The Sweet Husband

The Sweet Husband
46


__ADS_3

"kamu harus mau mengelola ini semua, yah walawpuuun kamu terpaksa melakukannya." ucap kaila membenarkan dasi yang di pakai anton.


"beres, nih jasnya."


kaila memberikan jas hitam pada suaminya, yang segera di pakai olehnya.


"aku ganteng g?" David bercermin di kaca dengan membenarkan jasnya hitamnya yang ketat, di tambah dengan rambut hitam yang klimis,benar benar sosok yang tak ada sesuatu jika dia memiliki masa paling suram di hidupnya dulu.


"ngga kamu jelek." balas istrinya mendorong david.


"aku berangkat yah, di rumah jangan capek capek." ucap david mencium kening istrinya.


David pun pergi dengan mobil putih kesayangannya, di dalam perjalanan dia terus saja mengupat mertuanya sendiri, namun juga tak jelas apa yang dia umpat itu apa.


KAILA.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai, david telah pergi, mencuci piring tlah beres, akhirnya aku merebahkan diri di atas sofa, lelah.


aku merasa membutuhkan sesuatu yang segar sekarang, seperti mangga muda misalnya.tak ada mangga muda di rumah, yanga ada di sembrang sana, di rumah tetangga.


aku menatap keluar jendela, melihat betapa segarnya mangga itu bila di jadikan rujak, ntah mengapa kini aku menginginkannya,biasanya tak seperti ini,atau mungkin ini karna efek terlalu lelahku, jadinya aku berkhayal menginginkan itu.


aaaarrrrkh sudahlah.


aku pergi ke dapur, membuka kulkas dan mendapati beberapa buah buahan segar yang kemarin baru di beli david untukku.


aku menatap buah buahan itu malas bukan ini yang aku inginkan, aku ingin mangga muda.


perutku sedikit mual, aku berbalik ke arah wastafel dan muntah muntah tak jelas, kayaknya aku masuk angin lagi, atau aku telat makan? yah mungkin karna telat makan. aku akhirnya mengambil semangkuk sop yang tadi ku buat dengan secentong nasi, lalu memakannya.


namun belum juga beberapa suap ku makan, perutku terasa sangat mual,sebal melihat nasi itu, dan pada ujungnya aku mengambil buah stauwberry dan memakannya.

__ADS_1


lumanyan aga ringan setelah memakan buah itu, namun rasanya terasa beda,aku terus menatap ke luar jendela melihat betapa indahnya buah mangga milik tetangga itu.


ingin rasanya aku berteriak aku menginginkannya,aku menginginkannya aku mohon berilah aku satu seperti seorang musafir.aku ingin menelpon david, namun dia baru pergi beberapa menit yang lalu, mungkin juga dia belum sampai ke tempat, masa aku harus menelpon nya.


AUTHOR


david memarkirkan mobilnya di tempat parkir, semua orang menatapnya setelah dia turun dari kendaraannya.


aku tak suka ekpresi ini. batin david berjalan sok keren menghampiri pak rommy yang telah berada di sana.


tak menunggu lama,Merekapun masuk dengan di iringi karpet merah yang tergerai dan beberapa orang ber jas hitam di belakangnya.


David menjadi pusat dari banyaknya orang dan wartawan di sana, pengurus perusahaan wijaya baja akan di ambil alih oleh pria yang sangat tampan,tubuh tegap dan kulit putihnya menandakan jika dia adalah orang terpelajar dan bisa di percayai oleh seorang rommy sulastyo.


David mencoba tenang, dan tetap berjalan dengan langkah berwibawanya, padahal kenyataannya dia ingin menendang satu persatu reporter yang berada di sana untuk memotret ke datangannya.

__ADS_1


inilah yang di anggapnya paling menjijikkan dalam menjalani sebuah perusahaan dan menjadi orang terpandang.


selalu di kuntit media juga tak lepas dari sorotan sorotan yang menyebalkan.


__ADS_2