidsn, apa itu kau,..?" tanyanya padaku.


aku tak memperdulikan nya bertanya,ku kepal keras tanganku, dan dengan begitu egois nya aku memukul wajahnya tanpa bicara.



james tersungkur ke atas sofa yang berada di sana.?"ada apa ini, david hentikan..?apa yang kau lakukan.?" ujarnya seraya berusaha menahan seranganku.



"apa yang ku lakukan...? seharusnya aku yang bertanya,apa yang kau mau, hingga mengirim file2, masa lalu yang tak benar itu kepada calon istriku, apa kau ingin puas...apa dulu kau tak puas memukul ku, hingga kau berusaha untuk memutuskan kepalaku dengan pisau militermu, kau berusaha untuk tak meluluskanku dari universitas, walau akhirnya aku berhasil lulus dengan kejujuranku..? apa yang kau inginkan sekarang, apa kau mnginginkan calon istriku.apa kau menginginkannya, hingga kau berusaha menghasutnya dengan file2 itu.?" ujarku dengan amarah yang tak bisa ku kontrol.


"apa yang kau bicarakan david, file? file apa.aku tak mengerti apa yang kau ucapkan.?"ucapnya menyangkal,dan berusaha untuk berdiri.




"jangan berlagak lugu, james.?jika bukan kau yang mengirimkan ini semua trus, siapa yang mengirimkan file ini pada kaila, jika bukan kau.?kau bilang alamt emailmu yang lama telah rusak, tpi apa ini, ini bukti jika kau masih menggunaknnya."tunjukku menyalahknnya dan menunjukan ponselku, yang mana di sana tertera Screne yang aku kirimkan dari hp kaila.




james terlihat bingung menatapku,"apa ini,alamat emailku, yang dulu..?....tunggu davidsn., jangan dulu kau menyalahkanku, aku tau ini adalah alamat email ku yang dulu, tetapi sampai saat ini, aku masih tak menemukan sandinya.?" selanya mencoba untuk menyangkalnya,dan tak tau apa apa, tapi apa dia memang berpura-pura tak mengerti.





































__ADS_1




__ADS_2