The Tale Of Abandoned Dragon

The Tale Of Abandoned Dragon
Bab 25 - Jembatan Zang Jiao adalah Desa Jianchi


__ADS_3

...快樂閱讀~~...


...Happy Reading's~~...


...Selamat Membaca~~...


...........


..........


.........


Dulunya penamaan jembatan Zang Jiao adalah Jianchi, sebuah desa kecil yang jauh dari kota. Desa yang penuh ketekunan menyembah dewa dewi langit, Desa Jianchi yang selalu menjunjung tinggi kepercayaan mereka. Bahkan salah satu patung Long dijadikan sebagai simbol kemakmuran, sebab dahulu kalanya desa Jianchi pernah mengalami sebuah musibah dimana kemarau yang melanda desa ini tanpa ada yang tahu sebabnya. Sejak kemunculan Long di atas langit yang memberikan berkahnya kepada penduduk Jianchi dengan memberikan kemakmuran, merahmatkan panen desa setiap tahunnya. Sejak saat itu penduduk desa begitu menyanjung dewa dewi  serta mendirikan bangunan kuil untuk menyembah Long.



Long\= Naga


Sampai hari dimana Desa Jianchi dipimpin oleh seorang kepala desa yang menyukai wanita penghibur seperti Jinu yang ada di istana Maiyingong, ia begitu tersanjung dengan hal yang berbau kecantikan, keindahan dan keanggunan. Sampai suatu hari kepala desa membawa wanita penghibur dari salah satu istana hiburan untuk dijadikannya sebagai istri keduanya.


Harta kepala desa bergelimang melimpah, patut dikatakan jika ialah yang paling makmur dalam segi kekayaan. Di Desa Jiangchi yang memiliki adat keturunan, Jika penduduk yang paling kaya maka ialah yang pantas menjadi penguasa dengan maksud yang paling tinggi lah yang akan membantu yang paling rendah. Maka hal tersebut berlaku kepada kepala desa yang menjabatkan dirinya.


Tatkala hari sikap kepala desa makin berubah semenjak kedatangan wanita itu dikehidupannya, Bahkan sering kali terdengar suara pertengkaran kepala desa dengan istri pertamanya yang tidak menyukai wanita penggoda itu yang terlalu bergelut manja terhadap suaminya dihadapan semua orang , Sehingga penduduk akan berpikir jika istri pertamanya adalah wanita yang tak berguna , yang tak mampu memberikannya keturunan.


Seorang istri sah berteduh satu atap dengan seorang wanita penggoda sebagai istri keduanya. Hingga suatu Ketika, istri pertamanya mengandung anak pertamanya yang sudah beranjak usia 5 bulan.


Kabar tersebut begitu membahagiakan kepala desa yang baru hendak memiliki anak pertamanya, begitu juga dengan penduduk lainnya yang turut bahagia dengan kabar gembira dari keturunan pertama kepala desa, Sebab istri pertamanya memiliki sifat yang berbudi luhur dan selalu membantu tertangganya yang lebih rendah darinya tanpa saling memandang martabat antara yang tinggi dengan yang rendah.


Lain sifatnya yang berkebalikan dengan wanita kedua kepala desa yang sifatnya begitu bengis tanpa memandang yang bawah, Ia hanya menyukai hal yang berbau dengan kekuasaan dan kemewahan. Kelicikan dan kebusukan yang ia lakukan untuk melenyapkan janin yang masih di rahim wanita saingannya. Akan lebih baik jika janin itu tidak ada, Sehingga semua kekuasaan dan kekayaan kepala desa akan jatuh ditangannya.


Sampai suatu hari, Wanita penggoda berhasil mengendalikan pikiran kepala desa untuk membunuh anaknya sendiri yang baru tumbuh dalam rahim istrinya, Dengan alasan akan memberikan anak laki-laki yang lebih berkuasa, sebab umurnya yang lebih muda dari istri pertamanya akan lebih berkemungkinan untuk melahirkan seorang anak laki-laki.


Awalnya kepala desa begitu tidak menyukai saran dari wanita penggoda itu, Tetapi setelah mendengar lontaran anak laki-laki, Maka niat kepala desa yang tertunda menjadi memuncak untuk segera mengakhiri janin itu.


Sebab anak pertama yang dikandung oleh istri pertamanya adalah seorang perempuan dan Kepala desa menganggap bahwa wanita lebih tepat hanya untuk melayani bukan untuk menjadi penguasa.

__ADS_1


Sampailah suatu Ketika, Kepala desa dengan wanitanya memasuki ruang kamar istrinya dengan mengambil sebuah bilah pisau untuk mengorek janin yang ada diperut istrinya.



