
beberapa saat mereka berbincang2 dan saat itulah david tau jika kaila dan ricky adalah pasangan tunangan.
"tenanglah david,aku tetap tertuju padamu, walau yah, sebenarnya saya juga aga sedikit percaya tentang fto itu, karna terlalu jelas untuk di lihat.
tpi....ntah knpa aku tak merelakan mu untuk orang lain, jangan khawatir, aku akan memutuskan hubungan mereka untukmu, karna kaila juga terlihat seperti tak pernah nyaman dengan ricky.?" ucap pak rommy melirik kaila juga david.
"Maaf wali nona kaila wijaya, dr.davidson,dr.di panggil dr.rahmat ke ruangannya.?" pintu terbuka dan seorang suster memanggil nama david.
David segera menghampirinya dan pergi ke dalam ruangan dr.rahmat.
"lama tak bertemu, aku sangat ingin memukul bokongmu." gurau dr.rahmat memukul bokong david.
dr.rahmat adalah teman david sewaktu SMA dulu, mereka sangat karib hingga mempunyai cita cita yang sama yaitu menjadi dokter frofesional.
"hahahah, kau..aku sangat terkejut tadi, ku kira itu bukan kau, kau terlihat seperti seorang ayah sekarang.?" balas david merangkul menepuk bahu dr.rahmat.
"hahah, aku memang sudah menjadi seorang ayah,sudah tak ada waktu lagi untuk pergi j GYM.?"
"waaaah, kenapa aku tak tau, kapan istrimu melahirkan,?"
"baru 5 bulan, lain kali akan ku kenalkan kau dengan dia dan ankku.?" ucap rahmat tersenyum.
David hanya membalas dengan anggukan dan senyuman seraya duduk di depan meja rahmat.
"apa gadis yang kau bawa itu,calon istrimu.?" ta ya rahmat.
David hanya menunduk lesu dan menjawab,"iya, dia istriku.?"ucapnya melihat rahmat.
"apa yang terjadi.?"tanyanyah kembali.
David termenung, dan akhirnya ia memilih menceritakan semua kejadian yang di alaminya tadi.
dr.rahmat mengagguk2.
"tenanglah, dia masih mencakup, aku sudah memeriksanya, dia tak sempat menghancurkan kembali.tapi..?" ucap pak rahmat menjelaskan lalu termenung datar.
"tapi kenapa.?" ucap david menatap.
"saat kamu menikah nanti, jangan dulu kau sentuh dia, dia mengalami,bebrapa gangguan mental, dan trauma yang sangat dalam, dia akan hilang kendali jika bersentuhan dengan kulit pria, aku berharap kau bisa menahannya,.?" ujar dr.rahmat menatap david yang di balas dengan tatpan kosong.
"aku yakin dari dulu kau tak bisa menahannya, dia sangat cantik, benar2 sempurna,tapi bisa tak bisa kau harus mengerti david.jika tidak, dia akan memiliki gangguan mental yang sangat hebat hingga susah untuk di obati..?" ucap rahmat menatap ganduh.
David hanya melamun dengan tatpan kosong, kulitnya yang sangat putih kembali memerah, matanya menjelaskan jika dia menahan air mata yang terbendung.
"Baiklah,jika begitu, aku kembali ke dalam ruangan dulu.?" ucap david dengan tidak menatap rahmat.
rahmat hanya mengagguk saja,melihat sahabatnya,sedih dan kecewa.
"aku akan membantumu david.?"bisik rahmat pelan di belakang david.
David kembali ke ruangan kaila.
Sesampai di ruangan dia melihat ada banyak orang yang berada di sana,sepertinya itu bu mika, yang sedang menangisi kaila,dan bebrapa laki2 dan satu lagi perempuan sebaya bu mika.
David menunduk berjalan pelan sempoyongan dengan mata yang masih memerah, semua orang tertuju padanya.
dia berjalan menuju tempat tidur kaila.
bu mika yang saat itu melihat David di hadapannya marah, bersangka jika david yang telah membuat putrinya seperti ini.
__ADS_1
"apa yang kamu lakukan? kemana saja kamu?, kenpa kamu baru datang hah.?" bentak bu mika yang membuat david terkejut.
"mah, mah sudah, david yang membawa kaila kemari, mamah jangan menyalahkan david.?" ucap pak rommy mencoba menenangkan bu mika.
"kau bawa kemari anakku sesudah kau melakukannya hah.?".
"kau menhilang beberapa minggu, dan sekarang kau datang kembali dengan membawa anakku dengan keadaan seperti ini hah.?" ucap bu mika dengan sangat marah.
David tak bersuara sedikitpun, dia hanya mematung di hadapannya hingga tetes demi tetes air matanya berjatuhan membasahi pipi.
"jadi kau adalah mantan tunangn calon menantu ku,ku ingatkan kau sekali lagi, dia sudah tak ada hubungannya denganmu,jadi lebih baik, kau menjauhinya.pecundang.?" ucap seorang lelaki kekar sangar berewok,yang sepertinya itu adalah orang tua ricky,mengingat tadi dia mengatakan calon menantu pada kaila.
David menatap pria itu dengan tatapan tak suka,PECUNDANG, adalah yang membuat dia merah memuncak.
David menghampiri pria itu, dia mengangkat kerah baju pria itu hingga ia terngkat ke atas." apa yang kau lakukan.?lepaskan aku.?" ucap pria itu pada david.
