
...快樂閱讀~~...
...Happy Reading's~~...
...Selamat Membaca~~...
...........
..........
.........
Panas dingin hati Li Wei semakin tak dapat dikontrol, perkara apa yang terjadi di depan mata masih tak dapat dimaafkan begitu saja, bahkan jika ia tidak membunuh langsung dengan gempuran nya sendiri, maka seumur hidup ia akan menyesali kehidupan yang sia-sia ini
Tatkala itu, Li Wei mempraktekkan langsung peningkatan qi pada Shizi Mo yang ikut membrudak hendak melenyapkan seluruh penjagaan desa He Ping, yang awalnya hanya bertujuan untuk menumpas penghuni rumah yang ditinggali oleh Wei Heng.
“Shi Xiong, A Ru formasi!” teriak Wei Heng menumpahkan strategi yang telah disusun kemarin malam.
“Baik Wei” jawab mereka semua serempak.
Setelah itu, mereka berdua melesat terbang keatas membentuk sebuah formasi bintang penyergap yang pernah diajarkan langsung oleh ahlinya, siapa lagi kalau bukan ilmu rahasia Dewa Hutan.
Para anggota pendekar sergap membagi tugas membangun lingkaran penghadangan agar tujuan Shizi Mo tidak meninggalkan arena apabila ia dalam keadaan darurat.
Jie Ru meluncur kesisi kanan fundamental, menjaga arahan pondasi tetap terbentuk sempurna dengan energi spiritual yang berelemen angin topan cahaya biru.
Li Wei melejit ke pesisir kiri, menahan kekuatan besar yang diciptakan Wei Heng dari arah bawah menyerang pengecatan terhadap iblis singa.
Sementara itu, pemimpin anggota beraksi melakukan penyerangan yang tejadi untuk kedua kalinya setelah untuk yang pertama kalinya dinyatakan gagal dalam membunuh iblis pembuat masalah.
Kilat intelektual dengan sabit biru mencelat di siku pinggang bagian kiri iblis, hingga mendesirkan gumpalan darah segar yang meruap deras dari pakaian minimnya.
__ADS_1
Tak tinggal diam, Shizi Mo mulai akan melafalkan mantra sihir hitam yang guna melumpuhkan energi tenaga dalam, bahkan jika jurusnya mengenai sasaran, maka lawan nya akan kehilangan Lin Dan. bahkan lebih parahnya pelemahan 3 indera sekaligus akan menjemput korbannya, yakni penglihatan mengalami kebutaan, pendengaran refleks akan kabur, dan yang terakhir lambat laun perasa akan menghilang.
“Shi Xiong, Jie Ru, iblis ini akan mengeluarkan mantra sihir pelumpuh spiritual, segera kendalikan pemusatan kalian dan rendamkan!” pengarahan Wei Heng melalui pengucapan batin.
“Ta-tapi Wei… kalau kami lakukan itu, maka kami tidak dapat membantu, kamu akan…” papar Li Wei yang tak ingin membiarkan Wei Heng melakukan penyerangan itu dengan sendiri.
“Tidak! Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” potong Jie Ru yang masih terfokuskan pada jalan penghadangan.
Dengan tekad kuat tak akan meninggalkan saudara karibnya dalam kondisi apapun bahkan jika ia harus menggantikannya, maka ia akan dengan senang hati menyerahkan nyawanya begitu saja.
“Ru dengarkan! Jangan memperdulikan ku, Ingat masih ada seseorang yang menunggumu untuk kembali dan pencarian mu selama ini telah berhasil dilakukan,” pemfokusan yang dilakukan hanya dengan 2 orang, tanpa Li Wei yang ikut mengetahui isi pembicaraan mereka berdua.
Tatapan Jie Ru langsung jatuh pada kedua manik mata biru yang sedang menatapnya dengan sendu tapi berapi “Ba-Bagaimana kau bisa tahu?”
“Saya tahu semuanya tentang masalahmu Ru, jika Xiao Jing adalah kakak mu yang telah menghilang, Saya juga tahu. Dengarkan! Ini perintah! Lepaskan dan pergilah, bawa pergi jasad Xiao Jing menghadap Senlin Shen!” pinta Wei Heng menahan pembacaan mantra yang sedang ditahan dengan ilmu pembungkam yang tidak akan bertahan lama.
