
...快樂閱讀~~...
...Happy Reading's~~...
...Selamat Membaca~~...
...........
..........
.........
“Kau-Kau,” Tunjuk Hu Sen, mengamati Dewa Hujan dengan nafas tersengal-sengal terkapar di lantai perak.
“Iya, Saya yang mengalahkannya, Kau mau laporkan kepada Kaisar!? Silahkan... Saya beri kau waktu untuk memberitahu Kaisar sebelum jasadmu akan menemaninya,” timpal Yin Long, terduduk manis di atas tubuh Dewa Hujan.
“Kau sungguh kurang ajar! berdiri dari tubuh Chyou!" tegas Hu Shen.
Dibawah pijakan Yin Long, nampak jika Dewa Hujan sudah tak dapat menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, terlebih lagi tubuh berat Yin Long yang sedang menduduki dirinya, seperti ditimpa batu besar berbobot berapa ratus ton untuk mengukur berat seekor naga meski ia telah berubah menjadi sosok bertubuh dewa.
“To-tolong,” rintih Dewa Chyou menggapai tangannya seakan tengah meminta pertolongan dengan Hu Shen.
“Lepaskan Dia!” bentak Musuh Yin Long.
“Oo baiklah, jika Kau ingin menggantikannya maka tak apa jika aku melepaskannya,” ujar santai Yin Long memelintir jari kukunya.
“KAU BEDEBAH TAK TAHU DIRI!!!” teriak Hu Shen melangsungkan pertikaian antar pedang naga dan pedang harimau diatas tanah kediaman Chyou.
SRINGG SRINGGG, gesekan suara pedang saling memecah keheningan yang tadinya masih sepi tanpa penghuni langit yang menghadiri.
__ADS_1
YIN LONG! KAU SUDAH BERTINDAK TERLALU JAUH, MAKA HARI INI JIKA KAU TIDAK MATI, MAKA SAYA TIDAK HIDUP TENANG!!!, Bentak Hu Shen dengan tangan yang masih melayangkan pedang merah dengan simbol harimau.
KAU AKAN TETAP MENJADI MUSUH TERBESARKU! JIKA HARI INI SAYA HARUS MATI, MAKA KITA BERDUA AKAN MATI BERSAMA!” timpal Yin Long yang tak kalah keras.
Langit menggeledar akibat tekanan energi yang saling berlaga antara elemen air dan api, hingga menghunuskan cahaya menembus langit, petir dan Guntur saling bersahutan tiada henti jika kedua makhluk dewa itu juga masih belum berhenti.
Tiba-tiba pertarungan kedua dewa makhluk buas tersebut menjadi alun-alun arena pertarungan diatas langit, Suara yang menggelegar antara pedang naga dengan pedang harimau yang saling bergesekan membangun kan seluruh isi makhluk surga hingga hentakan suaranya mencapai tingkat teratas dan tingkat terbawah.
Api dan angin saling membunuh kedua makhluk dewa tersebut, tanpa mengenal yang namanya hukuman dan kematian yang akan terjadi kedepannya, keduanya masih tak menyadari jika sekeliling arena tersebut sudah digempur dewa lain dan juga Tiga dewata Agung yang sedang ikut mempertontonkan pertarungan sengit kedua belah pihak dewa.
“Apa kalian belum siap bermain?” tanya Lao Jun salah satu dewa murni dari ketika Sanqing.
Yang dituju langsung tersendak ketika yang dilihatnya adalah Sanqing atau penguasa tertinggi yang sangat jarang ikut turun ke bawah langit untuk mendiskusikan permasalahan yang sedang terjadi, Biasanya para Dewa Murni ini hanya berdiam diri dalam tingkatan surga tertinggi, menjaga dan mengatur 3 qi besar yaitu qi universal, qi manusia dan juga qi bumi. Yang bermaksud seluruh semesta tetap seimbang dan sejalur pada jalannya. Dimana maksud arti nama Sanqing adalah 3 Dewa Murni yang juga terdiri dari 3 dewa, Surga pertama adalah Yu Qing di pegunungan giok dimana pintu masuknya disebut Pintu Emas, “Ia adalah sumber dari segala kebenaran, sebagaimana matahari menjadi sumber segala cahaya”. Yang kedua Sang Dewa Murni Agung Lao Jun yang mengawasi surga Tai Qing dan Sang Dewa Murni Perkasa Ling Bao Tian Song yang mengawasi surga Shang Qing.
“Salam hormat Sanqing, Salam hormat Tian Di,” hormat kedua dewa yang tadinya bertentangan, ketika melihat para junjungan telah turun, maka semuanya tetap harus pada semula saling menghormati.
“Kami hanya bermain-main,” tutur Hu Shen yang takut akan disalahkan karena telah bertindak sama dengan Dewa Hujan yang sudah merusuhkan wilayah penjaga Yin Long.