"apa yang aku lakukan.? apa yang anakmu lakukan hingga membuat tunanganku menjadi seperti iniiih.?" ucap david melempar pria itu hingga tersungkur ke lantai.
"anakmulah yang melakukannya., kalian menuduhku melakukan hal tak senonoh ini, padahal kenyataanya, jika jalanan tak macet,lalu aku berbelok ke arah perkampungan yang sepi,dan mendengar jeritan seseorang.kaila tak akan pernah selamat.?" ucap david mna rik kembali kerah baju pria tadi.
pria tadi merasakan lemas di sekujur tubuhnya, dia tak bisa berkutik sama sekali untuk melawan david.
plaakk.tamparan keras mengenai wajah putih david, hingga meninggalkan bekas merah.
"kau bilang anakku yang melakukannya,anakku patah tulang tak berdaya terbaring di rumah sakit, kau menyalahknnya.?" ucap seorang ibu ibu menatap david.
suara gaduh saling menyahut,brisik di dalam ruamh sakit, namun di hiraukan oleh bebrapa orang yang berada di ruang xxx
wanita itu terlihat ketakutan melihat David yang seakan akan menerkamnya bulat bulat.
bu mika menatap david dan wanita itu dengan heran.
sebuah pukulan menghantam david dengan sangat keras,namun sebulum pukulan itu mengenai kepala david, david berbalik arah dan memukul perut pria yang akan memukulnya dengan keras, sampai pria itu terpental, ke arah pintu bruuuug....suara pintu terdengar menggelegar.
pak rommy yang melihat kejadian itu hanya diam tak berkutik,dia tau jika david mempunyai kelainan hilang kendali saat marah, david bisa melempar seseorang hingga 100 meter walau seseorang itu berbadan lebih besar darinya, dia bisa membaca pikiran dan watak seseorang dengan melihat raut wajahnya saja.
"jangan pernah ikut campur dalam urusanku, atau kau dan keluargamu akan mati di tanganku.?"ucap david menghampiri dan menarik leher pria itu ke atas.
"David, hentikan,kau harus memikirkan kaila, ini adalah rumah sakit.?"ucap pak rommy menepuk pundak david.
david melepaskan cengkramnnya pada pria seumuran itu.namun dia berbalik menatap pak rommy, matanya seperti singa yang siap menerkam seekor kijang dengan lahap, pak rommy berjalan mundur pelan, dia sedikit ketakutan dengan tangan david yang mengepal, david berjalan ke arah pak rommy, sedikit lagi dia akan melayangkan pukulan pada pak romy yang telah mengganggunya.
namun..
"anthon.?" suara kaila menyebut teman masa kecilnya dengan pelan.
David seketika tersadar, dia menurunkan tangannya yang membuat pak rommy sangat lega.
"kaila, sayang ini mamah nak., kamu baik2 saja, ini mamah sayang mamah ada di sini.?" ucap bu mika terharu karna putrinya telah siuman.
David merasa dia sangat lemas, namun tetap berusaha untuk menghampiri kaila.
"k...kaila,.?" ucap david dengan mata berlinang.
ingin rasanya dia memeluk dan menciumnya,tetapi dia ingat apa yang tadi rahmat katakan padanya.
__ADS_1
kaila melirik david pelan, dan melirik ke arah kanan, di mana ibunya dan orang tua ricky di sana..
dia tertegun beberapa saat lalu matanya melotot.
"kenpa kamu ada di sini, pergi..pergi kamu dari sini, pergiiiiii,aku tak ingin melihatmu..?" ujar kaila mengamuk melihat orang tua ricky yang berada di sana, dia duduk dari tidurnya, tangannya ingin meraih wajah kedua orang tua rikky.
David meraih kaila dengan jasnya dia memeluk kaila dengan tak bersentuhan kulit dengan dia.
"tenanglah sayang,..tenanglah,?" ucap david merangkul kaila yang mencoba mengamuk.
"lepaskan aku, lepaskan,siapa kamu, aku tak kenal kamu..?,.?" ucap kaila menggila.
David menangis dalam dekapan kaila,orang orang di sana menjauh dari tempat tidur untuk menghindarinya termasuk bu mika dengan pak rommy kecuali david, dia tetap berusaha menenangkan kaila, walau ia tak tau bagaimana menenangkan seseorang selain dengan menyuntikkan anastesin.
"lepaskan...siapa kamu menghalangiku,aku ingin membunuhnya, dia telah menhancurkanku..?." ucap kaila menggigit tangan david.
"ini aku...anton..anton,?" bisik david pada telinga kaila pelan sambil menangis dan menahan rasa sakit gigitan kaila.
kaial melepaskan gigitannya setelah mendengar bisikan david yang menyebut jika dia anton.
"anton.?" ucapnya menatap datar.
dr.fazri dr.sepesial kejiwaan datang untuk melihat keadaan ruangan yang sangat berisik dari tadi.
dia akan menyuntikkan obat penenang untuk kaila, supaya dia kembali tertidur, namun david melarangnya karna kaila pasti belum makan dari tadi sore.
"kamu harus tenang, aku di sini, aku tak akn pernah meninggalkan kmu lagi,seperti dulu.?" rayu david meregangkan pelukannya karna kaila mulai sadar.
orang orang di sana menatap david heran.
pak rommy merangkul bu mika yang terus menangis, dua orang pria yang di lempar david berdiri jauh, sempoyongan.
__ADS_1