The Sweet Husband

The Sweet Husband
51


__ADS_3

kaila bersender pada tempat cuci piring di dapur, dia melihat apa yang di lakukan suami dan ayahnya sangatlah indah, bila dulu dia seperti itu dengan ayahnya, mungkin masa kecilnya akan lebih indah dari yang pernah dia alami.bibir nya tersenyum manis menatap keakraban mereka, namun hatinya sedikit tergores luka yang cukup.


hatinya berkata jika suaminya bisa mendapatkan perhatian dan kekacauan ayahnya lebih cepat, bahkan dia tak tau jika ayahnya itu senang bercanda,dia baru mengetahui ayahnya tak sseerius yang dia kira adalah pada saat dia bertemu dengan david, suaminya kini.


hatinya menangis, rasanya sedikit cemburu pada david,akan ayahnya yang lebih akrab dengan menantunya di banding dengan dirinya, anaknya sendiri.


" sayang..papah pulang yah." suara itu sekaligus membangunkan kaila dari keterpurukannya di dapur.dia berusaha menahan air matanya dan segera berjalan menghampiri ayahnya lalu mencium tangannya.


"kau jaga anakku, jangan sampe dia kenapa kenpa botak." ucap pak rommy menjitak kepala david, sampai menantunya itu meringgis kesakitan di buatnya.


"iyah,iyah," david meringgis mengelus elus kepalanya karna sakit.


"aku pulang, minggu depan papah bawa mamah dan andi kemari."


"baiklah,hati hati di jalan papah mertua." david mencium tangan pak rommy, namun pak rommy malah menyeringai di buatnya.


"kau kerasukan apa?sampai sampai begitu sopan padaku.


"kerasukan hantu batang toge." balas david dengan tatapan malas.


pak rommy tertawa, dan selepas itu,dia berpamitan,pergi meninggalkan rumah mereka.


kaila memperhatikan gerak langkah pak rommy, sampai akhirnya ayahnya hilang dari pandngannya, kaila berjalan kembali ke dapur,hatinya masih sedikit mengganjal, entah mengapa, namun sedikit sakit di rasakannya.


"masak apa sayang?" ucap suara dari belakang yang tiba tiba merangkulnya.


kaila tak menjawab perkataan david, tangannya terus memotong motong sayuran yang berada di depannya.


"kamu kenapa sayang?"


kaila menggelengkan kepalanya dan melepaskan rangkulan david pada perutnya.


"sayang, kamu kenapa?" ucap david yang mencoba mendekati kaila yang menghindar.


"aku bilang aku baik baik saja, kenapa kamu keras kepala banget sih." cetus kaila membentak.suara kaila yang sedikit kasar dari biasanya, membuat david mematung pada tempat di mana ia berdiri,kaila jadi seperti ini mungkin di karenakan olehnya,kaila sangat menginginkan waktu kebersamaan dengan ayahnya, namun yang akrab dengannya malah suaminya sendiri, mungkin ini tak akan jadi beban buat kaila jika dia tidak tengah mengandung, namun nyatanya kaila masih dalam fase ngidam, yang mayoritas ibu hamil di bawah 5 bulan, sangatlah sensitif terhadap apapun,walaupun itu bukan suatu perkara yang besar.


"aku minta maaf jika aku pernah salah." ucap david berjalan pelan meninggalkan kaila.


kaila menunduk dengan panci yang masih di tangannya, hatinya kini tambah sakit, setelah apa yang dia ucapkan, membuat suaminya sendiri terluka.


kaila menatap david yang berada di atas sofa sedang membelakangi nya.


pikirnya, dia harus minta maaf, ini hanyalah kecemburuan seorang anak terhadap ayahnya, tak seharusnya kaila melampiaskan perasaannya kepada david.


tak berapa lama,akhirnya kaila selesai memasak dan segera meninggalkan panci masaknnya,lalu mencoba untuk menghampiri david, dan meminta maaf padanya.


"david..


"david aku minta maaf..


kaila menyentuh pundak david pelan,dia mencoba agar tetap tenang dengan sifatnya ini, namun david tak membalas sapaan nya dan tetap membelakanginya.


karna tak ada respon apapun dari suaminya, akhirnya kaila memeluk leher david dari belakang.


"sayang, aku minta maaf." kaila tak sadar jika dirinya barusan mengatakan hal yang belum pernah dia katakan sebelumnya,dan kata itu refleks membuat david kaget, setengah senang dengan ucapannya.


"apa,???tadi kamu bilang apa?" celoteh david menarik tangan kaila dan mendekatkan telinga pada wajah istrinya.


"aku minta maaf" balas kaila dengan polos.


"bukan bukan itu,kata sebelum itu."

__ADS_1


"yang mana??? ucap kaila bingung.


"yang sa.....saaaa...coba kamu ucapin sekali lagi kata itu." david mencoba mengingatkan kaila jika kata sayang lah yang ingin di ulang oleh istrinya.


"saya maksudnya..." ujar kaila pura pura bego, yang sebenarnya dia tau kata apa yang di harapkan david dari dalam mulutnya.


"aku ga maafin kamu." david merajuk kembali membelakangi kaila, namun tangan kaila kukuh meraih wajah david, untuk menghadapnya.


"aku minta maaf sayaaaang" ucap kaila lembut mengecup pipi kiri david.


dan akhirnya david luluh dengan apa yang di lakukan kaila.


"ucapin sekali lagi coba." david memegang tangan kaila yang memeluk lehernya itu.


"sayang.....


"aku...


"minta maaf.


David sangat bahagia mendengarnya dia memberikan kecupan kecupan kecil pada pipi kaila, yang membuat istrinya itu mengeliat geli.


"kamu ke sini,duduk, jangan di belakang gitu." ujar david menuntun tangan istrinya agar duduk di dekatnnya.


