
...快樂閱讀~~...
...Happy Reading's~~...
...Selamat Membaca~~...
...........
..........
.........
Seluruh isi istana Maiyingong begitu terpesona dengan kedua sosok pemuda yang berjalan masuk dari pintu luar, Penampilan keduanya begitu berbeda dari pria lain yang menatap mereka dengan sinis. Bahkan para wanita penghibur rela meninggalkan harta karunnya demi untuk bersama dengan kedua pemuda ini.
Keadaan menjadi riuh tak menentu dengan kedatangan mereka, Seolah-olah kedua pemuda itu adalah burung phoenix yang sangat berharga dari barang apapun.
“Gongzi, Sebelah sini, Mari ikut saya. Dari Sini pemandangan ke panggung akan lebih dekat,” ujar salah satu Jinu yang tadinya melayani pemuda yang berambut tipis.
Wei Heng dan Jie Ru melangkahkan kakinya mengikuti arahan Jinu itu.
“Nama saya Ji Lian, Dulunya saya salah satu primadona yang ada disini. Jika Gongzi butuh yang lain, Boleh memanggilku. Saya siap melayani,” ujar Ji Lian membuka suara.
Wanita dengan tatapan mata yang sendu, namun dapat menarik perhatian dari wajahnya. Siapa tahu hati wanita ini begitu gundah sedang memikirkan sesuatu atau perihal dengan takhtanya sebagai primadona yang akan dilengserkan.
Sedangkan Jinu lainnya merasa tidak senang dengan Ji Lian yang dapat duduk dengan kedua pemuda tampan itu, Kedatangan berbagai Jinu lainnya yang hendak ikut bergabung ke kursi kebesaran tamu, yang hanya dapat ditempati oleh tuan muda yang berharta melimpah, tetapi tak mendapat respon baik dari tatapan mata elang Wei Heng.
Wajahnya begitu rusuh, Sejak ia memasuki ruang istana bunga yang penuh keramaian "Jika bukan hanya untuk mencari informasi tentang wanita misterius itu, Jangan harap saya akan menempati kakiku disini."
Wei Heng yang tampak risih dengan perlakuan Jinu yang mencoba untuk menggodanya, ditatapnya dengan tajam hingga tak ada seorang pun yang berani untuk mendekati.
Cibiran dari mulut manis Jinu begitu memanaskan hati bagi siapapun yang mendengarnya, ibarat Lidah memang tidak bertulang, tapi ia cukup kuat untuk menghancurkan hati. Semua makian buruk itu ditujukan hanya pada Ji Lian dengan perasaan yang tidak senang.
“Maaf nona, Apakah saya boleh bertanya,” ujar Jie Ru yang memecahkan keramaian yang ikut tertutupi dengan suara tawa lainnya.
“Iya, Apa yang hendak Gongzi tanyakan?”
“Ini ambilah sebagai imbalan," ujar Jie Ru yang mengeluarkan beberapa koin perak dari sakunya.
“Tidak Gongzi, Saya hanya bertugas untuk melayani bukan untuk menjual tubuh saya,” ucap Ji Lian yang salah paham.
Wanita Terhormat, ujar Wei Heng dalam hati.
“Oohh Bukan, Kami kesini bukan bertujuan mencari wanita untuk melayani kami, Tapi kami hanya mencari informasi,” ujar Jie Ru menjelaskan.
Perbincangan yang hanya dilakukan oleh dua orang tanpa ada orang ketiga yang ikut menimpali. Ji Lian merasa heran dengan Wei Heng yang sedari tadi hanya terdiam membisu tanpa ikut bergabung dalam perbincangan.
“Maaf, Gongzi ini,” papar Ji Lian yang tak dapat menyambungkan kalimatnya.
__ADS_1
“Ohh maaf, Gongzi ini sedang Kouchuang,” balas Jie Ru yang tertawa kecil melihat kearah Wei Heng.
Kouchuang\= Sariawan
A Ru Bedebah, Mengapa dia mengutukku dengan penyakit mengerikan itu.
“Nona, Apakah nona tahu Huakui tinggal dimana?” tanya Jie Ru.
“Ohh Huakui itu namanya Bi Lian, Sampai saat ini tidak ada yang tahu dimana ia tinggal, Ia tidak pernah memberitahukan dimana kediamannya. Biasanya jika setelah ia mendapatkan mangsanya tiap malam maka ia akan menghilang.
Jie Ru yang terus menggali ganjalan tentang wanita misterius “Jadi apakah ia tiap hari bekerja disini?"
“Terkadang, Ia tidak tiap hari datang, Hanya yang berkesempatan baik yang dapat menemuinya."
“Ohh, Lantas apakah hari ini ia ikut tampil?" tanya Jie Ru yang masih penasaran.
“Belum tentu, Ia akan datang semaunya.”
Panggung istana mendadak gelap gurita hanya ditemani dengan sorotan lampu panggung yang bernuansa mendekam.
Muncul sosok wanita dengan penampilan yang dapat memikat hati para Dao Suiqi, dengan penampilan yang sangat terbuka membelah bagian atas dadanya.
Teriakan dan sorakan yang begitu meriah memecahkan panggung istana Maiyingong yang sedari tadi mencapai keheningan tingkat dewa.
Dao Suiqi\= Pria hidung belang/Pria mesum
Tarian yang begitu memesona, ditambah dengan sebuah tiang yang berada di tengah-tengah panggung. Tarian tiang yang diciptakan olehnya mencetuskan tarian baru di istana Maiyingong.
“Itu dia Huakui yang kalian cari,” tunjuk Ji Lian.
Sekujur tubuh Wei Heng serasa menjadi lebih berat seakan batu gioknya akan kembali memperlihatkan dirinya.