PHUSSS, satu layangan diluncurkan Wei Heng langsung membawa anggota manusia beserta 2 orang yang masih terbaring di dalam rumah, menuju ke jembatan Fuqiao yang akan langsung diambil alih, proses pembalikkan jiwa ke raganya.
“Kau akan bahagia Ru,” ujar Wei Heng yang ikut menghiasi wajahnya dengan buliran air mata.
Persoalan itu tak dikenang lama oleh Wei Heng yang masih harus berurusan dengan iblis yang ada di depan matanya sambil ketawa puas “Kau takut teman mu akan mati bersamamu?”
“belum tahu siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah!”
“Sudah pasti kau yang akan mengakhiri hidup mu sendiri dan setelah itu saya akan mengambil batu giok mu,” ucap iblis singa dengan sombong.
“jangan banyak bicara, dan terima kekalahanmu!” hardik Wei Heng memulai pertarungan itu kembali.
bunyi keras dari auman singanya menciptakan sebuah mantra pelumpuh yang mulai beroperasi untuk mengalahkan lawannya.
__ADS_1
Dengan perlahan pikiran Wei Heng mulai terperdaya dengan segenap mantra hitam yang sedang dilafalkan. Gerakan tangannya mulai menusukkan dengan sendirinya pedang Gang Jiang di rusuk dengan posisi jantung.
Hujan darah membasahi kedua makhluk duniawi yang satu sedang mengalami masa percobaan dan yang satunya lagi tidak dapat mereinkarnasi menjadi makhluk yang lebih baik.
Bahkan gempuran darah pun tak akan berpengaruh pada tubuh Shizi Mo, yang memang ialah pelaku yang menghujani seluruh area dengan darah pembusuk raga.
Berlainan dengan Wei Heng yang harus menerima sengatan aroma dan juga darah yang mengigit di sekujur tubuhnya, seperti ribuan semut merah yang sedang mengguyur seluruh badannya.
Saat dirinya sudah lemah menjadi manusia, yang masih teringat jika ia masih harus menyelesaikan tugas hukumannya hingga berakhir. Masih terlalu panjang perjalanan yang harus ia tempuh, meski ia akan menjadi dewa cacat sekalipun, ia tetap harus melakukannya.
Apa yang tak bisa dilakukan oleh Wei Heng adalah harus membunuh seorang wanita. tapi untuk kali ini, Wei Heng tak akan memberi ampun kepada iblis wanita yang sedang menikmati kemenangan pertarungan, yang ia kira Wei Heng sudah jatuh mengikuti panggilan mantranya.
Pedang Gang Jiang berbalik arah menghunuskan ujung pisau tumpul yang menyeret lehernya seperti yang iblis itu lakukan pada Xiao Jing.
“Pisau yang berbahaya bukanlah pisau yang tajam melainkan pisau tumpul yang langsung akan menebas lehermu,” firman Wei Heng sebelum ujung pisau nya menusuk dada Shizi Mo dengan brutal.
Mo Wang, saya gagal menjalani misi, batin Shizi Mo sebelum ia kehilangan kesadaran.
Kantung iblisnya mulai mencuatkan sinar cahaya seakan sudah tahu tugasnya untuk menyerap iblis dalam kuasanya, bergabung dengan monster Shi Xiong lainnya yang sudah berhasil dilemahkan.
Batu Giok kembali membubung keatas bertujuan menyerap Jiwa tersisa yang berhembusan lewat angin yang ikut menjalar, sampai seluruh urusannya telah selesai maka batu giok itu sudah berhasil menjalankan kewajibannya.
Dan kali ini, Batu giok bersinar dengan warna lain yang lebih kuat energinya.
jiwa iblis ini lebih kuat dibandingkan dengan monster iblis Si Xiong yang tidak ada apa-apanya jika harus menyandinginya.
“Sudah saatnya, kau merenungi kesalahanmu.”
__ADS_1
Pendengaran ku mulai kabur, ternyata ilmu hitam nya berefek pada tenaga dalam ku, A Ru kau harus menggantikanku mencari Si Xiong lainnya, mungkin ajalku tak akan dapat membantumu lagi.