The Sweet Husband

The Sweet Husband
39


__ADS_3

Ternyata fajar, rasanya aku ingin membejek bejeknya untuk ku jadikan ba'wan, karna dia telah menggangguku dan kaila.


"apa aku datang di saat yang tidak tepat?" ucapnya,dengan tatapan bodohnya itu.


ingin rasanya aku bilang "kau lebih dari pada datang di waktu yang g tepat, tapi kau telah menggangguku juga" pada fajar,tapi mungkin ada sesuatu yang ingin dia katakan padaku, hingga fajar lantang memasuki ruangan yang ku tempati tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.


"ada apa?" tanyaku menatapnya.


"hasil pemeriksaannya sudah keluar"balasnya memberikan sebuah amplop berwarna coklat.


ternyata hanya hasil pemeriksaan, dia lantang menerobos ruanganku,mungkin sudah merasa sebagai kawan denganku, jadi dia tak segan segan.


"biar aku yang lihat" ujar kaila mengambil amplop itu dan membukanya.


"jadi david bisa pulang hari ini?" tanyanya pada fajar,yang di balas dengan anggukan.


sepertinya infeksi ini tak seseerius dulu, hingga aku bisa di pulangkan hari ini juga.


KAILA


huuuh, lega rasanya melihat hasil tes kesehatannya, ternyata david kekurangan cairan dan jahitan operasinya terbuka, itu mungkin karna ulahku,sebab aku selalu mencubit perutnya, bila dia sedang menggoda ku.

__ADS_1


pukul 10:00 akhirnya kami pulang dari rumah sakit, David telentang di atas sofa dengan ekpresi yang msih lemas.


"apa kau ingin ku buatkan susu,?" tanyaku serasa duduk di sampingnya.


dia membuka satu matanya untuk melirik ku, david tersenyum genit, aku yakin dia meminta sesuatu yang lain dari pada ini padaku.


"aku ingin minum susu, tapi bukan susu yang di beli di toko.?"


"lalu kau ingin minum susu yang mana?" tanyaku lagi.


"aku ingin minum susu yang itu" ucapnya nakal melirik ke arah dadaku.


tapi,mana mungkin aku memberikannya begitu saja, traumatisku mungkin hilang hanya dengan sentuhan kulit biasa dan mungkin juga tidak dengan yang ini.


mungkin jika traumatisku telah pulih sepenuhnya,aku akan selalu harus melayani nafsu birahinya tiap waktu.


aku berdiri dengan sebal tanpa melihatnya, namun saat saja aku akan melangkahkan kaki, David menarik tanganku, aku terkelincir dan menoleh ke arahnya,wajahku dan wajahnya saling berdekatan, bisa di katakan jika hidung kami saling menempel satu sama lain."*keadaan macam apa ini? apa dia akan mencium ku? *" batinku,takut.


**author**


"kenpa sayang..?" tanya David menatap kaila.

__ADS_1


kaila menggelengkan kepala tak menjawab.


tangannya menutupi bibir yang barusan di nik'mati suaminya itu


"Maafkan aku...kmarilah.?" ucap david kembali duduk dan meraih kaila lalu memeluknya dengan sangat erat.


"tak seharusnya aku melakukan itu lebih awal."


"Maafkan aku.?" ujar david melepaskan pelukannya dan memegang wajah kaila.


kaila menunduk malu pada suaminya.


"seharusnya aku yang minta maaf, karna aku tak bisa memuaskanmu" ucap kaila malu untuk menatap david.


David tersenyum kecil memegang wajahnya "kemarilah, lihatlah aku,..?" ucap david menegakkan pandangan kaila padanya.


"aku sangaaaaaat senang sekarang."


"desahan mu itu sangat enak di dengar,"


"dan aku ingin mendengarnya lagi di lain waktu."celoteh David mencium sisi bibir kaila.

__ADS_1


__ADS_2