“Tidak Tidak, Batu gioknya," ujar Wei Heng yang menekan energi qi nya untuk memendam batu giok nya kembali.
Keadaan tubuh Wei Heng sudah terkendali dengan aman, Ia balik memantau wanita penghibur yang sedang menari-nari diatas tiang.
Teriakan dan pujian kembali dilontarkan oleh Dao Suiqi, Satu persatu pemuda lain menawarkan diri untuk bersama dengan nya.
Pria yang menawarkan diri tetapi Hua kui yang memilih, ia menunjuk Wei Heng dengan jemari lentik nya yang dipakaikan perhiasan kuku untuk menemaninya malam ini.
“Wei Di, Dia memilihmu."
“ikuti kemauannya dan lihatlah pertunjukkan yang sebenarnya,” bisik Wei Heng dengan senyum seringai.
Pemberontakan terjadi dari mulut para Dao suiqi yang merasa tak puas dengan pilihan Huakui yang memilih Wei Heng, sedangkan pertikaian juga terjadi pada Jinu dengan Huakui yang memilih lelaki idaman mereka.
Kondisi makin terguncang dengan perdebatan antara Jinu dan Dao suiqi yang saling berebut pasangan.
Tarikan dari tangan Huakui membawa Wei Heng menjauh dari perebutan yang terjadi di aula istana “Ikuti Saya."
__ADS_1
“Wei Di kemana kau pergi, Tunggu!!!” ujar Jie Ru yang segera mengejar Wei Heng.
“Gongzi, Saya ikut" lontar Ji Lian yang mengikuti kejaran Jie Ru.
Jie Ru yang berlari mengejar Wei Heng yang dibawa pergi oleh Huakui yang sudah tak tampak di depan matanya, Begitu cepat langkah Huakui seperti menembus dunia dimensi lain yang sergap menghilang “ Sial, kemana dia membawa Wei Di pergi."
“Ji Lian, Apa kau tahu dimana Huakui membawa Wei Heng pergi?"
“Entahlah, sudah kukatakan sedari tadi, ia akan menghilang jika sudah mendapatkan mangsanya," ujar Ji Lian.
“Akhhh Sial sial !!! Kemana saya harus mencari Wei Di,” ujar Jie Ru dengan memukul kepalanya sendiri.
“Tenang Gongzi, Apa sebaiknya kita cari di kamar Huakui mungkin ia masih ada di dalam kamar."
“Dimana kamarnya, Cepat bawa saya kesana,”tutur Jie Ru dengan tergesa-gesa.
“Ya Gongzi, ikuti saya.”
Kedua manusia itu berlarian ke lantai atas dimana para Jinu itu bersemedi, lain tingkatan jika wanita yang sudah mendapat posisi Huakui, maka tingkat lantainya juga akan semakin meninggi.
“Sudah sampai, ini kamarnya,” unjuk Ji Lian dengan suara yang dikecilkan.
“Nona, Kamu tunggu disini, Saya akan masuk kedalam,” ujar Jie Ru dengan langkah pelan memasuki kamar Huakui.
Pemandangan kamar yang tak dapat dideskripsikan, begitu mencekam dengan tengkorak yang menggantung di langit-langit atap, lampu yang kedap kedip tak menampakkan arah jalan kamar.
Bayangan dari tirai ranjang menampakkan wanita berambut panjang yang hendak menerkam sosok manusia yang berada di bawahnya.
Wei Heng menyadari jika Jie Ru sudah menemukannya, ia memberi isyarat tangan agar Jie Ru keluar dari kamar Huakui dengan melayangkan tangannya dari samping ranjang.
A Ru Saya sendiri yang akan mengatasinya, Kamu tunggu diluar dan jaga pintu depan. Jika saya butuh bantuanmu, Saya akan menjeritmu, ujar Wei Heng menggunakan energi peralihan pikiran.
Jie Ru yang menganggukkan kepalanya dan berjalan kedepan menghalangi pintu masuk kamar Huakui.
“Hari ini, Kamu akan menjadi milikku, nikmati masa indahmu sekarang juga sebelum esoknya mata indahmu tak dapat melihat matahari lagi,” ujar Huakui yang mulai mempengaruhi pikiran Wei Heng.
“Ha? Bagaimana bisa, penangkal apa yang ada didalam tubuhmu, kenapa saya tidak dapat mengendalikan mu."
“Kamu ingin tahu?”
Wei Heng mengeluarkan batu giok penyatu jiwa dari dalam tubuhnya dan melambung ke langit kamar hingga mengeluarkan cahaya yang semakin membesar seakan menyerap tubuh Huakui yang mendadak panik.
“Apa ini?”
“Batu giok penyatu jiwa yang dapat menyerap monster iblis sepertimu," ujar Wei Heng yang sudah mengetahui biang kerok dibalik penduduk yang banyak menghilang.
“Akhhh Tidak”, ujar Huakui sembari melarikan diri.
“Sial kenapa pintunya tak bisa terbuka."
Dengan sekuat tenaga Huakui menggunakan kekuatan besarnya untuk mendobrak pintu kamarnya, namun tak ada hasil, bahkan diatas sana batu giok sembari menyerap hawa jahat yang digunakannya untuk mempengaruhi manusia.
Huakui yang berubah menjadi seekor Qiongji yang dicari-cari oleh Wei Heng selama ini, tak ada jalan selain ia melompat dari jendela kayunya.
__ADS_1
Qiongqi yang meloloskan diri dari jendela kayunya, dengan sayap besar yang melayangkan dirinya dan berkata “ Tunggu pembalasanku."
“Sial, Dia berhasil kabur."