Ketakutan hingga pucat pasi, Menyelimuti sang istri yang tidak dapat berbuat apa-apa, selain hanya menangis dan berteriak. tetapi hal tersebut tidak ditanggapi oleh tertangga  lainnya, sebab mulut kecil istrinya dibungkam dengan kain hitam yang menjerat hingga kebelakang kepalanya dan kedua tangannya yang diikat dengan tali nya yang terikat kebelakang. Hanya tangisan dan jeritan pilu yang dapat ia ungkapkan.



Kepanikan istrinya semakin meronta-ronta Ketika melihat sebuah pisau dari tangan wanita penggoda “Apa yang kalian lakukan? Mau kalian apakan anakku?” Jerit wanita yang terjungkal ditanah dengan menarik kakinya mundur.


“Aiyaaa Kami hanya ingin bermain-main. Bukankah begitu suamiku?” balas Wanita penggoda itu sembari memainkan pisaunya.


“A Li biarkan Fei Fei bermain sebentar?” ujar suaminya yang tak punya hati nurani.


Dengan Langkah pelan Fei Fei mendekati A Li dengan pisau yang akan menyayat perutnya “ Jie Jie jangan terus bergerak atau pisau ini juga akan mengenai tubuhmu," ujar Fei Fei ysng masih memutari pisaunya.


Sayatan pertama menggores dibawah perut bawah bagian kiri, hingga gumpalan darah segar merembas keluar, Sayatan kedua tepat ditengah- tengah pusar perut dengan ujung pisau Fei Fei mencongkel isi dari perut A Li dengan keji, hanya dengan dua kali tusukan Fei Fei telah berhasil membunuh janin di dalam perut A Li.


Sedangkan tak jauh dari kedua wanita ini, Kepala Desa yang tak berani untuk menatap, Bahkan hanya untuk mengintip pun ia tak akan punya nyali. Hanya bisa merisaukan diri sendiri yang masih tersimpan harapan agar janin dalam rahim istrinya masih sanggup bernafas, tak kuasa ia menahan kegelisahan dengan menutup mata dan membalikkan badannya, tetapi ia tak sanggup menolak keinginan wanitanya.


“Shaoye, coba kamu lihat anaknya perempuan,”seru Fei Fei dari dalam kamar.


Dengan segera Kepala Desa melangkah ke dalam kamar yang masih tersimpan harapan agar istri pertamanya masih bernafas, yang ia sudah tahu dari awal anak pertamanya tak akan sanggup untuk bertahan hidup.


“Dimana A Li,” lontar panik kepala desa yang menangkis Fei Fei hingga ia terjatuh dilantai yang masih memegang sebongkah janin yang masih mendarah merah.


Kepala desa tersungkul berlutut dihadapan istrinya yang sudah setengah nyawa, Ia merasa sedih tapi tak sanggup mengeluarkan air matanya. Hanya dengan kata MAAF yang sanggup ia bayar kepada kematian anaknya.


“Shaoye kenapa kau mendorongku, kau sudah tidak mencintaiku,” ujar Fei Fei dengan nada yang dibuat-buat.


Karena takut wanitanya akan kecewa marah padanya, Kepala desa itu segera beranjak dari hadapan istrinya dan membopong wanita keji itu kedalam pelukannya “Pelayan ambil ini dan makamkan janin ini,” ujar Fei Fei kepada pelayan pribadi A Li.


KALIAN BERDUA BEGITU KEJI, BAHKAN ANAKMU SENDIRI SANGGUP KAU JADIKAN PERMAINAN. AKAN KUPASTIKAN, ANAKKU AKAN MENGENTAYANGI KALIAN BERDUA HINGGA MENJADI SETAN DI BAWAH NERAKA, MANUSIA LAKNAT!!!.


Bahkan seorang pelayan pun tak akan sanggup untuk menatap gumpalan darah itu. Pelayan pribadi A Li yang merasa kaget dengan kejadian yang terjadi, tanpa bisa berkata sepatah katapun hanya sanggup untuk mendoakan dan menangis dalam diam.

__ADS_1


Hingga A Li yang sudah merasa hidup sia-sia tanpa anaknya yang sudah meninggal dan kemarahan yang sudah melanda begitu besar terhadap kedua manusia keji itu, sampailah hati ia mengambil pisau yang menjadi saksi pembunuhan anaknya. Memegang dengan dendam yang begitu besar dan menancapkan tepat di jantungnya.


AKAN KUBALASKAN DENDAMKU KEPADA KALIAN BERDUA MESKIPUN SAYA SUDAH MATI!!! AKAN KUBALASKAN DENDAM ANAKKU SAMPAI DI UJUNG NERAKA SEKALIPUN, SAYA TETAP AKAN MEMBUNUH KALIAN DENGAN CARA YANG LEBIH KEJI!!!


Kepala Desa yang tersentak dengan kematian istrinya yang begitu tragis, hingga ia menurunkan Fei Fei dalam pelukannya. Tiada penyesalan yang tertinggal dari dirinya, tiada kenangan masa lalu yang terbawa oleh dirinya, hanya satu kata yang tertinggal dari mulutnya BUANG.