"kamu kenapa mmm?" tanya david menaruh kaila di pangkuannya.


"aku ga papa ko"


kaila merangkul david,wajahnya tenggelam di sela leher david dan wajahnya.


"aku ga percaya kalau kamu gapapa."ucap david seraya mengelus rambut kaila dan memeluknya erat.


"coba aku tebak, jangan bilang kalau kamu cemburu sama aku gara gara papah selalu bercanda sama aku, bener g??"


perkataan david sangat tepat, kaila memang cemburu padanya karna akrab dengan ayahnya sendiri.


"kamu ko diem?" ucap david meraih wajah kaila dengan satu tangannya.


"apa yang aku ucapkan itu benar?"


"aku ga bermaksud ke gitu, tapi ntah mengapa aku sedikit aga iri sama kamu." kata kaila melepaskan rangkulannya dan menyenderkan kepalanya pada dada david.


"sayaaang,kamu harusnya katakan dari tadi,."


"aku kan takut kalau kamu malah menganggap aku orang yang amarahnya gede."


" kamu itu lagi hamil muda, ya wajar kalau kamu bakal sensitif terhadap apapun.aku bisa ngerti ko." ucap david mencium kening kaila dalam dekapannya.


suasana hening dan tentaram, david memejamkan matanya memeluk kaila,kaila hangat dalam peluk nya,namun suatu keinginan tertatih di pikirannya.


dia ingin mangga muda lagi.


"vid,???


"mmmmm.....


"aku ingiiiin.....


"ingin apa??"David melirik kaila menanyakan apa yang di inginkanya.


"tapi kamu jangan marah yah.?

__ADS_1


"iya....iya....kamu mau apa..aku bakal lakuin apapun yang kamu mau."


"bener yah????


"iyaaaa...emang kapan aku ga ngelakuin apa yang kamu mau.?


"mmmmm....aku ingin mangga muda lagi, tapi pengen sama pohonnya,.." david awalnya merasa tenang, karna keinginan itu tak seberapa menurutnya, sebab pohon mangga yang sudah berbuah bisa dia beli di toko cangkokan.


"ya sudah, kamu turun dulu gih,aku mau beli dulu pohon mangga nya...


"kamu mau beli di mana...?


"di tempat cangkokan lah, masa di rumah pak adit" jawab david bersiap menurunkan kaila dari pangkuannya.


"tapi aku maunya emang yang ada di rumah pak adit." rengek kaila,yang seketika membuat david tersenyum bingung menatap kaila.


"kamu...mau.


"buah mangga pak adit..


"sama...


"pohonnya..


kaila mengangguk manja mendengar pertanyaan david, sedangkan david hanya tersenyum bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


"kamu bisa g,.Kalau ga bisa gapapa,kamu beli aja di tempat cangkokan....


"tapi kalau bisa, aku mau yang di depan rumah pak adit..." kaila menunduk tutug, nada bicaranya sedikit aga kecewa pada david.


"iya...iya..sayang..aku minta sama pak adit yah, siapa tau di bolehin...


"jangan nunduk gitu dong.." ucap david seraya meraih dagu istrinya untuk menghadapnya.


"cium dulu baru berangkat." ujar david tersenyum nakal.


mungkin karna ingin cepat cepat mendapatkan yang dia inginkan,tanpa basa basi lagi kaila langsung menyerang bibir david dan mengecupnya sangat dalam, namun sekilas.


David tersenyum, melihat ciuman istrinya sedikit agresif dari biasanya.david menurunkan kaila,dan mengambil gergaji dari belakang untuk memotong dahan pohon mangganya pak adit.


"semoga dia bisa mengerti" oceh david pelan, menghela nafas panjang berjalan ke arah rumah tetangganya itu.


"ada apa vidd???" sapa pak adit yang kebetulan sedang mencuci mobilnya di depan.


"eh bapak, pak saya......"david menjelaskan apa yang di inginkan istrinya dan berharap jika pak adit bisa memberikan sedahan pohon mangganya untuk kaila.


dan mungkin karna pernah senasib dengan dirinya, pak adit hanya tertawa mengizinkan david menebang pohonnya dan membawanya ke rumah.


"istri ngidam itu emang kaya gitu, kalau kamu mau jadi laki sejati,kamu harus menuruti kemauan anehnya, jika tidak, kamu bakal di anggap lemah oleh si empu itu..." ucap pak adit setelah david berhasil menebang pohonnya dan menggusurnya ke jalan.


"ya sudah pak, terima kasih banyak, sangaaat banyak, jika itu bukan bapak, hadeeeuh🤦‍ tak tau lagi saya harus gimana pak.?"


"hahahahah kamu ini, kaya sama siapa saja, saya dulu juga begitu kan sama kamu, sudah cepat bawa pohonnya, sebelum istrimu ngiler tuh."


david segera membawa pohon mangganya itu dan menempatkannya di depan garasi mobilnya.


"sayaaang nih buahnya." seru david memanggil kaila, namun kaila tak menyahuti panggilannya.berkali kali david memanggil manggil lagi kaila dengan keras, tapi masih tidak ada jawaban dari dalam.


karna merasa khawatir, david akhirnya meninggalkan pohon mangganya di depan, dan berlari sekencang tenaga ke dalam rumah,kaila tak ada di tempat sebelumnya, dia melihat ke dapur, tetapi kaila tak ada di sana, david berlari ke arah kamar mandi,takut jika kaila jatuh dan pingsan di sana, namun yang di dapatnya juga tak ada.


akhirnya dia berlari ke dalam kamar tidurnya, barulah dia merasa aman, karna istrinya itu ternyata tengah terlelap di atas tempat tidurnya terjaga.

__ADS_1


__ADS_2