The Sweet Husband

The Sweet Husband
38


__ADS_3

Ku elus rambut hitamnya dengan lembut,kulihat serasa ada sesuatu yang familiar dalam wajahnya, mata nya yang padam seperti pernah ku lihat saat waktu dulu.


aku berkhayal seseorang yang telah berkorban demiku saat itu, dalam lamunanku, tapi ntah mengapa? aku ingat kejadian itu, namun seakan akan aku lupa dengan wajahnya,sebesar apakah dia sekarang? dimakah dia? apa dia mencariku?apakah dia masih mencari sesuap nasi dengan mencuci piring pedagangnya?,semenjak aku di perkenalkan dengan david, aku telah putus asa untuk trus menemukannya, kehadiran david seakan akan menghapus semua keinginanku untuk tetap mencarinya.apa suatu saat nanti aku dapat bertemu dengan anton, teman masa kecilku? apakah dia akan kecewa padaku, karna aku tlah meninggalkannya, dan menikah dengan orang lain?


semua ingatan itu membuatku sesak, dan tanpa di sadari, air mataku jatuh tak terbendung, kenpa aku harus menyayangi david,dulu aku mencintai anton kecilku, aku menginginkannya bersamaku, aku ingin dia yang menjadi sumiku kini, tapi kenpa sekarang aku bersuami seorang david yang baru aku kenal.


DAVID.


kepalaku terasa masih pusing,aku sadar aku pingsan tadi.


mataku perlahan membuka.


Saat aku membuka mataku pelan pelan,keadaan seperti berbeda dengan yang tadi, sepertinya aku berada di rumah sakit, seseorang menangis di sampingku, aku menggerakkan pelan jemariku,aku melihat dia melirik ku,setelah mataku sepenuhnya melihat,barulah aku sadar jika seseorang yang menangis itu adalah istriku, kaila.


aku meraih ke arah wajahnya pelan, selang oksigen yang menutupi hidung dan mulutku ku buka.


dia melarangku membukanya, tapi memang nafasku sudah stabil dan tak perlu bantuan oksigen.


"aku baik baik saja" ucapku pelan,tersenyum mengusap air matanya.


ada ekpresi lembut di tanganku saat aku menyentuhnya,dia tak menepis ku,atau memang ini sengaja di tahannya karna takut menyakiti perasaanku.


"kenpa kamu g cerita dari awal?" rintihnya menekankan tanganku ke wajahnya.


sepertinya fajar telah memberi taunya akan hal itu, aku tak bisa mengelak pertanyaan kaila.


"aku minta maaf, aku hanya ingin menolongmu,aku tak mungkin tinggal diam saat orang yang aku sayang sedang sekarat."


"tapi kenapa kamu g cerita? kenapa kamu ngebiarin aku menyalahfahimu saat itu?"


"sssssssst jangan menangis lagi, aku sekarang baik baik saja, sebentar lagi aku akan menemukan ginjal pengganti,jangan menangis lagi, jika kamu terus menangis, maka aku tak akan bisa sembuh" ucapku menekankan ibu jariku pada bibirnya.


aku mengelus nya dengan lembut,sepertinya karna kejadian ini, kaila nekad mencoba menyentuhku, hingga saat ini dia tak menepis tanganku lagi.


"apa kamu baik baik saja,apa kamu tak merasakan apapun saat ku sentuh?" tanyaku mencoba duduk dari tidurku.

__ADS_1


"kamu.....kmu jangan dulu duduk, kamu belum sembuh sepenuhnya.?"balasnya mencoba meraihku yang kesakitan.


"aku baik baik saja"


"sekarang.........kamu boleh menyentuhku kapanpun kamu mau?" ujarnya tersenyum.


kata kata yang indah dalam telingaku, membuatku tak bisa menyembunyikan kebahagiaan saat ini, aku tersenyum lebar menggenggam tangannya,traumatisnya hilang begitu saja karna kejadian ini.


"terima kasih"ucapku padanya.


"kenpa kamu harus berterima kasih, aku yang harusnya minta maaf, karna dulu aku tak berusaha untuk bisa membahagiakanmu sebagai suami."tuturnya mencium tanganku.


dia mencium ku dengan sangat erat,biasanya dia hanya mencium tanganku saat aku pulang dan berangkat kerja,itupun hanya sekilas, tapi kini seakan akan tak ada rasa panas seperti biasa yang kaila rasakan saat mencium ku.


"aaaaaaarh, aku rasa aku lapar?"ucapku rintih.


"kamu....kamu mau makan?"


"yah, sudah berapa hari aku tak makan,?"celoteh ku, pura pura jika aku merasa pingsan berapa hari,tpi nyatanya aku pingsan mungkin sekitar satu malam.


"mm,ouh yah,11 jam, kenpa aku tak ingat?"


"kalau kamu ingat, itu namanya bukan pingsan? " ucap kaila mengaduk nasi dengan sayur yang telah di sediakan rumah sakit untuk para pasien.


"trus itu namanya apa?"


"itu namanya pura2 pingsan."clotehnya yang mulai menyuapinya.


aku tersenyum melihatnya, suap demi suapan nasi tlah masuk ke dalam perutku.


"dulu aku kira, jadi seorang dokter g bakalan sakit, eh ternyata aku punya pengalaman juga tidur di sini." kataku pelan pelan untuk duduk.


"kalau kamu g ngelakuin hal 3 bulan yang lalu, mana mungkin juga kamu tidur di sini.?" tuturnya,sepertinya dia mengungkit donoran ginjal itu lagi padaku, padahal kenyataannya dulu aku pernah sakit demam berdarah, namun tak sampai di rawat di rumah sakit.


"tak ngelakuinpun aku bakal tetep sakit, sayang.?"

__ADS_1


"dulu juga aku pernah sakit DBD kan.?"


"aku tak mengerti kenpa kamu bisa terserang DBD waktu itu?bukannya kamu gila kebersihan"tuturnya seraya memberikan suapan itu lagi padaku.


"justru karna aku terlalu bersih, dulu banyak jentik di rumahku, ibu sama bapak jentiknya yang hidup di tempat kotor,bukan berarti anaknya juga hidup di sana, mereka juga sayang anak kali,yang.?"celoteh ku dengan bangga.


kaila tersenyum melihatku dan mengusap bibirku yang aga belepotan lalu memberiku segelas air.


"yang" kataku melirik nya yang sedang membereskan tempat makan di atas meja.


"mm?"balasnya melirik dan menghampiriku.


"boleh aku minta sesuatu?"


"minta apa?"


"mmm?"


aku sedikit gugup untuk meminta sesuatu yang intim padanya, aku ingin menciumnya, namun takut jika dia akan menolakku mentah mentah.


"apa aku bisa memelukmu.?"


"hanya sebentar?" ucapku malu sedikit menunduk.


kaila menatapku,"arrhk kenapa ekpresi nya seperti itu,? apa dia akan menolakku?"batinku.


aku menunduk malu,jemariku berbelit di pangkuanku, aku mengatakannya karna memang aku tak bisa menahannya, aku ingin merangkul pinggang rampingnya seperti dulu.


"tapi..?"


"jika kamu g mau,aku...aku g papa.jangan di paksakan."ucapku menggelengkan tanganku pelan.


aku kira dia akan terdiam, tapi ternyata, tiba tiba dia memelukku sangat erat,leherku seperti di cekik saking erat nya.wajahnya bersembunyi di balik pundakku, aku mengelus punggungnya dan rambutnya erat.


dia mencium telingaku,mungkin jika aku tak sadar ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan,aku sudah menyerangnya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2