Pelayan pribadi A Li merasa terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut kepala desa, jika bisa A Li tidak bertemu dengan suaminya pasti ia akan seratus kali lipat hidup lebih bahagia dengan seorang pemuda yang lebih bertanggung jawab, bahkan kematiannya tidak ada penyesalan yang meliputi dirinya, tiada guna seorang kepala desa yang hanya memahami dan menuruti keinginan wanita penggoda seperti Fei Fei.


Keesokan harinya, Setelah kematian A Li dilupakan olehnya. Kepala Desa langsung mengadakan pesta pernikahan megah antara ia dengan Fei Fei, penduduk setempat yang masih ikut berkabung merasa terheran dengan keanehan sikap kepala desa yang semakin tak biasanya. Di hari berkabungnya sanggupkah ia membuat pesta yang begitu mewah dengan mendatangkan pejabat berada yang berasal dari luar desa.


Setelah pesta penyambutan pengantin baru, Maka sah juga seorang Fei Fei menjadi ratu dalam hidup  barunya. Sejak saat itu semua kendali desa, Fei Fei yang memegang mutlak atas kekuasaan itu. Bermula dari Fei Fei yang memegang kendali kedudukan Kepala Desa.


Hingga saat itu, Semua bangunan kuil diruntuhkan begitu juga dengan kuil Long yang penduduk bangun dengan susah payahnya sebagai tanda penghormatan, Ia begitu tak menyukai jika ada bunyi gong ataupun mantra dewa dewi yang dilafarkan oleh kepercayaan penduduk desa. Semua habis hancur ia bakar hingga merata dengan tanah.


“Disinilah saya yang paling berkuasa semua hak desa Jianchi ada di bawah naungan saya,” pinta Fei Fei dengan berkuasa.


Tidak ada gunung yang lebih tinggi dari gunung lainnya, hanya keberadaan langitlah yang tertinggi melebihi ketinggian gunung, lontaran kata yang keluar dari mulut seorang senior Bi qiu yang memegang sebuah Dangzi.


Bi qiu\= bhiksu



Dangzi\= alat lonceng puja bhikkhu yang berwarna  kuningan


Mendadak sekujur tubuh Bi Qiu dihisap menjadi kurus hingga tulang mengering, semua hawa qi bhikkhu dihisap habis oleh Fei Fei, yang menjadikan perhitungan untuk Bi Qiu dan peringatan kepada penduduk setempat yang berani membantahnya. Bahkan semenjak perihal itu, tidak ada seorangpun yang berani untuk melewati kekuasaan nya untuk menghadapi Fei Fei.


Sampai suatu ketika, Fei Fei mendapatkan lontaran kata yang begitu tak enak didengar, julukan Iblis Penggoda yang diberikan penduduk setempat kepada Fei Fei, hingga emosinya membakar sampai ke ubun-ubun. Fei Fei mengutuk seluruh penduduk desa Jianchi akan semakin menua berkali-kali lipat jauh dari umur aslinya, hingga menyerap semua hawa qi dari penduduk desa sekaligus.


Hingga saat ini, kutukan tetap berlangsung lamanya. Tetapi Fei Fei sudah lenyap pergi ke dunia lain untuk mencari mangsa lainnya, karena ia beranggapan sudah tak ada yang berguna dari desa itu hanya meninggalkan orang tua yang telah habis energi manusianya, Sampai Kepala desa yang begitu mencintainya yang telah mengorbankan segalanya untuknya, juga ia tinggalkan hingga wujud manusia tua juga berlaku untuk kepala desa.


Sampai saat ini, tidak ada yang tahu dimana posisi Fei Fei itu berada, Sejak saat itu penduduk desa begitu tidak menyukai nama yang belakangnya tercantum nama Fei, harus segera dimusnahkan sebagai tanda kesialan yang telah menimpa desa Jianchi.


Semua penyesalan yang tiada gunanya, semua kuil bangunan sudah habis dibakar oleh Fei Fei hanya menyisakan patung Long yang masih mereka sembah sampai saat ini, patung Long itu begitu dijaga hingga kilau keemasannya masih memancarkan keajaibannya, dengan harapan suatu hari akan mendatangkan seorang dewa yang dapat menyelamatkan mereka dari kutukan menua ini.


__ADS_1


Serta mengangkat kaum mereka menjadi lebih baik. Sebab desa Jianchi begitu dihindari oleh bangsawan lainnya yang hendak berkunjung, Karena ketenaran desa pembawa sial sudah mendunia sampai keluar sana. Sampailah nama desa Jianchi diganti menjadi jembatan Zang Jiao yang semestinya nama tersebut persis seperti penampakan desa yang sekarang.


__ADS_2