
...快樂閱讀~~...
...Happy Reading's~~...
...Selamat Membaca~~...
...........
..........
.........
Maha bintang melintasi lorong dunia lain diiringi ekor rasi yang lebih menonjolkan kuasanya diantara bintang bercahaya yang lainnya, tetapi itu bukanlah Bintang Pemberkatan yang sering disebut-sebutkan oleh para pemuda itu, melainkan hanya galaxy bintang yang lebih besar dari yang lain.
Sebuah penampakan bima sakti dari luar angkasa dapat diamati dengan mata telanjang. Jika sudah berpijak di tanah hutan ini, maka seluruh keajaiban dunia akan terlihat jelas, sekalipun yang mengamati adalah manusia biasa.
“hari ini kalian akan melihat keindahan dunia yang sesungguhnya,” ujar Dewa Hutan dengan bangga hasil ciptaannya.
“Wahh… menakjubkan, indah, sempurna,” sela Jie Ru terperongoh menatap isi angkasa.
“Shen Xian, Ini-ini bagaimana bisa terjadi?” lanjut Li Wei tak kalah takjub dengan keindahan semesta didepan matanya.
Dewa hutan dengan angkuh menjawab pertanyaan kedua manusia itu “Hahaha inilah kekuasaan ku, apa yang tidak bisa dilakukan oleh dewa lain, hanya saya yang mampu melakukannya,” imbuh Shenlin Zhi Shen.
Tahu batas yah Senlin, tak ada yang berubah darimu sejak kau diturunkan sebagai penguasa hutan pun tak ada perubahan dari sikapmu. diutarakan Wei Heng melalui spirit
Hahaha… jarang sekali saya bertemu dengan umat awam, sekali-kali memamerkan kekuatanku kan tak apa.
Ckckck
”Shen Xian bagaimana bima sakti bisa muncul disini?” tanya Xin Qian.
“sekarang lokasi kita tak jauh dari luar semesta, kediamanku lain dimensi dengan dunia yang kalian tinggali, jadi setiap bulan tertentu, maka isi dari luar angkasa akan bisa diamati langsung dengan mata telanjang.”
“apa salah satu dari kalian bisa membuat keahlian yang sama besar seperti ku? Maka saya duluan yang akan membantunya naik tingkat ke 2 tahap yang lebih tinggi” usul Dewa Hutan.
Li Wei dan lainnya terlihat lebih ambisius dengan penawaran yang diajukan penguasa hutan, berlawanan dengan Wei Heng yang terlihat biasa dengan sifat pembohong teman angkatan dewanya.
Berpaling dari tempat asalnya, menjauhi kerumunan manusia yang sedang mempraktekkan kemampuan dasar qi nya. Masing-masing dari pemuda tersebut memiliki keahlian dalam mengendalikan qi yang dikuasai, berlainan dengan Xin Qian yang hanya memiliki kemahiran persoalan dapur.
“Shen Xian, Saya tidak menguasai apapun tentang qi, Saya hanya menguasai bumbu dapur, jadi kalau masakan ku lulus, apakah Saya juga bisa ikut dengan mereka dalam meningkatkan qi?” ujar Xin Qian mengetuk-ngetuk kuku jarinya.
“Hahaha, tentu saja bisa, tidak ada pembatasan keahlian.”
“bahkan saat ini, kemahiran dapurmu lebih berguna dari yang lain,” ujar Shenlin Zhi Shen membungkam suara dari perutnya.
Dengan tersangah-sangah, pemuda yang mendapat perintah langsung berlari kearah dapur. Berlangsung meniadakan perjalanannya “ Shen Xian dimana letak dapurmu.”
__ADS_1
“Hahaha, kupikir kamu sudah mengetahuinya, belok kanan lurus depan disebelah kiri ada sebuah pohon gantung, Haaa disana letak dapurku,” arahan yang ditujukan dari pemilik rumah.