“Mereka membunuh seluruh manusia yang tinggal di bagian zona selatan untuk membalas dendam kepadaku,” timpal Yin Long dengan sorot mata tajam.
“Apa betul dengan semua yang telah terjadi?” tanya Tian Di.
Hu Shen hanya menggangukan kepala sedangkan Dewa Hujan telah diangkat kedalam kediaman untuk dirawat, sebab luka tombaknya teramat dalam hingga akan cukup sulit untuk diobati.
“tetapi bukankah Yin Long juga membuat kerusuhan di istana Dewa Chyou dan hampir membunuhnya,” ujar Hu Shen tak kalah sengit.
“Seharusnya Yin Long harus dihukum mati dineraka sesuai dengan yang ia lakukan kepada dewa Chyou,” timpal Xue Shen si dewa berambut putih salju.
__ADS_1
“semua ada hukum akibat, berani berbuat maka berani untuk bertanggung jawab, Hukuman yang diberikan juga harus sesuai dengan tingkatan kesalahan yang dilakukan. Begitu juga dengan Yin long, meski Kamu diangkat langsung oleh kami untuk menjaga laut selatan, Tapi kami juga berhak untuk menurun kan jabatanmu. Hari ini Kamu harus diturunkan kebumi untuk menjalani hukuman pertobatan mu yang sesungguhnya, dan untuk Hu Shen kamu akan diturunkan kebumi selama 1.000 tahun, kamu harus membantu dunia manusia dan bersemayam di kuil selatan membangun kembali dunia manusia yang telah kamu hancurkan,” pinta Dewa Murni Perkasa Ling Bao Tian Song.
“Dan untuk Chyou Shen, Dia akan mengobati diri nya sendiri tanpa bantuan dari dewata lain sebagai hukuman untuk dirinya sendiri.”
Tanpa adanya elakan atau bantahan dari mulut Hu Shen ataupun Yin Long, Ketika ketiga Dewa Tinggi sudah berujar maka tak ada yang mampu untuk membantah atau membangkang, sebab ujaran itu merupakan sebuah perintah yang tetap harus dipatuhi meskipun suka atau enggaknya.
“untuk Yin Long dan Hu Shen, ilmu bela diri ataupun ilmu dewa kalian harus dilenyapkan jika kalian turun ke bumi, semua hal yang berkaitan dengan alam surgawi harus dilepas semestinya, ketika kalian sudah menyelesaikan misi pertobatan, semua juga akan kembali pada awalnya.”
“Saya berharap kalian benar-benar mampu untuk mengubah diri dan jalani sabda tuhan dengan baik dan benar, Jangan berbuat kejahatan, tegakkan keadilan,” ujar Dewa Sanqing yang mendudukkan diri di teratai besar yang berada di tengah.
“Baik Sanqing, Hamba Berterima Kasih,” ujar Yin Long dan Hu Shen bersamaan.
Kedua Dewa diturunkan melalui sebuah tangga menuju jalan kebumi bahkan pintu emasnya yang tampak cukup jauh, lebih jauh, sangat jauh bahkan tak dapat diiukur dengan langkahan kaki yang cukup jauh. Semua itu diciptakan oleh Dewa Sanqing pertama yang bertugas membuka pintu gerbang perbatasan dewa dengan manusia yang akan diturunkan derajatnya ke dunia fana
Sangat silau menusuk retina mata, begitu terang bahkan sangat terang untuk dilihat langsung oleh mata manusia yang masih tidak ada apa-apanya, Kedua Dewa yang berupa bentuk hewan harus menerima nasib untuk dilemparkan kedunia manusia selama beberapa tahun lamanya, sampai hukuman mereka benar-benar dijalankan dengan baik.
Yin Long yang sempat berbalik badan, menatap kearah Dewa Gunung yang masih bersedih hati melihat teman sohib yang menemani waktu sorenya harus dilantarkan dalam dunia manusia.
Jangan berkecil hati, Saya akan kembali dan menemani mu bermain catur dewa hingga kau yang akan mengalahkanku, batin Yin Long kepada Shan Shen.
Para Dewata lainnya diam tak bergeming melihat kedua dewa yang sudah berdiri di perbatasan pintu dan berjalan ke bawah tangga awan dimana dunia manusia itu berada.
Begitulah kejadian sebenarnya yang terjadi pada Yin Long yang menjelma menjadi pemuda rusuh yang berada di sisi Jie Ru, semua ini terjadi karena sebuah keinginan balas dendam, ketidak adilan dan juga ketidakberdayaan yang mendominasi seluruh masalah yang menimpa Yin Long.
Dengan takdir dan nasib yang sudah diatur untuk membantu Yin Long yang menurut ketiga Sanqing, ialah tidak bersalah. semua cobaan ini hanya untuk menguji tingkat kesabarannya, kecerdasan, niat kuatnya, dan juga kedewasaannya dalam menghadapi segala permasalahan dengan kepala dingin.
*Flashback Off
__ADS_1