“belok kanan lurus depan disebelah kiri pohong gantung, disini letaknya,” ujar Jie Ru mengingatkan petunjuk dari pemilik.
“Woahhh… bahkan dapurnya menyatu dengan alam.”
Dilain tempat, Li Wei sedang memperagakan seluruh energinya. Duduk bersemedi disebuah batu besar, mengerahkan seluruh kekuatannya memancarkan selintas sinar yang disalurkan pada seluruh tumbuhan hijau yang bercahaya, seperti dihinggapi oleh kunang berekor emas. rindangnya Hutan Cahaya Bintang memberikan sensasi dingin menyelimuti tubuhnya.
PHUSSS, dengan sekali gerakan tangan, energi qi nya memancar hingga ke seluruh pelosok jagat bahkan menerangi seluruh pohon tinggi mengeluarkan cahaya kekuningan. Dunia hutan seakan menyatu dengan tubuhnya, terlepas kendali kekuasaan kepemilikan Dewa Hutan.
Akar pohon yang semula mengikat dirinya, kian dikembangkan menjadi menyatu dengan ilmu dalamnya, ia kerahkan membentuk sebuah akar jembatan yang menyatukan melewati danau besar yang tampak lebih besar itu.
“Shen Xian, ini luar biasa, Saya belum pernah menggunakan energi pemecah keheningan hingga diluar batasku,” ujar Li Wei menatap telapak tangannya yang luar biasa.
“semua yang ada disini, sudah dikendalikan dengan alam ilahi. Dengan niat yang kuat, semua nya akan tercipta disini.”
“Sekarang giliranmu anak muda, apa yang akan kau tunjukkan?”
“Saya tidak punya kekuatan yang melebihi kemahiran Shi Xiong, yang saya punya hanya ini,” ucap Jie Ru menghembuskan bola anginnya.
Membulatkan sebuah lingkaran bola besar yang diarahkan dari tangannya, bola angin terbang yang tampak seperti gabungan energi dari qi gelembung air dan gumpalan angin menjadi pemersatu gabungan bola tersebut.
“bagus, energi kalian mampu menciptakan qi yang besar, coba kalian gabungan keahlian dan lihat apa yang akan terjadi, Li Wei gunakan qi pemecah keheningan dan Jie Ru dengan bola Naga Kristal,” saran Dewa Hutan memberi ide.
Dasar bocah tua ini, sudah beruban pun otaknya masih tersimpan banyak usulan ide, sifatnya dari dulu memang tak pernah berubah. Hanya diriku lah yang berubah disini, batin Wei Heng bersandar pada batang pohon.
“Wei lihat kelihaian ku ini,” panggil Li Wei dari kejauhan.
“Jie Ru cepat gabungkan kekuatanmu.”
Pancaran sinar meragakan kedua energi panas dan dingin yang saling menyatukan kekuatan, membentuk sebuah cincin lingkaran 2 warna dari elemen api Li Wei dan juga gelombang angin dari Jie Ru. Terasa berat melebihi berat seekor kuda, hanya sebuah cincin lingkaran mampu melemahkan vitalitas otot-otot kedua pemuda tersebut.
BRUGGG, kegagalan untuk pertama kalinya, menggagalkan rencana yang sudah dipertimbangkan dari awal.
“Ada usaha ada hasil, kemenangan tidak akan pernah jatuh pada awal perlatihan, kekalahan awal dari sebuah kemenangan. Fokus kan pikiran kalian pada pusat jiwa, kembangkan dan satukan apa yang ada dipemusatan,” tutur Senlin Zhi Shen.
HUUUU, Sebuah tarikan dan hembusan nafas, mulai mengkoordinasikan kedua kemampuan yang telah diciptakan sebelumnya, mengalihkan pandangan Wei Heng yang termenung dalam pemikirannya, membuatnya jatuh kagum melihat kebesaran dunia yang diciptakan dari cincin lingkaran itu.
Wei Heng terperanjat kaget melihat aksi kedua pemuda yang terbukti solid tuturannya, ini terlalu nyata jika harus disamakan dengan keindahan dunia yang diciptakan oleh dewa sakti, tidak mungkin 2 orang manusia biasa yang hanya mencakupi ilmu dasar dapat menguasai kekuatan alam begitu cepat.
__ADS_1
“Wei Di Kemarilah, lihat Taikong Xingqiu ciptaan kami berdua,” Seru Jie Ru seraya melayangkan tangannya.
Taikong Xingqiu\= Planet luar angkasa
“luar biasa, ternyata kalian berdua mampu menciptakan kelihaian yang melebihi kepameran Shen Xian,” Ujar Wei Heng sembari menepuk tangan.
“Apa yang terjadi?” tanya Xin Qian yang baru menyelesaikan tugas dapurnya.
“kamu lihat? Itu ciptaan kami berdua,” unjuk Jie Ru.
Xin Qian ternganga fokus dengan apa yang ada di depan matanya, sampai ia lupa jika ia masih memegang piring berisi sayur sudah dihidangkan dengan peluh dan keringat.
“Xin Qian letakkan dulu piringnya, sebelum jatuh dan kita tidak dapat makan,” ujar Dewa Hutan.
“Ooo Ya iya, semua nya silahkan dinikmati hidangannya, jangan sungkan,” imbuh Sang Koki mempersilahkan para tamunya untuk mencicipi hasil olahannya.
Masakan Oriental khas China terpajang di pohon besar yang diciptakan kegunaannya sebagai meja, disuguhkan dengan secangkir teh dan alat sumpit panjang di samping piring.
“Shen Xian kapan bintangnya akan turun?" tanya Jie Ru untuk yang kedua kalinya.
“Mungkin setelah selesai hidangan ini dihabiskan, Bintang Pemberkatan akan segera turun,” dumel Senlin Shen melontari pertanyaan Jie Ru dengan mulut yang sudah penuh.
“Ahhh nikmatnya, jarang sekali saya menikmati makanan buatan manusia, biasanya saya hanya menghabiskan buah dari pohon,” ujar Dewa Hutan.
BUMM BAMMM, guncangan menggetarkan seluruh tanah, telah menandakan jika Bintang Pemberkatan sudah akan turun kuasanya.
“sepertinya bintang pemberkatan sudah akan muncul,” ujar Wei Heng, dengan segera ia bersemayam di sebuah batu besar berjejer panjang.
Yang lainnya mengikuti gelagatnya, bersemedi di jejaran batu panjang tersebut. Merapatkan kedua tangannya, memfokuskan tenaga dalam nya untuk menerima kuasa bintang yang dicurahkannya.
Sepanjang Bintang ajaib itu jatuh melintasi, dengan sinar ekornya yang terlihat jelas dari berdekatan. Sisa cahaya nya memberikan pengaruh besar pada keempat pemuda yang berada tepat di posisi bawahnya.
AHHHH, Tiba-tiba terdengar suara jeritan yang tidak biasanya dari mulut Jie Ru, yang lain tak bergeming sedikitpun hanya menerima efek sinar bintang.
“A Ru, Apa yang terjadi denganmu?” cela Wei Heng tengah panik.
“Kaki-kakiku,” ringis Jie Ru menggengam erat kaki kirinya.
“lukanya, Shen Xian apa yang terjadi dengan luka dikakinya!?” tegas Wei Heng.
Shen Lin Xian langsung mengintai bawah lutut Jie Ru, bekas luka terbuka dari sebuah panah beracun “kenapa kalian tidak memberitahuku!?”
“Kami juga tidak tahu,” tolak Xin Qian yang memang tidak tahu apa-apa.
AHHH, Teriakan kembali terjadi, setelah energi nya yang ditempa semakin besar maka akan berpengaruh pada kondisi lukanya.
“ini, segera kamu kunyah dan lihat hasilnya,” pinta Senlin Shen memberikan sebuah obat dewa yang mendadak sudah ada ditangannya.
__ADS_1